Bahan Sharing

21 August 2026 Tim Penulis Renungan Bahan Sharing

BAHAN SHARING KELOMPOK SEL (KOMSEL) GKA Periode  23 Agustus 2026

BAHAN SHARING KELOMPOK SEL (KOMSEL) GKA

Periode  23 Agustus 2026

 

S1 = SEMBAH PUJI (10-15 menit)

Praise :

  1. Shout His Name – KA Worship
  2. Betapa Hebat

Worship :

  1. Skali Yesus Selamanya Yesus
  2. Hosanna in the Highest

 

S2 = SUASANA/GAMES (10 menit)

Komsel Onsite dan Online

JUDUL       :  “BANGUN RUMAH, JANGAN ROBOH!”

 

CARA BERMAIN KOMSEL ONSITE:

  1. Siapkan gelas plastik/kertas atau benda ringan yang bisa ditumpuk dan bagilah peserta dalam beberapa kelompok.
  2. Setiap kelompok berlomba harus membangun menara setinggi mungkin dalam 60 detik.
  3. Setiap 15 detik, Petugas meriakkan tantangan baru saat peserta membangun menara:
  • “EGO!” >> semua hanya boleh membangun dengan 1 tangan.
  • “KOMUNIKASI PUTUS” >> Tidak boleh bicara.
  • “MASALAH DATANG” >> Peserta tutup mata kiri.
  • “BADAI DATANG” >> Petugas boleh meniup gelas-gelasnya dari jarak aman.
  1. Menara yang paling tinggi dan masih berdiri jadi pemenang.

 

CARA BERMAIN KOMSEL ONLINE:

  1. Minta setiap peserta mengambil 6–10 benda disekitar yang bisa ditumpuk dalam waktu 30 detik. Bebas: gelas plastik, buku, kotak tisu, botol, bantal kecil, remote, dll.
  2. Peserta harus membuat menara setinggi mungkin dan tidak boleh roboh.
  3. Lakukan sama seperti poin (3) diatas.
  4. Petugas akan memilih pemenang dengan menara tertinggi, menara paling kreatif, dan menara paling ajaib.

 

TUJUAN BERMAIN :

Dari permainan ini mengingatkan bahwa yang menentukan bukan hanya seberapa tinggi kita membangun, tetapi DI ATAS APA kita membangun. Dalam kehidupan keluarga juga begitu. Kita sibuk membangun ekonomi, karier, pendidikan anak, rumah, masa depan—semuanya penting. Tetapi jangan sampai kita membangun tinggi sementara fondasinya tidak kuat. Visi keluarga memberi arah. Ego harus ditanggalkan. Komunikasi harus dijaga. Dan TUHAN harus menjadi dasar keluarga.

 

 

S3 = SHARING APLIKASI FIRMAN TUHAN (50 menit).

GOAL: Petugas bukan kotbah, namun MENGINGATKAN POIN-POIN SAJA SEPERTI DIBAWAH INI (±10 menit).

 COVENANT HOUSE #4 –

THE FAMILY PROJECT: WE BUILD TOGETHER

 

PEMBUKA

Setelah Merdeka dari warisan negatif (luka masa lalu, kebiasaan buruk dll), ini saatnya kita membangun keluarga kita. Rumah yang indah bisa selesai dibangun dalam beberapa bulan, tetapi keluarga tidak pernah selesai dibangun karena rumah tangga adalah proyek seumur hidup.

Mazmur 127:1a Nyanyian ziarah Salomo. Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya.

Supaya membangun rumah tanggga dapat berhasil, maka rumusnya = TUHAN + USAHA ORANG (SUAMI-ISTRI). Suami  istri dipanggil bukan hanya untuk stay together atau live together atau tinggal bersama saja, tetapi juga untuk BUILD TOGETHER! (membangun bersama)!

 BAGAIMANA CARANYA ?

 

I. MILIKI VISI KELUARGA YANG JELAS

Saat hendak membangun rumah, kita tentu membutuhkan gambarnya dulu atau blueprint. Namun banyak orang serius membuat blueprint rumah, tetapi tidak pernah membuat blueprint keluarganya.

 Yosua 24:15
“Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN.”

