KERINDUAN DATANG DALAM DOA

21 June 2026 Tim Penulis Renungan
RHEMA HARI INI Mazmur 42:2 Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah Adakah di antara kita yang pernah memperhatikan seorang anak yang sedang merantau jauh dari orangtuanya? Meskipun memiliki banyak teman dan kesibukan, ada saat-saat hatinya begitu rindu mendengar suara orang yang dikasihinya. Ia pun akan meluangkan waktu untuk menelepon dan berbagi cerita, atau sekadar mendengar sapaan yang menenangkan hatinya. Kerinduan itu muncul bukan karena kewajiban, melainkan karena adanya kasih yang mendalam. Demikian pula hati yang sungguh mencintai Tuhan. Ia akan selalu mencari kesempatan untuk datang kepada-Nya dalam doa. Mazmur 42:2 menggambarkan jiwa yang merindukan Tuhan bagaikan rusa merindukan air. Rusa yang kehausan tidak mencari apa pun selain sumber air yang dapat menyegarkannya. Rusa itu akan segera menenggelamkan moncongnya ke dalam air dan mereguknya banyak-banyak. Sampai dahaganya terpuaskan. Begitu juga dengan jiwa yang mengasihi Tuhan. Ia tidak akan puas hanya dengan aktivitas rohani di permukaan, tetapi merindukan perjumpaan pribadi dengan Tuhan. Doa bukan lagi sekadar rutinitas atau kewajiban, melainkan momen yang dinanti-nantikan, karena hanya di dalamnya ia dapat menikmati hadirat, kasih, dan mendengarkan suara Tuhan. Hari ini, mari periksa hati kita. Apakah doa masih menjadi beban, atau sudah menjadi kerinduan yang lahir dari kasih kepada Tuhan? Semakin kita mengenal dan mengalami kebaikan-Nya, semakin besar pula kerinduan kita untuk datang kepada-Nya dalam doa. Jangan hanya singgah di permukaan, tetapi masuklah lebih dalam ke dalam hadirat Tuhan. Saat hati kita dipenuhi kasih kepada-Nya, kita akan menemukan bahwa doa adalah tempat yang indah, ruang di mana jiwa kita dipuaskan oleh hadirat Allah yang hidup. (LEW) RENUNGAN Hati yang mencintai Tuhan akan selalu RINDU DATANG DALAM DOA. APLIKASI 1.Apakah doa sudah menjadi kerinduan hati Anda untuk bertemu dengan Tuhan, atau masih sekadar rutinitas saja? Mengapa? 2.Seberapa sering Anda meluangkan waktu khusus untuk datang kepada Tuhan dalam doa? 3.Langkah nyata apa yang akan Anda lakukan untuk membangun kerinduan yang lebih dalam kepada Tuhan melalui kehidupan doa? DOA UNTUK HARI INI “Tuhan Yesus, kami mau mengutamakan Engkau di atas segalanya. Kami mau selalu berdiam di dalam hadirat-Mu. Kerinduan kami adalah untuk selalu dekat dengan-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.” BACAAN ALKITAB SETAHUN Yehezkiel 16-17 Yakobus 3

