DEFINISI RUMAH ANUGERAH
RHEMA HARI INI
1 Petrus 2:5 Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.
Ketika sebuah rumah dibangun, tidak ada satu bagian pun yang berdiri sendiri. Ada fondasi, dinding, pintu, jendela, dan berbagai bagian lainnya yang memiliki fungsi masing-masing. Semuanya disusun dan ditempatkan bersama hingga menjadi sebuah rumah yang utuh. Rumah tidak dibangun dari satu bagian saja, melainkan dari banyak bagian yang saling melengkapi.
Demikian pula kehidupan kita sebagai orang percaya. 1 Petrus 2:5 menyebut kita sebagai “batu hidup” yang dipergunakan untuk pembangunan sebuah rumah rohani. Tuhan tidak merancang kita untuk berjalan sendirian, tetapi menempatkan kita bersama-sama sebagai bagian dari keluarga-Nya. Setiap kita memiliki tempat dan fungsi yang khusus dalam rencana-Nya. Di dalam keluarga Allah, kita mengalami anugerah yang nyata. Ketika hati terluka, kita dapat menemukan penerimaan dan pemulihan. Ketika lemah, ada yang menguatkan. Ketika jatuh, ada yang menolong kita bangkit. Melalui keluarga rohani, Tuhan juga membentuk kita sedikit demi sedikit menjadi semakin serupa dengan Kristus.
Itulah yang membuat gereja lebih dari sekadar tempat beribadah. Gereja adalah Rumah Anugerah, tempat kita menemukan Tuhan dan keluarga rohani untuk bertumbuh bersama. Tempat kita boleh datang apa adanya, tetapi tidak dibiarkan tetap sama. Di usia Gereja Keluarga Allah yang semakin bertambah, biarlah rumah ini semakin dipenuhi kasih, pemulihan, dan kehidupan yang saling membangun. Jika hari ini kita merasa sendirian atau tidak memiliki tempat, ingatlah: Tuhan menyediakan tempat bagi kita dalam keluarga-Nya. Mari buka hati, terima kasih karunia-Nya, dan izinkan hidup kita dipakai Tuhan untuk membangun kehidupan orang lain serta menyatakan kasih-Nya. (MC)
RENUNGAN
Gereja bukan sekadar tempat beribadah, tetapi RUMAH ANUGERAH tempat kita MENEMUKAN TUHAN dan KELUARGA ROHANI.
APLIKASI
1.Bagaimana Anda mengalami anugerah Tuhan melalui Keluarga Allah yang menerima dan memulihkan Anda?
2.Siapa yang Tuhan percayakan untuk Anda kuatkan dan pulihkan melalui kehadiran Anda dalam Keluarga Allah?
3.Apa yang perlu Anda ubahkan agar kehadiran Anda menjadi berkat dan membuat Keluarga Allah semakin menjadi Rumah Anugerah?
DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, kami bersyukur karena Engkau menempatkan kami dalam Keluarga Allah, Rumah Anugerah-Mu. Ajarlah kami menerima, memulihkan, menguatkan, dan mengubahkan satu sama lain. Pakailah hidup kami menjadi berkat, sehingga melalui keluarga rohani ini, semakin banyak orang mengalami kasih dan kehadiran-Mu. Di Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”
BACAAN ALKITAB SETAHUN
Bilangan 1-2
Markus 3:1-19
DITEMPATKAN DALAM KELUARGA ROHANI
RHEMA HARI INI
1 Korintus 12:18 Tetapi Allah telah memberikan kepada anggota, masing-masing secara khusus, suatu tempat pada tubuh, seperti yang dikehendaki-Nya.
Pernahkah melihat sebuah puzzle 3D yang belum disusun? Setiap potongan memiliki bentuk yang berbeda. Ada yang kecil, ada yang besar, dan sekilas beberapa potong terlihat tidak terlalu penting. Namun, ketika setiap potong ditempatkan pada posisi yang tepat, semuanya menjadi bagian dari satu bentuk yang utuh dan kompleks. Tidak ada potongan yang hadir secara kebetulan.
