DOA OFENSIF YANG MENCIPTAKAN JALAN

01 July 2026 Tim Penulis Renungan
RHEMA HARI INI Keluaran 14:15–16 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Mengapakah engkau berseru-seru demikian kepada-Ku? Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka berangkat. Dan engkau, angkatlah tongkatmu dan ulurkanlah tanganmu ke atas laut dan belahlah airnya, sehingga orang Israel akan berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering. Seorang penginjil yang melayani di daerah terpencil menghadapi situasi sulit. Jembatan menuju kampung tujuan rusak akibat banjir, sementara ia telah berjanji untuk mengadakan kebaktian dan pelayanan bagi masyarakat di sana. Awalnya, ia hanya berdoa agar Tuhan membuka jalan dan mengirim pertolongan. Namun, setelah berdoa beberapa hari, ia merasa Tuhan menaruh keberanian dalam hatinya untuk mengubah metode doanya. Dari doa pasif yang hanya menunggu jawaban menjadi doa ofensif yang memperkatakan perubahan situasi. Tak lama kemudian, bala bantuan dari desa terdekat datang. Bersama beberapa warga, mereka mulai membangun jalur darurat yang sederhana. Pelayanan yang semula terancam batal akhirnya dapat terlaksana dengan baik. Pengalaman tersebut mengingatkan kita pada peristiwa ketika bangsa Israel terjepit antara Laut Teberau dan pasukan Mesir. Musa berseru kepada Tuhan, tetapi Tuhan menjawab dengan cara yang mengejutkan: "Mengapakah engkau berseru-seru demikian kepada-Ku?" Saat itu, Tuhan ingin mengajari Musa metode doa yang baru. Bukan hanya memohon pertolongan, tetapi menaklukkan situasi dalam iman. Laut tidak akan terbelah ketika mereka hanya berdiri dan menunggu dalam ketakutan, tetapi ketika iman hadir. Inilah gambaran doa ofensif: bukan sekadar meminta jalan keluar, tetapi percaya bahwa kuasa Tuhan bekerja ketika kita berani memperkatakan doa profetik dan melangkah dalam iman. Hari ini, mungkin kita sedang menghadapi "laut tak terseberangi"—persoalan keluarga, pekerjaan, pelayanan, atau masa depan yang tampak buntu. Jangan hanya berfokus pada besarnya masalah, tetapi berbicara kepada masalah tersebut. Ketahuilah, Tuhan selalu ingin anak-anak-Nya bertumbuh, termasuk dalam hal doa. Jangan hanya menunggu mujizat terjadi, tetapi mulailah berlatih doa ofensif. Ketika kita menjadi kuat dalam doa dan hidup melekat dengan Tuhan, otoritas ilahi akan menyertai perkataan profetik yang kita ucapkan. Dengan kuasa itulah, di tempat yang tidak ada jalan, jalan baru tercipta dan perkara-perkara mustahil terjadi. (AM) RENUNGAN DOA OFENSIF bukan hanya meminta jalan keluar, tetapi MENCIPTAKAN JALAN dengan KUASA TUHAN. APLIKASI 1.Hambatan apa yang saat ini sedang Anda hadapi dan membuat Anda takut untuk melangkah? 2.Mengapa Anda perlu berlatih berdoa ofensif? 3.Setelah Anda berdoa, langkah ketaatan apa yang Tuhan sedang minta agar Anda lakukan? DOA UNTUK HARI INI “Bapa di Sorga, terima kasih karena Engkau adalah Tuhan yang sanggup membuat jalan di tempat yang tidak ada jalan. Ampuni kami jika selama ini hanya berfokus pada masalah dan ketakutan. Berikan kami iman seperti Musa untuk taat dan melangkah sesuai perintah-Mu. Bantu kami melatih doa profetik dan percaya bahwa kuasa-Mu akan bekerja membuka jalan di depan. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.” BACAAN ALKITAB SETAHUN Yehezkiel 40-41 2Petrus 3

