MELAYANI DENGAN HATI

18 September 2026 Tim Penulis Renungan
RHEMA HARI INI 1 Petrus 4:10 Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah. Di balik sebuah ibadah raya yang berjalan dengan baik, ada banyak orang yang mungkin tidak pernah terlihat berdiri di atas mimbar, tetapi memiliki peran penting. Ada yang menyambut dengan senyum, membantu mencarikan tempat duduk, memperhatikan orang yang datang sendirian, atau sekadar berkata, “Selamat datang, selamat beribadah.” Bagi seseorang yang datang dengan hati berat atau merasa asing, sapaan sederhana yang disertai senyum tulus dapat menjadi sambutan hangat yang membuatnya merasa diterima. 1 Petrus 4:10 mengingatkan kita bahwa setiap orang telah menerima karunia untuk melayani. Ada yang berkhotbah, memimpin pujian, mengajar, melayani di balik layar, dan ada pula yang memiliki karunia untuk menerima serta menguatkan orang lain. Semua karunia itu diberikan Tuhan untuk dipakai melayani dan menjadi berkat bagi sesama. Itu sebabnya, menyambut seseorang dengan hangat bukanlah pelayanan kelas dua. Ketika kita menggunakan karunia yang Tuhan berikan untuk membuat orang lain merasa dikasihi dan diterima, kita sedang menjadi pengurus yang baik dari kasih karunia Allah. Inilah keindahan gereja sebagai Rumah Anugerah. Begitu pula di gereja kita, Gereja Keluarga Allah, kita bukan hanya datang untuk menerima berkat Tuhan, tetapi juga dipanggil untuk menjadi saluran kasih dan anugerah bagi orang lain. Jangan merasa pelayanan kita kecil hanya karena tidak dilakukan di atas mimbar. Senyum, sapaan, perhatian, dan keramahan kita dapat menjadi pintu bagi seseorang untuk mengalami kasih Tuhan. Karena itu, mari datang beribadah dengan hati yang siap menerima berkat sekaligus berkobar untuk menjadi berkat. (AO) RENUNGAN Tuhan tidak memanggil SEMUA ORANG UNTUK BERKOTBAH, MENYAMBUT DENGAN HANGAT orang yang datang beribadah adalah pelayanan yang SAMA PENTINGNYA. APLIKASI 1.Pelayanan apa yang bisa Anda ambil dalam gereja? 2.Mengapa semua pelayanan sama pentingnya di mata Tuhan? 3.Bagaimana Anda bisa memberikan yang terbaik dalam bagian pelayanan Anda? DOA UNTUK HARI INI “Tuhan Yesus, terima kasih untuk setiap karunia yang Engkau berikan kepada kami. Ajar kami untuk menghargai dan melaksanakan dengan baik setiap pelayanan serta tidak meremehkan pelayanan yang terlihat sederhana. Berikan kami hati yang peka untuk memakai setiap kesempatan pelayanan untuk menyatakan kasih-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.” BACAAN ALKITAB SETAHUN Imamat 25 Markus 1:23-45

