Bahan Sharing

BAHAN SHARING KELOMPOK SEL (KOMSEL) GKA Periode  13 September 2026

12 September 2026 Tim Penulis Renungan
S1 = SEMBAH PUJI (10-15 menit) Praise :
  1. Datanglah dan Bertahta
  2. Tertawa
Worship :
  1. Goodness of God
  2. Mujizat Besar Terjadi – KA Worship
  S2 = SUASANA/GAMES (10 menit) Komsel Onsite dan Online JUDUL       :  “TUAN RUMAH BERKATA!” CARA BERMAIN :
  1. Petugas memberikan perintah dengan cepat.
  2. Peserta hanya boleh mengikuti perintah yang diawali dengan kalimat :
“Tuan Rumah berkata…”
  1. Jika perintah tidak diawali kalimat tersebut, peserta tidak boleh bergerak.
  2. Jika petugas instruksi “Tuan Rumah berkata, tepuk tangan 3x”, maka lakukanlah. Namun peserta tidak boleh melakukan jika tidak diawali dengan kalimat point (2).
PERINTAH (Untuk Petugas) >> Makin lama instruksi disampaikan makin cepat :
  1. Tuan Rumah berkata, buatlah bentuk atap dengan kedua tangan!
  2. Tuan Rumah berkata, tunjuk orang yang paling murah senyum!
  3. Pegang hidung!
  4. Tuan Rumah berkata, lambaikan tanganmu!
  5. Tepuk tangannya yang keras!
  6. Tuan Rumah berkata, tirukan suara bel rumah rusak!
  7. Tertawa yang paling keras!
  8. Tuan Rumah berkata pegang kepala!
  9. Pegang hidung!
  10. Tuan Rumah berkata tepuk tangan!
  11. Teriak Halleluya!
  TUJUAN BERMAIN : Dari permainan ini mengingatkan bahwa kita harus peka mendengar perintah. Dalam kehidupan rohani, kita juga harus peka melihat orang-orang di sekitar kita. Mungkin ada pendatang baru yang tampak tersenyum, tetapi sebenarnya merasa asing dan sendirian. Tuhan memanggil kita untuk tidak hanya melihat, tetapi melangkah mendekat, menyapa, dan menerima mereka. Mari menjadi Barnabas yang berkata: ‘Welcome Keluarga Allah! Selamat datang, ini rumahmu dan kami adalah keluargamu!’”   S3 = SHARING APLIKASI FIRMAN TUHAN (50 menit). GOAL: Petugas bukan kotbah, namun MENGINGATKAN POIN-POIN SAJA SEPERTI DIBAWAH INI (±10 menit).  

HOUSE OF GRACE #2 –RUMAH ANUGERAH

WELCOME KELUARGA ALLAH

(Selamat Datang, ini Rumahmu)

 
PEMBUKA
Setiap orang membutuhkan rumah, yaitu tempat di mana ia diterima, dikenal, dikasihi, dan tidak merasa sendirian. Gereja dan komsel adalah rumah rohani. Di dalamnya kita bukan hanya mendengar firman, tetapi juga mengalami kasih Bapa melalui keluarga rohani. “Welcome Keluarga Allah! Selamat datang, ini rumahmu. Ini keluargamu!”                 I. KELUARGA SELALU RINDU BERKUMPUL Kisah Para Rasul 2:46–47 “Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.” Jemaat mula-mula berkumpul dengan tekun, sehati, gembira, dan tulus. Setiap hari Tuhan menambahkan orang-orang yang diselamatkan. Mengapa orang tertarik untuk bergabung?
  1. Faktor utama adalah Tuhan yang bekerja dan menyelamatkan jiwa.
  2. Faktor kedua adalah kekeluargaan yang erat di antara jemaat.
Kata “keluarga” tidak boleh hanya menjadi status atau slogan. Kekeluargaan harus terlihat melalui tindakan nyata sehingga ibadah dan komsel menjadi family gathering yang menyenangkan. Gereja bertumbuh dengan dua sayap:
  • Ibadah Raya: tempat keluarga besar berkumpul menyembah Tuhan.
  • Kelompok Sel: tempat kita saling mengenal, menjaga, menolong, dan bertumbuh bersama.
Renungan : Apakah kita masih datang ke ibadah dan komsel dengan hati yang gembira, atau hanya karena kewajiban dan rutinitas? Yuk periksa hatimu. Mari datang ke gereja dan Komsel dengan kerinduan: “Aku rindu bertemu Bapaku dan aku juga rindu bertemu keluarga rohaniku.”   APLIKASI PRAKTEK FIRMAN SEHARI-HARI :
  • Prioritaskan ibadah dan komsel di tengah kesibukan.
  • Datanglah tepat waktu dan dengan hati yang siap.
  • Jangan hanya datang, duduk, lalu pulang. Sediakan waktu untuk menyapa dan mengenal orang lain.
  • Jika ada anggota yang mulai jarang hadir, hubungi dengan kasih—bukan untuk menghakimi.
  • Rayakan ulang tahun, keberhasilan, dan sukacita anggota komsel.
  • Jangan membentuk kelompok pertemanan yang membuat orang lain merasa tidak diterima.   II. BERKUMPUL DALAM IBADAH ADALAH ANUGERAH
 Ibrani 10:25 “Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.” Dalam pertemuan ibadah, Tuhan memberikan dua macam anugerah. A. Anugerah Vertikal: Berjumpa dengan Tuhan Dalam ibadah kita mengalami hadirat Tuhan melalui pujian, penyembahan, firman, dan doa. Tuhan menguatkan hati kita dan memberikan pengharapan yang baru.  B. Anugerah Horizontal: Menemukan Keluarga Melalui ibadah dan komsel, Tuhan mempertemukan kita dengan keluarga rohani.  Efesus 2:19 “Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah.” Salah satu mukjizat dalam gereja terjadi ketika Tuhan mengubah orang-orang asing menjadi keluarga.   APLIKASI PRAKTEK FIRMAN SEHARI-HARI :
  • Siapkan hati sebelum mengikuti ibadah.
  • Dengarkan firman dengan sikap ingin belajar dan berubah.
  • Jangan hanya mencari orang yang sudah akrab dengan kita.
  • Duduk atau berbicaralah dengan orang yang belum kita kenal.
  • Perhatikan orang yang tampak sendirian, bingung, atau tidak nyaman.
  • Sapa dengan tulus: “Selamat datang. Senang sekali bisa hadir bersama kami.”    III. KASIH KARUNIA MENGUBAH ORANG ASING MENJADI KELUARGA
 Belajar dari kisah Rahab Yosua 6:25 “Demikianlah Rahab, perempuan sundal itu dan keluarganya serta semua orang yang bersama-sama dengan dia dibiarkan hidup oleh Yosua. Maka diamlah perempuan itu di tengah-tengah orang Israel sampai sekarang…” Rahab mempunyai masa lalu yang buruk dan berasal dari bangsa asing. Namun, kasih karunia Allah menyelamatkannya dan memberinya sebuah keluarga yang baru. Rahab mengalami dua Anugerah:
  1. Ia diselamatkan.
  2. Ia diterima menjadi bagian dari keluarga Allah.
Gereja harus siap menerima orang yang hidupnya belum rapi, sedang terluka, kecewa, atau ingin kembali kepada Tuhan. Kasih karunia mengubah Rahab dari “orang luar” menjadi “orang dalam”.   APLIKASI PRAKTEK FIRMAN SEHARI-HARI
  • Jangan menilai seseorang berdasarkan penampilan, pekerjaan, suku, status, atau masa lalunya.
  • Jangan membuat pendatang baru merasa sedang diinterogasi.
  • Jangan membicarakan kelemahan atau latar belakang jiwa baru kepada orang lain.
  • Dengarkan tanpa terburu-buru menghakimi.
  • Berikan waktu kepada orang baru untuk bertumbuh.
  • Jadilah teman yang aman dan dapat dipercaya.
  • Ingatlah bahwa kita juga diterima Tuhan bukan karena sempurna, melainkan karena kasih karunia.
              IV. JADILAH BARNABAS BAGI “SAULUS-SAULUS” YANG DATANG Kisah Para Rasul 9:26 “Setibanya di Yerusalem Saulus mencoba menggabungkan diri kepada murid-murid, tetapi semuanya takut kepadanya, karena mereka tidak dapat percaya, bahwa ia juga seorang murid.” Saulus ingin bergabung, tetapi orang-orang takut dan menjaga jarak karena masa lalunya. Kemudian Barnabas hadir. Kisah Para Rasul 9:27 “Tetapi Barnabas menerima dia dan membawanya kepada rasul-rasul…” Barnabas melakukan sesuatu yang sederhana tetapi sangat berarti:
  • Ia menghampiri orang yang dijauhi dunia ini.
  • Ia menerima orang yang belum dipercaya.
  • Ia mendengarkan kesaksiannya.
  • Ia memperkenalkannya kepada keluarga rohani.
Kadang-kadang Tuhan mengubah hidup seseorang bukan hanya melalui khotbah dari mimbar, tetapi melalui sambutan senyuman, sapaan, perhatian, dan penerimaan seorang Barnabas.   APLIKASI PRAKTEK SEHARI-HARI: Ayok Menjadi “Barnabas-Barnabas baru”. Ketika melihat anggota Komsel baru atau jiwa bari di gereja:
  1. Lihat — perhatikan siapa yang baru, sendirian, atau tampak kebingungan.
  2. Dekati — jangan menunggu mereka menyapa terlebih dahulu.
  3. Sambut — perkenalkan diri dengan ramah.
  4. Dengarkan — tanyakan namanya dan dengarkan ceritanya.
  5. Hubungkan — kenalkan kepada anggota yang lain.
  6. Dampingi — duduk bersamanya dan bantu mengikuti ibadah.
  7. Tindak lanjuti — hubungi kembali setelah pertemuan.
  8. Ajak bertumbuh — undang ke komsel dan kegiatan rohani lainnya.
Jika ada anggota baru bergabung di Komsel maupun jiwa baru digereja yang membawa stik jiwa baru, segera sambut dan katakan: “Welcome Keluarga Allah! Selamat datang. Ini rumahmu dan kami adalah keluargamu.”   HIGHLIGHT :
  • Bangun budaya menyapa jiwa baru dan anggota komsel baru.
  • Perkenalkan Gereja Keluarga Allah kepada orang-orang di seluruh Indonesia.
  KESIMPULAN Gereja dan komsel adalah rumah tempat kita berjumpa dengan Tuhan dan menemukan keluarga rohani. Di dalam House of Grace:
  • Orang asing menjadi keluarga.
  • Orang yang terluka mengalami pemulihan.
  • Orang dengan masa lalu menerima kesempatan baru.
  • Orang yang kesepian menemukan tempat untuk bertumbuh.
  • Setiap jiwa disambut dengan kasih.
Jangan hanya menikmati penerimaan dari Keluarga Allah. Jadilah Barnabas yang menerima dan membawa orang lain masuk ke dalam keluarga rohani.    PERTANYAAN SHARING : Pernahkah Saudara merasa seperti orang asing? Apa yang membuatmu akhirnya merasa diterima? Tindakan apa yang akan Saudara lakukan dari teladan Barnabas?   KOMITMEN MINGGU INI : Setiap anggota Komsel memilih satu tindakan ini:
  • Menyapa satu orang baru.
  • Menghubungi satu anggota yang mulai jarang hadir.
  • Mendengarkan seseorang yang sedang membutuhkan teman.
  • Mengajak satu orang datang ke ibadah atau komsel.
    A. DOA PROFETIK “Bapa di dalam nama Tuhan Yesus, terima kasih untuk anugerah sebuah rumah dan keluarga. Kami percaya bahwa setiap orang yang hadir malam ini bukan berada di tempat ini secara kebetulan. Engkau sendiri yang menuntun dan menempatkan kami di dalam keluarga rohani ini. Kami katakan firmanMu “Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah” itu terjadi pada keluarga kami dirumah dan di Komsel ini dalam nama Yesus. Kami deklarasikan bahwa rumah kami akan menjadi House of Grace—rumah yang dipenuhi kasih, pengampunan, sukacita, damai sejahtera, dan hadirat Tuhan. Pakailah kami menjadi orang-orang yang membuka hati, merangkul yang kesepian, menguatkan yang lemah, dan membawa mereka kembali kepada-Mu. Kami percaya, keluarga jasmani, gereja, dan komsel kami akan bertumbuh, dipersatukan, dan dipakai untuk menyelamatkan banyak jiwa. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”   B. DOA SYAFAAT :
  1. Bangsa dan negara Indonesia ada dalam pemeliharaan serta pimpinan Tuhan. Revival terjadi di negara Indonesia.
  2. Sinode Gereja Keluarga Allah: VISI NATION jadi berkat bangsa-bangsa terjadi.
  3. Pembangunan Pusat Kegerakan Roh Kudus “HEI” bisa dilanjutkan lagi dan pembelaan Tuhan akan turun dengan perijinan yang dilancarkan.
  4. Terjadi lawatan Tuhan dan tuaian jiwa-jiwa yang dahsyat di kota kami.
  5. Setiap gereja lokal GKA bertumbuh dengan pesat dan kuat.
  6. Terjadi kegerakan cellgroup movement atau kegerakan kelompok sel yang membawa tuaian raya jiwa-jiwa.
  7. HUT gereja: doa puasa, jiwa2 diselamatkan, hadirat, karya Tuhan terjadi.
  8. Doa permohonan dari Anggota Komsel (jika ada).
  S4 = SASARAN DAN RENCANA
  1. Evaluasi Komsel hari ini.
  2. Pengumuman Kegerakan di gereja Global (Dibuka SOM Online, ikuti dan ajak 3 jiwa baru hadir di ibadah HUT)
  3. KKS Cek SPR Anggota Komsel dan mendorong melengkapinya, memperjuangkan menjadi KKS (Cek Baptis, SOM, jadi KKS, RE, ESBC).
  4. Ajakan selamatkan jiwa dengan mengajak teman/saudara gabung Komsel dan ibadah
  5. KKS menjadwalkan TURBA, mengunjungi Anggota Komsel yang pasif atau undur (sebagai Langkah PENGGEMBALAAN).
  6. Merencanakan pertemuan Komsel minggu depan dan membagi tugas Komsel.
  SELAMAT MENGIKUTI HUT GEREJA KELUARGA ALLAH DI KOTAMU MASING-MASING. AYOK JADI SEPERTI BARNABAS DAN BAWA 3 JIWA BARU      