Baca Artikel  

SATU JAM YANG MENGUBAH SEGALANYA

20 June 2026 Tim Penulis Renungan
RHEMA HARI INI Markus 14:37 Setelah itu Ia datang kembali, dan mendapati ketiganya sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: "Simon, sedang tidurkah engkau? Tidakkah engkau sanggup berjaga-jaga satu jam? Malam setelah perjamuan terakhir, Tuhan Yesus mengajak tiga murid-Nya ke Taman Getsemani. Sementara Dia pergi berdoa, Dia meminta mereka untuk berjaga-jaga. Namun, saat Dia kembali, mereka semua jatuh tertidur. Pertanyaan Yesus, "Tidakkah engkau sanggup berjaga-jaga satu jam?" bukan sekadar teguran, melainkan undangan untuk membangun kekuatan rohani melalui doa. Yesus tahu bahwa sebentar lagi murid-murid-Nya akan menghadapi ujian besar, tetapi mereka melewatkan waktu doa yang seharusnya mempersiapkan mereka. Akibatnya, ketika tekanan datang, mereka gagal bertahan dan lari meninggalkan Guru yang sangat mereka kasihi. Bahkan Petrus yang bersikeras tak akan pernah tergoncang imannya, menyangkal Yesus sebanyak tiga kali. Apa yang terjadi kepada murid-murid Yesus mengingatkan kita bahwa sering kali kita menginginkan kemenangan dalam kehidupan, tetapi mengabaikan tempat di mana kekuatan itu dibangun, yaitu dalam doa. Hal itu karena kekuatan rohani bukanlah sesuatu yang muncul secara tiba-tiba saat kita menghadapi masalah. Satu jam doa mungkin terlihat sederhana. Namun ketika kita datang kepada Tuhan di awal hari, kita sedang menyerahkan kendali hidup kepada-Nya. Saat kita tenggelam dalam doa, Tuhan memberikan damai sejahtera ketika tekanan datang, hikmat dalam mengambil keputusan, kekuatan saat menghadapi pencobaan, dan kepekaan untuk mengikuti pimpinan Roh Kudus. Hari ini, mari mengambil komitmen untuk membangun kembali mezbah doa kita. Jangan menjadikan doa sebagai pilihan terakhir setelah semua usaha dilakukan, tetapi jadikan doa sebagai prioritas pertama sebelum kita menghadapi dunia. Orang yang kuat dalam doa bukanlah orang yang tidak pernah menghadapi masalah, tetapi orang yang telah diperlengkapi Tuhan sebelum masalah itu datang. Semakin kuat kehidupan doa seseorang, semakin kuat pula ia menghadapi berbagai tantangan hidup. Ketika kita setia menyediakan waktu untuk berdoa, kita pun akan menemukan keindahan doa dan Tuhan akan membentuk hati yang kuat, iman yang teguh, serta kehidupan yang penuh kemenangan. (BS) RENUNGAN Doa satu jam adalah MOMEN INVESTASI ROHANI, sebab dapat mengubah sisa 23 jam di hari kita. APLIKASI 1.Kapan terakhir kali Anda mendedikasikan satu jam penuh hanya untuk berdoa? 2.Adakah kebiasaan pagi yang selama ini menggeser waktu doamu? 3.Apa satu langkah nyata yang akan Anda ambil mulai besok pagi untuk menjadikan doa sebagai prioritas pertamamu? DOA UNTUK HARI INI “Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau mengingatkan kami bahwa kekuatan sejati dibangun melalui kehidupan doa. Ampuni kami jika selama ini kami sering lebih mengandalkan kekuatan sendiri daripada mencari wajah-Mu. Ajarlah kami untuk setia menyediakan waktu terbaik kami bagi-Mu, sehingga kami diperlengkapi menghadapi setiap tantangan yang ada di depan. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.” BACAAN ALKITAB SETAHUN Yehezkiel 14-15 Yakobus 2

Baca Artikel  

MEMBANGUN HUBUNGAN YANG INTIM DENGAN TUHAN

19 June 2026 Tim Penulis Renungan
RHEMA HARI INI Mazmur 145:18 TUHAN dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan. “Kamu orang yang baik, tapi menjalin hubungan denganmu sangat menyebalkan.” Mikael hanya bisa terdiam saat kekasihnya memutuskannya. Ia sadar, meski tulus mengasihi sang kekasih, ia tidak pernah benar-benar hadir. Entah berapa banyak pesan tak terbalas dan panggilan yang terabaikan. Semua itu karena ia terlalu sibuk membangun usahanya. Bertahun kemudian, Mikael berkenalan dengan seorang gadis yang baik. Tak mau mengulangi kesalahan yang sama, ia pun mengatur pengingat di ponselnya beberapa kali dalam sehari untuk menyapa, menanyakan kabar, dan meluangkan waktu. Awalnya terasa canggung, tetapi perlahan hubungan mereka bertumbuh. Percakapan menjadi lebih dalam, pertemuan semakin berarti, hingga akhirnya kedekatan itu terbentuk secara alami. Bahkan tanpa pengingat, Mikael merasa janggal jika melewatkan hari tanpa gadis itu. Benar, kedekatan tidak bisa dibangun secara instan atau asal-asalan. Demikian pula dengan hubungan kita bersama Tuhan. Dalam mazmurnya, Daud menegaskan bahwa Tuhan dekat bagi setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan. Artinya, Tuhan bukanlah pribadi yang jauh, tetapi kedekatan itu dialami oleh mereka yang terus datang kepada-Nya dengan hati yang tulus dan tidak terbagi. Kesetiaan bukan tentang perasaan yang selalu menggebu, tetapi tentang keputusan untuk terus datang, lagi dan lagi. Satu hal perlu kita pahami, Tuhan tidak pernah menjauh. Kitalah yang sering kalinya berhenti datang kepada-Nya Karena itu, jika kita ingin mengalami hubungan pribadi yang intim dengan Tuhan, jangan lagi mengabaikan kehidupan doa kita. Kesibukan boleh menyita waktu, dunia boleh menawarkan berbagai macam hal yang mengalihkan perhatian, tetapi apalah artinya semua pencapaian dan kesenangan yang kita dapatkan tanpa Tuhan di dalamnya? Hanya ketika kita dekat dengan Tuhan saja, kita akan menemukan tujuan, kepuasan, dan sukacita sejati. Saat hati kita lekat dengan hati Tuhan dan kita menjadi kuat dalam doa, kita pun akan menemukan keindahan doa. (MV.L) RENUNGAN Doa yang KONSISTEN membangun HUBUNGAN YANG INTIM dengan Tuhan. APLIKASI 1.Seberapa konsisten Anda menyediakan waktu khusus untuk berdoa setiap hari? 2.Mengapa Anda perlu membangun kehidupan doa yang konsisten dan memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan? 3.Komitmen apa yang dapat Anda ambil mulai hari ini untuk membangun kehidupan doa yang lebih setia? DOA UNTUK HARI INI “Tuhan, bangkitkan kerinduan yang baru untuk mencari wajah-Mu setiap hari. Ajar kami membangun kehidupan doa yang setia dan konsisten, sehingga hubungan kami dengan-Mu semakin intim. Biarlah hati kami selalu haus akan hadirat-Mu dan hidup kami dipenuhi damai sejahtera serta kekuatan dari-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.” BACAAN ALKITAB SETAHUN Yehezkiel 11-13 Yakobus 1

