POV BARU ROH KUDUS
RHEMA HARI INI
Matius 9:37 Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit.
Di sebuah desa kecil, ada seorang pemuda yang setiap hari melewati jalan yang sama saat berangkat ke tempat kerjanya. Di sepanjang perjalanan, ia melihat banyak orang. Penjual yang menjajakan dagangannya, orang-orang yang juga sedang berangkat bekerja, anak-anak, orang tua, tetapi semuanya terasa biasa saja baginya. Sampai suatu hari, saat sedang berdoa, hatinya digerakkan dengan cara yang berbeda. Ketika ia kembali berjalan di jalan yang sama, tiba-tiba pandangannya berubah. Ia mulai melihat kelelahan di wajah orang-orang, kesedihan yang tersembunyi, dan kekosongan yang tidak terlihat sebelumnya. Jalan yang dulu terasa biasa, kini menjadi ladang yang penuh dengan jiwa-jiwa yang haus akan kasih Tuhan.
Pemandangan seperti itu jugalah yang dilihat Tuhan Yesus ketika sedang berkeliling memberitakan Injil dan menyembuhkan banyak orang. Bagi murid-murid-Nya, mereka mungkin hanyalah orang-orang yang datang dan pergi kepada Yesus dengan segala kebutuhan eksternal mereka, tetapi Yesus melihat jauh ke dalam hati mereka. Itu sebabnya, Dia menyiratkan bahwa sebenarnya ada banyak jiwa yang siap dituai bagi Kerajaan Allah, hanya saja, sedikit yang menyadarinya sehingga tidak banyak yang bekerja untuk menuainya.
Hari ini, Tuhan mengundang kita untuk melihat seperti Dia melihat. Buka hati dan minta Roh Kudus memberikan kita sudut pandang yang baru. Hanya Dia yang bisa mengubahkan hati dan cara kita memandang dunia. Saat kita tenggelam di kedalaman yang baru bersama Roh Kudus, kita tidak lagi hidup hanya untuk diri sendiri. Mata rohani kita dibukakan untuk menyadari bahwa di sekitar kita ada banyak orang yang membutuhkan kasih, pengharapan, dan kebenaran Tuhan. Ketika itulah, tidak bisa tidak, kita akan digerakkan untuk melakukan seperti yang Tuhan kehendaki dan menjangkau jiwa-jiwa yang haus akan-Nya. (MC)
RENUNGAN
POV BARU ROH KUDUS membuat kita MELIHAT JIWA-JIWA yang haus akan Tuhan.
APLIKASI
1.Sebagai orang percaya, mengapa Anda memerlukan POV baru Roh Kudus?
2.Siapa saja jiwa di dekat Anda yang sedang haus akan Tuhan?
3.Langkah sederhana apa yang bisa Anda lakukan untuk menjangkau mereka?
DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, kami rindu memiliki hati seperti Engkau. Bukalah mata rohani kami untuk melihat jiwa-jiwa yang haus akan kasih-Mu. Pakailah hidup kami menjadi alat untuk menjangkau mereka. Beri kami keberanian, kepekaan, dan kasih yang nyata setiap hari. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”
BACAAN ALKITAB SETAHUN
Yeremia 37-39
Ibrani 3
KEPEKAAN ROHANI YANG MENGUBAH HIDUP
RHEMA HARI INI
1 Korintus 2:10 Karena kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah.
Pada masa Perang Dunia II tahun 1943, pesawat yang ditumpangi Louis Zamperini jatuh di Samudra Pasifik. Ia bertahan hidup selama 47 hari di laut sebelum akhirnya ditangkap dan disiksa di kamp tawanan Jepang. Setelah perang usai, hidupnya dipenuhi trauma dan kepahitan. Namun segalanya berubah ketika ia mengalami perjumpaan dengan Tuhan dalam sebuah kebaktian yang dipimpin oleh Billy Graham. Roh Kudus membuka matanya untuk melihat bahwa penderitaannya bukanlah akhir hidupnya, melainkan kesempatan untuk menjadi kesaksian bagi banyak orang. Dari seorang yang hancur oleh trauma, ia bangkit menjadi pembawa pengharapan dan pengampunan. Melalui program perkemahan bernama Victory Boys Camp yang didirikannya di California, remaja-remaja bermasalah, nakal, dan kehilangan arah hidup dipulihkan melalui kasih Tuhan. Apa yang dahulu menjadi luka dalam hidupnya, dipakai Tuhan sebagai jalan untuk memulihkan banyak orang.