Baca Artikel  

MUJIZAT KELUARGA DALAM RUMAH ANUGERAH

17 September 2026 Tim Penulis Renungan
RHEMA HARI INI Efesus 2:19 Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah. Di sebuah hutan yang indah, hiduplah seekor landak kecil bernama Landi. Ia sangat ingin memiliki teman. Hanya saja, setiap kali ia mendekat, teman-temannya menjauh karena takut terkena durinya. Landi pun sering duduk sendirian dan menyalahkan tubuhnya yang dipenuhi duri. Namun suatu hari, teman-temannya datang menghampiri dan berkata, “Landi, kami ingin menjadi temanmu. Kami menerima kamu apa adanya, dengan semua durimu.” Ketika ia bertanya bagaimana mereka bisa memeluknya tanpa terluka, mereka menemukan cara: kapas-kapas lembut dipasang pada duri Landi. Untuk pertama kalinya, Landi merasa benar-benar diterima dan bahagia. Bukan karena durinya hilang, tetapi karena teman-temannya belajar mencintainya apa adanya. Kisah sederhana ini menggambarkan sesuatu yang indah tentang keluarga: kita tidak harus menjadi sempurna terlebih dahulu untuk dapat diterima. Demikian pula Efesus 2:19 mengingatkan kita bahwa di dalam Kristus, kita bukan lagi orang asing dan pendatang. Kita telah menjadi kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah. Perhatikan bahwa Paulus menulis bahwa kita menjadi anggota keluarga Allah. Artinya, ketika kita percaya kepada Kristus, kita tidak hanya menerima keselamatan secara pribadi, tetapi juga ditempatkan dalam sebuah keluarga rohani. Kita memiliki saudara-saudara seiman yang dapat berjalan bersama, saling menguatkan, dan bertumbuh dalam Tuhan. Itulah anugerah yang dapat kita alami di Gereja Keluarga Allah sebagai Rumah Anugerah. Di dalamnya, orang yang merasa asing dapat menemukan penerimaan, dan mereka yang berjalan sendiri dapat menemukan keluarga rohani. Karena itu, jadilah orang-orang yang mampu menerima orang lain dengan tangan terbuka. Jadilah alat untuk memancarkan kasih Tuhan atas hidup mereka, supaya mereka pun dapat mengalami bahwa di dalam Kristus, tidak ada lagi orang asing—kita adalah keluarga. (OSA) RENUNGAN Salah satu MUJIZAT TERBESAR melalui RUMAH ANUGERAH adalah ketika Tuhan membuat ORANG-ORANG ASING menjadi KELUARGA. APLIKASI 1.Apa yang Anda rasakan saat pertama kali datang ke gereja Keluarga Allah? 2.Mengapa Anda perlu tergabung dalam satu keluarga rohani di Rumah Anugerah? 3.Bagaimana Anda dapat bergabung dalam keluarga rohani? DOA UNTUK HARI INI “Bapa, kami mengucap syukur karena Engkau telah menempatkan kami dalam Rumah Anugerah-Mu. Kami boleh diterima, bahkan bertumbuh dan berbuah di gereja ini. Biarlah melalui gereja ini, banyak orang mengalami kasih-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.” BACAAN ALKITAB SETAHUN Imamat 23-24 Markus 1:1-22

Baca Artikel  

PERJUMPAAN DENGAN TUHAN

15 September 2026 Tim Penulis Renungan
RHEMA HARI INI Ibrani 4:16 Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya. Bayangkan seseorang yang sedang melakukan perjalanan jauh. Setelah berjalan berjam-jam, tenaganya mulai habis. Ia tidak lagi membutuhkan tempat yang megah, tetapi sebuah tempat untuk berhenti, beristirahat, dan mendapatkan kekuatan agar dapat melanjutkan perjalanan. Ketika menemukan tempat itu, ia tidak akan merasa malu karena datang dalam keadaan lelah. Justru karena lelah, ia tahu bahwa ia membutuhkan tempat untuk berhenti. Demikian pula kehidupan kita. Ada kalanya kita datang kepada Tuhan bukan karena semuanya baik-baik saja, tetapi karena kita sadar bahwa kekuatan kita terbatas. Ibrani 4:16 mengundang kita untuk dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan pada waktunya. Kasih karunia Tuhan tidak selalu berarti keadaan kita langsung berubah. Kita pun tidak perlu menunggu sampai menjadi kuat atau menyelesaikan semua masalah terlebih dahulu. Justru dalam kelemahan dan kebutuhan kita, kita dapat datang kepada Tuhan dan menemukan pertolongan-Nya. Dalam hadirat-Nya, Tuhan memberikan kekuatan untuk menghadapi keadaan dengan iman dan pengharapan. Karena itu, jangan menjauh dari Tuhan ketika sedang lelah, kecewa, takut, atau merasa tidak sanggup melanjutkan perjalanan. Percayalah, Tuhan tidak pernah menolak orang yang datang dengan hati yang hancur dan membutuhkan pertolongan. Datanglah kepada-Nya. Datanglah ke Rumah Anugerah yang telah Dia sediakan bagi kita. Di sanalah tempat kita bisa datang apa adanya, mengalami kasih Tuhan, dikuatkan oleh firman-Nya, dan kembali memperoleh kekuatan melalui keluarga rohani. Mari jadikan setiap perjumpaan dengan Tuhan sebagai kesempatan untuk menerima kasih karunia dan pertolongan-Nya. Ketika kekuatan kita berakhir, kasih karunia Tuhan tidak pernah habis. (MC) RENUNGAN Setiap PERJUMPAAN DENGAN TUHAN adalah kesempatan bagi manusia yang lemah untuk kembali DIKUATKAN dalam HADIRAT TUHAN. APLIKASI 1.Apa yang sedang Anda bawa dalam hati yang seharusnya Anda serahkan kepada Tuhan? 2.Dalam kelemahan Anda hari ini, kekuatan seperti apa yang Anda rindukan dari Tuhan? 3.Apa yang perlu Anda ubah agar setiap perjumpaan dengan Tuhan benar-benar menjadi sumber kekuatan bagi hidup Anda? DOA UNTUK HARI INI “Tuhan, kami datang kepada-Mu dalam setiap kelemahan dan pergumulan kami. Kuatkan hati kami, pulihkan jiwa kami, dan berikan damai sejahtera. Ajarkan kami selalu mengandalkan kasih karunia-Mu dan menemukan pertolongan di dalam hadirat-Mu setiap waktu. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.” BACAAN ALKITAB SETAHUN Imamat 21-22 Matius 28

