Bahan Sharing

02 October 2026 Tim Penulis Renungan Bahan Sharing

BAHAN SHARING KELOMPOK SEL GKA Periode  4 Oktober 2026

S1 = SEMBAH PUJI (10-15 menit)

Praise :

  1. Ku kan Memuji Menari – KA Worship
  2. Kusorakkan Haleluya

 Worship :

  1. Berserah Penuh
  2. Forever More – KA Worship

 

S2 = SUASANA/GAMES (10 menit)

Komsel Onsite dan Online

JUDUL        :  “BOS SATU-SATU DONG…”

CARA BERMAIN :

  1. Pilih satu peserta menjadi “Si Sibuk”. Lima peserta lain menjadi “Bos”.
  2. Setiap Bos memiliki satu perintah lucu bergantian dengan Bos lain secara cepat, misalnya:

Bos 1: “Pose ayam!”

Bos 2: “Ketawa seperti penjahat!”

Bos 3: “Pose model!”

Bos 4: “Bilang: siap, Bos! dengan suara bayi!” dst

  1. RONDE PERTAMA: Selama 20 detik, para Bos memberi perintah bergantian dengan cepat. Si Sibuk mencoba mengikuti semuanya.
  2. RONDE KEDUA: Si Sibuk boleh berteriak, “BOS, SATU-SATU DONG!” lalu memilih dua teman lainnya untuk membantu. Para Bos memberi perintah satu per satu; tugas dibagi kepada ketiganya.

TUJUAN BERMAIN :

Dalam permainan ini mengingatkan bahwa ketika dalam hidup kita banyak perintah datang, kita sering menjadi bingung, salah gerakan, bahkan lupa harus melakukan apa. Begitu juga dalam kehidupan sehari-hari. Tuntutan pekerjaan, keluarga, dan pelayanan bisa datang bersamaan. Kalau semuanya kita tanggung sendiri, lama-lama kita kelelahan dan mudah meluapkan emosi kepada orang di sekitar kita. Ketika teman-teman ikut membantu, tugas menjadi lebih ringan. Kita memang punya batas, tetapi kita tidak berjalan sendirian. Datanglah kepada Tuhan, atur bagian kita, dan jalani bersama orang-orang yang Tuhan tempatkan di sekitar kita. Beban dibagi, sukacita dikali!

 

S3 = SHARING APLIKASI FIRMAN TUHAN (50 menit).

GOAL: Petugas bukan kotbah, namun MENGINGATKAN POIN-POIN SAJA SEPERTI DIBAWAH INI (±10 menit).

  

TRANSFORMED SOUL: FROM THE INSIDE OUT #1

NO MORE OVERLOAD

Jangan Pikul Semuanya Sendirian

 

PEMBUKA

Belajar mengenali kelelahan, membagi beban, dan datang kepada Tuhan untuk menerima kekuatan. HP kalau baterainya tinggal 1%, langsung kita cari charger. Tetapi kalau tenaga kita tinggal 1%, kadang masih bilang: ‘Aman, saya bisa!’

Sering kali kita masih bekerja, melayani, dan tersenyum, padahal hati sudah lelah. Tuhan peduli dengan keadaan jiwa kita. Kita tidak perlu berpura-pura kuat di hadapan-Nya.

3 Yohanes 1:2 “Saudaraku yang kekasih, aku berdoa, semoga engkau baik-baik dan sehat-sehat saja dalam segala sesuatu, sama seperti jiwamu baik-baik saja.”

Kondisi jiwa kita akan sangat menentukan kehidupan kita dan Tuhan mau mentransformasi kita dari dalam keluar.

 

I. KENALI TANDA KETIKA JIWA MULAI OVERLOAD

Musa berkata: “Aku seorang diri tidak dapat memikul tanggung jawab atas seluruh bangsa ini, sebab terlalu berat bagiku.” — Bilangan 11:14.

Musa pun pernah merasa tidak sanggup. Saat beban menumpuk, kita bisa mudah marah, sulit fokus, dan merasa semuanya salah. Overload yang mengakibatkan burnout biasanya bukan disebabkan oleh satu kejadian besar, tetapi oleh

banyak tekanan kecil yang menumpuk tanpa pemulihan.