Baca Artikel  

BAHAN SHARING KELOMPOK SEL (KOMSEL) GKA Periode  6 September 2026

05 September 2026 Tim Penulis Renungan
  S1 = SEMBAH PUJI (10-15 menit) Praise :
  1. Sukacitaku
  2. Shout His Name – KA Worship
  Worship :
  1. Indah BersamaMu
  2. KasihMu Bapa – KA Worship
  S2 = SUASANA/GAMES (10 menit) Komsel Onsite dan Online JUDUL       :  “KOMSEL FAMILY 100 - ISI RUMAHMU” CARA BERMAIN :
  1. Petugas membacakan pertanyaan tentang isi rumahmu.
  2. Jika jawaban yang sesuai maka mendapat poin, Jika salah, maka petugas berseru “ TETTT..RUMAHNYA BELUM DIBUKA”
PERTANYAAN:
  1. Apa yang biasanya dilakukan ketika tiba-tiba ada tamu penting mendadak datang?
JAWABAN (UNTUK PETUGAS MENILAI):
  • Membereskan rumah dengan cepat — 30 poin
  • Menyembunyikan barang-barang ke dalam kamar — 25 poin
  • Ganti pakaian — 20 poin
  • Menyiapkan minuman — 15 poin
  • Pura-pura tidak mendengar — 10 poin
  1. Sebutkan alasan seseorang membuka kulkas tengah malam. JAWABAN :
  • Lapar — 30 poin
  • Cari minuman — 25 poin
  • Cari camilan — 20 poin
  • Tidak bisa tidur — 15 poin
  • Hanya melihat-lihat — 10 poin
  1. Apa yang membuat seseorang merasa betah di rumah? JAWABAN :
  • Keluarga yang penuh kasih — 30 poin
  • Merasa diterima — 25 poin
  • Suasana yang damai — 20 poin
  • Makanan yang enak — 15 poin
  • Tempat tidur yang nyaman — 10 poin
  1. Apa yang membuat seseorang merasa senang, nyaman, dan betah mengikuti komsel? JAWABAN :
  • Merasa diterima dan dikasihi — 30 poin
  • Firman Tuhan yang menguatkan — 25 poin
  • Memiliki teman dan keluarga rohani — 20 poin
  • Suasana komsel yang seru dan menyenangkan — 15 poin
  • Mendapat perhatian dan dukungan doa — 10 poin
  1. Apa yang harus kita lakukan agar komsel menjadi House of Grace? JAWABAN :
  • Saling mengasihi — 30 poin
  • Saling menerima — 25 poin
  • Saling mengampuni — 20 poin
  • Saling memperhatikan — 15 poin
  • Mengajak orang baru — 10 poin
TUJUAN BERMAIN : Dari permainan ini mengingatkan bahwa sebuah rumah dipenuhi oleh orang-orang dengan jawaban, kebiasaan, dan karakter yang berbeda. Demikian juga komsel kita, tidak harus sama untuk menjadi satu keluarga. House of Grace adalah rumah tempat setiap perbedaan diterima, setiap kelemahan ditolong, dan setiap orang dapat berkata: “Aku diterima. Aku dikasihi. Aku tidak sendirian. This is my home!”   S3 = SHARING APLIKASI FIRMAN TUHAN (50 menit). GOAL: Petugas bukan kotbah, namun MENGINGATKAN POIN-POIN SAJA SEPERTI DIBAWAH INI (±10 menit).  

HOUSE OF GRACE #1 –RUMAH ANUGERAH

A GIFT CALLED HOME

(Sebuah Hadiah yang disebut Rumah)