Dalam surat Korintus, Rasul Paulus mengajarkan bahwa Roh Kudus sanggup menyatakan hal-hal yang tidak terlihat oleh manusia. Saat Zamperini hanya melihat luka dan penderitaan, Roh Kudus menolongnya melihat tujuan Tuhan di balik semua yang ia alami. Manusia mungkin hanya melihat kegagalan, keterpurukan, atau masa lalu yang hancur. Namun Roh Kudus dapat membuka mata hati kita untuk melihat kesempatan baru, pemulihan, dan rencana Tuhan yang lebih besar. Apa yang tampak seperti sebuah akhir bagi kita, di tangan Tuhan ternyata merupakan awal baru yang bisa membawa kita kepada kemenangan.
Hari ini, mungkin kita sedang menghadapi situasi yang melelahkan dan kita pun kehilangan harapan. Namun, jangan berhenti pada apa yang terlihat. Belajarlah peka terhadap suara Roh Kudus. Dia sanggup membuka mata hati kita untuk melihat harapan di tengah kegelapan. Saat kita berjalan bersama Roh Kudus dan tenggelam di kedalaman baru bersama-Nya, kita tidak lagi hidup dari apa yang terlihat, tetapi dari apa yang Tuhan nyatakan. Di sanalah kita menemukan arah, kekuatan, dan pengharapan yang baru. (AO)
RENUNGAN
Roh Kudus membuat kita PEKA terhadap apa yang TIDAK TERLIHAT dan TIDAK DIKETAHUI secara manusia.
APLIKASI
1.Apa yang tengah Anda hadapi akhir-akhir ini yang membuat Anda kehilangan pengharapan?
2.Mengapa Anda tidak seharusnya berhenti pada luka dan kegagalan masa lalu?
3.Langkah apa yang dapat Anda ambil agar Tuhan dapat memakai permasalahan yang Anda alami menjadi kesaksian atas pertolongan-Nya?
DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, bukakan mata rohani kami untuk melihat rencana-Mu di balik setiap keadaan hidup kami. Pimpin kami dengan Roh Kudus-Mu agar kami tidak hidup dalam ketakutan dan keputusasaan, tetapi dalam iman dan pengharapan. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”
BACAAN ALKITAB SETAHUN
Yeremia 34-36
Ibrani 2
PERKATAAN DARI HATI YANG DIPENUHI ROH KUDUS
RHEMA HARI INI
Efesus 4:29 Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.
Ada masa ketika Nick Vujicic merasa hidupnya tidak adil. Terlahir tanpa tangan dan kaki, ia terus-menerus menghadapi tatapan orang, penolakan, ejekan, dan rasa berbeda sejak kecil. Bahkan, ia pernah merasa hidupnya tidak berarti dan ingin mengakhirinya. Rasa sakit itu pun semakin dalam ketika ia mengalami kekecewaan dalam hubungan. Namun, melalui kasih keluarga dan perjumpaannya dengan Tuhan, Nick mulai melihat hidupnya dari sudut pandang yang baru. Apa yang dulu ia anggap kekurangan, justru dipakai Tuhan untuk menjangkau banyak orang. Hari ini, ia dikenal sebagai motivator internasional yang menguatkan jutaan orang dan menjadi saluran pengharapan bagi banyak jiwa.
Efesus 4:29 mengingatkan kita bahwa setiap perkataan memiliki kuasa, entah untuk merusak atau membangun. Bagaimanapun, Tuhan rindu agar setiap kata yang keluar dari mulut kita membawa kasih karunia bagi orang yang mendengarnya. Perubahan yang terjadi dalam hidup Nick bukan hanya terlihat dari apa yang ia lakukan, tetapi juga dari apa yang ia ucapkan. Dari kata-kata yang dulu mungkin dipenuhi keputusasaan dan kepahitan, kini berubah menjadi perkataan yang menguatkan serta memberi harapan. Inilah bukti bahwa hati yang dipulihkan oleh Tuhan mengubahkan cara seseorang memandang diri serta dunia, dan bahkan menghasilkan perkataan yang membangun.
