Bahan Sharing

BAHAN SHARING KOMSEL  GKA Periode  25 Oktober 2026

22 October 2026 Tim Penulis Renungan
S1 = SEMBAH PUJI (10-15 menit) Praise :
  1. Shout His Name – KA Worship
  2. Ku kan Terbang
Worship :
  1. Terhubung
  2. Halleluya to Son of God – KA Worship
  S2 = SUASANA/GAMES (10 menit) Komsel Onsite dan Online JUDUL       :  “MULUT BILANG, TANGAN BEDA!” CARA BERMAIN :
  1. Peserta harus mengucapkan kata yang disebut Petugas Games, tetapi gerakan tangannya mengikuti aturan ini:
  • “HAPPY” → kedua tangan pegang kepala.
  • “DAMAI” → kedua tangan pegang bahu.
  • “KASIH” → kedua tangan membentuk hati. 🫶
  1. Bagian lucunya: Pemimpin ikut bergerak, tetapi sengaja menunjukkan gerakan yang salah untuk mengecoh peserta! 😆
Contoh: pemimpin berteriak “DAMAI!” sambil memegang kepala. Peserta harus tetap berkata “DAMAI!” sambil memegang bahu.
  1. Contoh Urutan aba-aba:
“Happy… kasih… damai… damai… kasih… happy!”
  1. Awalnya pelan, lalu semakin cepat. Pemimpin boleh memasang wajah sangat yakin, meskipun gerakannya salah!
 TUJUAN BERMAIN : Dalam permainan ini tadi kita mudah ikut gerakan yang kita lihat, padahal sudah tahu instruksinya. Dalam keseharian kita juga sama, kita sering terbawa sikap orang di sekitar kita. Karena itu, mari terus berpegang pada firman Tuhan dan memilih respons yang benar.”   S3 = SHARING APLIKASI FIRMAN TUHAN (50 menit). GOAL: Petugas bukan kotbah, namun MENGINGATKAN POIN-POIN SAJA SEPERTI DIBAWAH INI (±10 menit).  

TRANSFORMED SOUL: FROM THE INSIDE OUT #4 HEALTHY SOULS IN AN UNHEALTHY WORLD Jiwa yang Sehat di Tengah Dunia yang Tidak Sehat

  PEMBUKA Ayat utama: 3 Yohanes 1:2 “Saudaraku yang kekasih, aku berdoa, semoga engkau baik-baik dan sehat-sehat saja dalam segala sesuatu, sama seperti JIWAMU BAIK-BAIK SAJA.” Setiap hari kita menghadapi banyak hal: pekerjaan, kebutuhan keluarga, berita yang mengkhawatirkan, dan perkataan orang yang bisa melukai hati. Semua itu dapat membuat pikiran penuh dan hati lelah. Namun, keadaan di luar kita tidak harus menentukan keadaan di dalam kita. Tuhan menyediakan KEKUATAN supaya kita tetap memiliki damai sejahtera dan dapat merespons dengan benar. Jiwa yang sehat bukan berarti tidak pernah sedih atau takut, tetapi kita belajar membawa perasaan itu kepada Tuhan dan berjalan dalam kebenaran-Nya.   I. JIWA KITA TETAP BISA SEHAT SAAT SEKELILING KITA TIDAK SEHAT. Meski kesehatan fisik semakin baik, tantangan kesehatan jiwa semakin serius. Dalam 3 Yohanes 1:2, Yohanes menyatakan bahwa jiwa Gayus baik-baik saja, meskipun di sekitarnya ada Diotrefes yang ingin menjadi terkemuka, berkata kasar, menolak saudara seiman, dan mengucilkan orang lain. Gayus menunjukkan bahwa kita bisa tetap hidup benar meskipun ada orang di sekitar kita yang bertindak tidak benar. KEADAAN SEKITAR TIDAK HARUS MENENTUKAN KEADAAN JIWA KITA. Karena itu, jangan meniru yang jahat, tetapi tetaplah melakukan yang baik (3 Yohanes 1:11) APLIKASI PRAKTEK FIRMAN SEHARI-HARI:
  • Saat orang berbicara kasar, tenangkan diri sebelum menjawab.
  • Ketika mendengar gosip, jangan langsung percaya atau ikut menyebarkannya.
  • Jika seseorang menyakiti kita, bawa perasaan itu kepada Tuhan dan selesaikan dengan cara yang benar.
  • Kita tidak bisa mengatur semua sikap orang lain, tetapi saya bisa BELAJAR MENJAGA RESPONS KITA.
  II. RAHASIA JIWA YANG SEHAT: HIDUP DALAM KEBENARAN 3 Yohanes 1:3 “Sebab aku sangat bersukacita, ketika beberapa saudara datang dan memberi kesaksian tentang HIDUPMU DALAM KEBENARAN, SEBAB MEMANG ENGKAU HIDUP DALAM KEBENARAN.” Artinya: Rahasia jiwa yang sehat adalah HIDUP DALAM KEBENARAN DAN MELAKUKANNYA. DEFINISI HIDUP DALAM KEBENARAN:        1. HIDUP BERGAUL KARIB DENGAN TUHAN Yohanes 14:6 “Kata Yesus kepadanya: AKULAH JALAN DAN KEBENARAN DAN HIDUP. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”
  • Hubungan dengan Tuhan sangat berpengaruh pada keadaan jiwa kita.
  • Doa tidak membuat kita bebas dari masalah, tetapi melalui kedekatan dengan Tuhan, kita menerima penghiburan, tuntunan, dan kekuatan baru.
  • Datanglah kepada Tuhan dengan jujur. Kita boleh mengakui bahwa kita sedang sedih, kecewa, takut, atau lelah.
 APLIKASI PRAKTEK FIRMAN SEHARI-HARI:
  • Sediakan waktu khusus setiap hari untuk berdoa dan baca firman, sebelum buka medsos dan berkegiatan.
  • Saat hati mulai gelisah, berhenti sejenak dan berdoa: “Tuhan, tenangkan hatiku dan tuntun responsku.”
  • Sebelum tidur, serahkan kekhawatiran kepada Tuhan dan ingat pertolongan-Nya hari itu.
  • Jangan tunggu alami masalah besar untuk mendekat ke Tuhan, mulailah dari sekarang.
      2. HIDUP DENGAN CARA YANG BENAR
  • Hidup dalam kebenaran artinya memilih untuk hidup dengan cara yang benar sekalipun mayoritas orang melakukan dengan cara yang salah.
  • Saat kita memilih hidup benar, maka jiwa kita akan tetap terjaga
  • Jiwa yang sehat, butuh hati nurani yang bersih..
 APLIKASI PRAKTEK FIRMAN SEHARI-HARI:
  • Tetap jujur dalam pekerjaan, keuangan, dan tanggung jawab keluarga.
  • Jika melakukan kesalahan, akui dan minta maaf tanpa terus mencari alasan.
  • Hindari membalas sindiran dengan sindiran.
  • Ketika ada persoalan, bicarakan langsung dengan orang yang bersangkutan secara tenang.
  • Memilih yang benar mungkin tidak selalu mudah, tetapi jaga hati nurani kita tetap bersih.
  1. HIDUP DALAM FIRMAN
Yohanes 17:17b — “Firman-Mu adalah kebenaran.” Hidup dalam firman berarti PERCAYA DAN TAAT KEPADA PERKATAAN TUHAN.       A. PERCAYA KEPADA FIRMAN TUHAN Apa yang terus kita masukkan ke dalam pikiran memengaruhi keadaan hati. Jika kita terus mengisi pikiran dengan kabar yang menakutkan, tuduhan, dan kebohongan, jiwa kita dapat menjadi semakin gelisah. Karena itu, kita perlu MENGUJI APA YANG KITA DENGAR DENGAN KEBENARAN FIRMAN TUHAN.  APLIKASI PRAKTEK FIRMAN SEHARI-HARI:
  • Ikuti gerakan membaca Alkitab minimal tiga pasal setiap hari, lalu catat ,direnungkan, lakukan dan bersaksilah.
  • Ketika merasa sendirian, ingat janji penyertaan Tuhan.
  • Ketika merasa tidak berharga, ingat bahwa kita dikasihi Tuhan.
  • Periksa kebenaran berita sebelum mempercayai atau meneruskannya. Batasi informasi yang terus membuat pikiran penuh.
      B.  TAAT MELAKUKAN FIRMAN TUHAN
  • Firman bukan hanya untuk dibaca dan didengar, tetapi DILAKUKAN. Dalam Yesaya 48:18, Tuhan menggambarkan damai sejahtera seperti sungai bagi umat yang memperhatikan perintah-Nya.
APLIKASI PRAKTEK FIRMAN SEHARI-HARI:
  • Setelah baca firman, pilih satu tindakan untuk dilakukan hari itu.
  • Jika firman mengajarkan pengampunan, mulailah berhenti memelihara keinginan balas dendam.
  • Jika firman mengajarkan kasih, hubungi seseorang yang sedang membutuhkan perhatian.
  • Jika firman menegur perkataan kita, berhentilah sebelum mengucapkan kalimat yang melukai.
      4. HIDUP DALAM CIRCLE ATAU PERGAULAN YANG BENAR Amsal 13:20 “Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang.”
  • Daniel punya teman yang ketika masalah datang, tidak menambah kepanikan Daniel tetapi malah mengajak Daniel mencari Tuhan.
  • Pergaulan yang sehat memberi ruang untuk saling mendengar, menegur dengan kasih, dan menguatkan iman.
  • Coba cek bagaimana dengan circle kita? Karena KOMUNITAS YANG SEHAT akan membuat kita memiliki jiwa yang tetap sehat di tengah dunia yang semakin tidak baik ini.
 APLIKASI PRAKTEK FIRMAN SEHARI-HARI:
  • Gabung komsel dan setia hadir serta bangun hubungan satu sama lain di luar waktu pertemuan.
  • Batasi keterlibatan dalam percakapan yang penuh gosip, kebencian, dan hasutan.
  • Jadilah sahabat yang menjaga rahasia, mau mendengar, dan mendoakan.
  KESIMPULAN Kita tidak selalu dapat mengubah keadaan sekitar, tetapi kita dapat terus belajar hidup dalam kebenaran:
  1. Bergaul karib dengan Tuhan.
  2. Memilih cara hidup yang benar.
  3. Percaya dan taat kepada firman.
  4. Membangun pergaulan yang sehat.
Mari setia bergabung dalam komsel dan saling menjaga sebagai keluarga rohani. Saat ada yang lemah, kita menguatkan. Saat ada yang terluka, kita mendampingi. Bersama-sama kita bertumbuh di dalam Tuhan.   PERTANYAAN SHARING : Dari empat cara hidup dalam kebenaran di atas, bagian mana yang paling perlu Saudara bangun saat ini, dan langkah nyata apa yang akan Saudara lakukan minggu ini?   A. DOA PROFETIK Bapa di surga, terima kasih karena Engkau mengasihi dan memelihara kami. Kami berdoa agar setiap anggota komsel baik-baik dan sehat dalam segala sesuatu, sama seperti jiwanya baik-baik saja di 3 Yohanes 1:2 TERJADI dalam nama Yesus. Kami membawa kepada-Mu setiap hati yang lelah, pikiran yang gelisah, dan perasaan yang terluka. Pulihkan dan kuatkan kami melalui kasih serta kebenaran firman-Mu. Di dalam nama Yesus, kami menyatakan bahwa keadaan yang sulit tidak akan memadamkan pengharapan kami kepada-Mu. Kami adalah orang-orang yang dikasihi Tuhan, dan kami mau berjalan dalam kebenaran-Mu.  Bangkitkan kerinduan untuk bergaul karib dengan-Mu. Berikan keberanian untuk hidup jujur, kerendahan hati untuk bertobat, dan ketaatan untuk melakukan firman. Biarlah damai sejahtera-Mu mengalir seperti sungai, sebagaimana tertulis dalam Yesaya 48:18. Bentuklah komsel kami menjadi keluarga rohani yang saling menerima, menjaga, dan menguatkan. Kami percaya Engkau terus bekerja dalam hidup kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa, amin.   B. DOA SYAFAAT : 
  1. Bangsa dan negara Indonesia ada dalam pemeliharaan serta pimpinan Tuhan. Revival terjadi di negara Indonesia.
  2. Sinode Gereja Keluarga Allah: VISI NATION jadi berkat bangsa-bangsa terjadi.
  3. Pembangunan Pusat Kegerakan Roh Kudus “HEI” bisa dilanjutkan lagi dan pembelaan Tuhan akan turun dengan perijinan yang dilancarkan.
  4. Terjadi lawatan Tuhan dan tuaian jiwa-jiwa yang dahsyat di kota kami.
  5. Setiap gereja lokal GKA bertumbuh dengan pesat dan kuat.
  6. Terjadi kegerakan cellgroup movement atau kegerakan kelompok sel yang membawa tuaian raya jiwa-jiwa.
  7. Mendukung doa pelayanan Ps. Obaja dan Ps. Jonatan di Asia Leaders Summit (ALS) Korea supaya bisa menjadi berkat dan revival terjadi.
  8. Doa permohonan dari Anggota Komsel (jika ada).
  S4 = SASARAN DAN RENCANA
  1. Evaluasi Komsel hari ini.
  2. Pengumuman Kegerakan di gereja Global (Ikuti Gebyar Komsel)
  3. KKS Cek SPR Anggota Komsel dan mendorong melengkapinya, memperjuangkan menjadi KKS (Cek Baptis, SOM, jadi KKS, RE, ESBC).
  4. Ajakan selamatkan jiwa dengan mengajak teman/saudara gabung Komsel dan ibadah
  5. KKS menjadwalkan TURBA, mengunjungi Anggota Komsel yang pasif atau undur (sebagai Langkah PENGGEMBALAAN).
  1. Merencanakan pertemuan Komsel minggu depan dan membagi tugas Komsel.