PEMBUKA
Kalau kita mendengar kata berkat, biasanya yang terpikir adalah uang, kesehatan, pekerjaan, rumah, kendaraan, atau keberhasilan. Semua itu memang berkat Tuhan. Namun, ada berkat rohani yang nilainya jauh lebih besar dan sering kali kurang kita sadari, yaitu SEBUAH RUMAH DAN KELUARGA. Rumah bukan hanya bangunan tempat kita tinggal. Rumah adalah tempat kita diterima, dikasihi, dipulihkan, ditegur, dan bertumbuh bersama. Hari ini kita belajar bahwa Tuhan memberikan kepada kita House of Grace—Rumah Anugerah, rumah pemberian berharga dari Tuhan, baik melalui keluarga jasmani (keluarga dirumah), maupun keluarga rohani (Komsel). Efesus 1:3 “Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga.”             I. RUMAH ADALAH BERKAT ROHANI DARI TUHAN Efesus 1:3 mengatakan bahwa di dalam Kristus, Tuhan telah mengaruniakan segala berkat rohani kepada kita. Kita sering lebih mudah melihat berkat jasmani karena bentuknya kelihatan. Namun, berkat rohani kadang tidak terlihat dan justru jauh lebih berharga. Salah satu berkat rohani terbesar adalah MEMILIKI TEMPAT UNTUK PULANG—bukan hanya fisiknya, namun tempat kita dapat berkata: “Di sinilah aku diterima. Di sinilah aku dikasihi. Di sinilah aku bertumbuh.” House of Grace bukan rumah yang dipenuhi orang-orang sempurna, tetapi rumah yang dipenuhi KASIH KARUNIA TUHAN.  Bagaimana jika keluarga kita tidak ideal? Mungkin ada yang mengalami konflik keluarga, kehilangan orang terkasih, penolakan, perceraian, atau luka masa lalu. Jangan putus asa. TUHAN SANGGUP MEMULIHKAN KELUARGA KITA. Kalaupun keluarga jasmani kita masih jauh dari keadaan yang kita harapkan, Tuhan memberikan kepada kita KELUARGA ROHANI, yaitu KOMSEL. Tuhan tidak pernah merancang orang percaya untuk hidup sendirian. Di dalam Kristus, kita memiliki keluarga besar, yaitu KELUARGA ALLAH.  APLIKASI PRAKTEK FIRMAN MINGGU INI:
  • Belajarlah mengucapkan terima kasih kepada anggota keluarga.
  • Jangan marah terlalu lama; belajar meminta maaf dan mengampuni.
  • Sediakan waktu untuk makan, berdoa, atau berbicara bersama.
  • Berhentilah melihat kekurangan keluarga terus; mulai syukuri keberadaan mereka.
  • Ciptakan suasana rumah yang atmosfernya kasih, misal menyetel radio Elshaddai, lagu pujian, sapaan, candaan.
  • Jadilah pembawa damai, bukan pembawa ketegangan di rumah. II. TUHAN MENUNTUN KITA KEPADA SPIRITUAL HOME
Efesus 2:19 “Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah.”  Salah satu rasa sakit terbesar manusia bukan hanya kekurangan uang, TETAPI MERASA SENDIRIAN DAN TIDAK MEMPUNYAI TEMPAT DI MANA DIRINYA BENAR-BENAR DITERIMA. Ada orang yang berada di tengah keramaian, tetapi hatinya tetap kesepian. Ada yang datang ke gereja, tetapi belum merasa menjadi bagian dari keluarga. Karena itu, Tuhan tidak hanya memanggil kita untuk menghadiri gereja, tetapi juga untuk tertanam dan bertumbuh dalam keluarga rohani. Gereja dan komsel adalah tempat kita:
  • Diterima tanpa harus berpura-pura.
  • Didoakan ketika sedang lemah.
  • Ditegur dengan kasih ketika mulai menyimpang.
  • Dikuatkan ketika ingin menyerah.
  • Bertumbuh dalam firman Tuhan.
  • Menemukan dan menjalankan panggilan Tuhan.
Kita tidak hanya datang untuk menerima berkat. Kita dipanggil untuk ikut membangun rumah rohani ini menjadi House of Grace bagi orang lain. APLIKASI PRAKTEK FIRMAN MINGGU INI:
  • Hadirlah dalam ibadah dan komsel dengan setia.
  • Jangan hanya menunggu diperhatikan; mulailah memperhatikan orang lain.
  • Hubungi anggota komsel yang sedang sakit, mengalami masalah, atau mulai jarang hadir.
  • Sambut jemaat baru dengan ramah dan ajak mereka bergabung dalam Komsel.
  • Jangan menyebarkan kelemahan anggota keluarga rohani sebagai bahan gosip.
  • Jika terjadi kesalahpahaman, selesaikan secara langsung dalam kasih.
  • Gunakan waktu, tenaga, kemampuan, dan karunia kita untuk melayani.
  RUMAH YITRO MENJADI ANUGERAH BAGI MUSA Keluaran 2:15 “Ketika Firaun mendengar tentang perkara itu, dicarinya ikhtiar untuk membunuh Musa. Tetapi Musa melarikan diri dari hadapan Firaun dan tiba di tanah Midian, lalu ia duduk-duduk di tepi sebuah sumur.” Pada saat itu Musa sedang berada di titik terendah kehidupannya. Ia kehilangan kedudukan, keamanan, kenyamanan, dan masa depannya. Ia menjadi buronan, sendirian, dan tidak tahu harus pergi ke mana. Namun, Tuhan sedang mempersiapkan skenario yang baru. Musa yang tadinya orang asing kemudian diterima masuk ke dalam rumah Yitro. Ia mendapatkan tempat tinggal, keluarga, istri, pekerjaan, serta kesempatan untuk dipulihkan dan dipersiapkan Tuhan. Rumah Yitro menjadi bentuk nyata dari anugerah Tuhan bagi Musa. Mungkin kita juga pernah seperti Musa: merasa gagal, tertolak, kesepian, tidak mempunyai arah, atau sedang melarikan diri dari masa lalu. Namun, Tuhan sanggup menuntun kita kepada orang-orang dan Komsel yang tepat. Gereja serta komsel dapat menjadi “rumah Yitro” tempat Tuhan menerima, memulihkan, menguatkan, dan mempersiapkan kita kembali.   APLIKASI PRAKTEK FIRMAN MINGGU INI:
  • Jangan malu datang kepada keluarga rohani (Komsel) ketika sedang lemah.
  • Bersedialah menerima pertolongan dan nasihat dari KKS.
  • Jangan menghakimi orang yang datang dengan masa lalu yang buruk.
  • Jadilah seperti keluarga Yitro yang membuka pintu dan menerima orang asing.
  • Ajak satu orang yang sedang kesepian untuk datang ke komsel.
  • Percayalah bahwa kegagalan bukan akhir; Tuhan masih mempunyai skenario yang baru.
  THIS IS OUR HOME! Bagi yang sudah lama berada di Gereja Keluarga Allah, jangan sampai karena sudah terbiasa, kita kehilangan rasa syukur dan mulai menganggap rumah rohani ini biasa saja. Tidak ada keluarga jasmani maupun keluarga rohani yang sempurna. SEMUANYA DIPENUHI OLEH ORANG-ORANG YANG SEDANG DIPROSES TUHAN—termasuk saya, kita. Jangan meninggalkan keluarga hanya karena menemukan kekurangan. Belajarlah bertumbuh, mengampuni, memperbaiki, dan ikut membangun. Bagi Anggota Komsel baru bergabung: Welcome Home! Kamu bukan lagi orang asing, tapi bagian dari keluarga Allah. Di rumah ini, kamu diterima, dipulihkan, diperlengkapi, dan dibawa semakin dekat kepada rencana Tuhan. Jangan hanya menjadi tamu yang datang dan pulang. Ambillah keputusan untuk menjadi bagian dari keluarga ini.   Highlight Kegerakan :
  1. Berkomitmen untuk tertanam dan bertumbuh di Gereja Keluarga Allah, membuat KTA sebagai tanda komitmen menjadi bagian dari keluarga gereja.
  2. Bergabung dan bertumbuh dalam komsel.
  3. Mulai melayani dan menjadi berkat bagi anggota keluarga rohani lainnya.
   KESIMPULAN Rumah adalah salah satu hadiah terindah dari Tuhan. Rumah bukan sekadar bangunan, tetapi tempat kasih karunia Tuhan dinyatakan. Seperti Musa yang dituntun kepada rumah Yitro, Tuhan juga menuntun kita kepada keluarga rohani. Di sinilah kita diterima, dipulihkan, bertumbuh, dan dipersiapkan untuk menggenapi panggilan Tuhan. Mari berhenti hanya menjadi tamu. Mari tertanam, berkomitmen, dan ikut membangun gereja serta komsel kita menjadi House of Grace. This is our home. Welcome home!     PERTANYAAN SHARING : Pernahkah Tuhan memakai keluarga jasmani, gereja, atau komsel untuk menerima dan menguatkan Saudara pada masa yang sulit? Setelah menerima anugerah itu, tindakan nyata apa yang akan Saudara lakukan supaya orang lain juga merasa diterima di rumah Tuhan?   A. DOA PROFETIK “Bapa di dalam nama Tuhan Yesus, terima kasih untuk anugerah sebuah rumah dan keluarga. Kami percaya bahwa setiap orang yang hadir malam ini bukan berada di tempat ini secara kebetulan. Engkau sendiri yang menuntun dan menempatkan kami di dalam keluarga rohani ini. Kami katakan firmanMu “Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah” itu terjadi pada keluarga kami dirumah dan di Komsel ini dalam nama Yesus. Kami deklarasikan bahwa rumah kami akan menjadi House of Grace—rumah yang dipenuhi kasih, pengampunan, sukacita, damai sejahtera, dan hadirat Tuhan. Pakailah kami menjadi orang-orang yang membuka hati, merangkul yang kesepian, menguatkan yang lemah, dan membawa mereka kembali kepada-Mu. Kami percaya, keluarga jasmani, gereja, dan komsel kami akan bertumbuh, dipersatukan, dan dipakai untuk menyelamatkan banyak jiwa. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”    B. DOA SYAFAAT :
  1. Bangsa dan negara Indonesia ada dalam pemeliharaan serta pimpinan Tuhan. Revival terjadi di negara Indonesia.
  2. Sinode Gereja Keluarga Allah: VISI NATION jadi berkat bangsa-bangsa terjadi.
  3. Pembangunan Pusat Kegerakan Roh Kudus “HEI” bisa dilanjutkan lagi dan pembelaan Tuhan akan turun dengan perijinan yang dilancarkan.
  4. Terjadi lawatan Tuhan dan tuaian jiwa-jiwa yang dahsyat di kota kami.
  5. Setiap gereja lokal GKA bertumbuh dengan pesat dan kuat.
  6. Terjadi kegerakan cellgroup movement atau kegerakan kelompok sel yang membawa tuaian raya jiwa-jiwa.
  7. Semua jemaat dan pelayan Tuhan mengalami “New Wonder”.
  8. HUT gereja: doa puasa, jiwa2 diselamatkan, hadirat, karya Tuhan terjadi.
  9. Doa permohonan dari Anggota Komsel (jika ada).
    S4 = SASARAN DAN RENCANA
  1. Evaluasi Komsel hari ini.
  2. Pengumuman Kegerakan di gereja Global (Doa Puasa menjelang HUT gereja tgl 31 Agustus – 9 September 2026, Hadiri HUT di gereja lokal dan ajak 3 jiwa baru).
  3. KKS Cek SPR Anggota Komsel dan mendorong melengkapinya, memperjuangkan menjadi KKS (Cek Baptis, SOM, jadi KKS, RE, ESBC).
  4. Ajakan selamatkan jiwa dengan mengajak teman/saudara gabung Komsel dan ibadah
  5. KKS menjadwalkan TURBA, mengunjungi Anggota Komsel yang pasif atau undur (sebagai Langkah PENGGEMBALAAN).
  6. Merencanakan pertemuan Komsel minggu depan dan membagi tugas Komsel.
    SELAMAT MENGIKUTI HUT GEREJA KELUARGA ALLAH DENGAN MEMBAWA 3 JIWA BARU    