 

BEBERAPA CIRI SESEORANG MENGALAMI OVERLOAD:

  1. HAL KECIL MULAI TERASA SANGAT BESAR.

Tanda-tandanya bisa berupa: mudah marah, sensitif, kehilangan kesabaran, sulit fokus, sulit menikmati sesuatu, menarik diri, atau merasa ingin meninggalkan semuanya.

  1. PERSPEKTIF KITA JADI SERBA NEGATIF.
  2. MULAI INGIN LARI DARI SEGALANYA.

 

II. RAHASIA BANGKIT DARI OVERLOADED.

 1. BERANI JUJUR KEPADA TUHAN

  • Mengakui kelelahan bukan berarti gagal. Kita memiliki batas waktu dan tenaga. Tuhan mengundang yang letih lesu untuk datang kepada-Nya.
  • Orang dewasa bukan orang yang tidak pernah membutuhkan pertolongan; orang dewasa tahu kapan dirinya membutuhkan pertolongan.

APLIKASI PRAKTIK FIRMAN SEHARI-HARI:

  • Berdoa dengan jujur: “Tuhan, saya lelah dan membutuhkan pertolongan-Mu.”
  • Susun prioritas; tidak semua harus selesai hari ini.
  • Saat tugas sudah penuh, katakan dengan baik: “Saya bisa membantu setelah tugas ini selesai.”

 

 2. SADARILAH BAHWA KITA MEMILIKI BATAS

  • Kita perlu memiliki rasa tanggung jawab, tetapi kita bukan penanggung jawab atas segala sesuatu.
  • Salah satu penyebab jiwa overload adalah kita mencoba mengambil bagian Tuhan lalu menaruhnya di pundak kita sendiri.
  • Masalahnya bukan karena kita punya keterbatasan. Masalahnya adalah kita menolak mengakui keterbatasan tersebut.

 

3. BAGIKAN BEBAN, JANGAN DIPIKUL SENDIRIAN

Seperti Tuhan menyediakan orang-orang untuk membantu Musa. Pertolongan Tuhan juga dapat datang melalui keluarga, teman, dan komsel.

HIGHLIGHT KEGERAKAN: memiliki keluarga rohani dalam Kelompok Sel. Membagikan beban adalah cara Tuhan menjaga kita tetap kuat menjalankan tanggung jawab yang lebih besar.

 

4. UPGRADE MANUSIA ROHMU.

2 Korintus 11:27-28 “Aku banyak berjerih lelah dan bekerja berat; kerap kali aku tidak tidur; aku lapar dan dahaga; kerap kali aku berpuasa, kedinginan dan tanpa pakaian, 28 dan, dengan TIDAK MENYEBUT BANYAK HAL LAIN LAGI, URUSANKU SEHARI-HARI, YAITU UNTUK MEMELIHARA SEMUA JEMAAT-JEMAAT.”

Seperti Paulus yang punya sebegitu banyak load pekerjaan, namun Paulus tidak overload! BEDANYA ADALAH DI KAPASITASNYA >> MINTALAH KEPENUHAN ROH KUDUS YANG LEBIH BESAR.

2 Korintus 4:7 “Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.”

Doa dan firman menolong kita menjalani tanggung jawab dengan hati yang dituntun Tuhan. TETAP SEDIAKAN WAKTU UNTUK BERISTIRAHAT.

 

APLIKASI PRAKTIK FIRMAN SEHARI-HARI:

  • Sebelum membuka WhatsApp pagi hari, luangkan untuk berdoa dulu. Katakan: “Roh Kudus, tuntun saya mengerjakan bagian saya dan menyerahkan hasilnya kepada Tuhan.”
  • Minta anggota keluarga membantu pekerjaan rumah.
  • Bagikan tugas pelayanan dan beri orang lain kesempatan mengerjakannya.
  • Ceritakan pergumulan kepada orang yang dapat dipercaya, lalu minta didoakan. Meminta bantuan bukan membuang tanggung jawab. Kita belajar menjalankannya bersama.