Baca Artikel  

MENEMUKAN KEINDAHAN DOA

18 June 2026 Tim Penulis Renungan
RHEMA HARI INI Yehezkiel 47:5 Sekali lagi ia mengukur seribu hasta lagi, sekarang air itu sudah menjadi sungai, di mana aku tidak dapat berjalan lagi, sebab air itu sudah meninggi sehingga orang dapat berenang, suatu sungai yang tidak dapat diseberangi lagi. Banyak orang menyukai pantai karena keindahannya yang dapat dinikmati dari tepi. Namun, seorang penyelam tahu bahwa keindahan yang sesungguhnya sering kali tidak berada di permukaan. Semakin dalam ia menyelam, semakin banyak keajaiban yang ia temukan. Terumbu karang yang indah, ikan-ikan berwarna-warni, dan pemandangan bawah laut yang menakjubkan. Demikian pula dengan doa. Banyak orang berdoa hanya di “permukaan”—sekadar mengucapkan kata-kata, menyampaikan kebutuhan, lalu selesai Padahal keindahan doa justru ditemukan saat kita masuk lebih dalam dalam hadirat Tuhan. Dalam Yehezkiel 47, Tuhan memberi nabi Yehezkiel penglihatan tentang air yang mengalir dari Bait Suci. Awalnya hanya sebatas mata kaki, lalu semakin dalam hingga menjadi sungai yang tidak dapat diseberangi. Pada titik ini, Yehezkiel tidak lagi bisa mengandalkan kakinya sendiri, tetapi sepenuhnya “terbawa” oleh aliran air. Demikian juga dalam doa, ada fase di mana kita tidak lagi sekadar mengatur doa kita sendiri, tetapi belajar berserah dan dipimpin oleh Roh Kudus. Di situlah doa berubah dari rutinitas menjadi perjumpaan yang hidup dan penuh kuasa. Semakin kita meluangkan waktu untuk tinggal dalam hadirat-Nya, semakin kita mengenal hati-Nya, memahami kehendak-Nya, dan merasakan damai sejahtera yang tidak dapat diberikan oleh dunia. Karena itu, jangan puas hanya dengan doa yang dangkal dan terburu-buru. Tuhan rindu membawa kita masuk lebih dalam ke dalam hadirat-Nya. Luangkan waktu untuk berdiam diri, mendengarkan suara-Nya, dan membuka hati sepenuhnya di hadapan-Nya. Jangan hanya mencari tangan Tuhan yang memberi berkat, tetapi carilah wajah-Nya. Ketika kita bertumbuh semakin kuat dalam doa, kita tidak hanya menerima jawaban atas pergumulan kita, tetapi juga menemukan Tuhan sendiri sebagai sumber sukacita, kekuatan, dan damai sejahtera yang sejati. Di sanalah, keindahan doa yang sesungguhnya ditemukan. (SZ) RENUNGAN KEINDAHAN DOA ditemukan bukan di permukaan, tetapi di KEDALAMAN DOA. APLIKASI 1.Apakah selama ini Anda hanya berdoa saat membutuhkan sesuatu, atau Anda sungguh menikmati persekutuan dengan Tuhan? Mengapa demikian? 2.Mengapa Anda perlu benar-benar meluangkan waktu untuk membangun kedekatan dengan Tuhan melalui doa? 3.Apa yang perlu anda ubah agar kehidupan doa Anda menjadi lebih dalam dan lebih intim dengan Tuhan? DOA UNTUK HARI INI “Tuhan, bawa kami masuk lebih dalam ke dalam hadirat-Mu. Bangkitkan kerinduan untuk mencari-Mu lebih dari sekadar mencari jawaban atas kebutuhan kami. Biarlah kami menemukan keindahan doa dan mengalami persekutuan yang semakin intim dengan-Mu setiap hari. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.” BACAAN ALKITAB SETAHUN Yehezkiel 8-10 Ibrani 13

