BAHAN SHARING KELOMPOK SEL GKA Periode 11 Oktober 2026
S1 = SEMBAH PUJI (10-15 menit)
Praise :
- BersamaMu – KA Worship
- Yesus
Worship :
- Segnap Hidup
- I Speak Jesus
S2 = SUASANA/GAMES (10 menit)
Komsel Onsite dan Online
JUDUL : “MUKA TENANG, PIKIRAN RAMAI”
CARA BERMAIN :
- Pemimpin games berkata: “Apa pun ceritanya, kalian pasang wajah paling tenang. Jangan tertawa atau senyum!”
- Kemudian Pemimpin membacakan situasi berikut dengan suara dan ekspresi yang lucu:
- “Sudah masak dari pagi… eh ternyata keluarga mengajak makan di luar, pernahkah gak ngalamin gitu!”
- “Saya Cari HP sambil panik… pusing dimana..ternyata HP-nya sedang saya pakai menelepon”
- “Sudah dadah-dadah dengan semangat… ternyata salah orang!”
- “Sudah ngos2an mau latihan pelayanan… ternyata salah jadwal,gelap ruangannya karena salah hari!”
- Mau kirim whatsapp ke pasangan, ‘Sayang, sudah makan belum?’ eh malah salah kirim ke orang lain!”
- “Sambil tiduran scroll medsos di hp sampai ngantuk, alhasil hp nya jatuh ke muka. Sakit oeyy”
- “Eh koq ada bau kentut ya,, hadeh…tolong dong jangan disini, kita lagi komsel lho”
- Setelah selesai cerita, Pemimpin games ajak semua peserta :
“Yuk semuanya Tenang… tarik napas pelan… Tuhan memberkati!” - Yang tertawa selama Pemimpin games cerita maka kalah dan mendapat hukuman menyanyi lagu rohani.
TUJUAN BERMAIN :
Dalam permainan ini tadi tadi wajah kita berusaha tenang, tetapi di dalam hati pasti sudah ingin tertawa. Sama seperti dalam hidup ini, kita dari luar pun bisa terlihat tenang, padahal pikiran kita sedang ramai, berkecamuk, ingin tertawa, ingin marah. Tapi Tuhan tahu isi hati kita koq, jadi kita boleh datang dengan jujur dan menyerahkan kekhawatiran apapun pikiran dan kekuatiran kita kepada-Nya. Ingat: STOP — SIT — SURRENDER.
S3 = SHARING APLIKASI FIRMAN TUHAN (50 menit).
GOAL: Petugas bukan kotbah, namun MENGINGATKAN POIN-POIN SAJA SEPERTI DIBAWAH INI (±10 menit).
TRANSFORMED SOUL: FROM THE INSIDE OUT #2
PEACE WITHIN
Ketenangan dalam batin
PEMBUKA
“Pernah gak, badan sudah berbaring di tempat tidur, tetapi pikiran masih ke mana-mana? Memikirkan pekerjaan, keluarga, kebutuhan besok, bahkan hal yang belum tentu terjadi.”
Kadang yang paling ramai bukan suasana di sekitar kita, tetapi PIKIRAN KITA SENDIRI. Karena itu, yang kita butuhkan bukan hanya tempat yang sepi, melainkan KETENANGAN DARI DALAM.
Hari ini kita belajar bahwa di tengah kesibukan dan masalah, kita tetap bisa mengalami damai ketika hati kita kembali berpusat kepada Tuhan.
I. BANYAK ORANG MERINDUKAN KETENANGAN DALAM BATIN
Kita sekarang hidup di era yang sangat ramai dan sibuk.
Tetapi, ternyata ada yang lebih ramai ketimbang kebisingan jalan, yaitu PIKIRAN KITA.
Oleh sebab itu banyak orang berlomba-lomba mencari ketenangan, tapi yang jiwa kita butuhkan adalah KETENANGAN DARI DALAM.
BELAJAR DARI MARTA DAN MARIA
Baca bergantian yuk:
Lukas 10:38–42.
“Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya. 39 Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria.
MARIA INI DUDUK DEKAT KAKI TUHAN DAN TERUS MENDENGARKAN PERKATAAN-NYA, 40 sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku. 41 Tetapi Tuhan menjawabnya: MARTA, MARTA, ENGKAU KUATIR DAN MENYUSAHKAN DIRI DENGAN BANYAK PERKARA,42 TETAPI HANYA SATU SAJA YANG PERLU: MARIA TELAH MEMILIH BAGIAN YANG TERBAIK, YANG TIDAK AKAN DIAMBIL DARI PADANYA.”
- Marta sebenarnya melakukan hal yang baik. Ia menerima Yesus dan menyiapkan pelayanan. Namun, di tengah kesibukannya, PIKIRANNYA DIPENUHI KEKHAWATIRAN. Ia mulai mengeluh bekerja sendirian dan mengganggap Tuhan tidak peduli (Luk 10:40b) dan ia meminta Yesus menyuruh Maria membantunya.
- Yesus mengingatkan Marta bahwa ia terlalu banyak khawatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara. Sementara itu, Maria memilih bagian yang terbaik: BERADA DEKAT TUHAN DAN MENDENGARKAN-NYA.