Baca Artikel  

DATANG KARENA RINDU

15 September 2026 Tim Penulis Renungan
RHEMA HARI INI Ibrani 10:25a Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang. Bayangkan seorang ibu yang sudah bertahun-tahun tidak bertemu dengan anaknya yang tinggal di luar negeri. Suatu hari, anaknya memberi kabar, “Bu, saya akan pulang.” Tentu sang ibu akan menantikan hari kepulangan anaknya dengan penuh sukacita dan tidak sabar. Menunggu tidak lagi terasa sebagai beban, tetapi menjadi sukacita. Itulah gambaran sebuah kerinduan. Ketika kita sungguh-sungguh rindu bertemu dengan seseorang yang kita kasihi, kita tidak akan merasa keberatan menyediakan waktu untuknya. Ya, kita mungkin rela melakukan banyak hal karena rindu bertemu dengan orang yang kita kasihi. Namun, bagaimana dengan Tuhan? Apakah kita datang ke gereja dengan hati yang berkata, “Tuhan, aku rindu bertemu dengan-Mu. Aku tidak mau kehilangan kesempatan untuk berjumpa dengan-Mu?” Ataukah kita datang hanya karena berpikir, “Ini hari Minggu. Saya harus ke gereja. Ini sudah menjadi kewajiban saya sebagai orang Kristen?” Ibrani 10:25 mengingatkan kita untuk tidak menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah. Datang ke gereja bukan sekadar aktivitas yang dilakukan karena kebiasaan, tetapi bagian penting dari kehidupan sebagai anak Tuhan. Di dalam pertemuan ibadah itulah, kita dapat berjumpa dengan Tuhan dan mengalami kasih dan anugerah-Nya yang mengubahkan serta menguatkan kita. Hari ini, hendaknya kita mengingat bahwa Tuhan tidak ingin kita datang beribadah hanya karena kewajiban, tetapi karena kerinduan untuk berjumpa dengan-Nya. Ketika kita datang ke Gereja Keluarga Allah, kita datang ke Rumah Anugerah, tempat kita disambut oleh kasih Tuhan, dikuatkan melalui firman-Nya, dan diterima oleh keluarga rohani. Karena itu, janganlah melihat pertemuan ibadah sebagai sesuatu yang sekadar harus kita lakukan. Datanglah dengan hati yang rindu bertemu dengan Tuhan dan mengalami kasih-Nya bersama keluarga rohani kita. (KK) RENUNGAN DATANGLAH KE GEREJA bukan hanya untuk memenuhi kewajiban, tetapi karena RINDU BERJUMPA DENGAN TUHAN. APLIKASI 1.Apakah yang mendorong Anda untuk datang beribadah setiap minggunya? 2.Mengapa Anda tidak seharusnya ke gereja hanya untuk memenuhi kewajiban? 3.Apa yang dapat Anda lakukan agar kembali menikmati gereja sebagai rumah dan keluarga rohani? DOA UNTUK HARI INI “Tuhan, pulihkan kembali kerinduan kami untuk datang kepada-Mu. Jangan biarkan ibadah menjadi sekadar rutinitas, tetapi jadikan setiap pertemuan sebagai kesempatan untuk berjumpa dengan-Mu dan menikmati keluarga rohani yang Engkau berikan. Nyalakan kembali hati kami untuk berkata: ‘Tuhan, aku rindu bertemu dengan-Mu.’ Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.” BACAAN ALKITAB SETAHUN Imamat 19-20 Matius 27:51-66

