YANG DIBUTUHKAN UNTUK MEMBANGUN KERAJAAN ALLAH
RHEMA HARI INI
Galatia 6:9 Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.
Kalau kita membicarakan mengenai kesetiaan, Nuh adalah teladan nyata dari kesetiaan yang tidak masuk akal menurut standar dunia. Bukan hanya puluhan tahun, para penafsir Alkitab memperkirakan Nuh membangun bahtera selama sekitar 100 s/d 120 tahun. Bukan hanya itu, Tuhan juga memerintahkan Nuh untuk membangun bahtera di tengah daratan kering. Hal itu mengundang cemoohan dari banyak orang yang melihat apa yang ia lakukan. Tak terbayangkan rasa malu yang harus ditanggung Nuh. Ia pun harus melawan rasa jemu. Jemu secara fisik karena harus menebang pohon, menyerut kayu, dan menyusun konstruksi setiap hari, dan jemu secara mental serta sosial. Namun ia terus menabur ketaatan setiap kali ia memotong kayu dan memakukan palu. Di akhir kisah, kita tahu bahwa Nuh mendapatkan tuaiannya, yaitu keselamatan seluruh keluarganya dan kelangsungan hidup semua jenis makhluk hidup.
Kisah Nuh menyingkapkan prinsip Kerajaan Allah yang sering kali diabaikan. Tuhan tidak membangun Kerajaan-Nya di atas pengalaman rohani masa lalu—“pernah” taat, “pernah” melayani, atau “pernah” berkorban. Pengalaman masa lalu yang spektakuler tidak lebih penting daripada kondisi hati saat ini. Yang Tuhan cari adalah orang-orang yang tetap setia berjalan bersama Tuhan setiap hari, bahkan ketika perasaan mulai jemu. Kesetiaan berbicara mengenai ritme dan daya tahan seseorang. Itu adalah keputusan untuk terus melakukan kehendak Tuhan, baik saat perasaan sedang bersemangat maupun saat sedang jemu, lelah, bosan.
Oleh karena itu, firman Tuhan dalam Galatia 6:9 mengingatkan kita untuk tidak menjadi lemah. Sebagaimana siklus tabur tuai yang tak pernah berhenti, setiap hal yang ditabur dengan setia tidak pernah sia-sia. Mungkin tuaian itu belum tampak sekarang, tetapi Tuhan setia memperhitungkan setiap ketaatan yang dilakukan dengan hati teguh. Pada waktu-Nya, tuaian itu pasti datang dan keajaiban finansial terjadi. (BS)
RENUNGAN
KERAJAAN ALLAH bekerja bukan dengan “PERNAH”, tetapi dengan KESETIAAN.
APLIKASI
1. Apakah Anda pernah melakukan ketaatan yang melampaui logika manusia? Bagikan pengalaman tersebut!
2. Apa yang biasanya membuat Anda jemu dalam proses kesetiaan, dan bagaimana Anda mengatasinya?
3. Bagaimana Anda bisa terus setia menabur untuk hal Kerajaan Allah?
DOA UNTUK HARI INI
“Terima kasih Tuhan untuk firman-Mu hari ini. Ampuni kami apabila kami sering jemu dan tidak setia dalam melakukan kehendak-Mu. Kami membutuhkan pertolongan-Mu. Mampukan kami oleh kuasa Roh Kudus untuk tetap setia, taat, dan teguh sampai akhir, melakukan apa yang berkenan di hadapan-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin”
BACAAN ALKITAB SETAHUN
Mazmur 43-45; Kisah para rasul 27:27-44
RENUNGAN SIANG KELUARGA ALLAH
SIKLUS BERKAT
MOMEN BERKAT dapat HABIS, tetapi SIKLUS BERKAT menjaga kehidupan anak Tuhan terus BERTUMBUH.
Pengkhotbah 3:1
Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya.
Hari ini kita diingatkan bahwa hidup berjalan dalam musim-musim yang Tuhan tetapkan. Ada musim menerima, ada musim menanti. Momen berkat memang bisa habis, uang bisa berkurang, peluang bisa lewat, suasana bisa berubah. Jika hidup kita hanya bergantung pada satu momen, kita akan mudah takut ketika musim itu berlalu.
Namun anak Tuhan tidak hidup dari satu momen, melainkan dari siklus berkat. Seperti musim yang terus berputar, Tuhan bekerja dalam pola yang berkesinambungan. Ada waktu menabur, ada waktu menuai. Ada waktu diproses, ada waktu dipromosikan. Ketika satu pintu tertutup, Tuhan sedang menyiapkan musim berikutnya.