- Saat pikiran terlalu penuh, kita mudah tersinggung, merasa sendirian, dan menganggap orang lain tidak peduli. Bahkan, kita bisa mempertanyakan kepedulian Tuhan.
- Ketika hati gelisah, perkataan kita juga mudah meledak. Karena itu, kita perlu menjaga pikiran sebelum kegelisahan memengaruhi sikap dan perkataan kita.
Pelajarannya: Melayani dan bekerja itu baik. Namun, kita perlu menjaga hati supaya kesibukan tidak membuat kita kehilangan ketenangan dan waktu untuk mendengarkan Tuhan.
APLIKASI PRAKTEK FIRMAN TUHAN SEHARI-HARI:
- Sebelum mulai bekerja, mengurus rumah, atau melayani, sedlalu ambil waktu terlebih dulu untuk berdoa menyembah Tuhan.
- Saat mulai kewalahan, berhenti sejenak dan periksa hati: “Apa sebetulnya yang sedang saya khawatirkan ini?”
- Jika membutuhkan bantuan, sampaikan dengan baik, tapi tidak usah menyalahkan orang lain atau bersungut-sungut. Contoh:
Daripada berkata, “Semuanya saya kerjakan sendiri! Kamu tidak peduli!” lebih baik katakan, “Saya mulai kewalahan. Bisa Tolong bantu saya mengerjakan bagian ini?” - Jangan langsung membalas pesan ketika sedang marah atau gelisah. Lebih baik diam dulu, tenang dulu. Bedakan fakta dengan dugaan. Pesan yang belum dibalas belum tentu berarti orang tersebut tidak peduli.
- Ingat kembali pertolongan Tuhan yang pernah kita alami.
II. RAHASIA MENGALAMI KETENANGAN DAN KEDAMAIAN DALAM BATIN DAN PIKIRAN.
1. MILIKI MANAGEMEN PIKIRAN YANG BAIK.
- Begitulah cara kerja kecemasan: Satu hal belum selesai, kita sudah memikirkan lima hal berikutnya. Kita perlu mengatur pikiran-pikiran apa yang bisa dipikirkan sekarang, dipikirkan nanti dan pikiran mana yang perlu didoakan. Tetapi ada juga pikiran yang PERLU KITA TOLAK!
Filipi 4:8 “Jadi akhirnya, saudara-saudara, SEMUA YANG BENAR, SEMUA YANG MULIA, SEMUA YANG ADIL, SEMUA YANG SUCI, SEMUA YANG MANIS, SEMUA YANG SEDAP DIDENGAR, SEMUA YANG DISEBUT KEBAJIKAN DAN PATUT DIPUJI, pikirkanlah semuanya itu”.
APLIKASI PRAKTEK FIRMAN TUHAN SEHARI-HARI:
Ketika pikiran mulai penuh, ambil nafas hembuskan pelan, lalu tanyakan:
- Apa faktanya? Jangan langsung percaya pada dugaan.
- Apa yang bisa saya lakukan? Kerjakan satu langkah yang nyata.
- Apa yang perlu saya serahkan kepada Tuhan? Bawa dalam doa hal yang tidak bisa kita kendalikan.
Contoh:
Daripada terus berpikir, “Besok pasti semuanya gagal,” ubah menjadi, “Saya akan mempersiapkan bagian saya dengan baik dan menyerahkan hasilnya kepada Tuhan.”
- DAMAI SAAT KITA FOKUS MEMANDANG DAN MENDENGAR TUHAN.
- Maria duduk dekat kaki Yesus dan terus mendengarkan perkataan-Nya. Kita pun perlu MENGARAHKAN PERHATIAN KEPADA TUHAN lewat kasih, kebaikan, kuasa, dan pertolongan Tuhan. Jangan sampai masalah mengambil seluruh perhatian kita sehingga kita lupa siapa Tuhan yang menyertai kita.
- Presence before performance berarti mendahulukan waktu bersama Tuhan dulu sebelum menjalankan pekerjaan dan pelayanan. Dari kedekatan dengan Tuhan, kita menerima kekuatan untuk menjalani tanggung jawab.
- Firman Tuhan mengisi pikiran kita dengan kebenaran sehingga kekhawatiran tidak menguasai cara kita berpikir dan bertindak.
Baca bersama yuk :
Yesaya 41:10 “Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.”
Artinya Tuhan menyertai, meneguhkan, dan menolong kita.
Dalam 2 Tawarikh 20:15 juga mengingatkan bahwa dalam menghadapi musuh yang besar, Tuhan mengingatkan umat-Nya bahwa mereka tidak menghadapi peperangan itu sendirian, tapi bersama Tuhan.
APLIKASI PRAKTEK FIRMAN TUHAN SEHARI-HARI:
- Baca dan renungkan Firman Tuhan minimal tiga pasal sehari,
- Pilih satu ayat untuk diingat dan diterapkan sepanjang hari.
- Sebelum membuka media sosial pada pagi hari, ambil waktu untuk mendengarkan Tuhan melalui firman-Nya.