Baca Artikel  

BAHAN SHARING KELOMPOK SEL (KOMSEL) GKA Periode  30 Agustus 2026

28 August 2026 Tim Penulis Renungan
  S1 = SEMBAH PUJI (10-15 menit) Praise :
  1. Terbesar dan Termulia
  2. Yesus Mulia
 Worship :
  1. Sedekat itu
  2. Forever More – KA Worship
  S2 = SUASANA/GAMES (10 menit) Komsel Onsite dan Online JUDUL       :  “KELUARGA PALING KOMPAK!”
  1. Komsel ONSITE : Bagi peserta menjadi beberapa “keluarga”, masing2@3 orang. ONLINE: Anggap semua adalah 1 keluarga.
  2. Petugas meneriakkan instruksi pose/akting dan setiap “keluarga” harus melakukan instruksi tersebut secepat dan sekompak mungkin.
  3. Keluarga yang cepat dan kompak melakukan instruksi akting yang akan menang.
CONTOH INSTRUKSI AKTING BARENGAN :
  1. “FOTO KELUARGA SULTAN!”.Semua langsung berpose paling elegan dan sok kaya. 😂
  2. “SEKELUARGA TELAT KE GEREJA. DATANG PAS FIRMAN”.
  3. “KELUARGA DAPAT BERKAT RUMAH BARU”
  4. “KELUARGA PUNYA MASALAH BESAR”
  5. “YESUS RAJA KELUARGAKU”
 TUJUAN BERMAIN : Dari permainan ini mengajarkan bahwa keluarga yang kuat membutuhkan kesatuan, saling mengenal, dan kompak. Kalau setiap orang menjadi rajanya sendiri, rumah akan kacau. Tetapi ketika seluruh keluarga tunduk kepada satu Raja, yaitu YESUS, keluarga akan memiliki arah yang sama. Hari ini kita belajar bagaimana membangun sebuah Noble Family.   S3 = SHARING APLIKASI FIRMAN TUHAN (50 menit). GOAL: Petugas bukan kotbah, namun MENGINGATKAN POIN-POIN SAJA SEPERTI DIBAWAH INI (±10 menit).  

COVENANT HOUSE #5 –

THE NOBLE FAMILY

(Keluarga yang Mulia dan Terhormat)

 

PEMBUKA Semua keluarga tentu ingin dikenal sebagai keluarga yang berhasil. Tetapi di mata Tuhan, keluarga yang hebat bukan hanya keluarga yang punya banyak harta, tetapi KELUARGA YANG PUNYA NAMA BAIK, HIDUP TERHORMAT, DAN MENJADI BERKAT. Rumah bagus bisa dibangun dalam beberapa bulan. Kekayaan bisa diwariskan dalam satu hari. Tetapi nama baik sebuah keluarga dibangun seumur hidup. Amsal 22:1 (versi Firman Allah Yang Hidup): Jika engkau harus memilih, pilihlah NAMA BAIK daripada kekayaan yang besar; karena DIKASIHI DAN DIHORMATI ORANG lebih baik daripada perak dan emas. Noble Family adalah keluarga yang hidup dalam kemuliaan dan kehormatan Tuhan, memiliki reputasi yang baik, serta menjadi berkat bagi banyak orang. Dan kabar baiknya: kita tidak harus berasal dari keluarga yang sempurna untuk mulai membangun Noble Family. Bersama Tuhan, sejarah keluarga kita bisa berubah mulai dari kita.   BAGAIMANA CARANYA ?   I. UNDANG RAJA KEMULIAAN MEMERINTAH DALAM KELUARGA Mazmur 24:7 “Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan!” Kemuliaan sebuah keluarga tidak dimulai dari siapa yang tinggal di rumah itu, tetapi dari SIAPA YANG BERTAHTA di dalam rumah itu. Pertanyaannya bukan hanya: “Apakah keluarga kita percaya kepada Tuhan?” Tetapi: “Apakah Tuhan benar-benar menjadi Raja dalam keluarga kita?” HIGHLIGHT Terima Tuhan Yesus dan dibaptis air APLIKASI PRAKTEK FIRMAN SEHARI-HARI : Mulai minggu ini:
  • Bangun mezbah keluarga: doa dan Firman bersama.
  • Sebelum mengambil keputusan penting, tanyakan: “Apa yang Tuhan mau?”
  • Jika ada anggota keluarga yang belum menerima Yesus, mulai doakan dan jangkau dengan kasih.
  • Jika sudah percaya tetapi belum dibaptis, ambil langkah untuk dibaptis dan sungguh-sungguh hidup sebagai murid Kristus.
  II. BANGUN RASA SALING HORMAT DARI DALAM RUMAH Kehormatan dimulai dari rumah. Anak menghormati orang tua, dan orang tua hidup menjadi teladan yang layak dihormati. I Tim 3:4 “Seorang kepala keluarga yang baik, disegani dan dihormati oleh anak-anaknya.” Hormat tidak dituntut, tetapi dibangun lewat KARAKTER, INTEGRITAS DAN KETELADANAN. Jadilah pribadi yang terlebih dahulu dihormati dan menjadi teladan di dalam rumah. Jangan sampai kita sangat ramah kepada orang di luar rumah tetapi kasar kepada pasangan. Sangat rohani di gereja tetapi berbeda ketika berada di rumah. APLIKASI PRAKTEK FIRMAN SEHARI-HARI : Mulai minggu ini lakukan gerakan SALING MENGHORMATI DAN SAYANG pada keluargamu. Mulailah dari hal kecil:
  • “Terima kasih ya.”
  • “Maaf, tadi aku salah.”
  • “Aku minta tolong, bisa ambilkan barang.”
  • “Ada yang bisa kubantu?”
  • Dengarkan tanpa memotong
  • Bicara dengan lembut
  III. KEMULIAAN LAHIR MELALUI PROSES Roma 8:18 “Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.” Tidak ada keluarga tanpa masalah. Masalah tidak harus menghancurkan, tetapi justru dapat membentuk Noble Family. Jangan biarkan masalah membuat keluarga saling menyerang dan menyalahkan. Karena itu: KALAU KELUARGAMU SEDANG MELEWATI MASA YANG BERAT, JANGAN SALING MENYALAHKAN — TETAPLAH BERSATU! Jangan berkata: “Ini semua gara-gara kamu!”, tapi Belajarlah berkata:“Kita memang sedang ada masalah, tapi kita akan melewatinya bersama Tuhan.” APLIKASI PRAKTEK FIRMAN SEHARI-HARI : Saat masalah keluarga datang, lakukan 3B:
  • BERDOA — cari Tuhan terlebih dahulu.
  • BICARA — komunikasikan masalah tanpa menyerang pribadi.
  • BERSATU — lawan masalahnya bersama-sama, bukan saling melawan.
TIDAK ADA KELUARGA YANG TERLAMBAT UNTUK BERUBAH Mungkin kita melihat keluarga sendiri dan berpikir: "Koq Keluargaku jauh sekali dari Noble Family." Ingat Rahab. Latar belakangnya bukanlah sesuatu yang membanggakan. Tetapi ketika ia percaya kepada Allah dan mengambil langkah iman, hidupnya berubah(Matius 1:5). MASA LALU KELUARGAMU TIDAK HARUS MENENTUKAN MASA DEPAN KELUARGAMU. Tuhan tidak menunggu keluarga yang sempurna untuk dipakai-Nya. Pemulihan bisa dimulai dari satu orang berkata: “Tuhan, mulai dari aku.”   KESIMPULAN Noble Family bukan keluarga tanpa masalah. Noble Family adalah keluarga yang memilih tetap hidup di bawah pemerintahan Tuhan di tengah setiap proses. Mari bangun keluarga yang:
  • 👑 YESUS menjadi Raja
  • ❤️ Saling menghormati
  • 🤝 Tetap bersatu dalam proses
Kekayaan suatu hari bisa habis. Prestasi bisa dilupakan. Tetapi nama baik, iman, karakter dan keteladanan dapat menjadi warisan sampai kepada generasi berikutnya.    PERTANYAAN SHARING : “Kalau kita ingin keluarga kita semakin menjadi Noble Family, satu hal apa yang paling perlu mulai kita ubah atau bangun dari sekarang?”   A. DOA PROFETIK “Tuhan Yesus, hari ini kami membuka pintu keluarga kami dan mengundang Engkau, Raja Kemuliaan, masuk dan bertakhta di dalam rumah kami. Kami berkata: Yesus adalah Tuhan atas keluarga kami! Dalam nama Yesus, kami deklarasikan:
  • Keluarga kami akan dipulihkan.
  • Kasih dan penghormatan akan kembali memenuhi rumah kami.
  • Suami dan istri akan semakin bersatu.
  • Orang tua menjadi teladan bagi anak-anak.
  • Anak-anak bertumbuh menjadi generasi yang takut akan Tuhan.
  • Setiap proses tidak akan memecahkan keluarga kami, tetapi membuat kami semakin kuat.
  • Rumah kami menjadi rumah doa, rumah damai sejahtera dan rumah hadirat Tuhan.
  • Keluargaku menjadi keluarga yang mulia dan dihormati, Noble family
Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa dan percaya. Amin. B. DOA SYAFAAT :
  1. Bangsa dan negara Indonesia ada dalam pemeliharaan serta pimpinan Tuhan. Revival terjadi di negara Indonesia.
  2. Sinode Gereja Keluarga Allah: VISI NATION jadi berkat bangsa-bangsa terjadi.
  3. Pembangunan Pusat Kegerakan Roh Kudus “HEI” bisa dilanjutkan lagi dan pembelaan Tuhan akan turun dengan perijinan yang dilancarkan.
  4. Terjadi lawatan Tuhan dan tuaian jiwa-jiwa yang dahsyat di kota kami.
  5. Setiap gereja lokal GKA bertumbuh dengan pesat dan kuat.
  6. Terjadi kegerakan cellgroup movement atau kegerakan kelompok sel yang membawa tuaian raya jiwa-jiwa.
  7. Semua jemaat dan pelayan Tuhan mengalami “New Wonder”.
  8. HUT gereja: doa puasa, jiwa2 diselamatkan, hadirat, karya Tuhan terjadi.
  9. Doa permohonan dari Anggota Komsel (jika ada).
  S4 = SASARAN DAN RENCANA
  1. Evaluasi Komsel hari ini.
  2. Pengumuman Kegerakan di gereja Global (Doa Puasa menjelang HUT gereja tgl 31 Agustus – 9 September 2026)
  3. KKS Cek SPR Anggota Komsel dan mendorong melengkapinya, memperjuangkan menjadi KKS (Cek Baptis, SOM, jadi KKS, RE, ESBC).
  4. Ajakan selamatkan jiwa dengan mengajak teman/saudara gabung Komsel dan ibadah
  5. KKS menjadwalkan TURBA, mengunjungi Anggota Komsel yang pasif atau undur (sebagai Langkah PENGGEMBALAAN).
  6. Merencanakan pertemuan Komsel minggu depan dan membagi tugas Komsel.
  SELAMAT MEMPERSIAPKAN HUT GEREJA KELUARGA ALLAH        