Karena itu, mari kita belajar menjaga setiap perkataan kita. Biarkan Roh Kudus menenggelamkan kita di kedalaman baru dalam hadirat-Nya. Saat kasih Tuhan memenuhi hati kita, kita akan memiliki sudut pandang baru dan setiap kata yang keluar dari mulut kita bukan berasal dari emosi atau luka, tetapi dari kasih Tuhan. Mungkin kita tidak bisa mengubah keadaan, tetapi perkataan kita dapat dipakai Tuhan untuk membangun, menguatkan, dan memberkati kehidupan banyak orang. (OSA)
RENUNGAN
Hati yang PENUH ROH KUDUS menghasilkan PERKATAAN yang MEMBANGUN.
APLIKASI
1.Apakah perkataan Anda sudah menjadi berkat bagi orang lain? Mengapa?
2.Apa yang terjadi apabila Anda senantiasa mengeluarkan perkataan yang membangun?
3.Kata-kata seperti apa yang menurut Anda dapat membangun kehidupan orang-orang di sekitar Anda? Bagaimana Anda bisa mulai melakukannya?
DOA UNTUK HARI INI
“Bapa, ampuni kami apabila perkataan kami belum menjadi berkat bagi orang lain. Penuhi hati kami, ya Roh Kudus, sehingga setiap kata yang keluar dari mulut kami adalah perkataan yang membangun dan menguatkan kehidupan orang-orang di sekitar kami. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”
BACAAN ALKITAB SETAHUN
Yeremia 32-33
Ibrani 1
MELATIH KEPEKAAN TELINGA ROHANI
RHEMA HARI INI
1 Samuel 3:10 Lalu datanglah TUHAN, berdiri di sana dan memanggil seperti yang sudah-sudah: "Samuel! Samuel!" Dan Samuel menjawab: "Berbicaralah, sebab hamba-Mu ini mendengar."
Daniel adalah seorang Kristen yang rajin ke gereja dan aktif melayani. Namun seiring waktu, tanpa ia sadari, kehidupan rohaninya berjalan seperti autopilot. Ia tetap berdoa dan membaca firman, tetapi hanya sebatas formalitas biasa. Ketika ia menghadapi keputusan besar, ia mencari jawaban ke sana kemari, dan malah semakin bingung. Sampai akhirnya, ia mengambil waktu untuk berhenti dan berdiam diri di hadapan Tuhan. Setiap hari, ia belajar duduk tenang, membaca firman dengan perlahan dan merenungkannya, kemudian menyembah Tuhan. Awalnya terasa kaku. Pikirannya ke mana-mana. Namun perlahan, ia mulai merasakan damai dan kejelasan. Dari situ ia menyadari bahwa selama ini bukan Tuhan yang diam, melainkan dirinya yang belum benar-benar belajar mendengar.
Pengalaman ini selaras dengan kisah Samuel dalam 1 Samuel 3. Tuhan sebenarnya sudah memanggil Samuel berulang kali, tetapi ia belum mengenali suara-Nya. Baru ketika hatinya siap dan ia merespons dengan, “Berbicaralah, sebab hamba-Mu ini mendengar,” ia mulai memahami kehendak Tuhan. Ayat ini menunjukkan bahwa mendengar suara Tuhan bukan soal seberapa sering Tuhan berbicara, tetapi seberapa peka hati kita untuk mendengar. Kedekatan dengan Tuhan melatih kepekaan rohani kita, sehingga kita mampu membedakan suara-Nya di tengah banyaknya “suara” dalam hidup kita. Bagaimanapun, Tuhan tidak akan berteriak untuk bersaing dengan kebisingan hidup kita. Dia berbicara kepada mereka yang mau mendekat, yang menyisihkan waktu, dan yang melatih hati untuk peka.
Karena itu, jika hari ini kita merasa Tuhan jauh atau diam saja, mungkin kita perlu belajar untuk mendekat kepada-Nya. Kurangi kebisingan, tenangkan hati, dan latih diri untuk peka terhadap firman-Nya. Sediakan waktu bersama Roh Kudus dan tenggelam di kedalaman baru bersama-Nya. Semakin kita dekat dengan Tuhan, semakin jelas suara-Nya dalam hidup kita. Di sanalah telinga rohani kita mulai bertumbuh. Keputusan-keputusan yang tadinya terasa gelap pun mulai menjadi terang. (AM)
RENUNGAN:
Kedekatan dengan Tuhan membuat TELINGA ROHANI kita semakin PEKA.
