MEMILIH SUARA YANG HARUS DIDENGAR [RAKA HAPPY]
Bacaan: Yohanes 10:27-30
Sahabat, setiap hari kita mendengar banyak suara. Ada suara Mama dan Papa, ada suara guru, ada suara teman, ada suara dari televisi, YouTube, game, dan media sosial. Semua suara itu bisa memberikan pengaruh kepada kita. Pertanyaannya: Suara siapa yang harus kita dengarkan?
Yesus berkata bahwa domba-domba-Nya mendengarkan suara-Nya dan mengikuti Dia. Bayangkan seekor domba yang memiliki banyak suara di sekelilingnya. Jika domba tidak mengenal suara gembalanya, ia bisa tersesat. Kita juga bisa tersesat kalau kita mengikuti semua suara yang kita dengar. Teman berkata, “Ayo nakal!” Tetapi Firman Tuhan berkata, “Lakukan yang benar.”
Kita harus belajar mengenal suara Tuhan melalui Firman Tuhan. Kalau kita membaca Alkitab, berdoa, dan belajar Firman Tuhan, kita akan semakin tahu mana yang benar dan mana yang salah. Mari kita menjadi anak yang berkata: “Aku mau mendengar suara Tuhan dan mengikuti-Nya.”(T)
Yuk mari kita berdoa bersama papa dan mama:
“Tuhan Yesus, aku mau menjadi anak yang mendengarkan suara-Mu. Tolong aku untuk membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Berikan aku keberanian untuk tidak mengikuti ajakan yang salah dan selalu mengikuti jalan-Mu. Amin.”
Bacaan Alkitab Setahun : Yeremia 3
minggu
minggu
PAPA DAN MAMA ADALAH HADIAH DARI TUHAN [RAKA HAPPY]
Bacaan: Amsal 1:8-9
Sahabat, coba bayangkan kalau setiap hari tidak ada yang mengingatkanmu untuk makan, mandi, belajar, atau tidur. Siapa yang menjaga kita ketika sakit? Siapa yang mengajari kita banyak hal? Siapa yang bekerja dan berusaha memenuhi kebutuhan kita? Ada Papa dan Mama yang Tuhan tempatkan untuk mengasihi dan melindungi kita.
Memang terkadang Papa dan Mama bisa membuat kita kesal. Mereka mungkin melarang kita bermain, meminta kita belajar, atau menegur ketika kita melakukan kesalahan. Tetapi ingat, teguran mereka sering kali merupakan bentuk kasih.
Papa dan Mama adalah salah satu hadiah yang Tuhan berikan dalam hidup kita. Karena itu, jangan hanya mengingat orang tua ketika kita membutuhkan sesuatu. Mari belajar berkata: “Terima kasih, Mama,” dan “Terima kasih, Papa.” (T)
Yuk mari kita berdoa bersama papa dan mama:
“Tuhan Yesus, terima kasih untuk Papa dan Mama. Terima kasih karena Engkau memakai mereka untuk menjaga dan mengasihiku. Tolong aku menjadi anak yang bersyukur, menghormati, dan menaati orang tuaku. Amin.”
Bacaan Alkitab Setahun : Yeremia 2
sabtu
sabtu
TAAT MEMBAWA BERKAT [RAKA HAPPY]
Bacaan: Efesus 6:1-3
Siapa yang pernah mendengar Mama berkata, “Rapikan mainanmu,” “Kerjakan tugasmu,” “Jangan bermain terlalu lama,” atau “Segera mandi”? Kadang-kadang di dalam hati kita ingin sekali menjawab, “Nanti saja!” Namun, Tuhan mengajarkan kita untuk senantiasa menaati orang tua. Ketaatan itu bukan hanya dilakukan ketika kita sedang diawasi, melainkan berarti melakukan apa yang benar meskipun tidak ada orang lain yang melihat.
Ketika kita menaati orang tua, sebenarnya kita juga sedang belajar untuk menaati Tuhan. Firman Tuhan sendiri mengajarkan bahwa anak-anak harus menaati orang tua di dalam Tuhan. Mengapa demikian? Karena Tuhan memberikan orang tua untuk mengasihi, membimbing, dan menjaga kehidupan kita setiap hari.
Memang, ketaatan mungkin tidak selalu terasa mudah atau menyenangkan bagi kita. Tetapi ketaatan akan membawa kita kepada kehidupan yang baik dan menjadikan kita berkat bagi keluarga. Mari belajar berkata: aku mau taat bukan karena takut dimarahi, tetapi karena aku mengasihi Tuhan dan orang tuaku. (T)
Yuk mari kita berdoa bersama papa dan mama:
“Tuhan Yesus, terima kasih untuk Mama dan Papa yang Engkau berikan kepadaku. Ajarku untuk menghormati dan menaati mereka. Biarlah ketaatanku menjadi berkat bagi keluargaku. Amin.