Karena itu kita tidak perlu panik saat sebuah momen selesai. Selama kita tetap setia dalam setiap musim, siklus berkat Tuhan akan menjaga hidup kita terus bertumbuh dan tidak pernah berhenti. (PF)
Selamat beraktifitas siang dalam anugerah dan penyertaan Tuhan
Keluarga Allah Global Cell Church |mygka.org
Callcenter Keluarga Allah | 0899-7895-000
MEMBANGUN SIKLUS BERKAT BERSAMA TUHAN
RHEMA HARI INI
Kejadian 8:22 Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam."
Sadar atau tidak, kita sering kali melihat berkat Tuhan hanya dalam momen-momen tertentu. Saat doa dijawab, saat kebutuhan dicukupkan, atau ketika jalan keluar tiba tepat waktu. Itulah yang dialami Ibu Herlin. Semua itu pun kerap membuatnya bersusah hati ketika ia tak merasa diberkati. Namun dalam perjalanan imannya, Tuhan mengajar Ibu Herlin bahwa berkat-Nya tidak berhenti pada satu titik. Ada masa menabur dengan air mata, ada masa menunggu dalam kesabaran, dan ada masa menuai dengan sukacita. Saat Ia tetap setia melakukan bagiannya bekerja jujur, melayani dengan tulus, dan taat meski hasil belum terlihat Ia mulai menyadari bahwa Tuhan sedang membangun sesuatu yang lebih besar daripada sekadar satu keberhasilan. Ia sedang membentuk siklus hidup yang diberkati.
Siklus ini pun ditegaskan Tuhan kepada Nuh setelah peristiwa banjir besar dan air bah telah surut. Dia berjanji bahwa selama bumi masih ada, siklus menabur dan menuai tidak akan berhenti. Ini bukan hanya tentang alam, tetapi juga tentang prinsip rohani. Tuhan adalah Allah yang konsisten. Ketika kita menabur ketaatan, iman, dan kasih, Tuhan menjamin akan ada masa menuai pada waktunya. Ya, berkat Tuhan bekerja dalam irama ilahi ada dingin dan panas, kemarau kemudian hujan tetapi semuanya saling melengkapi untuk menghasilkan kehidupan yang berkelanjutan.
Janji Tuhan ini menguatkan kita bahwa Tuhan tidak hanya memberi momen berkat, tetapi membangun siklus berkat yang terus berulang. Tugas kita bukan memaksa hasil, melainkan setia dalam proses. Saat kita hidup setia dalam menabur dan hidup dalam kehendak-Nya, siklus berkat akan terus berjalan tanpa henti di hidup kita. Hari demi hari, musim demi musim, berkat Tuhan akan mengalir, bukan terputus, melainkan semakin matang dan berdampak bagi banyak orang. (AM)
RENUNGAN
Tuhan tidak hanya memberi MOMEN BERKAT, tetapi membangun SIKLUS BERKAT yang berulang dan tidak terputus.
APLIKASI
1. Dalam aspek hidup apa Anda sedang berada pada musim menabur, dan apakah Anda tetap setia meskipun hasilnya belum terlihat?
2. Sikap atau kebiasaan apa yang perlu Anda pelihara agar siklus berkat Tuhan terus berlanjut dalam hidup Anda (ketaatan, kesabaran, disiplin rohani, atau kasih)?
3. Bagaimana Anda dapat menjadi saluran berkat bagi orang lain, sehingga berkat Tuhan tidak berhenti pada Anda, tetapi terus mengalir?
DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan yang setia, terima kasih karena Engkau bukan hanya memberi berkat sesaat, tetapi membangun siklus berkat yang berkelanjutan dalam hidup kami. Ajari kami setia menabur kebenaran, iman, dan kasih di setiap musim kehidupan. Beri kami hati yang sabar saat menunggu dan hati yang rendah saat menuai, agar hidup kami selalu memuliakan nama-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”
BACAAN ALKITAB SETAHUN
Mazmur 40-42; Kisah para rasul 27:1-26
ARTI PERSEMBAHAN KHUSUS
RHEMA HARI INI
Keluaran 35:5 Ambillah bagi TUHAN persembahan khusus dari barang kepunyaanmu; setiap orang yang terdorong hatinya harus membawanya sebagai persembahan khusus kepada TUHAN
Pernah ada momen ketika seseorang memberi bukan karena diminta, tetapi karena hatinya tak tenang sebelum melakukannya. Tidak ada dorongan dari luar, tidak ada tekanan, hanya bisikan lembut di dalam hati yang berkata, “Lakukan ini bagi Tuhan.” Pada saat seperti itulah, memberi berubah dari kewajiban menjadi respons kasih. Apa yang lahir dari dorongan hati selalu memiliki bobot rohani yang berbeda, karena ia lahir dari relasi, bukan dari tekanan, aturan, ataupun rutinitas rohani.