Baca Artikel  

MEMPERKATAKAN YANG TUHAN KATAKAN

30 June 2026 Tim Penulis Renungan
RHEMA HARI INI Roma 4:17 seperti ada tertulis: “Engkau telah Kutetapkan menjadi bapa banyak bangsa” – di hadapan Allah yang kepada-Nya ia percaya, yaitu Allah yang menghidupkan orang mati dan yang menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada. Bayangkan seorang penginjil dengan jemaat yang hanya segelintir orang berdiri dan berkata, “Afrika akan diselamatkan!” Terdengar seperti pernyataan yang terlalu besar—bahkan tidak masuk akal. Namun, dari tempat ibadah yang kecil dan sederhana itulah, sebuah deklarasi iman yang mengguncang sebuah benua lahir. Inilah kisah Reinhard Bonnke. Dengan segala keterbatasan yang ada, Tuhan menaruh sebuah visi besar dalam hatinya. Secara manusia, visi ini tampak mustahil. Namun Bonnke tidak berfokus pada apa yang ia lihat. Ia memilih untuk memperkatakan apa yang Tuhan nyatakan kepadanya. Setiap kali berkhotbah, ia mendeklarasikan hal yang sama: “Afrika akan diselamatkan!” Seiring waktu, apa yang dahulu tampak mustahil mulai digenapi. Kebaktian-kebaktian penginjilannya dihadiri oleh ratusan ribu hingga jutaan orang. Melalui pelayanannya, puluhan juta orang bertobat. Hal yang sama dialami Abraham. Ia sudah lanjut usia dan tidak memiliki anak, tetapi Allah mengatakan hal yang terdengar mustahil. Saat itu, Tuhan tidak berkata, "Mungkin suatu hari nanti engkau akan menjadi bapa banyak bangsa.” Tuhan berkata dengan pasti, "Engkau telah Kutetapkan menjadi bapa banyak bangsa.” Artinya, Tuhan memperkatakan masa depan sebelum hal itu terjadi. Abraham pun menangkap kehendak Tuhan, lalu memperkatakannya dengan iman sebelum penggenapannya terlihat. Pada akhirnya, ia bukan hanya menjadi bapa bangsa Israel, tetapi juga bangsa-bangsa lainnya. Kedua kisah ini menunjukkan bahwa doa dan perkataan yang selaras dengan kehendak Tuhan bukanlah sekadar harapan kosong, tetapi deklarasi iman yang berani melampaui keadaan. Ya, doa ofensif bukanlah usaha memaksa Tuhan mengikuti keinginan kita. Sebaliknya, doa ofensif adalah menyelaraskan perkataan kita dengan kehendak Tuhan. Karena itu, jangan hanya menceritakan masalah kita kepada Tuhan. Jadilah kuat dalam doa dan mulai memperkatakan janji-janji-Nya atas hidup kita. Percayalah, Allah yang kita sembah adalah Allah yang menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada. (KK) RENUNGAN DOA OFENSIF bukanlah kata-kata kosong, tetapi MEMPERKATAKAN KEHENDAK TUHAN sebelum hal itu terjadi. APLIKASI 1.Situasi apa dalam hidup Anda yang selama ini lebih sering Anda keluhkan daripada Anda doakan secara profetik? 2.Mengapa Anda perlu memperkatakan kehendak Tuhan atas hidup Anda? 3.Janji Tuhan apa yang dapat Anda perkatakan atas pergumulan yang sedang Anda hadapi saat ini? DOA UNTUK HARI INI "Tuhan, ajar kami untuk berdoa sesuai dengan kehendak-Mu. Penuhi hati kami dengan firman-Mu, sehingga mulut kami memperkatakan kehidupan, kemenangan, dan penggenapan janji-Mu. Kami percaya Engkau adalah Allah yang menjadikan yang tidak ada menjadi ada. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.” BACAAN ALKITAB SETAHUN Yehezkiel 37-39 2 Petrus 2

