RENUNGAN SIANG KELUARGA ALLAH

25 April 2026 Tim Penulis Renungan
MASA LALU BUKAN PENENTU MASA DEPAN MASA LALU TIDAK MENENTUKAN MASA DEPAN kita, tetapi firman Tuhan yang memastikannya. Yesaya 43:18-19 firman-Nya: ”Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala! Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Banyak orang merasa tidak layak karena masa lalunya. Kegagalan, dosa, penolakan, atau luka sering membuat seseorang berpikir bahwa hidupnya tidak akan berubah. Seperti kertas yang sudah diremas, kita merasa tidak berharga lagi. Namun di tangan Tuhan, sesuatu yang rusak pun bisa dipulihkan dan dipakai kembali. Firman Tuhan menunjukkan bahwa masa lalu bukan penentu akhir hidup kita. Petrus pernah menyangkal Yesus, tetapi Tuhan memakainya menjadi pemimpin besar. Paulus pernah menganiaya jemaat, tetapi Tuhan mengubahnya menjadi pemberita Injil. Tuhan tidak melihat siapa kita dahulu, melainkan siapa kita di dalam rencana-Nya. Karena itu, jangan terus hidup dalam bayang-bayang masa lalu. Percayalah pada firman Tuhan yang memberi harapan dan masa depan. Bangkitlah, tinggalkan rasa bersalah, dan berjalanlah bersama Tuhan, karena masa depanmu tidak ditentukan oleh kegagalanmu, tetapi oleh janji-Nya. Selamat beraktifitas siang dalam anugerah dan penyertaan Tuhan Keluarga Allah Global Cell Church | https://mygka.org Callcenter Keluarga Allah | 0899-7895-000

Baca Artikel  

RENUNGAN SIANG KELUARGA ALLAH

24 April 2026 Tim Penulis Renungan
KERAGUAN KECIL BISA MENGHANCURKAN KERAGUAN KECIL yang dibiarkan bisa MENGHANCURKAN IMAN YANG BESAR. Yakobus 1:6-7 Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin. 7Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan. Keraguan sering dimulai dari hal kecil. Seperti retakan kecil pada bendungan, jika dibiarkan, lama-kelamaan bisa merobohkan semuanya. Awalnya hanya pertanyaan sederhana: “Benarkah Tuhan peduli?” atau “Apakah Tuhan sanggup menolong?” Namun, ketika keraguan itu terus dipelihara, hati mulai menjauh dan iman perlahan melemah. Petrus pernah berjalan di atas air karena percaya kepada Yesus. Tetapi ketika ia mulai melihat angin dan ombak, keraguan masuk ke dalam hatinya. Saat itulah ia mulai tenggelam. Bukan karena Yesus tidak sanggup menolong, tetapi karena pandangannya beralih dari Tuhan kepada ketakutan. Karena itu, jangan biarkan keraguan tinggal terlalu lama dalam hati. Datanglah kepada Tuhan, pegang firman-Nya, dan tetap percaya meski keadaan belum berubah. Semakin kita fokus kepada Tuhan, semakin kuat iman kita menghadapi badai kehidupan. Selamat beraktifitas siang dalam anugerah dan penyertaan Tuhan Keluarga Allah Global Cell Church | https://mygka.org Callcenter Keluarga Allah | 0899-7895-000

Baca Artikel  

RENUNGAN SIANG KELUARGA ALLAH

23 April 2026 Tim Penulis Renungan
SAAT BERANI MELANGKAH Saat kita BERANI MELANGKAH, Tuhan sanggup membuat yang TIDAK ADA MENJADI ADA. Roma 4:17 seperti ada tertulis: ”Engkau telah Kutetapkan menjadi bapa banyak bangsa” – di hadapan Allah yang kepada-Nya ia percaya, yaitu Allah yang menghidupkan orang mati dan yang menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada. Seorang kepala unit suatu organisasi terkena mutasi ke unit organisasi lain yang jauh dari lokasi rumahnya. Ia tetap berdoa kepada Tuhan dan ia percaya bahwa suatu saat ia akan kembali ke lokasi pekerjaan semula sesuai dengan kemampun yang dimilikinya. Lebih kurang sekitar dua tahun setelah ia dimutasi ia dikembalikan ke posisi semula tanpa ia harus berusaha mencari pertolongan kepada siapapun hanya mengandalkan melangkah bersama Tuhan. Iman berarti hanya menaruh kepercayaan pada apa yang Tuhan katakan. Iman membuat kita berani melangkah bahkan sebelum melihat apapun. Iman besar tidak menunggu bukti. Iman menciptakan bukti lewat langkah pertama.Tuhan mampu membuat yang tidak ada menjadi ada selama kita berani melangkah. Mari kita miki iman yang berani melangkah bersama Tuhan sebab Tuhan mampu membuat yang tidak ada menjadi ada. (ABU) Selamat beraktifitas siang dalam anugerah dan penyertaan Tuhan Keluarga Allah Global Cell Church | https://mygka.org Callcenter Keluarga Allah | 0899-7895-000