Baca Artikel  

BAHAN SHARING KOMSEL GKA Periode  18 Oktober 2026

17 October 2026 Tim Penulis Renungan
S1 = SEMBAH PUJI (10 menit) Praise :
  1. Ku kan Memuji Menari – KA Worship
  2. Ajaib Kau Tuhan
Worship :
  1. Dia Sanggup
  2. Tuhan yang besar
  S2 = SUASANA/GAMES (10 menit) Komsel Onsite dan Online JUDUL       :  “PUTUS RANTAINYA” CARA BERMAIN :
  1. Petugas games mengajarkan lima gerakan:
  • “LUKA!” → pegang siku sambil berkata, “Aduh!”
  • “PAHIT!” → buat wajah seperti makan pare pahit sambil berkata, “Weeeek!”
  • “HEMPAAS!” → ayunkan tangan kanan gerakan menghempas sambil berkata, “Hempas!”
  • “PULIH!” → buat bentuk hati dengan tangan sambil berkata, “Tuhan menolong!”
  • Aba-aba khusus: “PUTUS RANTAINYA!” → silangkan tangan didepan dada dan serukan: “LUKA BERHENTI DI SAYA!”
  1. Mulai dengan aba-aba pelan. Petugas menyebut kata, lalu peserta melakukan gerakan dan jawaban yang sesuai. Setelah lancar, percepat dan acak urutannya. Contoh: “Luka! Pulih! Pahit! Lepas! Putus Rantainya! Pahit! Pulih!”
  2. Selipkan kata pengecoh seperti “LAPAR!”, “PAKET!”, atau “LIBUR!” Pada kata pengecoh, peserta seharusnya diam. Yang tetap bergerak kalah.
TUJUAN BERMAIN : Dalam permainan ini tadi kita mudah mengikuti gerakan pemimpin, meskipun aba-abanya berbeda. Dalam hidup, kita juga bisa terbawa respons lama: disakiti lalu membalas, dimarahi lalu memarahi. Namun, kita dapat belajar berhenti dan memilih respons yang baru. Dengan pertolongan Tuhan, kita bisa mengampuni dan memutus rantai luka. Luka yang kita terima tidak harus kita teruskan kepada orang lain.     S3 = SHARING APLIKASI FIRMAN TUHAN (50 menit). GOAL: Petugas bukan kotbah, namun MENGINGATKAN POIN-POIN SAJA SEPERTI DIBAWAH INI (±10 menit).  