Yosua mempunyai arah yang jelas bagi keluarganya: rumah kami akan menjadi rumah yang melayani dan beribadah kepada Tuhan. Jadi, Visi keluarga bukan hanya target, misal : “Harus punya rumah, Harus punya tabungan.”

Visi berbicara tentang KELUARGA SEPERTI APA YANG INGIN KITA BANGUN BERSAMA TUHAN.

Contoh:

“Keluarga kami adalah keluarga yang melayani, keluarga yang takut akan Tuhan, menjadi berkat, dan membawa orang lain mengenal Tuhan.”

Visi keluarga harus terus DIHIDUPI, DIULANG, DICONTOHKAN, DAN DIPERJUANGKAN.

 APLIKASI PRAKTEK SEHARI-HARI :

  • Mulailah renungkan dan bertanya dalam keluarga: “Keluarga seperti apa yang Tuhan ingin kita bangun?”
  • Kemudian bangun nilai-nilai sederhana:
  • Tuhan menjadi pusat keluarga.
  • Membiasakan berkata jujur dan saling menghargai.
  • Belajar meminta maaf dan mengampuni.
  • Anak melihat teladan iman dari orangtuanya.
  • Keluarga menjadi berkat bagi orang lain.

 

II. TANGGALKAN EGO

Perbedaan suami-istri sebenarnya bukan masalah. Masalah muncul ketika masing-masing berkata “Pokoknya aku yang benar, harus seperti keinginanku.”

Akhirnya bukan lagi kita melawan masalah, tetapi aku melawan kamu.

Filipi 2:2-4 “Karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.”

Pernikahan yang bahagia bukan terjadi ketika dua orang terus memperjuangkan HAKNYA, tetapi ketika keduanya belajar MEMPERJUANGKAN KEBAIKAN PASANGANNYA DAN KELUARGANYA.


APLIKASI PRAKTEK SEHARI-HARI :

  • Saat berbeda pendapat, biasakan:

 STOP → DENGARKAN → PAHAMI → CARI JALAN BERSAMA.

  • Berani mengatakan: “Aku yang salah.. Maafkan aku.. Aku mau dengar pendapatmu.” Kadang-kadang kemenangan terbesar dalam pernikahan adalah ketika kita berani MENGALAHKAN EGO SENDIRI.

 

III. BANGUN KOMUNIKASI YANG SEHAT

  • Sering kali masalah rumah tangga bukan karena sudah tidak saling mengasihi, tetapi karena tidak lagi saling memahami.
  • Kasih membuat dua orang mau memulai pernikahan, Komunikasi yang sehat membantu pernikahan terus bertumbuh.

ADA BEBERAPA LEVEL KOMUNIKASI DALAM KELUARGA:

  • LEVEL 1 — BASA-BASI
    “Sudah makan?”
    “Mau pergi?”
  • LEVEL 2 — TUKAR INFORMASI
    “Besok aku pulang jam lima.”
    “SPP sudah kubayarkan.”
  • LEVEL 3 — MENYAMPAIKAN PENDAPAT
    “Aku pikir sebaiknya kita…”.
  • LEVEL 4 — MENYAMPAIKAN PERASAAN
    “Aku sedih ketika…”
    “Aku takut kalau…”
    “Aku merasa tidak didengarkan…”
  • LEVEL 5 — HATI KE HATI ❤️
    “Apa yang sedang kamu rasakan?”
    “Kenapa takut?”
    “Apa yang bisa aku lakukan untukmu?”

Jangan sampai kita tinggal serumah, tetapi hati kita semakin berjauhan.

 

APLIKASI PRAKTEK SEHARI-HARI :

  • Coba lakukan 60 MENIT TANPA HP. Suami-istri atau orangtua-anak duduk bersama dan saling bertanya: “Bagaimana keadaan hatimu hari ini?” Bukan untuk langsung mengoreksi atau memberi nasihat. DENGARKAN SAJA.

 

IV. BANGUN MEZBAH KELUARGA

Inilah fondasi terpenting dari The Family Project.

Keluarga bukan hanya membutuhkan komunikasi antara suami ↔ istri, tetapi juga hubungan: KELUARGA  dan TUHAN

Mazmur 127:1 “Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya.”

