RENUNGAN SIANG KELUARGA ALLAH

11 April 2026 Tim Penulis Renungan
MENGAMPUNI MEMBEBASKAN HATI KITA SENDIRI MENGAMPUNI bukan membenarkan kesalahan orang lain, tetapi MEMBEBASKAN HATIMU SENDIRI. Efesus 4:32 Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu. Ada seorang laki-laki yang menyimpan luka mendalam terhadap salah satu anggota keluarganya. Karena konflik yang terjadi, rumah warisan keluarga terpaksa dijual. Rasa sakit hati itu lama tersimpan dan berubah menjadi kepahitan. Namun suatu hari ia memutuskan untuk melepaskan pengampunan. Ia memilih berdamai dengan masa lalu dan mengampuni keluarganya. Sejak saat itu, hatinya terasa jauh lebih ringan. Ia tidak lagi terikat oleh dendam. Dalam perjalanan hidupnya kemudian, Tuhan memberkatinya sehingga ia mampu memiliki rumah kembali. Firman Tuhan mengingatkan kita untuk saling mengampuni. Pengampunan memutus rantai kepahitan dan menghentikan benih-benih negatif dalam hati kita. Sebaliknya, pengampunan menjadi awal dari taburan kebaikan dalam hidup. Tuhan berkenan kepada orang yang mau mengampuni, karena Dia sendiri adalah Allah yang penuh pengampunan. Ketika kita mengampuni, beban di hati kita pun dilepaskan, dan damai Tuhan mulai memenuhi hidup kita. Karena itu, mari belajar mengampuni orang yang pernah melukai kita. Jika Tuhan Yesus mampu mengampuni bahkan di kayu salib, maka kita pun dimampukan untuk melakukan hal yang sama. Lepaskanlah pengampunan hari ini, supaya hati kita dibebaskan dan hidup kita dipenuhi damai dari Tuhan.(ABU) Selamat beraktifitas siang dalam anugerah dan penyertaan Tuhan Keluarga Allah Global Cell Church | https://mygka.org Callcenter Keluarga Allah | 0899-7895-000

Baca Artikel  

RENUNGAN SIANG KELUARGA ALLAH

10 April 2026 Tim Penulis Renungan
KASIH YESUS SAMPAI KESUDAHAN YESUS MENGASIHI SAMPAI KESUDAHANNYA, bahkan ketika manusia gagal mengasihi-Nya. Yohanes 13:1 Sementara itu sebelum hari raya Paskah mulai, Yesus telah tahu, bahwa saat-Nya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa. Sama seperti Ia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai kepada kesudahannya. Menjelang saat-saat terakhir sebelum penyaliban, Yesus sudah tahu apa yang akan terjadi. Ia tahu akan dikhianati, ditinggalkan, bahkan disangkal oleh orang-orang yang paling dekat dengan-Nya. Namun Alkitab mencatat sesuatu yang indah. Ia tetap mengasihi murid-murid-Nya sampai kepada kesudahannya. Kasih-Nya tidak berubah meskipun manusia gagal membalasnya. Sering kali kita juga gagal mengasihi Tuhan dengan setia. Ada waktu kita menjauh, ragu, atau lebih memilih jalan kita sendiri. Namun kasih Yesus tidak berhenti di tengah jalan. Ia tetap mencari, tetap memanggil, dan tetap membuka tangan-Nya bagi kita. Yesus mengasihi bukan karena kita layak, tetapi karena kasih adalah sifat-Nya. Jika hari ini hatimu merasa jauh atau gagal, ingatlah ini. Kasih-Nya belum berakhir. Datanglah kembali kepada-Nya, karena kasih yang sampai kesudahannya juga sanggup memulihkan hidupmu. Selamat beraktifitas siang dalam anugerah dan penyertaan Tuhan Keluarga Allah Global Cell Church | https://mygka.org Callcenter Keluarga Allah | 0899-7895-000

Baca Artikel  

RENUNGAN SIANG KELUARGA ALLAH

09 April 2026 Tim Penulis Renungan
HATI YANG MENCARI KEHENDAK TUHAN Kasih kepada Tuhan mengubah keinginan kita dari mencari dunia menjadi MENCARI TUHAN Matius 6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Dunia mengajarkan kita untuk mengejar apa yang bisa kita miliki untuk merasa aman. Namun, ayat ini mengundang kita ke dalam transformasi hati yang lebih dalam: mengubah orientasi hidup dari mencari "dunia" menjadi mencari "Sang Pencipta Dunia". Ketika kita mulai mengasihi Tuhan dengan sungguh, fokus kita bergeser. Kita tidak lagi bertanya, "Tuhan, kapan Engkau memberkatiku?" melainkan, "Tuhan, siapakah Engkau dan apa yang menjadi kehendak-Mu?" Kasih kepada Tuhan memurnikan keinginan kita; hal-hal yang dulu terasa sangat penting (materi, status) mulai memudar di bawah cahaya kemuliaan-Nya. Mencari Kerajaan Allah berarti mengakui bahwa Dia adalah Raja atas setiap inci kehidupan kita, termasuk keinginan-keinginan kita. Saat kita memprioritaskan Tuhan, kita sebenarnya sedang berkata, "Tuhan, aku percaya bahwa Engkau lebih tahu apa yang aku butuhkan daripada aku sendiri." Mari ijinkan Tuhan memurnikan hati kita sehingga kita tidak hanya terpaku pada yang sementara, melainkan rindu pada apa yang kekal. (DNY) Selamat beraktifitas siang dalam anugerah dan penyertaan Tuhan Keluarga Allah Global Cell Church | https://mygka.org Callcenter Keluarga Allah | 0899-7895-000