Baca Artikel  

TEMPAT MENEMUKAN KEKUATAN UNTUK BERTAHAN

17 June 2026 Tim Penulis Renungan
RHEMA HARI INI Yesaya 40:31 tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah. Maria dikenal sebagai orang yang murah senyum, tekun bekerja, dan setia melayani. Namun, tidak banyak yang mengetahui bahwa di balik senyum lembutnya, hatinya lelah dan penuh pergumulan. Ada malam-malam ketika ia hanya duduk diam sambil menangis dan berdoa, “Tuhan, aku tidak tahu apakah aku masih sanggup melewati semua ini.” Maria berharap Tuhan akan segera menghilangkan semua masalah yang dihadapinya. Setiap pagi, sebelum menghadapi hari yang penuh tekanan, ia meluangkan waktu untuk berdiam diri, membaca firman Tuhan, dan membawa seluruh bebannya dalam doa. Seiring berjalannya waktu, Maria menyadari sebuah kebenaran yang indah. Keadaan bisa saja tak kunjung berubah, tetapi melalui doa ia menerima kekuatan baru dari Tuhan tiap-tiap harinya. Ya, saat kita berserah kepada Tuhan dalam doa, Tuhan tidak selalu langsung menenangkan badai dalam hidup kita. Namun Tuhan memberi kita kekuatan bagai rajawali yang terbang tinggi melewati badai itu. Masalah-masalah yang kita hadapi mungkin belum selesai, tetapi hati kita tidak lagi dikuasai oleh ketakutan dan kekhawatiran. Melalui doa, kita akan menemukan damai sejahtera yang tidak bergantung pada keadaan. Kita belajar bertahan bukan karena kita kuat, tetapi karena setiap hari Tuhan memperbarui kekuatan kita. Kekuatan yang Tuhan berikan pun melebihi tekanan yang harus kita tanggung. Hari ini, marilah kita ubah cara pandang kita tentang doa. Doa bukanlah sekadar sarana untuk meminta sesuatu kepada Tuhan. Doa adalah tempat kita berjumpa dengan Tuhan dan membangun hubungan pribadi dengan-Nya. Doa mungkin tidak selalu mengubah situasi dalam sekejap, tetapi doa selalu mengubah hati kita. Saat kita kuat dalam doa dan menemukan keindahan doa, kita pun akan menerima kekuatan serta hikmat yang kita perlukan untuk menjalani kehidupan. Pada akhirnya, orang yang berlutut di hadapan Tuhan akan memiliki kekuatan untuk berdiri teguh menghadapi setiap badai kehidupan. (AM) RENUNGAN: Doa memberi KEKUATAN UNTUK BERTAHAN di tengah TEKANAN HIDUP. APLIKASI 1.Saat ini, tekanan atau pergumulan apa yang paling sering membuat Anda merasa lelah dan kehilangan kekuatan? 2.Ketika menghadapi masalah, apakah Anda lebih fokus meminta Tuhan mengubah keadaan atau mencari kekuatan Tuhan untuk melewati keadaan tersebut? Mengapa? 3.Langkah praktis apa yang dapat Anda lakukan minggu ini untuk meluangkan waktu berdoa dan menantikan Tuhan setiap hari? DOA UNTUK HARI INI “Bapa yang penuh kasih, terima kasih karena Engkau selalu hadir dalam setiap pergumulan hidup kami. Ketika kami merasa lelah, takut, dan tidak sanggup melangkah lagi, ajarlah kami untuk datang kepada-Mu dan menantikan-Mu dalam doa. Berikanlah kami kekuatan yang baru, damai sejahtera yang melampaui segala akal, dan hati yang tetap berharap kepada-Mu. Tolong kami untuk tetap setia berjalan bersama-Mu, apa pun keadaan yang kami hadapi. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.” BACAAN ALKITAB SETAHUN Yehezkiel 5-7 Ibrani 12