Demikian pula kehidupan kita dalam Rumah Anugerah. 1 Korintus 12:18 berkata bahwa Allah memberikan kepada setiap anggota yang berbeda suatu tempat pada tubuh, seperti yang dikehendaki-Nya. Artinya, keberadaan kita dalam keluarga rohani bukanlah sebuah kebetulan. Tuhan sendiri yang menempatkan kita untuk berjalan bersama, saling melengkapi, dan mengambil bagian dalam pekerjaan-Nya. Di dalam keluarga rohani, kita menemukan orang-orang yang menguatkan ketika kita lemah, mendoakan ketika kita tidak berdaya, menolong ketika kita jatuh, dan mengingatkan ketika langkah kita mulai menyimpang. Namun, kasih karunia yang kita terima bukan untuk berhenti pada diri kita. Tuhan juga menempatkan kita agar melalui kehidupan kita, orang lain dapat mengalami kasih karunia-Nya. Dengan demikian, setiap individu memiliki tempat, fungsi, dan kontribusi dalam keluarga Allah.
Itulah keindahan gereja sebagai Rumah Anugerah, rumah di mana kasih karunia Tuhan diterima, dialami, dan dibagikan. Ya, di rumah ini, tidak ada orang yang terlalu kecil atau tidak berarti. Setiap orang memiliki tempat dan dapat menjadi berkat. Karena itu, ketika ada yang merasa sendirian, terluka, atau tidak dianggap, mari hadir untuk menguatkan dan merangkul mereka. Biarlah di usia gereja yang semakin bertambah, Gereja Keluarga Allah ini dapat semakin menjadi tempat di mana setiap orang berkata, “Di rumah ini, saya menemukan tempat dan mengalami kasih karunia Tuhan.” (MC)
RENUNGAN
Tuhan tidak memanggil kita untuk menjadi domba yang berjalan sendirian; Dia MENEMPATKAN KITA DALAM KELUARGA ROHANI.
APLIKASI
1.Bagaimana Anda mengalami kasih karunia Tuhan melalui keluarga rohani selama ini?
2.Siapa yang Tuhan tempatkan di sekitar Anda untuk Anda kuatkan, doakan, atau pulihkan?
3.Apa yang dapat Anda lakukan agar gereja menjadi “House of Grace” yang semakin nyata melalui kehidupan Anda?
DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, kami bersyukur untuk keluarga rohani yang Engkau berikan. Jadikan gereja kami sungguh menjadi House of Grace, tempat kasih karunia-Mu dinyatakan, yang lemah dikuatkan, yang terluka dipulihkan, dan setiap kami dipakai menjadi saluran kasih bagi sesama. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”
BACAAN ALKITAB SETAHUN
Imamat 26-27
Markus 2
MELAYANI DENGAN HATI
RHEMA HARI INI
1 Petrus 4:10 Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah.
Di balik sebuah ibadah raya yang berjalan dengan baik, ada banyak orang yang mungkin tidak pernah terlihat berdiri di atas mimbar, tetapi memiliki peran penting. Ada yang menyambut dengan senyum, membantu mencarikan tempat duduk, memperhatikan orang yang datang sendirian, atau sekadar berkata, “Selamat datang, selamat beribadah.” Bagi seseorang yang datang dengan hati berat atau merasa asing, sapaan sederhana yang disertai senyum tulus dapat menjadi sambutan hangat yang membuatnya merasa diterima.
1 Petrus 4:10 mengingatkan kita bahwa setiap orang telah menerima karunia untuk melayani. Ada yang berkhotbah, memimpin pujian, mengajar, melayani di balik layar, dan ada pula yang memiliki karunia untuk menerima serta menguatkan orang lain. Semua karunia itu diberikan Tuhan untuk dipakai melayani dan menjadi berkat bagi sesama. Itu sebabnya, menyambut seseorang dengan hangat bukanlah pelayanan kelas dua. Ketika kita menggunakan karunia yang Tuhan berikan untuk membuat orang lain merasa dikasihi dan diterima, kita sedang menjadi pengurus yang baik dari kasih karunia Allah.