Baca Artikel  

RENUNGAN SIANG KELUARGA ALLAH

08 April 2026 Tim Penulis Renungan
MENCARI TUHAN KARNA KEBUTUHAN Ketika kasih kepada Tuhan hidup, maka MENCARI TUHAN sudah menjadi kebutuhan, bukan kewajiban. Mazmur 42:2 Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah. Di hutan yang kering pada musim kemarau, seekor rusa berlari mencari sumber air. Tanah retak, rumput kering, dan udara panas membuat tubuhnya lemah. Namun ketika ia mencium aroma air dari sungai yang mengalir, rusa itu berlari dengan sekuat tenaga menuju sumber air tersebut. Bagi rusa itu, air bukan sekadar keinginan, tetapi kebutuhan yang menentukan hidupnya. Tanpa air, ia tidak akan bertahan lama. Mazmur 42:2 menggambarkan kerinduan yang sangat dalam kepada Tuhan. Pemazmur memakai gambaran rusa yang haus akan air untuk menunjukkan bahwa jiwa manusia sebenarnya membutuhkan Tuhan lebih dari apa pun. Banyak orang mengejar hal-hal dunia seperti uang, kesuksesan, atau pengakuan, tetapi sering tetap merasa kosong di dalam hati. Itu karena jiwa manusia diciptakan untuk bersekutu dengan Tuhan. Hanya kehadiran Tuhan yang dapat memuaskan kerinduan terdalam dalam hati manusia. Mari kita belajar memiliki kerinduan yang sama seperti pemazmur—merindukan Tuhan lebih dari apa pun. Luangkan waktu untuk berdoa, membaca firman Tuhan, dan mencari hadirat-Nya setiap hari. Jangan biarkan hati kita lebih haus akan hal-hal dunia daripada akan Tuhan. Ketika kita datang kepada-Nya dengan kerinduan yang tulus, Tuhan akan menyegarkan jiwa kita seperti air yang menyegarkan rusa yang kehausan. Selamat beraktifitas siang dalam anugerah dan penyertaan Tuhan Keluarga Allah Global Cell Church | https://mygka.org Callcenter Keluarga Allah | 0899-7895-000

Baca Artikel  

RENUNGAN SIANG KELUARGA ALLAH

07 April 2026 Tim Penulis Renungan
KASIH TUHAN DALAM PROSES Kasih Tuhan datang bukan setelah kita SEMPURNA, tetapi ketika kita masih dalam PROSES. Roma 5:8 Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. Sering kali kita berpikir bahwa Tuhan akan mengasihi kita ketika hidup kita sudah benar dan sempurna. Padahal kenyataannya tidak demikian. Kasih Tuhan justru hadir saat kita masih lemah, masih belajar, dan masih berjuang memperbaiki diri. Tuhan tidak menunggu kita menjadi sempurna terlebih dahulu untuk datang kepada-Nya. Kasih-Nya bekerja di tengah proses hidup kita. Ketika kita jatuh, Tuhan mengangkat. Saat kita gagal, Dia memberi kesempatan untuk bangkit kembali. Dalam setiap langkah pertumbuhan, Tuhan berjalan bersama kita, membentuk karakter, memulihkan hati, dan menuntun kita semakin dekat kepada-Nya. Karena itu, jangan takut datang kepada Tuhan meskipun hidup kita belum sempurna. Datanglah dengan kerendahan hati dan hati yang mau dibentuk. Percayalah bahwa kasih Tuhan sanggup memulihkan, menguatkan, dan menuntun kita sampai menjadi pribadi yang semakin serupa dengan kehendak-Nya.(SZ) Selamat beraktifitas siang dalam anugerah dan penyertaan Tuhan Keluarga Allah Global Cell Church | https://mygka.org Callcenter Keluarga Allah | 0899-7895-000

Baca Artikel  

RENUNGAN SIANG KELUARGA ALLAH

06 April 2026 Tim Penulis Renungan
HATI YANG LAMA Mujizat baru TIDAK DAPAT masuk ke dalam HATI yang LAMA. Matius 9:17 Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itu pun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya." Mujizat baru sering kali tidak datang karena Tuhan menahan berkat-Nya, tetapi karena hati kita masih mempertahankan pola lama. Yesus berkata bahwa anggur yang baru tidak dimasukkan ke dalam kantong kulit yang tua. Anggur yang baru terus bekerja dan berkembang, sedangkan kantong yang tua sudah kaku dan tidak mampu menyesuaikan diri. Tuhan rindu membawa kita ke musim yang baru, cara berpikir yang baru, bahkan pengalaman rohani yang baru. Namun jika hati masih dipenuhi kepahitan, ketakutan, kebiasaan lama, atau cara pandang yang sempit, maka yang baru itu tidak memiliki ruang untuk tinggal. Sering kali yang perlu berubah bukan keadaan kita, tetapi hati kita. Ketika hati diperbarui oleh Tuhan, maka yang baru dari-Nya dapat bekerja dengan penuh kuasa dalam hidup kita. (PF) Selamat beraktifitas siang dalam anugerah dan penyertaan Tuhan Keluarga Allah Global Cell Church | https://mygka.org Callcenter Keluarga Allah | 0899-7895-000 https://youtu.be/jnVRC97rKhU?si=jBsf7i5J7oHdjPGy  

Baca Artikel