APLIKASI
1.Apakah selama ini Anda hanya berbicara kepada Tuhan dalam doa, atau Anda juga menyediakan waktu untuk diam dan mendengarkan suara-Nya? Renungkan!
2.Apa saja “kebisingan” dalam hidup Anda saat ini (kesibukan, kekhawatiran, pendapat orang lain, atau keinginan pribadi) yang membuat Anda sulit peka mendengar Tuhan?
3.Langkah praktis apa yang bisa Anda lakukan mulai hari ini untuk lebih mendekat kepada Tuhan dan melatih telinga rohani Anda agar peka terhadap suara-Nya?
DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, ajar kami untuk tidak hanya datang kepada-Mu dengan banyak kata, tetapi juga belajar diam dan mendengarkan suara-Mu. Tolong kami menyingkirkan setiap kebisingan yang menghalangi hati kami untuk peka kepada-Mu. Dekatkan kami kepada-Mu, supaya telinga rohani kami semakin terlatih untuk mengenali suara-Mu dan berjalan dalam kehendak-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”
BACAAN ALKITAB SETAHUN
Yeremia 30-31
Filemon
MELIHAT DENGAN MATA ROH
RHEMA HARI INI
2 Raja-Raja 6:16 Jawabnya: "Jangan takut, sebab lebih banyak yang menyertai kita dari pada yang menyertai mereka."
Seorang anak kecil yang harus menjalani operasi sering kali diliputi ketakutan. Ruangan yang asing, alat-alat medis, bau obat-obatan yang menyengat, dan bayangan rasa sakit membuat hatinya cemas. Namun, ketika ayahnya datang, menggenggam tangannya dan memeluknya, perlahan ia menjadi tenang. Padahal situasinya masih sama, belum berubah, tetapi suasana hatinya berubah. Mengapa? Karena fokusnya berpindah; dari rasa takut, kepada siapa yang menyertainya. Demikian juga dalam hidup kita, ketika kita menyadari ada Tuhan yang bersama kita, ketakutan mulai kehilangan kuasanya.
Dalam 2 Raja-Raja 6 diceritakan bagaimana bujang Elisa, Gehazi, melihat tentara Aram mengepung kota dan langsung diliputi ketakutan. Namun Elisa merespons dengan iman: “Jangan takut, sebab lebih banyak yang menyertai kita.” Secara kasat mata, jumlah mereka jelas kalah. Namun Elisa melihat dengan mata rohani. Ia sadar bahwa penyertaan Tuhan jauh lebih besar daripada ancaman yang terlihat. Perbedaannya bukan pada situasi, melainkan pada cara pandang. Orang yang dipenuhi Roh Kudus tidak hanya melihat apa yang tampak di depan mata, tetapi menyadari realitas rohani bahwa Tuhan hadir dan berperang bagi mereka.
Sering kali masalah terbesar kita bukan karena Tuhan tidak menolong, tetapi karena kita tidak bisa melihat penyertaan-Nya. Namun Roh Kudus membuka mata rohani kita untuk melihat bahwa kita tidak pernah sendirian. Hal itu mungkin tidak langsung mengubah keadaan, tetapi mengubahkan hati kita. Dari takut menjadi percaya; dari panik menjadi tenang; dari putus asa menjadi penuh harapan. Karena itu, masuklah sampai ke kedalaman baru dalam hadirat Roh Kudus, maka Dia akan mengarahkan fokus kita dari besarnya masalah, pada besarnya Tuhan yang menyertai. Di sanalah damai sejahtera mulai menguasai hidup kita dan kita bisa melihat dengan sudut pandang yang baru dari Tuhan. (KK)
RENUNGAN:
Orang yang DIPENUHI ROH KUDUS tidak fokus pada ancaman di depan mata, tetapi pada PENYERTAAN TUHAN.
APLIKASI
1.Saat menghadapi masalah akhir-akhir ini, apakah Anda lebih fokus pada besarnya ancaman atau pada besarnya penyertaan Tuhan? Mengapa demikian?
2.Dalam masalah hidup apa yang paling sering membuat Anda berkata “celaka” dan panik seperti Gehazi?