Inilah keindahan gereja sebagai Rumah Anugerah. Begitu pula di gereja kita, Gereja Keluarga Allah, kita bukan hanya datang untuk menerima berkat Tuhan, tetapi juga dipanggil untuk menjadi saluran kasih dan anugerah bagi orang lain. Jangan merasa pelayanan kita kecil hanya karena tidak dilakukan di atas mimbar. Senyum, sapaan, perhatian, dan keramahan kita dapat menjadi pintu bagi seseorang untuk mengalami kasih Tuhan. Karena itu, mari datang beribadah dengan hati yang siap menerima berkat sekaligus berkobar untuk menjadi berkat. (AO)
RENUNGAN
Tuhan tidak memanggil SEMUA ORANG UNTUK BERKOTBAH, MENYAMBUT DENGAN HANGAT orang yang datang beribadah adalah pelayanan yang SAMA PENTINGNYA.
APLIKASI
1.Pelayanan apa yang bisa Anda ambil dalam gereja?
2.Mengapa semua pelayanan sama pentingnya di mata Tuhan?
3.Bagaimana Anda bisa memberikan yang terbaik dalam bagian pelayanan Anda?
DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, terima kasih untuk setiap karunia yang Engkau berikan kepada kami. Ajar kami untuk menghargai dan melaksanakan dengan baik setiap pelayanan serta tidak meremehkan pelayanan yang terlihat sederhana. Berikan kami hati yang peka untuk memakai setiap kesempatan pelayanan untuk menyatakan kasih-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”
BACAAN ALKITAB SETAHUN
Imamat 25
Markus 1:23-45
MUJIZAT KELUARGA DALAM RUMAH ANUGERAH
RHEMA HARI INI
Efesus 2:19 Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah.
Di sebuah hutan yang indah, hiduplah seekor landak kecil bernama Landi. Ia sangat ingin memiliki teman. Hanya saja, setiap kali ia mendekat, teman-temannya menjauh karena takut terkena durinya. Landi pun sering duduk sendirian dan menyalahkan tubuhnya yang dipenuhi duri. Namun suatu hari, teman-temannya datang menghampiri dan berkata, “Landi, kami ingin menjadi temanmu. Kami menerima kamu apa adanya, dengan semua durimu.” Ketika ia bertanya bagaimana mereka bisa memeluknya tanpa terluka, mereka menemukan cara: kapas-kapas lembut dipasang pada duri Landi. Untuk pertama kalinya, Landi merasa benar-benar diterima dan bahagia. Bukan karena durinya hilang, tetapi karena teman-temannya belajar mencintainya apa adanya.
Kisah sederhana ini menggambarkan sesuatu yang indah tentang keluarga: kita tidak harus menjadi sempurna terlebih dahulu untuk dapat diterima. Demikian pula Efesus 2:19 mengingatkan kita bahwa di dalam Kristus, kita bukan lagi orang asing dan pendatang. Kita telah menjadi kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah. Perhatikan bahwa Paulus menulis bahwa kita menjadi anggota keluarga Allah. Artinya, ketika kita percaya kepada Kristus, kita tidak hanya menerima keselamatan secara pribadi, tetapi juga ditempatkan dalam sebuah keluarga rohani. Kita memiliki saudara-saudara seiman yang dapat berjalan bersama, saling menguatkan, dan bertumbuh dalam Tuhan.