Baca Artikel  

DOA YANG MEREBUT KEMENANGAN

29 June 2026 Tim Penulis Renungan
RHEMA HARI INI Yesaya 55:11 demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya. Derek Prince adalah pengajar Alkitab, penulis, dan pelayan Tuhan yang dikenal secara internasional. Ia menekankan otoritas firman Tuhan, peperangan rohani, serta pentingnya menyelaraskan hidup dan doa dengan kebenaran firman. Dalam pengajarannya, orang percaya tidak dipanggil untuk bersikap pasif ketika menghadapi situasi yang bertentangan dengan kehendak Tuhan, melainkan berdiri teguh di atas firman-Nya dan menggunakannya dalam doa. Dalam pandangannya, doa profetik bukanlah menciptakan janji baru, tetapi mengambil apa yang sudah Tuhan nyatakan dalam firman-Nya lalu memperkatakannya dengan iman ke dalam situasi yang sedang dihadapi. Meski demikian, doa profetik bukanlah sarana untuk “mengklaim” sesuatu menurut keinginan pribadi, melainkan cara untuk menyelaraskan hati dengan kehendak Tuhan. Hal itu karena kuasa ilahi bukan terletak pada kata-kata manusia, tetapi pada firman Tuhan yang hidup dan berotoritas. Dalam Yesaya 55:11, Tuhan sendiri menegaskan hal yang sama. Dia berkata bahwa firman yang keluar dari mulut-Nya memiliki kuasa untuk melakukan tepat seperti yang Dia kehendaki. Ketika kita mengucapkan firman Tuhan dengan iman dan dalam keselarasan dengan kehendak-Nya, kita pun sedang menyatakan otoritas firman yang sama yang berasal dari Tuhan sendiri. Itu sebabnya, penting bagi kita untuk mengenal firman Tuhan dan mencari rhema untuk menghadapi permasalahan kita. Tahun 2018, Ps. Jonatan pun menyampaikan tentang doa profetik pada salah satu sesi Unlimited Conference. Ribuan peserta UC menangkap pesan Tuhan itu dan mulai mempraktikkannya. Hasilnya, di tahun 2018-2019 terjadi banjir mujizat di gereja kita. Karena itu, mulailah belajar doa ofensif sesuai kehendak Tuhan dan jadilah kuat dalam doa. Seranglah situasi-situasi sulit itu dengan kebenaran firman Tuhan sampai kemenangan terjadi. Doa ofensif tidak berfokus pada masalah, tetapi pada firman Tuhan. Doa ofensif tidak tunduk pada keadaan, tetapi menghadirkan kehendak Tuhan dalam keadaan kita. Bagaimanapun, kehendak Tuhan pasti mengalahkan keadaan kita. (CG) RENUNGAN DOA OFENSIF adalah doa profetik yang MENYERANG SITUASI dengan firman Tuhan untuk MEREBUT KEMENANGAN. APLIKASI 1.Apakah selama ini Anda lebih fokus pada besarnya masalah, atau pada besarnya janji firman Tuhan atas hidup Anda? Mengapa demikian? 2.Firman Tuhan apa yang dapat Anda pegang dan Anda deklarasikan untuk menghadapi situasi yang sedang Anda hadapi saat ini? 3.Bagaimana Anda bisa berdoa profetik yang selaras dengan kehendak Tuhan dan memperkatakannya dengan iman dan keberanian? Tuliskan dan mulai perkatakan setiap harinya! DOA UNTUK HARI INI “Tuhan, terima kasih atas firman-Mu yang penuh kuasa dan kebenaran. Ajar kami untuk tidak tunduk kepada keadaan, tetapi berdiri teguh di atas janji-Mu. Penuhi hati kami dengan iman untuk mendeklarasikan firman-Mu atas setiap pergumulan yang kami hadapi. Biarlah kehendak-Mu dinyatakan dan kemenangan-Mu terjadi dalam hidup kami. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.” BACAAN ALKITAB SETAHUN Yehezkiel 35-36 2 Petrus 1