 TRANSFORMED SOUL: FROM THE INSIDE OUT #3

HIDDEN WOUNDS – Luka yang Tersembunyi

  PEMBUKA Shalom, Bapak/Ibu. Kalau tangan kita terluka, biasanya orang lain bisa melihatnya. Tetapi ketika hati kita terluka, kita mungkin tetap tersenyum, bekerja, bahkan melayani seperti biasa. Orang lain tidak melihatnya, tetapi KITA MERASAKAN SAKITNYA. Hari ini kita belajar bahwa kita bisa terluka, tetapi TIDAK HARUS MATI KARENA TERLUKA. Tuhan sanggup memulihkan hati kita. Seperti Yusuf, kita dapat menjadi penyintas: orang yang mengalami luka, tetapi tidak membiarkan luka itu menguasai seluruh hidupnya. Ayat utama: Mazmur 147:3 “Ia menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka.”   I. KITA BISA TERLUKA TETAPI TIDAK HARUS MATI KARENA TERLUKA.
  • LUKA DI DALAM JIWA SESEORANG.
Luka jiwa tidak terlihat, tetapi menguras sukacita, damai sejahtera, dan hubungan kita.
  • JADILAH PENYINTAS ATAU SURVIVOR LUKA.
Kisah Yusuf adalah kisah penyintas dari luka batin yang sangat parah. Ia mengalami luka, tetapi tidak membiarkan luka itu menguasai seluruh hidupnya.   TIGA PELAJARAN TENTANG LUKA BATIN
  1. Luka terbesar sering datang dari orang terdekat.
Semakin dekat hubungan kita dengan seseorang, semakin besar pengaruhnya untuk menguatkan atau melukai kita. Yusuf mengalami luka yang berat dari saudara-saudaranya sendiri. Namun, PERKATAAN YANG MENYAKITKAN JANGAN KITA JADIKAN PENENTU MASA DEPAN. Jika seseorang mengatakan, “Kamu tidak berguna,” kita tidak harus menjalani hidup dengan mempercayai perkataan itu karena hidup kita ada dalam tangan Tuhan, bukan manusia.
  1. Luka memengaruhi respons kita.
Luka yang belum dipulihkan bisa membuat kita mudah marah, curiga, tersinggung, atau melukai orang lain. Kita belum bisa jadi versi terbaik jika masih ada luka. Tuhan ingin memulihkan hati kita supaya kita dapat merespons dengan lebih sehat dan bertumbuh menjadi pribadi sesuai kehendak-Nya.
  1. Waktu dan kesuksesan tidak otomatis menyembuhkan luka.
Kejadian yang menyakitkan mungkin sudah berlalu bertahun-tahun. Namun, rasa sakitnya bisa tetap tersimpan. Karena itu, LUKA PERLU DIAKUI DAN DIBAWA KEPADA TUHAN, bukan hanya ditunggu sampai terlupakan.   BAGAIMANA BISA SEMBUH DAN MENJADI PENYINTAS LUKA BATIN SEPERTI YUSUF?
  1. Lepaskan kepahitan.
Ibrani 12:15 “Jagalah supaya jangan ada seorang pun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.” Kepahitan seperti akar yang tersembunyi, tetapi buahnya terlihat melalui perkataan, sikap, dan hubungan kita. Luka yang kita alami jangan diteruskan kepada keluarga, rekan kerja, atau orang yang kita layani. Jadilah pemutus rantai luka: rasa sakit yang kita terima tidak harus menjadi rasa sakit yang kita berikan ke orang lain.
  1. Pilihlah mengampuni.
Yusuf berkata kepada saudara-saudaranya: Kejadian 50:20 “Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar.” Yusuf mengakui bahwa kejahatan itu benar-benar terjadi. Namun, ia juga melihat bahwa Tuhan tetap bekerja melalui hidupnya. MENGAMPUNI BERARTI MENYERAHKAN HAK UNTUK MEMBALAS KEPADA TUHAN DAN MENOLAK MEMBIARKAN ORANG YANG MELUKAI KITA TERUS MENGUASAI BATIN KITA. Langkah praktis agar bisa mengampuni:
  • Reveal it — Akui lukanya dan jujurlah kepada Tuhan.
  • Release it — Lepaskan hak untuk membalas kepada Tuhan.
Namun, Mengampuni itu bukan berarti langsung lupa.  Ketika ingatan itu muncul kembali, kita mungkin perlu meneguhkan keputusan untuk tetap mengampuni sambil mengizinkan Tuhan memulihkan hati kita lapis demi lapis. PENGAMPUNAN DAN REKONSILIASI BERBEDA. Mengampuni tidak otomatis berarti hubungan harus kembali seperti dahulu. Untuk membangun kembali hubungan, kita butuh HIKMAT TUHAN, PERUBAHAN SIKAP, SERTA KEPERCAYAAN YANG DIBANGUN KEMBALI.
  1. Izinkan kasih Tuhan menyembuhkan dan menulis cerita baru.
Mazmur 147:3 “Ia menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka” Kita tidak harus menghadapi kelemahan kita sendirian. Datanglah kepada Tuhan dan izinkan Roh Kudus menolong kita. Tuhan sanggup mengubah lukamu menjadi kesaksian.   HIGHLIGHT KEGERAKAN: Beranilah bersaksi kebaikan Tuhan atas pemulihan jiwa yang dialami.   APLIKASI PRAKTIK FIRMAN SEHARI-HARI:
  1. Kenali luka yang memengaruhi sikap kita.
Saat mudah tersinggung atau marah, berhentilah sejenak dan tanyakan: “Apakah saya sedang merespons kejadian tadi, atau masih membawa luka lama?”
  1. Bawa kepada Tuhan dengan jujur.
Ambil waktu beberapa menit untuk berdoa. Tidak perlu berpura-pura kuat. Sebutkan perasaan kita kepada Tuhan dan mintalah pertolongan-Nya.
  1. Hentikan respons yang meneruskan luka.
Ketika kecewa di tempat kerja, jangan lampiaskan kepada keluarga. Saat emosi naik, tenangkan diri terlebih dahulu sebelum berbicara.
  1. Latih keputusan untuk mengampuni.
Ketika teringat orang yang menyakiti kita, berdoalah: “Tuhan, saya kembali menyerahkan rasa sakit ini kepada-Mu. Saya memilih tidak membalas dan mengampuninya.”
  1. Bangun hubungan dengan hikmat.
Tetaplah mengasihi, sambil menetapkan batas yang sehat bila diperlukan.
  1. Ceritakan kebaikan Tuhan.
Jika sudah siap, bagikan bagaimana Tuhan menolong dan memulihkan kita. FOKUSKAN KESAKSIAN PADA KEBAIKAN TUHAN, tanpa mempermalukan orang yang pernah melukai kita.   Tantangan minggu ini: Pilih satu respons yang ingin diubah—misalnya minggu ini STOP berkata-kata kasar kepada siapapun, ambil waktu untuk berdoa, atau tidak melampiaskan kekesalan kepada keluarga atau karyawan.   KESIMPULAN Luka batin bisa tersembunyi, tetapi pengaruhnya nyata. Waktu dan kesuksesan tidak otomatis memulihkannya. Kita perlu mengakui luka, melepaskan kepahitan, memilih mengampuni, dan menerima kasih Tuhan. Kita pernah terluka, tetapi LUKA BUKAN AKHIR CERITA KITA. Tuhan sanggup memulihkan dan mengubahnya menjadi kesaksian.   PERTANYAAN SHARING : Dari tiga langkah ini—mengakui luka, melepaskan kepahitan, dan mengizinkan Tuhan memulihkan—mana yang sedang Saudara alami dan ingin dipraktikkan minggu ini?   A. DOA PROFETIK Bapa yang penuh kasih, kami datang membawa hati kami kepada-Mu. apa yang penuh kasih, kami datang membawa hati kami kepada-Mu. Sesuai firman-Mu dalam Mazmur 147:3, Engkau menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka. Kami percaya kasih-Mu menjangkau bagian hati yang selama ini kami sembunyikan. Tolong kami mengakui luka dengan jujur, melepaskan kepahitan, dan menyerahkan hak untuk membalas kepada-Mu. Roh Kudus, bantulah kami dalam kelemahan kami. Ketika ingatan yang menyakitkan muncul kembali, kuatkan kami untuk terus memilih pengampunan. Berikan hikmat untuk membangun hubungan dan menetapkan batas yang sehat. Dalam nama Yesus, kami menyatakan bahwa luka bukan penentu masa depan kami. Kami percaya Engkau sedang memulihkan hati kami, memperbarui respons kami, dan menolong kami menjadi pemutus rantai luka. Biarlah rumah, pekerjaan, dan pelayanan kami menerima buah dari hati yang dipulihkan. Pakailah perjalanan pemulihan kami menjadi kesaksian tentang kebaikan-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus, amin.   B. DOA SYAFAAT : 
  1. Bangsa dan negara Indonesia ada dalam pemeliharaan serta pimpinan Tuhan. Revival terjadi di negara Indonesia.
  2. Sinode Gereja Keluarga Allah: VISI NATION jadi berkat bangsa-bangsa terjadi.
  3. Pembangunan Pusat Kegerakan Roh Kudus “HEI” bisa dilanjutkan lagi dan pembelaan Tuhan akan turun dengan perijinan yang dilancarkan.
  4. Terjadi lawatan Tuhan dan tuaian jiwa-jiwa yang dahsyat di kota kami.
  5. Setiap gereja lokal GKA bertumbuh dengan pesat dan kuat.
  6. Terjadi kegerakan cellgroup movement atau kegerakan kelompok sel yang membawa tuaian raya jiwa-jiwa.
  7. Mendukung doa pelayanan Ps. Obaja dan Ps. Jonatan di Asia Leaders Summit (ALS) Korea supaya bisa menjadi berkat dan revival terjadi.
  8. Doa permohonan dari Anggota Komsel (jika ada).
    S4 = SASARAN DAN RENCANA
  1. Evaluasi Komsel hari ini.
  2. Pengumuman Kegerakan di gereja Global (Ikuti Gebyar Komsel)
  3. KKS Cek SPR Anggota Komsel dan mendorong melengkapinya, memperjuangkan menjadi KKS (Cek Baptis, SOM, jadi KKS, RE, ESBC).
  4. Ajakan selamatkan jiwa dengan mengajak teman/saudara gabung Komsel dan ibadah
  5. KKS menjadwalkan TURBA, mengunjungi Anggota Komsel yang pasif atau undur (sebagai Langkah PENGGEMBALAAN).
  6. Merencanakan pertemuan Komsel minggu depan dan membagi tugas Komsel.
    SELAMAT MELAYANI  

Baca Artikel  

BAHAN SHARING KELOMPOK SEL GKA Periode  11 Oktober 2026

08 October 2026 Tim Penulis Renungan
S1 = SEMBAH PUJI (10-15 menit) Praise :
  1. BersamaMu – KA Worship
  2. Yesus
Worship :
  1. Segnap Hidup
  2. I Speak Jesus
  S2 = SUASANA/GAMES (10 menit) Komsel Onsite dan Online JUDUL       :  “MUKA TENANG, PIKIRAN RAMAI” CARA BERMAIN :
  1. Pemimpin games berkata: “Apa pun ceritanya, kalian pasang wajah paling tenang. Jangan tertawa atau senyum!”
  2. Kemudian Pemimpin membacakan situasi berikut dengan suara dan ekspresi yang lucu:
  • “Sudah masak dari pagi… eh ternyata keluarga mengajak makan di luar, pernahkah gak ngalamin gitu!”
  • “Saya Cari HP sambil panik… pusing dimana..ternyata HP-nya sedang saya pakai menelepon”
  • “Sudah dadah-dadah dengan semangat… ternyata salah orang!”
  • “Sudah ngos2an mau latihan pelayanan… ternyata salah jadwal,gelap ruangannya karena salah hari!”
  • Mau kirim whatsapp ke pasangan, ‘Sayang, sudah makan belum?’ eh malah salah kirim ke orang lain!”
  • “Sambil tiduran scroll medsos di hp sampai ngantuk, alhasil hp nya jatuh ke muka. Sakit oeyy”
  • “Eh koq ada bau kentut ya,, hadeh…tolong dong jangan disini, kita lagi komsel lho”
  1. Setelah selesai cerita, Pemimpin games ajak semua peserta : “Yuk semuanya Tenang… tarik napas pelan… Tuhan memberkati!”
  2. Yang tertawa selama Pemimpin games cerita maka kalah dan mendapat hukuman menyanyi lagu rohani.
TUJUAN BERMAIN : Dalam permainan ini tadi tadi wajah kita berusaha tenang, tetapi di dalam hati pasti sudah ingin tertawa. Sama seperti dalam hidup ini, kita dari luar pun bisa terlihat tenang, padahal pikiran kita sedang ramai, berkecamuk, ingin tertawa, ingin marah. Tapi Tuhan tahu isi hati kita koq, jadi kita boleh datang dengan jujur dan menyerahkan kekhawatiran apapun pikiran dan kekuatiran kita kepada-Nya. Ingat: STOP — SIT — SURRENDER.   S3 = SHARING APLIKASI FIRMAN TUHAN (50 menit). GOAL: Petugas bukan kotbah, namun MENGINGATKAN POIN-POIN SAJA SEPERTI DIBAWAH INI (±10 menit).  