Bacaan Alkitab Setahun : Yeremia 1
jumat
jumat
HATI YANG MAU DINASEHATI [RAKA HAPPY]
Bacaan: Amsal 12:1-2
Sahabat, bagaimana perasaan Sahabat kalau Mama, Papa, atau guru menegurmu? Mungkin ada yang langsung berkata, “Aku kan tidak salah!” atau malah cemberut dan marah. Ketika seseorang menegur kita, memang terkadang rasanya tidak enak. Tetapi tidak semua teguran adalah tanda bahwa orang tersebut membenci kita.
Justru Mama, Papa, dan guru menegur kita karena mereka mengasihi dan ingin kita menjadi lebih baik. Bayangkan seorang anak sedang berjalan menuju jalan yang ramai, lalu tiba-tiba Mama berteriak, “Jangan ke sana!” Apakah Mama sedang marah karena membenci anak itu? Tidak! Mama memperingatkannya karena ingin melindunginya.
Begitu juga ketika kita dinasihati. Kita harus belajar mendengarkan terlebih dahulu, bukan langsung marah atau membantah. Sebab, anak yang mau menerima nasihat adalah anak yang sedang belajar menjadi lebih baik. (T)
Yuk mari kita berdoa bersama papa dan mama:
“Tuhan Yesus, berikan aku hati yang lembut dan mau dinasihati. Tolong aku agar tidak mudah marah atau membantah ketika Mama, Papa, atau guru menegurku. Amin.”
Bacaan Alkitab Setahun : Yesaya 66
kamis
kamis
BERANI BERKATA “TIDAK “ PADA AJAKAN NAKAL [RAKA HAPPY]
Bacaan: 1 Korintus 15:33-34
Sahabat, pernahkah teman mengajak melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak baik? Misalnya teman berkata:
“Yuk, kita bohong kepada Mama.” “Yuk, kita mengejek teman itu.” “Yuk, kita lihat sesuatu yang tidak boleh dilihat.”
Apa yang harus kita lakukan?
Kita harus berani berkata: “TIDAK!”
Kadang-kadang berkata “tidak” memang sulit. Kita mungkin takut teman tidak mau berteman lagi dengan kita.
Tetapi ingat, teman yang baik tidak akan memaksa kita melakukan sesuatu yang salah.
Firman Tuhan mengingatkan bahwa pergaulan yang buruk dapat merusak kebiasaan yang baik.
Karena itu, kita harus berani memilih teman dan pergaulan yang membawa kita semakin dekat kepada Tuhan. Kita tidak perlu takut kehilangan teman hanya karena memilih melakukan yang benar. Lebih baik kehilangan teman karena mempertahankan kebenaran daripada memiliki banyak teman tetapi akhirnya melakukan dosa. (T)
Yuk mari kita berdoa bersama papa dan mama:
“Tuhan Yesus, berikan aku keberanian untuk berkata tidak kepada ajakan yang buruk. Tolong aku supaya tidak takut ditolak oleh teman ketika aku memilih melakukan yang benar. Berikan aku teman-teman yang baik. Amin.”
Bacaan Alkitab Setahun : Yesaya 65
rabu
rabu
RENDAH HATI ITU HEBAT [RAKA HAPPY]
Bacaan: Amsal 16:18-19
Sahabat, pernahkah Sahabat merasa paling pintar di kelas? Atau pernah merasa paling hebat ketika berhasil melakukan sesuatu? Tidak salah menjadi pintar atau memiliki kemampuan yang hebat. Tetapi hati-hati, karena kita bisa menjadi sombong.
Alkitab mengingatkan bahwa kesombongan dapat membawa kita kepada kejatuhan.
Bayangkan sebuah balon yang terus ditiup. Semakin besar balonnya, semakin besar juga kemungkinan balon itu pecah.
Begitu juga dengan hati kita. Kalau kita terus berpikir, “Aku paling hebat! Aku paling pintar! Aku tidak membutuhkan siapa pun!” hati kita bisa menjadi sombong.
Tuhan Yesus ingin kita belajar rendah hati.
Rendah hati bukan berarti merasa diri kita tidak berharga. Rendah hati berarti kita menyadari bahwa semua kemampuan yang kita miliki adalah pemberian Tuhan.
Anak yang hebat bukan anak yang suka menyombongkan diri, tetapi anak yang mau menggunakan kehebatannya untuk menolong orang lain. (T)
Yuk mari kita berdoa bersama papa dan mama:
“Tuhan Yesus, ampuni aku kalau terkadang aku sombong. Ajarku untuk rendah hati dan selalu mengingat bahwa semua yang aku miliki berasal dari-Mu. Pakailah aku untuk menolong orang lain. Amin.”
Bacaan Alkitab Setahun : Yesaya 64
selasa
selasa
Categories
Latest Posts