Baca Artikel  

BAHAN SHARING KELOMPOK SEL (KOMSEL) GKA Periode  23 Agustus 2026

21 August 2026 Tim Penulis Renungan
BAHAN SHARING KELOMPOK SEL (KOMSEL) GKA Periode  23 Agustus 2026   S1 = SEMBAH PUJI (10-15 menit) Praise :
  1. Shout His Name – KA Worship
  2. Betapa Hebat
Worship :
  1. Skali Yesus Selamanya Yesus
  2. Hosanna in the Highest
  S2 = SUASANA/GAMES (10 menit) Komsel Onsite dan Online JUDUL       :  “BANGUN RUMAH, JANGAN ROBOH!”   CARA BERMAIN KOMSEL ONSITE:
  1. Siapkan gelas plastik/kertas atau benda ringan yang bisa ditumpuk dan bagilah peserta dalam beberapa kelompok.
  2. Setiap kelompok berlomba harus membangun menara setinggi mungkin dalam 60 detik.
  3. Setiap 15 detik, Petugas meriakkan tantangan baru saat peserta membangun menara:
  • “EGO!” >> semua hanya boleh membangun dengan 1 tangan.
  • “KOMUNIKASI PUTUS” >> Tidak boleh bicara.
  • “MASALAH DATANG” >> Peserta tutup mata kiri.
  • “BADAI DATANG” >> Petugas boleh meniup gelas-gelasnya dari jarak aman.
  1. Menara yang paling tinggi dan masih berdiri jadi pemenang.
  CARA BERMAIN KOMSEL ONLINE:
  1. Minta setiap peserta mengambil 6–10 benda disekitar yang bisa ditumpuk dalam waktu 30 detik. Bebas: gelas plastik, buku, kotak tisu, botol, bantal kecil, remote, dll.
  2. Peserta harus membuat menara setinggi mungkin dan tidak boleh roboh.
  3. Lakukan sama seperti poin (3) diatas.
  4. Petugas akan memilih pemenang dengan menara tertinggi, menara paling kreatif, dan menara paling ajaib.
  TUJUAN BERMAIN : Dari permainan ini mengingatkan bahwa yang menentukan bukan hanya seberapa tinggi kita membangun, tetapi DI ATAS APA kita membangun. Dalam kehidupan keluarga juga begitu. Kita sibuk membangun ekonomi, karier, pendidikan anak, rumah, masa depan—semuanya penting. Tetapi jangan sampai kita membangun tinggi sementara fondasinya tidak kuat. Visi keluarga memberi arah. Ego harus ditanggalkan. Komunikasi harus dijaga. Dan TUHAN harus menjadi dasar keluarga.     S3 = SHARING APLIKASI FIRMAN TUHAN (50 menit). GOAL: Petugas bukan kotbah, namun MENGINGATKAN POIN-POIN SAJA SEPERTI DIBAWAH INI (±10 menit).

 COVENANT HOUSE #4 –

THE FAMILY PROJECT: WE BUILD TOGETHER

 

PEMBUKA
Setelah Merdeka dari warisan negatif (luka masa lalu, kebiasaan buruk dll), ini saatnya kita membangun keluarga kita. Rumah yang indah bisa selesai dibangun dalam beberapa bulan, tetapi keluarga tidak pernah selesai dibangun karena rumah tangga adalah proyek seumur hidup. Mazmur 127:1a Nyanyian ziarah Salomo. Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya. Supaya membangun rumah tanggga dapat berhasil, maka rumusnya = TUHAN + USAHA ORANG (SUAMI-ISTRI). Suami  istri dipanggil bukan hanya untuk stay together atau live together atau tinggal bersama saja, tetapi juga untuk BUILD TOGETHER! (membangun bersama)!  BAGAIMANA CARANYA ?   I. MILIKI VISI KELUARGA YANG JELAS Saat hendak membangun rumah, kita tentu membutuhkan gambarnya dulu atau blueprint. Namun banyak orang serius membuat blueprint rumah, tetapi tidak pernah membuat blueprint keluarganya.  Yosua 24:15 “Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN.” Yosua mempunyai arah yang jelas bagi keluarganya: rumah kami akan menjadi rumah yang melayani dan beribadah kepada Tuhan. Jadi, Visi keluarga bukan hanya target, misal : “Harus punya rumah, Harus punya tabungan.” Visi berbicara tentang KELUARGA SEPERTI APA YANG INGIN KITA BANGUN BERSAMA TUHAN. Contoh: “Keluarga kami adalah keluarga yang melayani, keluarga yang takut akan Tuhan, menjadi berkat, dan membawa orang lain mengenal Tuhan.” Visi keluarga harus terus DIHIDUPI, DIULANG, DICONTOHKAN, DAN DIPERJUANGKAN.  APLIKASI PRAKTEK SEHARI-HARI :
  • Mulailah renungkan dan bertanya dalam keluarga: “Keluarga seperti apa yang Tuhan ingin kita bangun?”
  • Kemudian bangun nilai-nilai sederhana:
  • Tuhan menjadi pusat keluarga.
  • Membiasakan berkata jujur dan saling menghargai.
  • Belajar meminta maaf dan mengampuni.
  • Anak melihat teladan iman dari orangtuanya.
  • Keluarga menjadi berkat bagi orang lain.
  II. TANGGALKAN EGO Perbedaan suami-istri sebenarnya bukan masalah. Masalah muncul ketika masing-masing berkata “Pokoknya aku yang benar, harus seperti keinginanku.” Akhirnya bukan lagi kita melawan masalah, tetapi aku melawan kamu. Filipi 2:2-4 “Karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.” Pernikahan yang bahagia bukan terjadi ketika dua orang terus memperjuangkan HAKNYA, tetapi ketika keduanya belajar MEMPERJUANGKAN KEBAIKAN PASANGANNYA DAN KELUARGANYA. APLIKASI PRAKTEK SEHARI-HARI :
  • Saat berbeda pendapat, biasakan:
 STOP → DENGARKAN → PAHAMI → CARI JALAN BERSAMA.
  • Berani mengatakan: “Aku yang salah.. Maafkan aku.. Aku mau dengar pendapatmu.” Kadang-kadang kemenangan terbesar dalam pernikahan adalah ketika kita berani MENGALAHKAN EGO SENDIRI.
  III. BANGUN KOMUNIKASI YANG SEHAT
  • Sering kali masalah rumah tangga bukan karena sudah tidak saling mengasihi, tetapi karena tidak lagi saling memahami.
  • Kasih membuat dua orang mau memulai pernikahan, Komunikasi yang sehat membantu pernikahan terus bertumbuh.
ADA BEBERAPA LEVEL KOMUNIKASI DALAM KELUARGA:
  • LEVEL 1 — BASA-BASI “Sudah makan?” “Mau pergi?”
  • LEVEL 2 — TUKAR INFORMASI “Besok aku pulang jam lima.” “SPP sudah kubayarkan.”
  • LEVEL 3 — MENYAMPAIKAN PENDAPAT “Aku pikir sebaiknya kita…”.
  • LEVEL 4 — MENYAMPAIKAN PERASAAN “Aku sedih ketika…” “Aku takut kalau…” “Aku merasa tidak didengarkan…”
  • LEVEL 5 — HATI KE HATI ❤️ “Apa yang sedang kamu rasakan?” “Kenapa takut?” “Apa yang bisa aku lakukan untukmu?”
Jangan sampai kita tinggal serumah, tetapi hati kita semakin berjauhan.   APLIKASI PRAKTEK SEHARI-HARI :
  • Coba lakukan 60 MENIT TANPA HP. Suami-istri atau orangtua-anak duduk bersama dan saling bertanya: “Bagaimana keadaan hatimu hari ini?” Bukan untuk langsung mengoreksi atau memberi nasihat. DENGARKAN SAJA.
  IV. BANGUN MEZBAH KELUARGA Inilah fondasi terpenting dari The Family Project. Keluarga bukan hanya membutuhkan komunikasi antara suami ↔ istri, tetapi juga hubungan: KELUARGA  dan TUHAN Mazmur 127:1 “Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya.” Ayok bangun Mezbah keluarga, tidak harus panjang atau rumit. Mulailah sederhana: 1 ayat Firman + 1 sharing singkat + saling mendoakan. Yang penting bukan lamanya, tetapi KONSISTENSINYA. APLIKASI PRAKTIK SEHARI-HARI :
  • Bagi Keluarga, Lakukan mezbah keluarga minimal 1 kali dalam seminggu, luangkan waktu untuk membuat doa bersama, menyembah Tuhan bersama dan baca Firman Tuhan bersama.
  • Bagi yang belum menikah, bangun mezbah pribadi dan mulai doakan keluargamu dirumah dan keluarga masa depanmu yang suatu hari akan Tuhan percayakan.
  KESIMPULAN Keluarga yang kuat tidak terjadi secara otomatis. KELUARGA HARUS DIBANGUN.
  • Bangun dengan visi yang sama.
  • Bangun dengan menanggalkan ego.
  • Bangun dengan komunikasi yang sehat.
  • Dan terutama, bangun bersama Tuhan.
Jangan hanya STAY TOGETHER. Jangan hanya LIVE TOGETHER, tapi BUILD TOGETHER!🔥    PERTANYAAN SHARING : Dari empat hal ini—visi keluarga, menanggalkan ego, komunikasi, dan mezbah keluarga—bagian mana yang paling perlu saya bangun kembali saat ini? Apa satu tindakan nyata yang akan saya lakukan minggu ini?    A. DOA PROFETIK Bapa di Surga, hari ini kami berdiri di atas firman-Mu dalam Yosua 24:15: “Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN.” Kami deklarasikan untuk anggota Komsel ini bahwa aku dan seisi rumahku adalah milik Tuhan! Biarlah setiap anggota keluarga kami semakin mengenal, mengasihi, dan hidup takut akan Tuhan. Kami berdoa, setiap hati yang jauh dibawa kembali kepada Tuhan, setiap hubungan yang retak dipulihkan, setiap ego ditanggalkan, dan setiap keluarga dipersatukan dalam kasih Kristus. Kami deklarasikan rumah kami menjadi rumah doa, rumah damai sejahtera, rumah kasih, dan rumah yang melayani Tuhan. Dari generasi kepada generasi, iman kepada Tuhan terus diwariskan. Apa pun keadaan keluarga kami hari ini, kami mengambil keputusan: “Aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!” Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa dan percaya. Amin.   B. DOA SYAFAAT :  Semua jemaat dan pelayan Tuhan mengalami keajaiban demi keajaiban yang baru.
  1. Pembangunan Pusat Kegerakan Roh Kudus “HEI” bisa dilanjutkan lagi dan pembelaan Tuhan akan turun dengan perijinan yang dilancarkan.
  2. Terjadi lawatan Tuhan dan tuaian jiwa-jiwa yang dahsyat di kota kami.
  3. Bangsa dan negara ada dalam pemeliharaan serta pimpinan Tuhan.
  4. Setiap gereja lokal GKA bertumbuh dengan pesat dan kuat.
  5. Terjadi kegerakan cellgroup movement atau kegerakan kelompok sel yang membawa tuaian raya jiwa-jiwa.
  6. Doa permohonan dari Anggota Komsel (jika ada).
Mari ambil bagian dalam kegerakan iman ini dan alami tahun 2026 sebagai Tahun Keajaiban Baru!     S4 = SASARAN DAN RENCANA
  1. Evaluasi Komsel hari ini.
  2. Pengumuman Kegerakan di gereja Global
  3. KKS Cek SPR Anggota Komsel dan mendorong melengkapinya, memperjuangkan menjadi KKS (Cek Baptis, SOM, jadi KKS, RE, ESBC).
  4. Ajakan selamatkan jiwa dengan mengajak teman/saudara gabung Komsel dan ibadah
  5. KKS menjadwalkan TURBA, mengunjungi Anggota Komsel yang pasif atau undur (sebagai Langkah PENGGEMBALAAN).
  6. Merencanakan pertemuan Komsel minggu depan dan membagi tugas Komsel.
  SELAMAT MEMPERINGATI HARI KEMERDEKAAN RI KE 81      