 TRANSFORMED SOUL: FROM THE INSIDE OUT #2

PEACE WITHIN

Ketenangan dalam batin

PEMBUKA “Pernah gak, badan sudah berbaring di tempat tidur, tetapi pikiran masih ke mana-mana? Memikirkan pekerjaan, keluarga, kebutuhan besok, bahkan hal yang belum tentu terjadi.” Kadang yang paling ramai bukan suasana di sekitar kita, tetapi PIKIRAN KITA SENDIRI. Karena itu, yang kita butuhkan bukan hanya tempat yang sepi, melainkan KETENANGAN DARI DALAM. Hari ini kita belajar bahwa di tengah kesibukan dan masalah, kita tetap bisa mengalami damai ketika hati kita kembali berpusat kepada Tuhan.   I. BANYAK ORANG MERINDUKAN KETENANGAN DALAM BATIN Kita sekarang hidup di era yang sangat ramai dan sibuk. Tetapi, ternyata ada yang lebih ramai ketimbang kebisingan jalan, yaitu PIKIRAN KITA. Oleh sebab itu banyak orang berlomba-lomba mencari ketenangan, tapi yang jiwa kita butuhkan adalah KETENANGAN DARI DALAM.   BELAJAR DARI MARTA DAN MARIA Baca bergantian yuk: Lukas 10:38–42. “Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya. 39 Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. MARIA INI DUDUK DEKAT KAKI TUHAN DAN TERUS MENDENGARKAN PERKATAAN-NYA, 40 sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku. 41 Tetapi Tuhan menjawabnya: MARTA, MARTA, ENGKAU KUATIR DAN MENYUSAHKAN DIRI DENGAN BANYAK PERKARA,42 TETAPI HANYA SATU SAJA YANG PERLU: MARIA TELAH MEMILIH BAGIAN YANG TERBAIK, YANG TIDAK AKAN DIAMBIL DARI PADANYA.”
  • Marta sebenarnya melakukan hal yang baik. Ia menerima Yesus dan menyiapkan pelayanan. Namun, di tengah kesibukannya, PIKIRANNYA DIPENUHI KEKHAWATIRAN. Ia mulai mengeluh bekerja sendirian dan mengganggap Tuhan tidak peduli (Luk 10:40b) dan ia meminta Yesus menyuruh Maria membantunya.
  • Yesus mengingatkan Marta bahwa ia terlalu banyak khawatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara. Sementara itu, Maria memilih bagian yang terbaik: BERADA DEKAT TUHAN DAN MENDENGARKAN-NYA.
  • Saat pikiran terlalu penuh, kita mudah tersinggung, merasa sendirian, dan menganggap orang lain tidak peduli. Bahkan, kita bisa mempertanyakan kepedulian Tuhan.
  • Ketika hati gelisah, perkataan kita juga mudah meledak. Karena itu, kita perlu menjaga pikiran sebelum kegelisahan memengaruhi sikap dan perkataan kita.
 Pelajarannya: Melayani dan bekerja itu baik. Namun, kita perlu menjaga hati supaya kesibukan tidak membuat kita kehilangan ketenangan dan waktu untuk mendengarkan Tuhan.  APLIKASI PRAKTEK FIRMAN TUHAN SEHARI-HARI:
  • Sebelum mulai bekerja, mengurus rumah, atau melayani, sedlalu ambil waktu terlebih dulu untuk berdoa menyembah Tuhan.
  • Saat mulai kewalahan, berhenti sejenak dan periksa hati: “Apa sebetulnya yang sedang saya khawatirkan ini?”
  • Jika membutuhkan bantuan, sampaikan dengan baik, tapi tidak usah menyalahkan orang lain atau bersungut-sungut. Contoh: Daripada berkata, “Semuanya saya kerjakan sendiri! Kamu tidak peduli!” lebih baik katakan, “Saya mulai kewalahan. Bisa Tolong bantu saya mengerjakan bagian ini?”
  • Jangan langsung membalas pesan ketika sedang marah atau gelisah. Lebih baik diam dulu, tenang dulu. Bedakan fakta dengan dugaan. Pesan yang belum dibalas belum tentu berarti orang tersebut tidak peduli.
  • Ingat kembali pertolongan Tuhan yang pernah kita alami.
   II. RAHASIA MENGALAMI KETENANGAN DAN KEDAMAIAN DALAM BATIN DAN PIKIRAN. 1. MILIKI MANAGEMEN PIKIRAN YANG BAIK.
  • Begitulah cara kerja kecemasan: Satu hal belum selesai, kita sudah memikirkan lima hal berikutnya. Kita perlu mengatur pikiran-pikiran apa yang bisa dipikirkan sekarang, dipikirkan nanti dan pikiran mana yang perlu didoakan.  Tetapi ada juga pikiran yang PERLU KITA TOLAK!
Filipi 4:8 “Jadi akhirnya, saudara-saudara, SEMUA YANG BENAR, SEMUA YANG MULIA, SEMUA YANG ADIL, SEMUA YANG SUCI, SEMUA YANG MANIS, SEMUA YANG SEDAP DIDENGAR, SEMUA YANG DISEBUT KEBAJIKAN DAN PATUT DIPUJI, pikirkanlah semuanya itu”. APLIKASI PRAKTEK FIRMAN TUHAN SEHARI-HARI: Ketika pikiran mulai penuh, ambil nafas hembuskan pelan, lalu tanyakan:
  1. Apa faktanya? Jangan langsung percaya pada dugaan.
  2. Apa yang bisa saya lakukan? Kerjakan satu langkah yang nyata.
  3. Apa yang perlu saya serahkan kepada Tuhan? Bawa dalam doa hal yang tidak bisa kita kendalikan.
Contoh: Daripada terus berpikir, “Besok pasti semuanya gagal,” ubah menjadi, “Saya akan mempersiapkan bagian saya dengan baik dan menyerahkan hasilnya kepada Tuhan.”  
  1. DAMAI SAAT KITA FOKUS MEMANDANG DAN MENDENGAR TUHAN.
  • Maria duduk dekat kaki Yesus dan terus mendengarkan perkataan-Nya. Kita pun perlu MENGARAHKAN PERHATIAN KEPADA TUHAN lewat kasih, kebaikan, kuasa, dan pertolongan Tuhan. Jangan sampai masalah mengambil seluruh perhatian kita sehingga kita lupa siapa Tuhan yang menyertai kita.
  • Presence before performance berarti mendahulukan waktu bersama Tuhan dulu sebelum menjalankan pekerjaan dan pelayanan. Dari kedekatan dengan Tuhan, kita menerima kekuatan untuk menjalani tanggung jawab.
  • Firman Tuhan mengisi pikiran kita dengan kebenaran sehingga kekhawatiran tidak menguasai cara kita berpikir dan bertindak.
 Baca bersama yuk : Yesaya 41:10 “Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.” Artinya Tuhan menyertai, meneguhkan, dan menolong kita. Dalam 2 Tawarikh 20:15 juga mengingatkan bahwa dalam menghadapi musuh yang besar, Tuhan mengingatkan umat-Nya bahwa mereka tidak menghadapi peperangan itu sendirian, tapi bersama Tuhan.  APLIKASI PRAKTEK FIRMAN TUHAN SEHARI-HARI:
  • Baca dan renungkan Firman Tuhan minimal tiga pasal sehari,
  • Pilih satu ayat untuk diingat dan diterapkan sepanjang hari.
  • Sebelum membuka media sosial pada pagi hari, ambil waktu untuk mendengarkan Tuhan melalui firman-Nya.
  • Ketika khawatir kembali muncul, ingatkan diri pada janji Tuhan dan bawa kekhawatiran itu dalam doa.
Untuk mengalahkan overthinking dan pikiranmu penuh damai, Lakukan STOP — SIT — SURRENDER Baca bersama: Filipi 4:6–7. Filipi 4:6-7 “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur, 7 Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.” Firman Tuhan memang tidak berkata semua situasi langsung berubah. Tetapi Tuhan berjanji DAMAI-NYA MEMELIHARA HATI DAN PIKIRAN KITA. Setiap hari, ambil beberapa menit untuk melakukan tiga langkah ini: STOP — Berhenti sejenak. Hentikan sementara aktivitas dan suara yang tidak perlu masuk ke pikiran. Letakkan ponsel dan beri ruang untuk menenangkan diri. SIT — Duduk di hadapan Tuhan. Baca dan renungkan firman-Nya. Dengarkan Tuhan sebelum kembali sibuk dengan berbagai urusan. SURRENDER — Serahkan kepada Tuhan. Sampaikan satu per satu kekhawatiran melalui doa dan permohonan dengan ucapan syukur.   KESIMPULAN Ketenangan batin bukan berarti hidup kita bebas dari pekerjaan, kesibukan, atau masalah. Ketenangan bertumbuh ketika hati dan pikiran kita kembali berpusat kepada Tuhan. Dari Marta, kita belajar bahwa kegiatan yang baik pun dapat membuat kita kewalahan ketika pikiran dipenuhi kekhawatiran. Dari Maria, kita belajar pentingnya berada dekat Tuhan dan mendengarkan perkataan-Nya. Karena itu, mari menjaga isi pikiran, mengerjakan tanggung jawab satu per satu, dan menyediakan waktu bersama Tuhan. Saat kekhawatiran datang, lakukan STOP — SIT — SURRENDER: berhenti sejenak, duduk mendengarkan Tuhan, lalu menyerahkan beban kepada-Nya.   Komitmen minggu ini: Setiap hari membaca dan merenungkan minimal tiga pasal Firman Tuhan, lalu mengambil beberapa menit untuk STOP — SIT — SURRENDER.   PERTANYAAN SHARING : “Apa di minggu ini yang paling sering membuat pikiranmu ramai, dan langkah apa yang akan kamu lakukan minggu ini untuk membawanya kepada Tuhan?” Beri kesempatan anggota bercerita. Dengarkan tanpa menghakimi, lalu berdoa profetik bersama.   A. DOA PROFETIK Bapa, kami datang dengan segala kelelahan dan beban kami. Kami percaya Engkau mendengar dan tidak meninggalkan kami. Dalam nama Yesus, kami katakan bahwa setiap anggota komsel ini baik-baik dan sehat-sehat saja dalam segala sesuatu, sama seperti  jiwa kami baik-baik saja. Kami adalah anak-anak yang dikasihi Tuhan. Biarlah damai Kristus memerintah hati kami dan Roh Kudus memberi kekuatan untuk langkah hari ini. Pulihkan sukacita kami. Beri kami keberanian untuk meminta bantuan, hikmat untuk mengatur prioritas, dan kerendahan hati untuk menerima pertolongan. Jadikan komsel ini keluarga rohani kami yang saling menopang. Dalam nama Yesus, amin.   B. DOA SYAFAAT : 
  1. Bangsa dan negara Indonesia ada dalam pemeliharaan serta pimpinan Tuhan. Revival terjadi di negara Indonesia.
  2. Sinode Gereja Keluarga Allah: VISI NATION jadi berkat bangsa-bangsa terjadi.
  3. Pembangunan Pusat Kegerakan Roh Kudus “HEI” bisa dilanjutkan lagi dan pembelaan Tuhan akan turun dengan perijinan yang dilancarkan.
  4. Terjadi lawatan Tuhan dan tuaian jiwa-jiwa yang dahsyat di kota kami.
  5. Setiap gereja lokal GKA bertumbuh dengan pesat dan kuat.
  6. Terjadi kegerakan cellgroup movement atau kegerakan kelompok sel yang membawa tuaian raya jiwa-jiwa.
  7. Mendukung doa pelayanan Ps. Obaja dan Ps. Jonatan di Asia Leaders Summit (ALS) Korea supaya bisa menjadi berkat dan revival terjadi.
  8. Doa permohonan dari Anggota Komsel (jika ada).
  S4 = SASARAN DAN RENCANA
  1. Evaluasi Komsel hari ini.
  2. Pengumuman Kegerakan di gereja Global (Ikuti Gebyar Komsel)
  3. KKS Cek SPR Anggota Komsel dan mendorong melengkapinya, memperjuangkan menjadi KKS (Cek Baptis, SOM, jadi KKS, RE, ESBC).
  4. Ajakan selamatkan jiwa dengan mengajak teman/saudara gabung Komsel dan ibadah
  5. KKS menjadwalkan TURBA, mengunjungi Anggota Komsel yang pasif atau undur (sebagai Langkah PENGGEMBALAAN).
  6. Merencanakan pertemuan Komsel minggu depan dan membagi tugas Komsel.
  SELAMAT MELAYANI