Itulah anugerah yang dapat kita alami di Gereja Keluarga Allah sebagai Rumah Anugerah. Di dalamnya, orang yang merasa asing dapat menemukan penerimaan, dan mereka yang berjalan sendiri dapat menemukan keluarga rohani. Karena itu, jadilah orang-orang yang mampu menerima orang lain dengan tangan terbuka. Jadilah alat untuk memancarkan kasih Tuhan atas hidup mereka, supaya mereka pun dapat mengalami bahwa di dalam Kristus, tidak ada lagi orang asing—kita adalah keluarga. (OSA)
RENUNGAN
Salah satu MUJIZAT TERBESAR melalui RUMAH ANUGERAH adalah ketika Tuhan membuat ORANG-ORANG ASING menjadi KELUARGA.
APLIKASI
1.Apa yang Anda rasakan saat pertama kali datang ke gereja Keluarga Allah?
2.Mengapa Anda perlu tergabung dalam satu keluarga rohani di Rumah Anugerah?
3.Bagaimana Anda dapat bergabung dalam keluarga rohani?
DOA UNTUK HARI INI
“Bapa, kami mengucap syukur karena Engkau telah menempatkan kami dalam Rumah Anugerah-Mu. Kami boleh diterima, bahkan bertumbuh dan berbuah di gereja ini. Biarlah melalui gereja ini, banyak orang mengalami kasih-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”
BACAAN ALKITAB SETAHUN
Imamat 23-24
Markus 1:1-22
PERJUMPAAN DENGAN TUHAN
RHEMA HARI INI
Ibrani 4:16 Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.
Bayangkan seseorang yang sedang melakukan perjalanan jauh. Setelah berjalan berjam-jam, tenaganya mulai habis. Ia tidak lagi membutuhkan tempat yang megah, tetapi sebuah tempat untuk berhenti, beristirahat, dan mendapatkan kekuatan agar dapat melanjutkan perjalanan. Ketika menemukan tempat itu, ia tidak akan merasa malu karena datang dalam keadaan lelah. Justru karena lelah, ia tahu bahwa ia membutuhkan tempat untuk berhenti.
Demikian pula kehidupan kita. Ada kalanya kita datang kepada Tuhan bukan karena semuanya baik-baik saja, tetapi karena kita sadar bahwa kekuatan kita terbatas. Ibrani 4:16 mengundang kita untuk dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan pada waktunya. Kasih karunia Tuhan tidak selalu berarti keadaan kita langsung berubah. Kita pun tidak perlu menunggu sampai menjadi kuat atau menyelesaikan semua masalah terlebih dahulu. Justru dalam kelemahan dan kebutuhan kita, kita dapat datang kepada Tuhan dan menemukan pertolongan-Nya. Dalam hadirat-Nya, Tuhan memberikan kekuatan untuk menghadapi keadaan dengan iman dan pengharapan.
Karena itu, jangan menjauh dari Tuhan ketika sedang lelah, kecewa, takut, atau merasa tidak sanggup melanjutkan perjalanan. Percayalah, Tuhan tidak pernah menolak orang yang datang dengan hati yang hancur dan membutuhkan pertolongan. Datanglah kepada-Nya. Datanglah ke Rumah Anugerah yang telah Dia sediakan bagi kita. Di sanalah tempat kita bisa datang apa adanya, mengalami kasih Tuhan, dikuatkan oleh firman-Nya, dan kembali memperoleh kekuatan melalui keluarga rohani. Mari jadikan setiap perjumpaan dengan Tuhan sebagai kesempatan untuk menerima kasih karunia dan pertolongan-Nya. Ketika kekuatan kita berakhir, kasih karunia Tuhan tidak pernah habis. (MC)
RENUNGAN
Setiap PERJUMPAAN DENGAN TUHAN adalah kesempatan bagi manusia yang lemah untuk kembali DIKUATKAN dalam HADIRAT TUHAN.
APLIKASI
1.Apa yang sedang Anda bawa dalam hati yang seharusnya Anda serahkan kepada Tuhan?
2.Dalam kelemahan Anda hari ini, kekuatan seperti apa yang Anda rindukan dari Tuhan?