- Ketika khawatir kembali muncul, ingatkan diri pada janji Tuhan dan bawa kekhawatiran itu dalam doa.
Untuk mengalahkan overthinking dan pikiranmu penuh damai, Lakukan STOP — SIT — SURRENDER
Baca bersama: Filipi 4:6–7.
Filipi 4:6-7 “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur, 7 Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.”
Firman Tuhan memang tidak berkata semua situasi langsung berubah. Tetapi Tuhan berjanji DAMAI-NYA MEMELIHARA HATI DAN PIKIRAN KITA.
Setiap hari, ambil beberapa menit untuk melakukan tiga langkah ini:
STOP — Berhenti sejenak.
Hentikan sementara aktivitas dan suara yang tidak perlu masuk ke pikiran. Letakkan ponsel dan beri ruang untuk menenangkan diri.
SIT — Duduk di hadapan Tuhan.
Baca dan renungkan firman-Nya. Dengarkan Tuhan sebelum kembali sibuk dengan berbagai urusan.
SURRENDER — Serahkan kepada Tuhan.
Sampaikan satu per satu kekhawatiran melalui doa dan permohonan dengan ucapan syukur.
KESIMPULAN
Ketenangan batin bukan berarti hidup kita bebas dari pekerjaan, kesibukan, atau masalah. Ketenangan bertumbuh ketika hati dan pikiran kita kembali berpusat kepada Tuhan.
Dari Marta, kita belajar bahwa kegiatan yang baik pun dapat membuat kita kewalahan ketika pikiran dipenuhi kekhawatiran. Dari Maria, kita belajar pentingnya berada dekat Tuhan dan mendengarkan perkataan-Nya.
Karena itu, mari menjaga isi pikiran, mengerjakan tanggung jawab satu per satu, dan menyediakan waktu bersama Tuhan. Saat kekhawatiran datang, lakukan STOP — SIT — SURRENDER: berhenti sejenak, duduk mendengarkan Tuhan, lalu menyerahkan beban kepada-Nya.
Komitmen minggu ini:
Setiap hari membaca dan merenungkan minimal tiga pasal Firman Tuhan, lalu mengambil beberapa menit untuk STOP — SIT — SURRENDER.
PERTANYAAN SHARING :
“Apa di minggu ini yang paling sering membuat pikiranmu ramai, dan langkah apa yang akan kamu lakukan minggu ini untuk membawanya kepada Tuhan?”
Beri kesempatan anggota bercerita. Dengarkan tanpa menghakimi, lalu berdoa profetik bersama.
A. DOA PROFETIK
Bapa, kami datang dengan segala kelelahan dan beban kami. Kami percaya Engkau mendengar dan tidak meninggalkan kami.
Dalam nama Yesus, kami katakan bahwa setiap anggota komsel ini baik-baik dan sehat-sehat saja dalam segala sesuatu, sama seperti jiwa kami baik-baik saja.
Kami adalah anak-anak yang dikasihi Tuhan. Biarlah damai Kristus memerintah hati kami dan Roh Kudus memberi kekuatan untuk langkah hari ini.
Pulihkan sukacita kami. Beri kami keberanian untuk meminta bantuan, hikmat untuk mengatur prioritas, dan kerendahan hati untuk menerima pertolongan. Jadikan komsel ini keluarga rohani kami yang saling menopang. Dalam nama Yesus, amin.
B. DOA SYAFAAT :
- Bangsa dan negara Indonesia ada dalam pemeliharaan serta pimpinan Tuhan. Revival terjadi di negara Indonesia.
- Sinode Gereja Keluarga Allah: VISI NATION jadi berkat bangsa-bangsa terjadi.
- Pembangunan Pusat Kegerakan Roh Kudus “HEI” bisa dilanjutkan lagi dan pembelaan Tuhan akan turun dengan perijinan yang dilancarkan.
- Terjadi lawatan Tuhan dan tuaian jiwa-jiwa yang dahsyat di kota kami.
- Setiap gereja lokal GKA bertumbuh dengan pesat dan kuat.
- Terjadi kegerakan cellgroup movement atau kegerakan kelompok sel yang membawa tuaian raya jiwa-jiwa.
- Mendukung doa pelayanan Ps. Obaja dan Ps. Jonatan di Asia Leaders Summit (ALS) Korea supaya bisa menjadi berkat dan revival terjadi.
- Doa permohonan dari Anggota Komsel (jika ada).
S4 = SASARAN DAN RENCANA
- Evaluasi Komsel hari ini.
- Pengumuman Kegerakan di gereja Global (Ikuti Gebyar Komsel)
- KKS Cek SPR Anggota Komsel dan mendorong melengkapinya, memperjuangkan menjadi KKS (Cek Baptis, SOM, jadi KKS, RE, ESBC).
- Ajakan selamatkan jiwa dengan mengajak teman/saudara gabung Komsel dan ibadah
- KKS menjadwalkan TURBA, mengunjungi Anggota Komsel yang pasif atau undur (sebagai Langkah PENGGEMBALAAN).
- Merencanakan pertemuan Komsel minggu depan dan membagi tugas Komsel.
SELAMAT MELAYANI
Categories
Latest Posts