Baca Artikel  

BAHAN SHARING KELOMPOK SEL GKA Periode  4 Oktober 2026

02 October 2026 Tim Penulis Renungan
S1 = SEMBAH PUJI (10-15 menit) Praise :
  1. Ku kan Memuji Menari – KA Worship
  2. Kusorakkan Haleluya
 Worship :
  1. Berserah Penuh
  2. Forever More – KA Worship
  S2 = SUASANA/GAMES (10 menit) Komsel Onsite dan Online JUDUL        :  “BOS SATU-SATU DONG…” CARA BERMAIN :
  1. Pilih satu peserta menjadi “Si Sibuk”. Lima peserta lain menjadi “Bos”.
  2. Setiap Bos memiliki satu perintah lucu bergantian dengan Bos lain secara cepat, misalnya:
Bos 1: “Pose ayam!” Bos 2: “Ketawa seperti penjahat!” Bos 3: “Pose model!” Bos 4: “Bilang: siap, Bos! dengan suara bayi!” dst
  1. RONDE PERTAMA: Selama 20 detik, para Bos memberi perintah bergantian dengan cepat. Si Sibuk mencoba mengikuti semuanya.
  2. RONDE KEDUA: Si Sibuk boleh berteriak, “BOS, SATU-SATU DONG!” lalu memilih dua teman lainnya untuk membantu. Para Bos memberi perintah satu per satu; tugas dibagi kepada ketiganya.
TUJUAN BERMAIN : Dalam permainan ini mengingatkan bahwa ketika dalam hidup kita banyak perintah datang, kita sering menjadi bingung, salah gerakan, bahkan lupa harus melakukan apa. Begitu juga dalam kehidupan sehari-hari. Tuntutan pekerjaan, keluarga, dan pelayanan bisa datang bersamaan. Kalau semuanya kita tanggung sendiri, lama-lama kita kelelahan dan mudah meluapkan emosi kepada orang di sekitar kita. Ketika teman-teman ikut membantu, tugas menjadi lebih ringan. Kita memang punya batas, tetapi kita tidak berjalan sendirian. Datanglah kepada Tuhan, atur bagian kita, dan jalani bersama orang-orang yang Tuhan tempatkan di sekitar kita. Beban dibagi, sukacita dikali!   S3 = SHARING APLIKASI FIRMAN TUHAN (50 menit). GOAL: Petugas bukan kotbah, namun MENGINGATKAN POIN-POIN SAJA SEPERTI DIBAWAH INI (±10 menit).   