Baca Artikel  

KEHORMATAN DALAM DOA

16 June 2026 Tim Penulis Renungan
RHEMA HARI INI Yeremia 29:12 Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan. Bayangkan jika hari ini kita memiliki nomor telepon seorang Presiden. Bukan nomor ajudannya, bukan nomor sekretarisnya, tetapi nomor pribadinya. Lalu beliau berkata: "Kalau ada apa-apa, hubungi saya kapan saja. Saya akan mendengarkan." Pasti kita akan merasa terhormat. Kita tidak akan bisa berhenti tersenyum dan menghargai kesempatan tersebut. Jika berbicara dengan manusia saja terasa begitu istimewa, tak peduli seberapa tinggi jabatan dan statusnya, betapa lebih besar lagi kehormatan ketika dapat berbicara langsung dengan Tuhan yang Mahakuasa. Meski demikian, Tuhan tidak pernah menolak mendengarkan kita. Bahkan, Dia senantiasa mengundang kita untuk datang kepada-Nya dalam kondisi apa pun juga. Saat bangsa Israel berada dalam pembuangan di Babel karena dosa dan kesalahan mereka, Tuhan juga memberikan sebuah janji melalui nabi Yeremia. Di masa yang penuh tekanan, kehilangan, kebingungan, dan ketidakpastian, Tuhan tidak menjanjikan jalan keluar instan, tetapi memberikan sesuatu yang jauh lebih dalam: akses kepada-Nya. Tuhan berkata bahwa ketika mereka berseru dan datang berdoa, Dia akan mendengarkan. Ini menunjukkan bahwa doa bukan sekadar rutinitas, melainkan hubungan yang hidup dengan Tuhan yang peduli. Di saat mereka merasa jauh dari Tanah Perjanjian, Tuhan menegaskan bahwa mereka tidak pernah jauh dari hadirat-Nya. Ketika kita menyadari bahwa doa adalah sebuah kehormatan, maka doa tidak lagi menjadi beban. Kita tidak lagi datang kepada Tuhan karena terpaksa atau sekadar rutinitas rohani, melainkan karena rindu bertemu dengan Tuhan yang selalu menunggu kita datang kepada-Nya. Mari kita perbaharui kehidupan doa kita. Mulailah dengan langkah sederhana, lalu bangun dengan konsistensi hari demi hari. Semakin kita datang kepada Tuhan, semakin kita akan menyadari bahwa Dia sungguh mendengarkan. Kita pun akan menjadi semakin kuat dalam doa dan menemukan keindahan doa. Dari sana, iman kita akan dikuatkan, hati kita dipulihkan, dan hidup kita diarahkan sesuai dengan rencana-Nya. (KK) RENUNGAN Doa adalah KEHORMATAN karena kita bisa BERBICARA LANGSUNG dengan Tuhan. APLIKASI 1.Bagaimana selama ini Anda memandang doa? Apakah sebagai kewajiban yang harus dilakukan, atau sebagai kehormatan untuk berbicara langsung dengan Tuhan? Mengapa demikian? 2.Apa yang sering menghalangi Anda untuk menyediakan waktu khusus bersama Tuhan dalam doa? Langkah praktis apa yang bisa Anda ambil mulai hari ini untuk mengatasinya? 3.Jika Tuhan selalu siap mendengarkan Anda, bagaimana Anda akan membangun komitmen doa yang lebih konsisten? DOA UNTUK HARI INI “Bapa yang penuh kasih, terima kasih karena Engkau memberi kami kehormatan untuk datang dan berbicara langsung kepada-Mu. Ampuni kami jika selama ini kami kurang menghargai waktu doa bersama-Mu. Tanamkan kerinduan yang semakin besar untuk mencari hadirat-Mu setiap hari. Tolong kami membangun kehidupan doa yang setia, sehingga kami semakin mengenal Engkau dan mengalami penyertaan-Mu dalam setiap langkah hidup kami. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.” BACAAN ALKITAB SETAHUN Yehezkiel 3-4 Ibrani 11:20-40

Baca Artikel