Baca Artikel  

KELUARGA ROHANI YANG SEHAT

14 September 2026 Tim Penulis Renungan
RHEMA HARI INI Kisah Para Rasul 2:46 Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati. Aweis adalah seorang Kristen di Mogadishu, Somalia. Tidaklah mudah untuk menjadi orang percaya di tempat yang menolak dan memburu kekristenan. Setelah memutuskan untuk percaya kepada Yesus, ia pun dikucilkan oleh keluarganya. Bahkan diperlakukan sebagai orang yang telah mempermalukan mereka. Selama tujuh tahun, ia mengikuti Kristus tanpa mengenal orang Kristen lain. Beratnya kesepian dan besarnya kerinduan untuk memiliki saudara seiman mendorongnya mengambil risiko mencari orang percaya lainnya. Ia kemudian bertemu Liban. Bersama-sama, mereka mencari orang percaya lainnya hingga komunitas mereka perlahan bertumbuh. Aweis mengatakan bahwa saat ia akhirnya menemukan persekutuan dengan saudara seiman merupakan masa paling bahagia sejak ia datang kepada Tuhan. Kisah Aweis menunjukkan bahwa kita tidak hanya membutuhkan hubungan dengan Tuhan secara pribadi, tetapi juga keluarga rohani untuk berjalan bersama. Hal ini juga terlihat dalam kehidupan jemaat mula-mula. Kisah Para Rasul menggambarkan bagaimana dalam kehidupan sehari-hari, mereka berkumpul, berbagi kehidupan, dan menikmati persekutuan dengan gembira serta tulus hati. Mereka bukan lagi sekadar orang-orang yang beribadah di tempat yang sama, tetapi telah menjadi keluarga yang saling memiliki. Hari ini, kita bersyukur karena Tuhan memberikan Gereja Keluarga Allah sebagai Rumah Anugerah. Di dalamnya, kita bukan hanya menerima kasih Tuhan, dipulihkan dari luka, dikuatkan dalam kelemahan, dan diubahkan untuk semakin serupa dengan Kristus, tetapi juga menemukan persekutuan dengan saudara seiman. Mari jangan hanya datang untuk menerima berkat, tetapi juga menjadi bagian dari keluarga yang saling menguatkan dan memberkati. Sebab di dalam Rumah Anugerah, kita tidak berjalan sendirian. Kita memiliki keluarga rohani untuk bertumbuh bersama. (CG) RENUNGAN KELUARGA ROHANI YANG SEHAT bukan hanya saling memiliki, tetapi juga memiliki KERINDUAN UNTUK BERKUMPUL. APLIKASI 1.Seberapa besar kerinduan Anda untuk berkumpul dan bertumbuh bersama keluarga rohani? 2.Apa yang sering membuat Anda menjauh dari persekutuan, dan bagaimana Anda akan mengatasinya? 3.Kehadiran seperti apa yang dapat Anda berikan agar orang lain merasa diterima dan bersukacita ketika berkumpul bersama Anda? DOA UNTUK HARI INI “Tuhan, berikan kami kerinduan untuk selalu berkumpul dan bertumbuh bersama keluarga rohani. Satukan hati kami dalam kasih, jadikan persekutuan kami penuh sukacita dan ketulusan, serta mampukan kami menjadi berkat dan penguat bagi setiap orang yang Engkau tempatkan di sekitar kami. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.” BACAAN ALKITAB SETAHUN Imamat 17-18 Matius 27:27-50