TRANSFORMED SOUL: FROM THE INSIDE OUT #1

NO MORE OVERLOAD

Jangan Pikul Semuanya Sendirian

  PEMBUKA Belajar mengenali kelelahan, membagi beban, dan datang kepada Tuhan untuk menerima kekuatan. HP kalau baterainya tinggal 1%, langsung kita cari charger. Tetapi kalau tenaga kita tinggal 1%, kadang masih bilang: ‘Aman, saya bisa!’ Sering kali kita masih bekerja, melayani, dan tersenyum, padahal hati sudah lelah. Tuhan peduli dengan keadaan jiwa kita. Kita tidak perlu berpura-pura kuat di hadapan-Nya. 3 Yohanes 1:2 “Saudaraku yang kekasih, aku berdoa, semoga engkau baik-baik dan sehat-sehat saja dalam segala sesuatu, sama seperti jiwamu baik-baik saja.” Kondisi jiwa kita akan sangat menentukan kehidupan kita dan Tuhan mau mentransformasi kita dari dalam keluar.   I. KENALI TANDA KETIKA JIWA MULAI OVERLOAD Musa berkata: “Aku seorang diri tidak dapat memikul tanggung jawab atas seluruh bangsa ini, sebab terlalu berat bagiku.” — Bilangan 11:14. Musa pun pernah merasa tidak sanggup. Saat beban menumpuk, kita bisa mudah marah, sulit fokus, dan merasa semuanya salah. Overload yang mengakibatkan burnout biasanya bukan disebabkan oleh satu kejadian besar, tetapi oleh banyak tekanan kecil yang menumpuk tanpa pemulihan.   BEBERAPA CIRI SESEORANG MENGALAMI OVERLOAD:
  1. HAL KECIL MULAI TERASA SANGAT BESAR.
Tanda-tandanya bisa berupa: mudah marah, sensitif, kehilangan kesabaran, sulit fokus, sulit menikmati sesuatu, menarik diri, atau merasa ingin meninggalkan semuanya.
  1. PERSPEKTIF KITA JADI SERBA NEGATIF.
  2. MULAI INGIN LARI DARI SEGALANYA.
  II. RAHASIA BANGKIT DARI OVERLOADED.  1. BERANI JUJUR KEPADA TUHAN
  • Mengakui kelelahan bukan berarti gagal. Kita memiliki batas waktu dan tenaga. Tuhan mengundang yang letih lesu untuk datang kepada-Nya.
  • Orang dewasa bukan orang yang tidak pernah membutuhkan pertolongan; orang dewasa tahu kapan dirinya membutuhkan pertolongan.
APLIKASI PRAKTIK FIRMAN SEHARI-HARI:
  • Berdoa dengan jujur: “Tuhan, saya lelah dan membutuhkan pertolongan-Mu.”
  • Susun prioritas; tidak semua harus selesai hari ini.
  • Saat tugas sudah penuh, katakan dengan baik: “Saya bisa membantu setelah tugas ini selesai.”
   2. SADARILAH BAHWA KITA MEMILIKI BATAS
  • Kita perlu memiliki rasa tanggung jawab, tetapi kita bukan penanggung jawab atas segala sesuatu.
  • Salah satu penyebab jiwa overload adalah kita mencoba mengambil bagian Tuhan lalu menaruhnya di pundak kita sendiri.
  • Masalahnya bukan karena kita punya keterbatasan. Masalahnya adalah kita menolak mengakui keterbatasan tersebut.
  3. BAGIKAN BEBAN, JANGAN DIPIKUL SENDIRIAN Seperti Tuhan menyediakan orang-orang untuk membantu Musa. Pertolongan Tuhan juga dapat datang melalui keluarga, teman, dan komsel. HIGHLIGHT KEGERAKAN: memiliki keluarga rohani dalam Kelompok Sel. Membagikan beban adalah cara Tuhan menjaga kita tetap kuat menjalankan tanggung jawab yang lebih besar.   4. UPGRADE MANUSIA ROHMU. 2 Korintus 11:27-28 “Aku banyak berjerih lelah dan bekerja berat; kerap kali aku tidak tidur; aku lapar dan dahaga; kerap kali aku berpuasa, kedinginan dan tanpa pakaian, 28 dan, dengan TIDAK MENYEBUT BANYAK HAL LAIN LAGI, URUSANKU SEHARI-HARI, YAITU UNTUK MEMELIHARA SEMUA JEMAAT-JEMAAT.” Seperti Paulus yang punya sebegitu banyak load pekerjaan, namun Paulus tidak overload! BEDANYA ADALAH DI KAPASITASNYA >> MINTALAH KEPENUHAN ROH KUDUS YANG LEBIH BESAR. 2 Korintus 4:7 “Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.” Doa dan firman menolong kita menjalani tanggung jawab dengan hati yang dituntun Tuhan. TETAP SEDIAKAN WAKTU UNTUK BERISTIRAHAT.   APLIKASI PRAKTIK FIRMAN SEHARI-HARI:
  • Sebelum membuka WhatsApp pagi hari, luangkan untuk berdoa dulu. Katakan: “Roh Kudus, tuntun saya mengerjakan bagian saya dan menyerahkan hasilnya kepada Tuhan.”
  • Minta anggota keluarga membantu pekerjaan rumah.
  • Bagikan tugas pelayanan dan beri orang lain kesempatan mengerjakannya.
  • Ceritakan pergumulan kepada orang yang dapat dipercaya, lalu minta didoakan. Meminta bantuan bukan membuang tanggung jawab. Kita belajar menjalankannya bersama.
  KESIMPULAN Tuhan peduli bukan hanya pada pekerjaan dan pelayanan kita, tetapi juga pada KEADAAN HATI KITA. Kita bisa terlihat baik-baik saja, padahal di dalam sudah sangat lelah. Karena itu, saat kita mulai mudah marah, sulit fokus, atau merasa semua hal menjadi beban, jangan abaikan keadaan tersebut. Ambillah waktu untuk berhenti, beristirahat, dan datang kepada Tuhan dengan jujur akui keterbatasan, berani meminta pertolongan, dan memberi kesempatan kepada orang lain untuk ikut mengambil bagian. Melalui keluarga dan komsel, kita dapat saling mendengar, mendoakan, dan membantu secara nyata. Mari tetap dekat dengan Tuhan melalui doa dan firman, sambil belajar mengatur prioritas serta menjaga waktu istirahat. Kerjakan tanggung jawab kita dengan setia, lalu serahkan kepada Tuhan hal-hal yang berada di luar kendali kita.    PERTANYAAN SHARING : Apa satu beban yang paling menguras tenagamu saat ini, dan langkah apa yang akan kamu lakukan minggu ini untuk menghadapinya bersama Tuhan dan orang lain?   A. DOA PROFETIK Bapa, kami datang dengan segala kelelahan dan beban kami. Kami percaya Engkau mendengar dan tidak meninggalkan kami. Dalam nama Yesus, kami katakan bahwa setiap anggota komsel ini baik-baik dan sehat-sehat saja dalam segala sesuatu, sama seperti  jiwa kami baik-baik saja. Kami adalah anak-anak yang dikasihi Tuhan. Biarlah damai Kristus memerintah hati kami dan Roh Kudus memberi kekuatan untuk langkah hari ini. Pulihkan sukacita kami. Beri kami keberanian untuk meminta bantuan, hikmat untuk mengatur prioritas, dan kerendahan hati untuk menerima pertolongan. Jadikan komsel ini keluarga rohani kami yang saling menopang. Dalam nama Yesus, amin.   B. DOA SYAFAAT :
  1. Bangsa dan negara Indonesia ada dalam pemeliharaan serta pimpinan Tuhan. Revival terjadi di negara Indonesia.
  2. Sinode Gereja Keluarga Allah: VISI NATION jadi berkat bangsa-bangsa terjadi.
  3. Pembangunan Pusat Kegerakan Roh Kudus “HEI” bisa dilanjutkan lagi dan pembelaan Tuhan akan turun dengan perijinan yang dilancarkan.
  4. Terjadi lawatan Tuhan dan tuaian jiwa-jiwa yang dahsyat di kota kami.
  5. Setiap gereja lokal GKA bertumbuh dengan pesat dan kuat.
  6. Terjadi kegerakan cellgroup movement atau kegerakan kelompok sel yang membawa tuaian raya jiwa-jiwa.
  7. Mendukung doa pelayanan Ps. Obaja dan Ps. Jonatan di ALS ( ASIA LEADERS SUMMIT ) Korea supaya bisa menjadi berkat dan revival terjadi.
  8. Doa permohonan dari Anggota Komsel (jika ada).
    S4 = SASARAN DAN RENCANA
  1. Evaluasi Komsel hari ini.
  2. Pengumuman Kegerakan di gereja Global (Ikuti Gebyar Komsel)
  3. KKS Cek SPR Anggota Komsel dan mendorong melengkapinya, memperjuangkan menjadi KKS (Cek Baptis, SOM, jadi KKS, RE, ESBC).
  4. Ajakan selamatkan jiwa dengan mengajak teman/saudara gabung Komsel dan ibadah
  5. KKS menjadwalkan TURBA, mengunjungi Anggota Komsel yang pasif atau undur (sebagai Langkah PENGGEMBALAAN).
  6. Merencanakan pertemuan Komsel minggu depan dan membagi tugas Komsel.
  SELAMAT MELAYANI        

Baca Artikel  

BAHAN SHARING KELOMPOK SEL (KOMSEL) GKA Periode  27 September 2026

23 September 2026 Tim Penulis Renungan
  S1 = SEMBAH PUJI (10-15 menit) Praise :
  1. Tiba Saatnya
  2. Dasyatnya Kau Tuhan – KA Worship
 Worship :
  1. MengenalMu
  2. Agnus Dei
  S2 = SUASANA/GAMES (10 menit) Komsel Onsite dan Online JUDUL       :  “KATANYA….!” CARA BERMAIN : Permainan sambung kalimat dimulai dengan “KATANYA….. Setiap peserta harus mengulangi seluruh kalimat dari awal dengan tepat, lalu menambahkan dua sampai empat kata baru. Semakin panjang kalimatnya, semakin sulit dan lucu hasilnya. TUJUAN BERMAIN : Dari permainan ini mengingatkan bahwa di dalam keluarga rohani, jangan cepat berasumsi, jangan hanya mendengar cerita dari orang lain, dan jangan menjadikan masalah sebagai bahan gosip. Belajarlah mendengar dengan baik, berbicara langsung dengan kasih, dan saling memahami. Keluarga yang sehat dibangun dengan komunikasi yang sehat—karena kita better together.”   S3 = SHARING APLIKASI FIRMAN TUHAN (50 menit). GOAL: Petugas bukan kotbah, namun MENGINGATKAN POIN-POIN SAJA SEPERTI DIBAWAH INI (±10 menit).   

HOUSE OF GRACE #4 –RUMAH ANUGERAH

BETTER TOGETHER

(Lebih baik Bersama!)