Persembahan khusus bekerja dengan prinsip yang sama. Dalam Keluaran 35:5, Tuhan tidak memerintahkan dengan paksaan, tetapi menyiratkan bahwa persembahan khusus bersifat sukarela dan pribadi. Tuhan mengundang setiap orang yang hatinya tergerak untuk membawa persembahan kepada-Nya. Ini menunjukkan bahwa Tuhan menghargai dorongan batin yang lahir dari kasih dan iman, bukan dari paksaan. Persembahan khusus akan selaras dengan kehendak Tuhan ketika dilakukan dengan hati yang rela dan taat.
Hari ini Tuhan mengajak kita melangkah lebih dalam ke dimensi pemberian yang menyentuh hati-Nya. Persembahan khusus adalah benih istimewa yang Tuhan pakai untuk memperluas kapasitas iman dan membuka jalan bagi terobosan ilahi. Ketika kita taat pada tuntunan-Nya, pemberian kita menjadi altar yang hidup di hadapan Tuhan. Di sanalah keajaiban finansial mulai bekerja, karena Tuhan melihat hati yang rindu untuk memberi yang terbaik bagi-Nya. Mari merespons panggilan ini dengan iman dan percaya bahwa benih yang bernilai akan menghasilkan keajaiban pada waktu Tuhan yang sempurna. (LEW)
RENUNGAN
PERSEMBAHAN KHUSUS lahir dari TUNTUNAN TUHAN, bukan kewajiban.
APLIKASI
1. Dengan sikap hati bagaimanakah Anda selama ini memberi kepada Tuhan? Sebagai kewajiban, atau karena tuntunan dan dorongan dari hati yang taat?
2. Jika Tuhan menggerakkan Anda untuk memberi persembahan khusus, apa hal yang paling menantang iman Anda saat ini?
3. Langkah ketaatan apa yang Anda ambil agar persembahan Anda menjadi benih yang berarti dan berkenan kepada Tuhan?
DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, kami mengucap syukur untuk berkat-berkat yang Kau berikan. Hari ini, kami mau taat, memberikan persembahan yang terbaik untuk Engkau. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”
BACAAN ALKITAB SETAHUN
Mazmur 35-36; Kisah Para Rasul 25
BENIH SPESIAL
RHEMA HARI INI
2 Korintus 9:8 Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan.
Seorang petani yang berpengalaman tahu bahwa tidak semua benih memiliki perlakuan yang sama. Ada benih yang ditanam seadanya, tetapi ada pula benih pilihan yang ditanam dengan penuh perhatian karena diyakini menyimpan potensi besar. Benih yang tampak kecil itu ditanam dengan harapan, meski hasilnya belum terlihat. Demikian pula dengan pemberian yang dilakukan dengan iman. Pemberian itu mungkin sederhana di mata manusia, tetapi bernilai besar di hadapan Tuhan.
Ya, tidak semua pemberian memiliki makna yang sama. Ada pemberian yang dilakukan sebagai rutinitas, tetapi ada pula pemberian yang lahir dari iman dan ketaatan. Alkitab menegaskan bahwa nilai pemberian tidak ditentukan oleh jumlahnya, melainkan oleh sikap hati di baliknya. Dengan demikian, pemberian yang berarti adalah benih istimewa yang ditabur bukan karena kelimpahan, melainkan karena percaya bahwa Tuhan sanggup bekerja melampaui apa yang terlihat mata. Setiap benih yang ditanam dengan iman pun memiliki prosesnya sendiri. Benih itu harus masuk ke dalam tanah, tersembunyi, dan menunggu waktu yang tepat. Proses itu sering kali sunyi dan tidak terlihat, tetapi justru di sanalah kehidupan baru mulai bertumbuh.
Satu hal perlu kita tanamkan dalam hati, bahwa memberi persembahan bukanlah sekadar tindakan materi, melainkan respons iman. Saat kita memberi dengan hati yang benar, kita sedang menabur ketaatan, pengharapan, dan kepercayaan kepada Tuhan. Tuhan tidak terikat oleh perhitungan manusia. Dia sanggup mengubah benih kecil menjadi karya yang besar. Keajaiban yang Tuhan hadirkan mungkin tidak selalu berbentuk materi, tetapi dapat berupa damai sejahtera, pemulihan, arah hidup yang baru, dan iman yang dikuatkan. Setiap pemberian yang berarti tidak pernah sia-sia di hadapan Tuhan, sebab Dia setia memperhatikan setiap benih yang ditabur dengan iman. Pada waktu yang ditentukan-Nya, benih itu pun akan bertumbuh dan menghasilkan keajaiban finansial di hidup kita. (MC)
RENUNGAN
PEMBERIAN YANG BERARTI adalah BENIH SPESIAL yang mendatangkan KEAJAIBAN BARU.