Baca Artikel  

HIDUP DALAM RUMAH ANUGERAH

13 September 2026 Tim Penulis Renungan
RHEMA HARI INI Efesus 4:2-3 Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu. Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera. Mereka semua bertujuh. Saudara kandung, tetapi harus hidup terpisah-pisah. Setiap mereka membawa luka akibat kekerasan pada anak. Selama beberapa waktu, mereka berpindah-pindah dari satu rumah ke rumah lainnya dalam program keluarga asuh. Sampai akhirnya, dua dari mereka sampai di rumah keluarga Hawthorn. Di rumah itulah, mereka menemukan kehangatan yang berbeda. Seiring waktu, pasangan Hawthorn mengetahui bahwa mereka ternyata bukan hanya tiga atau lima, tetapi tujuh bersaudara. Dan mereka merasa terpanggil untuk merawat anak-anak itu, tanpa menyisihkan seorang pun. Mereka sadar, butuh komitmen dan pengorbanan besar untuk mengasuh tujuh anak tambahan secara permanen. Pengadopsian itu pun tidak akan mudah karena anak-anak itu punya kepribadian berbeda dengan masalah perilaku masing-masing. Namun, mereka tetap memilih untuk melakukannya. Bukan karena anak-anak itu sempurna, tetapi supaya mereka bisa bersatu kembali dan memiliki keluarga yang mau merawat serta mengasihi mereka. Keputusan tersebut mengingatkan kita pada Efesus 4:2-3. Hidup dalam kesatuan tidak selalu berarti hidup bersama orang-orang yang mudah kita mengerti atau sukai. Dibutuhkan kerendahan hati, kelemahlembutan, kesabaran, dan kasih untuk saling membantu serta memelihara kesatuan. Kesatuan bukan terjadi karena semua orang sempurna, tetapi karena setiap orang memilih untuk tetap mengasihi. Demikian juga dengan keluarga rohani. Keluarga Allah sebagai Rumah Anugerah bukanlah rumah yang isinya orang-orang yang sudah selesai dengan dirinya sendiri dan tidak pernah melukai satu sama lain. Rumah Anugerah adalah tempat berkumpulnya orang-orang yang masih Tuhan proses dan memilih untuk terus bertumbuh bersama dalam kasih karunia. Ya, Rumah Anugerah bukan sekadar tempat yang Tuhan berikan agar kita memiliki tempat bernaung, tetapi juga tempat di mana kita belajar menjadi rumah bagi orang lain—menjadi pribadi yang membuat mereka merasa diterima, dikasihi, dikuatkan, dan memiliki tempat untuk bernaung. (MV.L) RENUNGAN RUMAH ANUGERAH bukanlah tempat yang dipenuhi orang-orang sempurna, melainkan KELUARGA yang DIPERSATUKAN oleh KASIH KARUNIA TUHAN. APLIKASI 1.Seperti apakah orang-orang yang berada dalam keluarga Anda? 2.Menurut Anda, apakah yang paling dibutuhkan dalam satu keluarga yang tak sempurna? 3.Bagaimana Anda bisa membuka diri untuk menerima orang-orang tak sempurna yang Tuhan tempatkan dalam hidup Anda? DOA UNTUK HARI INI “Bapa yang baik, terima kasih untuk keluarga yang Engkau anugerahkan kepada kami. Kami sadar bahwa kami adalah sekumpulan orang-orang tak sempurna dengan luka dan perbedaan masing-masing. Bantu kami, agar kami bisa belajar untuk saling mengasihi, menerima, dan menopang satu sama lain. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.” BACAAN ALKITAB SETAHUN Imamat 15-16 Matius 27:1-26

Baca Artikel