Ayok bangun Mezbah keluarga, tidak harus panjang atau rumit. Mulailah sederhana: 1 ayat Firman + 1 sharing singkat + saling mendoakan.

Yang penting bukan lamanya, tetapi KONSISTENSINYA.

APLIKASI PRAKTIK SEHARI-HARI :

  • Bagi Keluarga, Lakukan mezbah keluarga minimal 1 kali dalam seminggu, luangkan waktu untuk membuat doa bersama, menyembah Tuhan bersama dan baca Firman Tuhan bersama.
  • Bagi yang belum menikah, bangun mezbah pribadi dan mulai doakan keluargamu dirumah dan keluarga masa depanmu yang suatu hari akan Tuhan percayakan.

 

KESIMPULAN

Keluarga yang kuat tidak terjadi secara otomatis. KELUARGA HARUS DIBANGUN.

  • Bangun dengan visi yang sama.
  • Bangun dengan menanggalkan ego.
  • Bangun dengan komunikasi yang sehat.
  • Dan terutama, bangun bersama Tuhan.

Jangan hanya STAY TOGETHER.
Jangan hanya LIVE TOGETHER, tapi BUILD TOGETHER!🔥

  

PERTANYAAN SHARING :

Dari empat hal ini—visi keluarga, menanggalkan ego, komunikasi, dan mezbah keluarga—bagian mana yang paling perlu saya bangun kembali saat ini? Apa satu tindakan nyata yang akan saya lakukan minggu ini?

  

A. DOA PROFETIK

Bapa di Surga, hari ini kami berdiri di atas firman-Mu dalam Yosua 24:15: “Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN.”

Kami deklarasikan untuk anggota Komsel ini bahwa aku dan seisi rumahku adalah milik Tuhan! Biarlah setiap anggota keluarga kami semakin mengenal, mengasihi, dan hidup takut akan Tuhan.

Kami berdoa, setiap hati yang jauh dibawa kembali kepada Tuhan, setiap hubungan yang retak dipulihkan, setiap ego ditanggalkan, dan setiap keluarga dipersatukan dalam kasih Kristus.

Kami deklarasikan rumah kami menjadi rumah doa, rumah damai sejahtera, rumah kasih, dan rumah yang melayani Tuhan. Dari generasi kepada generasi, iman kepada Tuhan terus diwariskan.

Apa pun keadaan keluarga kami hari ini, kami mengambil keputusan:

“Aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!”

Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa dan percaya. Amin.

 

B. DOA SYAFAAT :  Semua jemaat dan pelayan Tuhan mengalami keajaiban demi keajaiban yang baru.

  1. Pembangunan Pusat Kegerakan Roh Kudus “HEI” bisa dilanjutkan lagi dan pembelaan Tuhan akan turun dengan perijinan yang dilancarkan.
  2. Terjadi lawatan Tuhan dan tuaian jiwa-jiwa yang dahsyat di kota kami.
  3. Bangsa dan negara ada dalam pemeliharaan serta pimpinan Tuhan.
  4. Setiap gereja lokal GKA bertumbuh dengan pesat dan kuat.
  5. Terjadi kegerakan cellgroup movement atau kegerakan kelompok sel yang membawa tuaian raya jiwa-jiwa.
  6. Doa permohonan dari Anggota Komsel (jika ada).

Mari ambil bagian dalam kegerakan iman ini dan alami tahun 2026 sebagai Tahun Keajaiban Baru!  

 

S4 = SASARAN DAN RENCANA

  1. Evaluasi Komsel hari ini.
  2. Pengumuman Kegerakan di gereja Global
  3. KKS Cek SPR Anggota Komsel dan mendorong melengkapinya, memperjuangkan menjadi KKS (Cek Baptis, SOM, jadi KKS, RE, ESBC).
  4. Ajakan selamatkan jiwa dengan mengajak teman/saudara gabung Komsel dan ibadah
  5. KKS menjadwalkan TURBA, mengunjungi Anggota Komsel yang pasif atau undur (sebagai Langkah PENGGEMBALAAN).
  6. Merencanakan pertemuan Komsel minggu depan dan membagi tugas Komsel.

 

SELAMAT MEMPERINGATI HARI KEMERDEKAAN RI KE 81