Baca Artikel  

BAHAN SHARING KELOMPOK SEL (KOMSEL) GKA Periode  16 Agustus 2026

14 August 2026 Tim Penulis Renungan
S1 = SEMBAH PUJI (10-15 menit) Praise :
  1. Tak kan Kemana
  2. Sukacita Surga
  Worship :
  1. Kemenangan Terjadi disini
  2. Pengharapanku – KA Worship
  S2 = SUASANA/GAMES (10 menit) Komsel Onsite dan Online JUDUL       :  “WARISAN GAYA”   CARA BERMAIN:
  1. Peserta berbaris menghadap ke belakang.
  2. Petugas memperlihatkan jawaban atau membisikkan satu kalimat instruksi kepada peserta paling belakang.
  3. Peserta pertama menepuk orang didepannya lalu memperagakan gerakan tersebut tanpa berbicara. Gerakan diteruskan sampai peserta terakhir.
  4. Peserta terakhir memperagakan “warisan” yang diterimanya dan menebak isi kalimat instruksi tsb, misal ibu takut dengan anjing.
  5. Kelompok yang Gerakan akhirnya paling mirip dan tebakan kalimatnya benar menjadi pemenangnya.
  6. Untuk Komsel Online à Petugas memperagakan gaya lucu tersebut didepan kamera dan Peserta berlomba menebak
  KALIMAT INSTRUKSI GAYA LUCU (Untuk Petugas)
  1. Monyet marah
  2. Bebek sakit gigi
  3. Orang menangis sambil joget
  TUJUAN BERMAIN : Dari permainan ini mengingatkan bahwa kebiasaan yang sering diperagakan di rumah dapat dilihat, ditiru, dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Apa yang kita lakukan dapat dilihat, ditiru, dan diteruskan kepada orang lain. Karena itu, pastikan kita mewariskan teladan yang baik, bukan kebiasaan negatif.    S3 = SHARING APLIKASI FIRMAN TUHAN (50 menit). GOAL: Petugas bukan kotbah, namun MENGINGATKAN POIN-POIN SAJA SEPERTI DIBAWAH INI (±10 menit).  