  PEMBUKA Tuhan mempersatukan kita sebagai keluarga-Nya supaya hubungan kita indah dan iman kita terus bertumbuh. Kita menjalani pertumbuhan itu bersama, termasuk melalui komsel. Hari ini kita belajar bahwa hidup bersama memang kadang menimbulkan gesekan. Namun saat kita belajar mengasihi, mendengar, dan saling menguatkan, Tuhan membentuk keluarga yang semakin indah dan dewasa.   I. TUHAN MAU KELUARGA KITA INDAH DAN BERTUMBUH. Efesus 2:19-21 “Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, 20 yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. 21 Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapi tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan.” Tuhan ingin kita menjadi keluarga yang indah. Apa itu KELUARGA YANG INDAH? Mazmur 133:1 “berkata: Sungguh, alangkah baiknya dan INDAHNYA, apabila saudara-saudara diam bersama dengan RUKUN.” Keluarga yang indah bukan keluarga yang tidak pernah berbeda pendapat, tetapi mau saling menerima, menjaga hubungan, dan menyelesaikan persoalan dengan kasih. Tuhan juga ingin kita memiliki keluarga yang bertumbuh: MAKIN MENGENAL YESUS, MAKIN SERUPA DENGAN-NYA, DAN MAKIN MENGASIHI SESAMA.   II. CARA TUHAN MEMBUAT KELUARGA-NYA BISA INDAH DAN BERTUMBUH. Tuhan memakai kelompok kecil untuk menolong kita bertumbuh (dalam pemuridan di Komsel). Markus 3:14 — adalah tentang Yesus menetapkan dua belas murid untuk menyertai-Nya. Dalam pertemuan yang lebih kecil, kita punya kesempatan untuk saling mengenal, bertanya, bercerita, dan mendoakan. Komsel adalah mini house, maxi grace: kelompoknya kecil, tetapi kasih dan pertolongan Tuhan dapat dirasakan dengan nyata.   5 ANUGERAH SAAT KITA BERGABUNG DALAM KOMSEL 
  1. RELASI
Kita punya teman rohani yang mengenal dan menerima kita. Itulah sebabnya Tuhan memberikan sebuah anugerah yang bernama komsel.
  1. INFORMASI
Kita saling berbagi arahan dan pengertian firman untuk mengambil langkah yang benar.
  1. PROTEKSI
Kita saling menjaga dan menguatkan saat seseorang mulai lemah.
  1. RESTORASI
Kita dapat terbuka, didengar, dan didoakan saat terluka.
  1. TRANSFORMASI
Kita saling mendorong untuk melakukan firman hingga karakter kita berubah   APLIKASI PRAKTEK FIRMAN SEHARI-HARI : 1. Jadikan komsel sebagai prioritas, bukan sekadar pilihan ketika sedang punya waktu. Praktek: Datang tepat waktu, ikut terlibat, dan jangan mudah absen hanya karena malas atau suasana hati sedang kurang baik.
  1. Peduli kepada teman Komsel yang mulai menjauh.
Praktek: Jangan hanya memperhatikan mereka yang selalu hadir. Carilah teman Komsel yang mulai jarang datang, sedang lemah, atau terlihat murung dan mulai menjauh.
  1. Menjadi pendengar yang aman.
Tidak semua orang butuh nasihat panjang, kadang dengarkan saja tanpa menghakimi.  Praktek: Ketika seseorang bercerita, jangan memotong, membandingkan, atau menyebarkan ceritanya. Dengarkan, peluk, dan doakan.
  1. Menyelesaikan gesekan dengan kasih.
Keluarga yang indah bukan tanpa masalah, tetapi mau membereskan masalah dengan cara yang benar. Praktek: Bila tersinggung, jangan langsung menjauh atau keluar dari grup Komsel, atau malah menceritakannya kepada orang lain. Temui orangnya, bicara dengan lembut, dan pilihlah untuk mengampuni.
  1. Membagikan informasi yang membangun
Praktek: Bagikan firman, rheka, informasi ibadah, baptisan air, SOM, atau rekruitmen pelayanan ke grup Komsel.   KESIMPULAN Tuhan tidak memanggil kita untuk bertumbuh sendirian. Di dalam Kristus, kita menjadi satu keluarga. Saat kita mau hadir, membuka hati, saling menjaga, dan melakukan firman bersama, komsel menjadi rumah yang indah—tempat orang merasa diterima dan bertumbuh. Sebab dengan berjalan bersama-sama kita dapat bertumbuh lebih kuat, melangkah lebih jauh, dan mengalami anugerah Tuhan yang lebih besar—better together!   PERTANYAAN SHARING : Apa satu ide hal atau kegiatan sederhana agar komsel kita makin asyik?    A. DOA PROFETIK “Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau telah membawa kami masuk ke dalam keluarga-Mu. Kami berdoa agar komsel ini menjadi rumah yang penuh kasih dan hadirat-Mu. Pulihkan hubungan yang renggang, kuatkan yang sedang lemah, dan berikan keberanian kepada yang merasa sendiri untuk membuka hati. Kami percaya Engkau sedang membentuk kami menjadi keluarga rohani yang indah, sehat, dan terus bertumbuh. Pakailah kami untuk menyambut dan menguatkan jiwa-jiwa yang Engkau percayakan. Dalam nama Yesus, Amin.”   B. DOA SYAFAAT :
  1. Bangsa dan negara Indonesia ada dalam pemeliharaan serta pimpinan Tuhan. Revival terjadi di negara Indonesia.
  2. Sinode Gereja Keluarga Allah: VISI NATION jadi berkat bangsa-bangsa terjadi.
  3. Pembangunan Pusat Kegerakan Roh Kudus “HEI” bisa dilanjutkan lagi dan pembelaan Tuhan akan turun dengan perijinan yang dilancarkan.
  4. Terjadi lawatan Tuhan dan tuaian jiwa-jiwa yang dahsyat di kota kami.
  5. Setiap gereja lokal GKA bertumbuh dengan pesat dan kuat.
  6. Terjadi kegerakan cellgroup movement atau kegerakan kelompok sel yang membawa tuaian raya jiwa-jiwa.
  7. HUT gereja: doakan, hadiri, jiwa2 diselamatkan, hadirat, karya Tuhan terjadi.
  8. Doa permohonan dari Anggota Komsel (jika ada).
  S4 = SASARAN DAN RENCANA
  1. Evaluasi Komsel hari ini.
  2. Pengumuman Kegerakan di gereja Global (Ajak 3 jiwa baru hadir di ibadah HUT)
  3. KKS Cek SPR Anggota Komsel dan mendorong melengkapinya, memperjuangkan menjadi KKS (Cek Baptis, SOM, jadi KKS, RE, ESBC).
  4. Ajakan selamatkan jiwa dengan mengajak teman/saudara gabung Komsel dan ibadah
  5. KKS menjadwalkan TURBA, mengunjungi Anggota Komsel yang pasif atau undur (sebagai Langkah PENGGEMBALAAN).
  6. Merencanakan pertemuan Komsel minggu depan dan membagi tugas Komsel.
  SELAMAT MENGIKUTI HUT GEREJA KELUARGA ALLAH DI KOTAMU MASING-MASING.      

Baca Artikel  

BAHAN SHARING KELOMPOK SEL (KOMSEL) GKA Periode  20 September 2026

16 September 2026 Tim Penulis Renungan
S1 = SEMBAH PUJI (10-15 menit) Praise :
  1. Sukacita
  2. Hari Ini Kurasa Bahagia
 Worship :
  1. Berserah Penuh
  2. Tangan Yang Kuat - KAW
  S2 = SUASANA/GAMES (10 menit) Komsel Onsite dan Online JUDUL       :  “DUBBING KELUARGA!” CARA BERMAIN :
  1. Bentuk pasangan yang terdiri dari:
  • Satu pemain sebagai AKTOR.
  • Satu pemain sebagai PENGISI SUARA.
  1. AKTOR menghadap ke peserta dan berakting peran-peran tanpa mengeluarkan suara.
  2. PENGISI SUARA harus langsung mengisi suara, dialog, dan efek bunyi berdasarkan gerakan AKTOR.
  3. AKTOR boleh membuat gerakan semakin aneh untuk “mengerjai” pasangannya, yaitu si PENGISI SUARA.
PILIHAN ADEGAN (Ambil undian dengan menyebut salah satu nomor antara 1 s.d 8 sebelum tampil) :
  1. KKS menelepon anggota yang sudah menghilang dari komsel selama satu bulan.
  2. Satu keluarga berebut kamar mandi karena semuanya terlambat ke Komsel.
  3. Tuan rumah komsel baru ingat belum menyiapkan konsumsi.
  4. Makan masakan ibu tapi masakannya terlalu pedas dan semua berpura-pura menikmatinya agar ibu tidak marah.
  5. Celingukan malu-malu datang ke gereja karena terlambat dan kursi penuh
  6. Seseorang mengajak temannya ke komsel, tetapi temannya mengajukan seribu alasan.
  7. Pelayan Tuhan mencoba tetap tersenyum saat mendapat diprotes jemaat karena AC ruangan panas.
  8. Keluarga sedang doa bersama, tetapi ada cicak jatuh di tengah-tengah mereka
 TUJUAN BERMAIN : Dari permainan ini mengingatkan bahwa di dalam keluarga, kadang apa yang kita pikirkan, katakan, dan lakukan memang tidak selalu sinkron. Namun, kita belajar saling memahami, menyesuaikan diri, dan tetap berjalan bersama. Karena inilah keluarga kita—This Is My Family!    S3 = SHARING APLIKASI FIRMAN TUHAN (50 menit). GOAL: Petugas bukan kotbah, namun MENGINGATKAN POIN-POIN SAJA SEPERTI DIBAWAH INI (±10 menit).  

HOUSE OF GRACE #3 –RUMAH ANUGERAH

THIS IS MY FAMILY

(Ini Keluargaku, ini Rumahku!)