Baca Artikel  

RENUNGAN SIANG KELUARGA ALLAH

22 April 2026 Tim Penulis Renungan
TIDAK MENUNGGU TAPI BERANI MELANGKAH Iman pemindah gunung TIDAK MENUNGGU keadaan sempurna, tetapi BERANI MELANGKAH dan TUHAN MENYEMPURNAKAN. Pengkhotbah 11:4 Siapa senantiasa memperhatikan angin tidak akan menabur; dan siapa senantiasa melihat awan tidak akan menuai. Banyak orang menunggu waktu yang “tepat” untuk melangkah. Menunggu keadaan tenang, hati siap, semua terlihat pasti. Sesungguhnya iman tidak bertumbuh di zona nyaman. Iman lahir saat kita berani melangkah, bahkan ketika belum semuanya jelas. Sering kali kita ingin semuanya sempurna dulu baru taat. Padahal Tuhan justru bekerja saat kita mengambil langkah iman. Kita melangkah dengan apa yang ada, dan Tuhan yang menyempurnakan di sepanjang perjalanan. Ketaatan kecil membuka jalan bagi perkara besar yang Tuhan sediakan. Hal yang sama berlaku dalam panggilan menyelamatkan jiwa. Jangan tunggu siap, jangan tunggu tahu semua jawaban. Mulailah dari satu langkah sederhana, satu orang yang bisa kita jangkau. “Iman sejati tidak menunggu sempurna, tetapi berani melangkah.” Saat kita bergerak, Tuhan akan bekerja melalui hidup kita. Selamat beraktifitas siang dalam anugerah dan penyertaan Tuhan Keluarga Allah Global Cell Church | https://mygka.org Callcenter Keluarga Allah | 0899-7895-000

Baca Artikel  

RENUNGAN SIANG KELUARGA ALLAH

21 April 2026 Tim Penulis Renungan
KETAATAN MELANGKAH MENGHASILKAN BUKTI IMAN Iman pemindah gunung TIDAK MENUNGGU BUKTI, tetapi berani MELANGKAH dan BUKTI MENGIKUTI Yakobus 2:17 Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati. Seringkali, sebagai manusia yang rasional, kita cenderung bernegosiasi dengan Tuhan. Kita berkata, "Tuhan, tunjukkan dulu jalan keluar dari masalah ini, berikan aku bukti bahwa ini akan berhasil, baru aku akan percaya dan melangkah." Kita menginginkan jaminan, peta yang sudah tergambar utuh, dan jaring pengaman sebelum kita berani mengambil risiko. Wajar jika kita merasa cemas saat menghadapi ketidakpastian. Namun, Yakobus 2:17, dengan tegas mengajarkan bahwa iman yang tidak terwujud dalam bentuk tindakan (perbuatan), maka iman itu pada dasarnya tidak bernyawa alias mati. Iman besar tidak menunggu bukti, iman menciptakan bukti lewat langkah pertama. Melangkahlah, dan Tuhan yang menyelesaikan buktinya. Iman yang melahirkan New Wonders adalah iman yang berkata “Kalau Tuhan yang bilang saya percaya dan lakukan. Titik!”. (DNY) Selamat beraktifitas siang dalam anugerah dan penyertaan Tuhan Keluarga Allah Global Cell Church | https://mygka.org Callcenter Keluarga Allah | 0899-7895-000

Baca Artikel  

RENUNGAN SIANG KELUARGA ALLAH

20 April 2026 Tim Penulis Renungan
BUKAN YANG MASUK AKAL IMAN LAHIR bukan dari apa yang masuk akal manusia, tetapi dari APA YANG TUHAN KATAKAN. 2 Korintus 5:7 sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat Iman tidak lahir dari logika manusia, tetapi dari suara Tuhan yang kita percaya. Apa yang terlihat sering kali membatasi, membuat kita ragu, bahkan mundur. Namun firman Tuhan mengajak kita melangkah melampaui apa yang mata lihat dan pikiran pahami. Sebab iman bukan tentang kepastian menurut manusia, melainkan keyakinan pada janji-Nya. Ketika keadaan tidak masuk akal, di situlah iman diuji. Kita belajar mempercayai bahwa apa yang Tuhan katakan tetap benar, meski situasi berkata sebaliknya. Iman membuat kita tetap berdiri, bahkan saat alasan untuk menyerah begitu banyak. Karena hidup kita bukan ditentukan oleh apa yang terlihat, tetapi oleh siapa yang kita percayai. (PF) Selamat beraktifitas siang dalam anugerah dan penyertaan Tuhan Keluarga Allah Global Cell Church | https://mygka.org Callcenter Keluarga Allah | 0899-7895-000

Baca Artikel