COVENANT HOUSE #3 –

MERDEKA DARI WARISAN NEGATIF

 PEMBUKA
Kemerdekaan bukan hanya bebas dari penjajahan secara fisik, tetapi juga bebas dari dosa, luka, kepahitan, ketakutan, dan kebiasaan buruk masa lalu. Kabar baiknya, di dalam Kristus kita tidak harus mengulangi pola kehidupan keluarga kita. Bersama Tuhan, rantai lama dapat diputus dan masa depan baru dapat dimulai.   I. ADA 2 JENIS WARISAN Warisan bukan hanya fisik berupa rumah, tanah, atau harta, tetapi juga non fisik berupa nilai kehidupan, iman, karakter, kebiasaan, cara berbicara, bahkan luka dan kepahitan. Anak-anak tidak hanya mewarisi apa yang kita berikan, tetapi juga apa yang setiap hari mereka lihat. Warisan paling kuat sering kali bukan yang diajarkan, melainkan yang dicontohkan. Ada dua jenis warisan:
  • Warisan positif    : Iman, kasih, kejujuran, dan takut akan Tuhan.
  • Warisan negatif   : Dosa, kemarahan, kepahitan, ketakutan, dan kebiasaan buruk.
Kabar baiknya, kita tidak wajib meneruskan warisan negatif, bahkan kita bisa memutus rantai kehidupan lama, seperti Yosia yang tidak mengikuti kehidupan jahat ayah dan kakeknya, Amon dan Manasye, namun memilih mengikuti teladan Daud dan hidup benar di hadapan Tuhan. 2 Raja-raja 22:2 “Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN dan hidup sama seperti Daud, bapa leluhurnya, dan tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri.” Masa lalu keluarga dapat memengaruhi kita, tetapi tidak harus menentukan masa depan kita. Tuhan mencari satu orang yang berani berkata “tidak” kepada kehidupan lama dan “ya” kepada masa depan yang baru.   II. BAGAIMANA CARA KITA BISA MENOLAK WARISAN NEGATIF?  
  1. SADARI DAN AKUI APA YANG SELAMA INI MENGIKAT HIDUP KITA
Mazmur 51:5 “Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku.” Kemerdekaan dimulai dari kejujuran. Mintalah Roh Kudus menunjukkan dosa, luka, dan pola negatif yang masih mengikat hidup kita. Apa yang selama ini kita anggap sebagai “sifat bawaan” mungkin sebenarnya adalah luka yang belum disembuhkan. Jangan menutupi atau menyalahkan keluarga. Akuilah di hadapan Tuhan dan izinkan Dia memulihkan.  
  1. LAWAN DENGAN KUASA KRISTUS
Galatia 3:13 “Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat.” Setelah menyadari ada sesuatu yang tidak beres dalam hidup kita, jangan berdamai dengannya. Lawan! Tetapi ingat, kita melawannya bukan dengan kekuatan kita sendiri, melainkan dengan kuasa Kristus. Kemerdekaan sejati datang melalui karya salib Kristus. Highlight : Terimalah Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, bertobat, mengampuni, meninggalkan kebiasaan lama, dan mulai membangun kebiasaan yang benar.  
  1. DEKLARASIKAN KEMERDEKAAN
II Korintus 5:17 “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” Jangan terus mendefinisikan diri berdasarkan masa lalu. Yuk kita nyatakan dengan iman bersama-sama : “Di dalam Kristus, saya adalah ciptaan baru. Masa lalu tidak lagi menguasai hidup saya. Saya tidak akan meneruskan pola hidup yang merusak. Keluarga saya akan takut akan Tuhan dan menjadi berkat.” Deklarasi iman harus disertai pertobatan, ketaatan, dan perubahan nyata.  
  1. HATI-HATI DAN JANGAN BUKA CELAH LAGI
Ayub 31:1a “Aku telah menetapkan syarat bagi mataku.” Kenali hal-hal yang dapat menjatuhkan kita, lalu buat batasan yang tegas. Jaga apa yang kita lihat, dengar, pikirkan, dan lakukan. Tetaplah hidup dalam firman, doa, komsel, dan komunitas yang sehat.  Kalau Tuhan sudah membebaskan kita, jangan membuka kembali pintu yang pernah menjatuhkan kita.   APLIKASI PRAKTIK SEHARI-HARI
  1. CEK DIRIMU SENDIRI. Adakah Pola negatif yang sering berulang di keluarmu? Apakah kamu juga melakukannya? Misal, pemarah, takut, selalu gagal dan miskin, tidak bisa jujur, pendendam sulit mengampuni, memberontak, kasar/main tangan (boleh disharingkan).
  2. BERHENTI MENYALAHKAN MASA LALU ATAU SELALU TERTUDUH TERUS. Kita mungkin tidak bertanggung jawab atas luka yang kita terima, tetapi kita bertanggung jawab atas CARA KITA MERESPONS DAN MENJALANI KEHIDUPAN HARI INI. Ampuni orang yang melukai kita dan serahkan proses pemulihan kepada Tuhan.
  3. GANTI POLA LAMA DENGAN KEBIASAAN BARU
  • Jika keluarga terbiasa berkata kasar, mulailah berbicara dengan lembut.
  • Jika terbiasa menyimpan konflik, belajarlah berdamai dan meminta maaf.
  • Jika keluarga tidak pernah berdoa, mulailah membangun mezbah keluarga.
  • Jika terbiasa tidak jujur soal keuangan, mulailah hidup terbuka dan bertanggung jawab.
  • Jika terbiasa marah kepada anggota keluargamu, mulailah dengan sabar, kasih dan menerima mereka apa adanya tanpa menuntut.
  • Jika keluarga penuh ketakutan, latihlah diri memegang dan mengucapkan janji Tuhan.
  1. BANGUN WARISAN POSITIF
Jadilah generasi pertama yang memulai kebiasaan baru: setia beribadah, rajin berdoa, ikuti pondok Daud, menghormati pasangan, mengampuni, bekerja dengan jujur, melayani Tuhan, sayangi orangtuamu.
  1. JANGAN BERJUANG SENDIRIAN
Gabunglah Komsel dan minta pendampingan dari KKSmu, atau orang yang dewasa secara rohani. Ikuti Retreat Encounter di gereja.   KESIMPULAN Kita mungkin tidak dapat memilih keluarga atau masa lalu tempat kita dilahirkan, tetapi di dalam Kristus kita dapat memilih warisan yang akan kita teruskan. Seperti Yosia, kita dapat menghentikan pola kehidupan yang lama dan memulai generasi baru yang takut akan Tuhan. Jangan hanya menjadi orang yang menerima warisan. Jadilah orang yang meninggalkan warisan iman, kasih, kebenaran, dan kehidupan bagi generasi berikutnya.    PERTANYAAN SHARING : Sharingkan. Warisan atau pola negatif apakah dalam dirimu dan keluargamu yang ingin saudara rubah minggu ini?     A. DOA PROFETIK Tuhan Yesus, kami percaya firmanMu bahwa di dalam Engkau kami adalah ciptaan baru. Kami menolak setiap dosa, luka, kepahitan, dan pola kehidupan lama yang merusak. Oleh kuasa salib Kristus, biarlah setiap rantai diputuskan dan setiap luka dipulihkan. Mampukan kami menjaga kemerdekaan dan membangun warisan iman yang baru. Kami deklarasikan: Keluarga kami akan takut akan Tuhan, dipulihkan, dan menjadi berkat bagi banyak generasi. Dalam nama Tuhan Yesus. Amin   B. DOA SYAFAAT :  Semua jemaat dan pelayan Tuhan mengalami keajaiban demi keajaiban yang baru.
  1. Pembangunan Pusat Kegerakan Roh Kudus “HEI” bisa dilanjutkan lagi dan pembelaan Tuhan akan turun dengan perijinan yang dilancarkan.
  2. Terjadi lawatan Tuhan dan tuaian jiwa-jiwa yang dahsyat di kota kami.
  3. Bangsa dan negara ada dalam pemeliharaan serta pimpinan Tuhan.
  4. Setiap gereja lokal GKA bertumbuh dengan pesat dan kuat.
  5. Terjadi kegerakan cellgroup movement atau kegerakan kelompok sel yang membawa tuaian raya jiwa-jiwa.
  6. Doa permohonan dari Anggota Komsel (jika ada).
Mari ambil bagian dalam kegerakan iman ini dan alami tahun 2026 sebagai Tahun Keajaiban Baru!      S4 = SASARAN DAN RENCANA
  1. Evaluasi Komsel hari ini.
  2. Pengumuman Kegerakan di gereja Global
  3. KKS Cek SPR Anggota Komsel dan mendorong melengkapinya, memperjuangkan menjadi KKS (Cek Baptis, SOM, jadi KKS, RE, ESBC).
  4. Ajakan selamatkan jiwa dengan mengajak teman/saudara gabung Komsel dan ibadah
  5. KKS menjadwalkan TURBA, mengunjungi Anggota Komsel yang pasif atau undur (sebagai Langkah PENGGEMBALAAN).
  6. Merencanakan pertemuan Komsel minggu depan dan membagi tugas Komsel.
    SELAMAT MEMPERINGATI HARI KEMERDEKAAN RI KE 81    

Baca Artikel  

BAHAN SHARING KELOMPOK SEL (KOMSEL) GKA Periode 9 Agustus 2026

07 August 2026 Tim Penulis Renungan
BAHAN SHARING KELOMPOK SEL (KOMSEL) GKA Periode 9 Agustus 2026   S1 = SEMBAH PUJI (10-15 menit) Praise : 1. Bersama Yesus 2. BersamaMu – KA Worship Worship : 1. Rasa Kasih Tuhan – KA Worship 2. You are Holy   S2 = SUASANA/GAMES (10 menit) Komsel Onsite dan Online JUDUL : “SEPADAN ATAU BEDA JALAN?” KONSEP : Berpasangan menjawab pertanyaan. CARA BERMAIN: 1. Peserta dibagi berpasangan. 2. Setiap pasangan diberi waktu 10 detik untuk menuliskan jawaban tanpa berdiskusi di kertas masing-masing dengan spidol/bolpen 3. Petugas akan memberikan pertanyaan cepat dan keduanya harus memperlihatkan jawaban secara bersamaan. Dari situ akan kelihatan pasangan ini sepadan atau Beda Jalan. 4. Pasangan dengan jawaban sama menjadi pemenang. PERTANYAAN CEPAT 1. Lebih suka makan: asin atau manis? 2. Kalau liburan pilih: pantai atau gunung? 3. Kalau ada masalah langsung: bicara atau diam dulu? 4. Lebih sulit mengatakan: “Maaf” atau “Aku salah”? 5. Kalau mendapat uang Rp10 juta: ditabung atau belanja? 6. Dalam tim pilih: memimpin atau mengikuti? 7. Lebih romantis suka diberi: hadiah atau perhatian? 8. Kalau tersesat pilih: bertanya atau tetap merasa paling tahu? 9. Dalam mengambil Keputusan suka: cepat atau banyak pertimbangan? 10. Yang paling penting dalam hubungan itu: kesamaan atau saling melengkapi? PERTANYAAN BABAK FINAL “Sebutkan satu benda yang paling menggambarkan pasangan bermainmu!” misal : dia seperti ALARM karena sering banyak mengingatkan. TUJUAN BERMAIN : Dari permainan ini mengingatkan bahwa ternyata pasangan yang sepadan tidak selalu memberikan jawaban yang sama. Perbedaan bukan masalah, selama kita mau saling mengenal, berkomunikasi, dan menyatukan arah. Kesepadanan bukan berarti harus sama dalam segala hal, tetapi memiliki iman, nilai hidup, dan tujuan yang sama sambil saling melengkapi dalam perbedaan.   S3 = SHARING APLIKASI FIRMAN TUHAN (50 menit). GOAL: Petugas bukan kotbah, namun MENGINGATKAN POIN-POIN SAJA SEPERTI DIBAWAH INI (±10 menit).