 

KESIMPULAN

Tuhan peduli bukan hanya pada pekerjaan dan pelayanan kita, tetapi juga pada KEADAAN HATI KITA. Kita bisa terlihat baik-baik saja, padahal di dalam sudah sangat lelah. Karena itu, saat kita mulai mudah marah, sulit fokus, atau merasa semua hal menjadi beban, jangan abaikan keadaan tersebut. Ambillah waktu untuk berhenti, beristirahat, dan datang kepada Tuhan dengan jujur akui keterbatasan, berani meminta pertolongan, dan memberi kesempatan kepada orang lain untuk ikut mengambil bagian. Melalui keluarga dan komsel, kita dapat saling mendengar, mendoakan, dan membantu secara nyata.

Mari tetap dekat dengan Tuhan melalui doa dan firman, sambil belajar mengatur prioritas serta menjaga waktu istirahat. Kerjakan tanggung jawab kita dengan setia, lalu serahkan kepada Tuhan hal-hal yang berada di luar kendali kita.

  

PERTANYAAN SHARING :

Apa satu beban yang paling menguras tenagamu saat ini, dan langkah apa yang akan kamu lakukan minggu ini untuk menghadapinya bersama Tuhan dan orang lain?

 

A. DOA PROFETIK

Bapa, kami datang dengan segala kelelahan dan beban kami. Kami percaya Engkau mendengar dan tidak meninggalkan kami.

Dalam nama Yesus, kami katakan bahwa setiap anggota komsel ini baik-baik dan sehat-sehat saja dalam segala sesuatu, sama seperti  jiwa kami baik-baik saja.

Kami adalah anak-anak yang dikasihi Tuhan. Biarlah damai Kristus memerintah hati kami dan Roh Kudus memberi kekuatan untuk langkah hari ini.

Pulihkan sukacita kami. Beri kami keberanian untuk meminta bantuan, hikmat untuk mengatur prioritas, dan kerendahan hati untuk menerima pertolongan. Jadikan komsel ini keluarga rohani kami yang saling menopang. Dalam nama Yesus, amin.

 

B. DOA SYAFAAT :

  1. Bangsa dan negara Indonesia ada dalam pemeliharaan serta pimpinan Tuhan. Revival terjadi di negara Indonesia.
  2. Sinode Gereja Keluarga Allah: VISI NATION jadi berkat bangsa-bangsa terjadi.
  3. Pembangunan Pusat Kegerakan Roh Kudus “HEI” bisa dilanjutkan lagi dan pembelaan Tuhan akan turun dengan perijinan yang dilancarkan.
  4. Terjadi lawatan Tuhan dan tuaian jiwa-jiwa yang dahsyat di kota kami.
  5. Setiap gereja lokal GKA bertumbuh dengan pesat dan kuat.
  6. Terjadi kegerakan cellgroup movement atau kegerakan kelompok sel yang membawa tuaian raya jiwa-jiwa.
  7. Mendukung doa pelayanan Ps. Obaja dan Ps. Jonatan di ALS ( ASIA LEADERS SUMMIT ) Korea supaya bisa menjadi berkat dan revival terjadi.
  8. Doa permohonan dari Anggota Komsel (jika ada).

 

 

S4 = SASARAN DAN RENCANA

  1. Evaluasi Komsel hari ini.
  2. Pengumuman Kegerakan di gereja Global (Ikuti Gebyar Komsel)
  3. KKS Cek SPR Anggota Komsel dan mendorong melengkapinya, memperjuangkan menjadi KKS (Cek Baptis, SOM, jadi KKS, RE, ESBC).
  4. Ajakan selamatkan jiwa dengan mengajak teman/saudara gabung Komsel dan ibadah
  5. KKS menjadwalkan TURBA, mengunjungi Anggota Komsel yang pasif atau undur (sebagai Langkah PENGGEMBALAAN).
  6. Merencanakan pertemuan Komsel minggu depan dan membagi tugas Komsel.

 

SELAMAT MELAYANI