3.Apa yang perlu Anda ubah agar setiap perjumpaan dengan Tuhan benar-benar menjadi sumber kekuatan bagi hidup Anda?
DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, kami datang kepada-Mu dalam setiap kelemahan dan pergumulan kami. Kuatkan hati kami, pulihkan jiwa kami, dan berikan damai sejahtera. Ajarkan kami selalu mengandalkan kasih karunia-Mu dan menemukan pertolongan di dalam hadirat-Mu setiap waktu. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”
BACAAN ALKITAB SETAHUN
Imamat 21-22
Matius 28
DATANG KARENA RINDU
RHEMA HARI INI
Ibrani 10:25a Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang.
Bayangkan seorang ibu yang sudah bertahun-tahun tidak bertemu dengan anaknya yang tinggal di luar negeri. Suatu hari, anaknya memberi kabar, “Bu, saya akan pulang.” Tentu sang ibu akan menantikan hari kepulangan anaknya dengan penuh sukacita dan tidak sabar. Menunggu tidak lagi terasa sebagai beban, tetapi menjadi sukacita. Itulah gambaran sebuah kerinduan. Ketika kita sungguh-sungguh rindu bertemu dengan seseorang yang kita kasihi, kita tidak akan merasa keberatan menyediakan waktu untuknya.
Ya, kita mungkin rela melakukan banyak hal karena rindu bertemu dengan orang yang kita kasihi. Namun, bagaimana dengan Tuhan? Apakah kita datang ke gereja dengan hati yang berkata, “Tuhan, aku rindu bertemu dengan-Mu. Aku tidak mau kehilangan kesempatan untuk berjumpa dengan-Mu?” Ataukah kita datang hanya karena berpikir, “Ini hari Minggu. Saya harus ke gereja. Ini sudah menjadi kewajiban saya sebagai orang Kristen?” Ibrani 10:25 mengingatkan kita untuk tidak menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah. Datang ke gereja bukan sekadar aktivitas yang dilakukan karena kebiasaan, tetapi bagian penting dari kehidupan sebagai anak Tuhan. Di dalam pertemuan ibadah itulah, kita dapat berjumpa dengan Tuhan dan mengalami kasih dan anugerah-Nya yang mengubahkan serta menguatkan kita.
Hari ini, hendaknya kita mengingat bahwa Tuhan tidak ingin kita datang beribadah hanya karena kewajiban, tetapi karena kerinduan untuk berjumpa dengan-Nya. Ketika kita datang ke Gereja Keluarga Allah, kita datang ke Rumah Anugerah, tempat kita disambut oleh kasih Tuhan, dikuatkan melalui firman-Nya, dan diterima oleh keluarga rohani. Karena itu, janganlah melihat pertemuan ibadah sebagai sesuatu yang sekadar harus kita lakukan. Datanglah dengan hati yang rindu bertemu dengan Tuhan dan mengalami kasih-Nya bersama keluarga rohani kita. (KK)
RENUNGAN
DATANGLAH KE GEREJA bukan hanya untuk memenuhi kewajiban, tetapi karena RINDU BERJUMPA DENGAN TUHAN.
APLIKASI
1.Apakah yang mendorong Anda untuk datang beribadah setiap minggunya?
2.Mengapa Anda tidak seharusnya ke gereja hanya untuk memenuhi kewajiban?
3.Apa yang dapat Anda lakukan agar kembali menikmati gereja sebagai rumah dan keluarga rohani?
DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, pulihkan kembali kerinduan kami untuk datang kepada-Mu. Jangan biarkan ibadah menjadi sekadar rutinitas, tetapi jadikan setiap pertemuan sebagai kesempatan untuk berjumpa dengan-Mu dan menikmati keluarga rohani yang Engkau berikan. Nyalakan kembali hati kami untuk berkata: ‘Tuhan, aku rindu bertemu dengan-Mu.’ Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”
BACAAN ALKITAB SETAHUN
Imamat 19-20
Matius 27:51-66
Categories
Latest Posts