3.Apa langkah praktis yang bisa Anda ambil supaya dapat melihat dari sudut pandang Roh Kudus setiap hari?
DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, tenggelamkan kami lebih dalam lagi dalam Roh Kudus-Mu. Bukalah mata kami untuk melihat penyertaan-Mu lebih nyata daripada ancaman di sekitar kami. Ajar kami melihat dengan sudut pandang sorgawi, supaya kami hidup bukan dalam ketakutan, tetapi dalam iman dan damai sejahtera. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”
BACAAN ALKITAB SETAHUN
Yeremia 27-29
Titus 3
MELIHAT YANG SEBELUMNYA TAK TERLIHAT
RHEMA HARI INI
Yehezkiel 47: 6-7 Lalu ia berkata kepadaku: "Sudahkah engkau lihat, hai anak manusia?" Kemudian ia membawa aku kembali menyusur tepi sungai. Dalam perjalanan pulang, sungguh, sepanjang tepi sungai itu ada amat banyak pohon, di sebelah sini dan di sebelah sana.
Steve Jobs dikenal sebagai sosok yang mampu melihat sesuatu yang belum dilihat banyak orang. Saat banyak perusahaan teknologi fokus membuat komputer yang rumit dan hanya dipakai kalangan tertentu, ia membayangkan teknologi yang sederhana dan dapat digunakan semua orang. Saat orang masih bergantung pada CD, ia melihat potensi musik digital, lalu menghadirkan iPod dan iTunes. Bahkan ketika ponsel masih memakai tombol fisik, ia memperkenalkan iPhone dengan layar sentuh yang mengubah cara manusia berinteraksi dengan teknologi. Kepekaan melihat peluang inilah yang membawanya pada terobosan-terobosan besar.
Dalam Yehezkiel 47 kita membaca bagaimana setelah Yehezkiel dibawa masuk semakin dalam ke aliran air, Tuhan membawanya kembali menyusuri tepi sungai dan bertanya, “Sudahkah engkau lihat?” Di sana Yehezkiel baru menyadari adanya banyak pohon di sepanjang sungai. Menariknya, pohon-pohon itu sebenarnya sudah ada sejak awal, tetapi baru “terlihat” setelah ia mengalami perjalanan masuk lebih dalam bersama Tuhan. Ini menunjukkan bahwa kedalaman rohani mempengaruhi cara pandang kita. Semakin dalam kita berjalan dengan Roh Kudus, semakin terbuka pula mata rohani kita untuk melihat apa yang sebelumnya tidak kita sadari.
Demikian juga dalam hidup kita. Sering kali kita merasa semuanya biasa saja. Hidup terasa datar. Pelayanan tampak standar. Bisnis dan usaha lancar. Semua mungkin berjalan tanpa hambatan tetapi hambar. Namun ketika kita mulai menenggelamkan diri dalam Roh Kudus, cara pandang kita diubahkan. Kita mulai melihat kesempatan, peluang baru, dan kita pun mengalami keajaiban-keajaiban baru Tuhan yang sebelumnya tersembunyi. Karena itu, jangan berhenti di permukaan. Teruslah melangkah lebih dalam bersama Roh Kudus sampai ke kedalaman yang baru dan baru lagi, sebab di sanalah mata rohani kita dibukakan untuk melihat rencana-Nya yang besar bagi kita. (CG)
RENUNGAN
Ketika kita TENGGELAM dalam Roh Kudus, kita mulai MELIHAT apa YANG SEBELUMNYA TIDAK TERLIHAT.
APLIKASI
1.Hal apa yang selama ini belum Anda lihat karena masih mengandalkan kekuatan sendiri?
2.Mengapa Anda perlu memberi ruang bagi Roh Kudus untuk memimpin hidup Anda?
3.Langkah apa yang bisa Anda ambil untuk semakin tenggelam dalam hadirat Roh Kudus hari ini?
DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, kami rindu tenggelam dalam hadirat Roh Kudus-Mu. Bukalah mata hati kami untuk melihat kehendak-Mu yang belum kami pahami. Pimpin langkah kami agar hidup dalam kebenaran dan iman. Ajari kami peka akan suara-Mu setiap hari. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”
BACAAN ALKITAB SETAHUN
Yeremia 24-26
Titus 2
Categories
Latest Posts