APLIKASI
1. Apakah pemberian Anda selama ini lahir dari iman atau sekadar kebiasaan? Mengapa Anda merasa seperti itu?
2. Mengapa Anda perlu percaya Tuhan sanggup mendatangkan keajaiban baru dari benih yang Anda tanam?
3. Benih apa yang Tuhan minta Anda taburkan hari ini, meski tampak kecil?
DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, ajari kami untuk memberi dengan iman dan hati yang tulus. Terimalah setiap benih yang kami taburkan, dan nyatakan kehendak-Mu melalui keajaiban yang Engkau sediakan. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”
BACAAN ALKITAB SETAHUN
Mazmur 37-39; Kisah Para Rasul 26
PERSEMBAHAN GRATIS DI MATA TUHAN
RHEMA HARI INI
Maleakhi 1:8 Apabila kamu membawa seekor binatang buta untuk dipersembahkan, tidakkah itu jahat? Apabila kamu membawa binatang yang timpang dan sakit, tidakkah itu jahat? Cobalah menyampaikannya kepada bupatimu, apakah ia berkenan kepadamu, apalagi menyambut engkau dengan baik? firman Tuhan semesta alam.
Di pedalaman Kalimantan Barat, jauh sebelum fasilitas kesehatan tersedia dengan layak, pelayanan medis dimulai dari pengorbanan yang sunyi. Pada tahun 1956, seorang misionaris Amerika, Pdt. John G. Bremen, membuka sebuah klinik kecil di Sungai Betung sebagai wujud kasih Kristus. Pelayanan ini kemudian dilanjutkan dan dikembangkan oleh keluarga dr. Wendell G. Geary dan bertumbuh menjadi RSU Bethesda Serukam. Rumah sakit ini tidak lahir dari investasi besar atau sokongan dana pemerintah, melainkan dari pengorbanan hidup para misionaris dan orang-orang lokal yang percaya. Mereka memberikan yang terbaik—tenaga, waktu, dan masa-masa produktif hidup mereka—untuk melayani orang sakit di wilayah terpencil, tanpa pamrih dan tanpa memandang latar belakang. RSU Bethesda Serukam berdiri karena ada orang-orang yang rela menyerahkan apa yang mahal dan berharga bagi mereka.
Prinsip yang sama ditegaskan Tuhan dalam Maleakhi 1:8. Dia menolak persembahan yang rusak, timpang, dan asal-asalan. Bukan karena Dia membutuhkan milik manusia, tetapi karena kualitas persembahan mencerminkan sikap hati. Raja Daud memahami hal ini dengan sangat jelas. Ketika Arauna menawarkan tempat dan korban secara cuma-cuma, Daud menolak, sebab ia tidak mau mempersembahkan kepada Tuhan sesuatu yang gratis atau tidak berharga. Persembahan sejati selalu melibatkan pengorbanan, dan ketika Daud membayar harga, Tuhan berkenan dan pemulihan terjadi.
Bagi sebagian orang, memberi yang terbaik berarti uang. Bagi yang lain, waktu, tenaga, keahlian, atau kenyamanan hidup. Namun prinsipnya tetap sama: apa yang gratis bagi manusia sering kali tidak bernilai di mata Tuhan, tetapi apa yang diberikan dengan iman dan kasih memiliki bobot kekal. Tuhan tidak mencari besar kecilnya persembahan, melainkan hati yang menghormati-Nya. Percayalah, saat kita datang kepada Tuhan bukan dengan sisa-sisa hidup kita, melainkan dengan yang terbaik yang kita miliki, Tuhan pun tidak akan menutup mata. Dia akan membukaan tingkap-tingkap sorga dan mencurahkan keajaiban finansial di hidup kita. (KK)
RENUNGAN
PERSEMBAHAN yang GRATIS bagi manusia, sudah tentu TIDAK BERHARGA DI MATA TUHAN.
APLIKASI
1. Apa bentuk “persembahan gratis” yang selama ini tanpa sadar Anda berikan kepada Tuhan?
2. Bagian hidup apa yang hari ini Tuhan minta Anda serahkan dengan iman dan kasih?
3. Langkah nyata apa yang bisa Anda lakukan minggu ini untuk memberi yang terbaik bagi Tuhan?
DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, terima kasih untuk firman-Mu hari ini.
Ampuni kami bila sering datang kepada-Mu dengan yang tersisa dan yang mudah. Ajari kami memberi bukan yang gratis,tetapi yang terbaik, yang lahir dari iman dan kasih. Terimalah hidup kami sebagai persembahan yang berkenan kepada-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa.
Amin.”
BACAAN ALKITAB SETAHUN
Mazmur 33-34; Kisah Para Rasul 24
Categories
Latest Posts