 
PEMBUKA
Setiap keluarga memiliki budaya yang menjadi ciri khasnya. Demikian juga keluarga rohani. Tuhan ingin komsel dan gereja menjadi House of Grace yang memiliki budaya ilahi: bersatu, saling peduli, menjaga, bangga, dan bersama-sama membangun rumah Tuhan.   I. SETIAP KELUARGA MEMILIKI BUDAYA. Budaya adalah nilai yang terus dipraktikkan hingga menjadi kebiasaan, dan akhirnya membentuk identitas dan ciri khas dari sebuah komunitas.       a. BANGUNLAH BUDAYA ILAHI (Godly Culture) Kisah Para Rasul 2:44–47 “Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, 45 dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing. 46 Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama sama dengan gembira dan dengan tulus hati, 47 sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.” INILAH BUDAYA JEMAAT MULA-MULA. Jemaat mula-mula memiliki budaya yang luar biasa:
  • Tetap bersatu.
  • Saling berbagi dan memperhatikan kebutuhan.
  • Tekun beribadah dan berkumpul.
  • Makan bersama dengan gembira dan tulus.
  • Memuji Tuhan.
  • Menjadi kesaksian bagi orang lain.
Karena budaya tersebut, setiap hari Tuhan menambahkan jumlah orang yang diselamatkan.       b. BUDAYA DIBANGUN DENGAN SENGAJA Firman Tuhan harus diajarkan dan dibicarakan berulang-ulang dalam kehidupan sehari-hari. Artinya, budaya Ilahi tidak muncul dengan sendirinya, namun harus sengaja dibangun dan dilakukan secara konsisten agar tidak muncul budaya buruk. Ulangan 6:6-9 “Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, 7 haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. 8 Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu, 9 dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu.” Artinya, Firman Tuhan harus diajarkan dan dibicarakan berulang-ulang dalam kehidupan sehari-hari. Jadi, budaya ilahi terbentuk melalui kebiasaan kecil yang dilakukan terus-menerus.   APLIKASI PRAKTEK FIRMAN SENGAJA MEMBANGUN BUDAYA ILAHI: Mulailah membangun budaya ilahi melalui tindakan sederhana:
  • Biasakan menyapa dan memperhatikan orang lain.
  • Jangan membicarakan kekurangan anggota di belakangnya.
  • Cepat meminta maaf dan mengampuni.
  • Menolong anggota Komsel yang sedang mengalami kesulitan.
  • Hadir dengan setia dalam komsel dan ibadah.
  • Saling mendoakan, bukan saling menghakimi.
  II. BUDAYA KELUARGA ALLAH        a. BANGUN BUDAYA “MERASA MEMILIKI”. Efesus 2:19 Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, Satu budaya yang harus kita bangun adalah BUDAYA MEMILIKI yaitu gereja ini adalah MILIK KITA SEMUA! Kita bukan tamu, penonton, atau orang asing. Kita adalah anggota keluarga Allah. Karena itu, mari berkata dengan iman: “Ini gerejaku, ini komselku, ini keluargaku, dan ini rumah rohaniku!” Rasa memiliki akan menentukan perilaku kita. Kalau kita merasa memiliki, kita tidak hanya bertanya, “Apa yang bisa saya dapatkan?” tetapi juga, “Apa yang bisa saya lakukan untuk keluarga saya?” HIGHLIGHT: Terima kasih kepada seluruh Pelayan Tuhan dan KKS yang sudah setia melayani, menjaga, mendoakan, dan membangun rumah Tuhan. APLIKASI PRAKTEK FIRMAN MEMBANGUN BUDAYA MEMILIKI KELUARGA ROHANI:
  • Jangan menunggu diperhatikan; mulailah memperhatikan.
  • Jangan hanya datang ke KKS-mu saat butuh pertolongan.
  • KKS hadirlah ketika anggota Komsel butuh dukungan.
  • Sambut dan rangkul anggota baru agar merasa diterima.
  • Ambil tanggung jawab sesuai kemampuan kita.
         b. KELUARGA YANG MERASA MEMILIKI AKAN MELAKUKAN TIGA HAL :                1. MENJAGA RUMAH TUHAN Nehemia 4:14 “Ingatlah kepada Tuhan … dan berperanglah untuk saudara-saudaramu … dan rumahmu.” Kalau mencintai rumah Tuhan, kita pasti menjaga 3 hal:
  1. SECARA FISIK Menjaga kebersihan, fasilitas, ketertiban, dan kenyamanan gereja maupun tempat komsel.
  2. SECARA JIWA Menjaga perasaan, kesatuan, nama baik, dan hubungan antaranggota.
  3. SECARA ROH Menjaga kehidupan doa, kekudusan, iman, dan atmosfer rohani.
Apa dan siapa yang kita cintai pasti kita bawa dalam doa. APLIKASI PRAKTEK FIRMAN MENJAGA GEREJA KITA:
  • Tidak menyebarkan gosip atau masalah internal.
  • Menjadi pembawa damai ketika terjadi perselisihan.
  • Mendoakan gereja, Gembala sidang, KKS, dan anggota komsel.
  • Menghubungi anggota yang mulai jarang hadir.
  • Menjaga kebersihan setelah ibadah atau pertemuan Komsel di gereja.
               2. BANGGA AKAN RUMAH TUHAN Mazmur 122:1 “Aku bersukacita, ketika dikatakan orang kepadaku: ‘Mari kita pergi ke rumah TUHAN.’” Bangga terhadap gereja bukan berarti merasa gereja kita paling hebat, tetapi bersyukur atas rumah rohani yang Tuhan berikan. Kalau kita bangga, kita akan senang menceritakan kebaikan Tuhan dan mengajak orang lain datang. APLIKASI PRAKTEK FIRMAN BANGGA AKAN GEREJA KITA:
  • Ceritakan kesaksian bertumbuh di gereja, bukan kekurangan gereja.
  • Bagikan kegiatan komsel dan gereja dengan sukacita.
  • Ajak keluarga, sahabat, atau rekan kerja datang beribadah dan Komsel.
  • Jadilah pribadi yang ramah kepada jiwa baru.
  • Fokus bertumbuh dan berbuah di rumah rohani tempat Tuhan menanam kita.
  • Ikut pelayanan 3. IKUT TERLIBAT MEMBANGUN RUMAHNYA
1 Petrus 4:10 “Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah.” Tuhan tidak memanggil kita hanya menjadi penikmat berkat, tetapi menjadi rekan sekerja-Nya untuk membangun rumah-Nya, ayok ikut ambil bagian. HIGHLIGHT: Ketika gereja mengadakan kegiatan seperti United Conference, mari berkata: “Ini acara keluarga saya. Saya siap berdoa, mendukung, dan mengambil bagian.” Ketika kita sadar bahwa gereja dan komsel adalah keluarga kita, kita tidak akan diam saat ada kebutuhan.   KESIMPULAN Keluarga yang sehat memiliki budaya yang sehat. Budaya ilahi harus dibangun dengan sengaja dan dilakukan secara konsisten. Ketika kita memiliki rasa cinta dan rasa memiliki terhadap keluarga Allah, kita akan:
  • Menjaga rumahnya.
  • Bangga akan rumahnya.
  • Ikut terlibat membangun rumahnya.
Kita adalah Keluarga Allah, dan Keluarga Allah adalah kita. Ini keluargaku, ini rumahku!    PERTANYAAN SHARING : Budaya baik apa yang sudah ada di komsel kita ini? Budaya apa yang perlu kita perbaiki bersama? KOMITMEN MINGGU INI : Setiap anggota Komsel memilih satu tindakan ini:
  • Menyapa satu orang baru.
  • Menghubungi satu anggota yang mulai jarang hadir.
  • Mendengarkan seseorang yang sedang membutuhkan teman.
  • Menolong anggota yang sedang mengalami kesulitan.
  • Hadir dengan setia dalam komsel dan ibadah.
  A. DOA PROFETIK “Bapa di dalam nama Tuhan Yesus, kami bersyukur karena Engkau tidak membiarkan kami menjadi orang asing, tetapi menerima kami sebagai anggota keluarga Allah. Kami mendeklarasikan bahwa komsel dan gereja kami adalah HOUSE OF GRACE, rumah yang dipenuhi kasih, kesatuan, sukacita, kepedulian, dan kuasa Roh Kudus. Kami menolak setiap roh perpecahan, kekecewaan, kepahitan, gosip, dan sikap tidak peduli. Pulihkan setiap hubungan dan satukan hati kami sebagai satu keluarga. Bangkitkan dalam diri kami rasa cinta dan memiliki terhadap rumah-Mu. Kami katakan bahwa setiap anggota yang lemah akan dikuatkan, yang terluka akan dipulihkan, yang menjauh akan kembali, dan jiwa-jiwa baru akan diselamatkan serta menemukan keluarga rohaninya. Pakailah komsel kami menjadi rumah anugerah, tempat banyak orang diterima, bertumbuh, diperlengkapi, dan diutus menjadi berkat. Kami berkata bersama-sama: “Ini keluargaku! Ini rumahku! Kami adalah Keluarga Allah, dan kami siap membangun rumah Tuhan!” Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.   B. DOA SYAFAAT :
  1. Bangsa dan negara Indonesia ada dalam pemeliharaan serta pimpinan Tuhan. Revival terjadi di negara Indonesia.
  2. Sinode Gereja Keluarga Allah: VISI NATION jadi berkat bangsa-bangsa terjadi.
  3. Pembangunan Pusat Kegerakan Roh Kudus “HEI” bisa dilanjutkan lagi dan pembelaan Tuhan akan turun dengan perijinan yang dilancarkan.
  4. Terjadi lawatan Tuhan dan tuaian jiwa-jiwa yang dahsyat di kota kami.
  5. Setiap gereja lokal GKA bertumbuh dengan pesat dan kuat.
  6. Terjadi kegerakan cellgroup movement atau kegerakan kelompok sel yang membawa tuaian raya jiwa-jiwa.
  7. HUT gereja: doa puasa, jiwa2 diselamatkan, hadirat, karya Tuhan terjadi.
  8. Doa permohonan dari Anggota Komsel (jika ada).
   S4 = SASARAN DAN RENCANA
  1. Evaluasi Komsel hari ini.
  2. Pengumuman Kegerakan di gereja Global (Dibuka SOM Online, ikuti dan ajak 3 jiwa baru hadir di ibadah HUT)
  3. KKS Cek SPR Anggota Komsel dan mendorong melengkapinya, memperjuangkan menjadi KKS (Cek Baptis, SOM, jadi KKS, RE, ESBC).
  4. Ajakan selamatkan jiwa dengan mengajak teman/saudara gabung Komsel dan ibadah
  5. KKS menjadwalkan TURBA, mengunjungi Anggota Komsel yang pasif atau undur (sebagai Langkah PENGGEMBALAAN).
  6. Merencanakan pertemuan Komsel minggu depan dan membagi tugas Komsel.
  SELAMAT MENGIKUTI HUT GEREJA KELUARGA ALLAH DI KOTAMU MASING-MASING.  

Baca Artikel