COVENANT HOUSE #2 – SEPADAN DAN SEIMBANG

PEMBUKA Setiap orang tentu menginginkan keluarga yang bahagia. Namun, keluarga yang kuat tidak dibangun hanya karena dua orang saling mencintai. Keluarga yang kuat dibangun ketika dua orang sepakat hidup dalam perjanjian dengan Tuhan, berjalan menuju arah yang sama, dan bersedia saling melengkapi. Tuhan sedang membangun sebuah covenant house—rumah tempat perjanjian-Nya tinggal, iman diwariskan, kasih dipelihara, dan nama-Nya dimuliakan turun-temurun. Kejadian 2:18 TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.” Sejak awal, Tuhan tidak hanya memikirkan agar manusia memiliki pasangan. Tuhan juga memperhatikan kualitas hubungan tersebut, yaitu PASANGAN YANG DAPAT MENJADI PENOLONG DAN HIDUP DALAM KESEPADANAN.   I. CARILAH DAN PILIHLAH YANG SEPADAN. Kejadian 24:2-4 “Berkatalah Abraham kepada hambanya yang paling tua dalam rumahnya, yang menjadi kuasa atas segala kepunyaannya, katanya: "Baiklah letakkan tanganmu di bawah pangkal pahaku, 3 supaya aku mengambil sumpahmu demi TUHAN, Allah yang empunya langit dan yang empunya bumi, bahwa engkau tidak akan mengambil untuk anakku seorang isteri dari antara perempuan Kanaan yang di antaranya aku diam. 4 Tetapi engkau harus pergi ke negeriku dan kepada sanak saudaraku untuk mengambil seorang isteri bagi Ishak, anakku.” - Abraham memahami bahwa memilih pasangan hidup adalah keputusan yang terlalu besar untuk dilakukan secara sembarangan karena pasangan hidup akan menentukan arah seluruh masa depan. - Jangan membuat keputusan seumur hidup hanya berdasarkan perasaan sesaat. - Pasangan hidup akan sangat memengaruhi Arah kehidupan kita, Kedekatan kita dengan Tuhan, Cara kita membangun keluarga, Nilai yang diwariskan kepada anak-anak, Penggenapan rencana Tuhan dalam hidup kita. KESEPADANAN LEBIH DARIPADA SEKADAR KESAMAAN Kesamaan memang mempermudah kita memulai hubungan, tetapi belum tentu membuat kita mampu mempertahankan hubungan. Sama-sama suka jalan-jalan, sama-sama suka makanan tertentu, atau memiliki hobi yang sama tentu menyenangkan. Namun, semuanya tidak cukup untuk menopang pernikahan ketika menghadapi tekanan ekonomi, masalah kesehatan, konflik keluarga, dan perbedaan pendapat. Tuhan juga tidak selalu memberikan pasangan yang sama dengan kita. Sering kali Tuhan memberikan pasangan yang berbeda untuk menyeimbangkan dan mendewasakan kita. SEPADAN TIDAK BERARTI HARUS SELEVEL Kesepadanan bukan hanya berbicara mengenai kesamaan pendidikan, penghasilan, jabatan, status sosial, atau penampilan. Karena itu: “Jangan biarkan cinta mengalahkan hikmat. Jangan juga biarkan hikmat mematikan kasih. Biarlah kasih dan hikmat bersama-sama membawa kita menemukan kehendak Tuhan.”   II. 3 AREA YANG SANGAT MENENTUKAN KESEPADANAN. 1. SEPADAN DALAM IMAN. 2 Korintus 6:14 “Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?” Kesepadanan yang paling mendasar adalah kesepadanan dalam iman. Iman akan menentukan siapa yang menjadi pusat keluarga, bagaimana pasangan mengambil keputusan, menghadapi masalah, mendidik anak, dan menentukan prioritas hidup. BELAJAR DARI DAUD DAN MIKHAL 2 Samuel 6:16 “Ketika tabut TUHAN itu masuk ke kota Daud, maka Mikhal, anak perempuan Saul, menjenguk dari jendela, lalu melihat raja Daud meloncat-loncat serta menari-nari di hadapan TUHAN. Sebab itu ia memandang rendah Daud dalam hatinya.” Mikhal ini mencintai Daud. Tetapi ternyata… Mikhal tidak mencintai yang Daud cintai, yaitu Tuhan. Daud memuji-muji Tuhan dan menari-nari dengan sekuat tenaga, namun Mikhal memandang rendah hal itu karena dia lebih mementingkan kehormatan, citra, martabat, penampilan seorang Raja. Masalah mereka bukan karena kehilangan cinta. Masalah mereka karena memiliki pusat cinta yang berbeda. Sebelum bertanya, “Apakah dia mencintaiku?” tanyakan terlebih dahulu, “Apakah dia sungguh-sungguh mencintai Tuhan?” Jangan puas hanya menjadi pasangan yang sama-sama datang ke gereja. Jadilah pasangan yang sama-sama: - Mengejar hadirat Tuhan. - Mencintai firman Tuhan. - Bertumbuh secara rohani. - Melayani Tuhan. - Membawa keluarganya semakin dekat kepada Tuhan. 2. SEPADAN DALAM ARAH DAN NILAI HIDUP. Amos 3:3 “Berjalankah dua orang bersama-sama, jika mereka belum berjanji?” Dua orang dapat berjalan bersama jika mereka sepakat mengenai arah yang hendak dituju. Arah hidup jauh lebih penting daripada sekadar kesamaan hobi. Nilai hidup adalah kompas yang menuntun keputusan kita sehari-hari, misalnya: - Apakah keluarga mengutamakan Tuhan? - Bagaimana mengelola keuangan? - Bagaimana memperlakukan orang tua dan keluarga besar? - Bagaimana mendidik anak? - Bagaimana menyelesaikan konflik? - Apakah bersedia hidup jujur, setia, dan bertanggung jawab? - Apakah keluarga mau dipakai untuk melayani Tuhan? Kesamaan nilai hidup membuat pasangan mampu mengambil keputusan bersama dan berjalan sampai akhir. 3. SEPADAN DALAM KEDEWASAAN KARAKTER. Matius 7:20 “Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.” Penampilan dapat menarik perhatian, tetapi karakterlah yang menopang sebuah hubungan. Karakter seseorang paling jelas terlihat melalui responsnya, terutama ketika keinginannya tidak terpenuhi. Perhatikan bagaimana seseorang merespons ketika: - Kecewa atau marah. - Menghadapi tekanan. - Menerima teguran. - Melakukan kesalahan. - Berhadapan dengan orang yang dianggap lebih rendah. - Harus meminta maaf dan mengampuni. - Tidak mendapatkan apa yang diinginkan. Jangan hanya terpikat oleh penampilannya. Perhatikan buah kehidupannya. Bagi yang sudah menikah, jangan hanya menuntut pasangan menjadi lebih dewasa. Mintalah Tuhan terlebih dahulu mengubahkan karakter kita. Kesepadanan dalam pernikahan bukan hanya sesuatu yang ditemukan, tetapi juga sesuatu yang terus dibangun. APLIKASI PRAKTIK SEHARI-HARI BAGI YANG BELUM MENIKAH: - Libatkan Tuhan dalam memilih pasangan. - Jangan mengabaikan tanda bahaya hanya karena sedang jatuh cinta. - Perhatikan iman, nilai hidup, dan karakter, bukan hanya penampilan. - Dengarkan nasihat pemimpin rohani dan orang-orang yang dewasa. BAGI YANG SUDAH MENIKAH: - Bangun kebiasaan berdoa dan beribadah bersama dalam mezbah keluarga. - Ibadah bersama dan melayani di gereja bersama. - Belajar menerima perbedaan sebagai kesempatan untuk saling melengkapi. - Berhenti hanya menuntut perubahan pasangan; mulailah dari diri sendiri. - Selesaikan konflik dengan kasih, kejujuran, dan kerendahan hati.   KESIMPULAN Sepadan tidak berarti sama dalam segala hal. Sepadan berarti memiliki dasar iman yang sama, berjalan menuju arah yang sama, memegang nilai hidup yang selaras, serta bersedia bertumbuh dalam karakter. Jangan hanya mencari pasangan yang menyenangkan hati. Carilah dan jadilah pasangan yang membawa keluarga semakin dekat kepada Tuhan. Bagi yang sudah menikah, mungkin saat ini ada banyak perbedaan. Jangan cepat menyimpulkan bahwa Saudara salah memilih pasangan. Izinkan Tuhan memakai perbedaan itu untuk saling melengkapi, membentuk karakter, dan memperkuat perjanjian pernikahan. Covenant house tidak dibangun oleh dua orang yang sempurna, tetapi oleh dua orang yang terus bersedia dibentuk dan berjalan bersama Tuhan.   PERTANYAAN SHARING : Sharingkan. Dalam kehidupanmu atau pernikahanmu saat ini, area manakah yang paling perlu dibangun agar semakin sepadan: iman, arah dan nilai hidup, atau kedewasaan karakter? Apa satu langkah nyata yang akan Saudara lakukan?   A. DOA PROFETIK Tuhan Yesus, kami menyerahkan setiap pribadi di Komsel ini dan keluarga kami masing-masing ke dalam tangan-Mu. Bangunlah rumah kami menjadi covenant house yang dipenuhi hadirat, kasih, dan kebenaran-Mu. Kami berdoa agar pasangan dan keluarga kami menjadi penolong kami yang membuat keluarga kami masuk dalam perjanjian ilahi dengan-Mu. Terjadi dalam nama Yesus. Satukan iman, arah hidup, dan hati kami. Pulihkan setiap hubungan yang renggang dan dewasakan karakter kami. Kami percaya keluarga kami akan berdiri teguh, menjadi berkat, dan memuliakan nama-Mu turun-temurun. Dalam nama Tuhan Yesus. Amin   B. DOA SYAFAAT : Semua jemaat dan pelayan Tuhan mengalami keajaiban demi keajaiban yang baru. 1. Pembangunan Pusat Kegerakan Roh Kudus “HEI” bisa dilanjutkan lagi dan pembelaan Tuhan akan turun dengan perijinan yang dilancarkan. 2. Terjadi lawatan Tuhan dan tuaian jiwa-jiwa yang dahsyat. 3. Bangsa dan negara ada dalam pemeliharaan serta pimpinan Tuhan. 4. Setiap gereja lokal GKA bertumbuh dengan pesat dan kuat. 5. Terjadi kegerakan cellgroup movement atau kegerakan kelompok sel yang membawa tuaian raya jiwa-jiwa. 6. Doa permohonan dari Anggota Komsel (jika ada). Mari ambil bagian dalam kegerakan iman ini dan alami tahun 2026 sebagai Tahun Keajaiban Baru!   S4 = SASARAN DAN RENCANA 1. Evaluasi Komsel hari ini. 2. Pengumuman Kegerakan di gereja Global 3. KKS Cek SPR Anggota Komsel dan mendorong melengkapinya, memperjuangkan menjadi KKS (Cek Baptis, SOM, jadi KKS, RE, ESBC). 4. Ajakan selamatkan jiwa dengan mengajak teman/saudara gabung Komsel dan ibadah 5. KKS menjadwalkan TURBA, mengunjungi Anggota Komsel yang pasif atau undur (sebagai Langkah PENGGEMBALAAN). 6. Merencanakan pertemuan Komsel minggu depan dan membagi tugas Komsel.   HAPPY GOLDEN WEDDING ANNIVERSARY UNTUK PS OBAJA DAN IBU

Baca Artikel