Baca Artikel  

DOA YANG BERSATU DENGAN ROH KUDUS

28 June 2026 Tim Penulis Renungan
RHEMA HARI INI Yohanes 4:24 Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran." Seorang anak tidak perlu kata-kata rumit untuk berbicara dengan ayahnya. Bahkan dalam tangisan atau diamnya, sang ayah tetap mengerti isi hatinya. Demikian juga dalam kehidupan rohani. Banyak orang berpikir bahwa doa atau penyembahan yang kuat harus panjang, penuh kalimat indah, dan terdengar mengesankan. Padahal Tuhan tidak terutama melihat kefasihan lidah, melainkan ketulusan hati. Yang Tuhan cari bukan kata-kata yang mengesankan, tetapi hati yang sungguh terhubung dengan-Nya. Dalam Yohanes 4:24, Yesus menegaskan bahwa Allah adalah Roh, dan setiap orang yang menyembah Dia harus menyembah dalam roh dan kebenaran. Dengan kata lain, penyembahan sejati tidak bergantung pada bentuk luar, tetapi pada kondisi hati yang hidup dan selaras dengan kebenaran Tuhan. Menyembah dalam roh berarti kita datang dengan hati yang terbuka dan dipimpin oleh Roh Kudus, bukan sekadar rutinitas. Menyembah dalam kebenaran berarti hidup kita selaras dengan firman-Nya. Ketika keduanya berjalan bersama, penyembahan kita menjadi perjumpaan yang nyata—bukan hanya aktivitas rohani, tetapi hubungan yang hidup dengan Tuhan. Karena itu, marilah kita membangun kehidupan doa yang tidak hanya sibuk dengan kata-kata, tetapi kaya akan hadirat Tuhan. Jangan ukur kualitas doa dari lamanya waktu berdoa atau banyaknya permohonan yang disampaikan. Bangunlah kedekatan yang nyata dengan Roh Kudus setiap hari. Hiduplah dalam kebenaran firman Tuhan dan biarkan Roh Kudus memimpin kita menjadi kuat dalam doa. Semakin dekat kita dengan Tuhan, semakin peka kita mendengar suara-Nya. Di situlah kita semakin mengenal kehendak-Nya dan mampu untuk berdoa melampaui batas pikiran dan kemampuan kita, sehingga kita pun memperoleh kekuatan, penghiburan, dan tuntunan dalam setiap langkah kehidupan kita. (SZ) RENUNGAN DOA YANG MELAMPAUI BATAS bukan tentang seberapa banyak KATA YANG DIUCAPKAN, tetapi seberapa dalam roh kita BERSATU DENGAN ROH KUDUS. APLIKASI 1.Apakah Anda datang kepada Tuhan untuk mencari hadirat-Nya atau hanya mencari jawaban atas kebutuhan Anda? Mengapa demikian? 2.Mengapa Anda perlu memberi waktu untuk mendengar suara Tuhan dalam doa? 3.Bagaimana Anda bisa membangung kedekatan hubungan pribadi Anda dengan Tuhan saat ini? DOA UNTUK HARI INI “Tuhan Yesus, kami rindu memiliki kehidupan doa yang hidup dan berkenan kepada-Mu. Bukan sekadar penuh kata-kata, tetapi penuh persekutuan dengan Roh Kudus. Dekatkan hati kami kepada-Mu dan ajar kami untuk tinggal dalam hadirat-Mu setiap hari. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.” BACAAN ALKITAB SETAHUN Yehezkiel 33-34 1 Petrus 5

Baca Artikel  

JANGAN PADAMKAN API-NYA

27 June 2026 Tim Penulis Renungan
RHEMA HARI INI 1 Tesalonika 5:19 Janganlah padamkan Roh, Pernahkah Anda melihat bara api yang hampir padam? Ketika kayu mulai habis dan angin tidak lagi berhembus, bara api itu perlahan mengecil. Warnanya berubah dari merah menyala menjadi abu-abu kusam. Namun, di dalamnya masih tersimpan panas. Hanya diperlukan satu tiupan atau tambahan sepotong kayu, dan api itu pun menyala kembali. Demikian pula gambaran kehidupan rohani banyak orang percaya saat ini. Api Roh Kudus yang dahulu menyala-nyala dapat menjadi redup karena kesibukan, kelelahan, atau kurangnya waktu untuk bersekutu dengan Tuhan. Salah satu tanda yang sering mulai ditinggalkan adalah kehidupan doa, termasuk doa dalam bahasa roh. Rasul Paulus menulis dengan tegas kepada jemaat di Tesalonika, “Janganlah padamkan Roh.” Ini bukan sekadar anjuran, melainkan sebuah peringatan serius. Paulus memahami bahwa orang percaya memiliki kemungkinan untuk mengabaikan bahkan memadamkan pekerjaan Roh Kudus dalam hidup mereka. Ketika kita berdoa dalam bahasa roh, roh kita sedang berbicara langsung kepada Allah, melampaui keterbatasan pikiran dan kata-kata manusia. Bahkan ketika kita tidak tahu bagaimana harus berdoa, Roh Kudus menolong kita. Bahkan Dia berdoa untuk kita dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan (Rm. 8:26). Di sinilah aliran kuasa Tuhan terus bekerja. Bukan karena kecerdasan, kemampuan, atau kekuatan manusia, melainkan karena Roh Kudus yang bekerja melalui hati yang berserah kepada-Nya. Jika hari ini Anda merasa api rohani yang Anda miliki mulai meredup, jangan berkecil hati. Seperti bara yang masih menyimpan panas, Roh Kudus siap mengobarkan kembali kehidupan doa dan iman Anda. Datanglah kembali kepada Tuhan, luangkan waktu untuk bersekutu dengan-Nya. Ketika Anda menjadi kuat dalam doa, Roh Kudus akan memampukan Anda berdoa melampaui batas dan api itu akan kembali berkobar dalam hidup Anda. Selama api itu tetap menyala, kuasa Tuhan akan terus mengalir dan bekerja dalam hidup kita—saat kita berdoa, bekerja, beristirahat, bahkan ketika kita sedang tidur. (BS) RENUNGAN JANGAN PADAMKAN api bahasa roh, karena di sanalah ALIRAN KUASA TUHAN terus bekerja tanpa henti. APLIKASI 1.Apa sajakah kesibukan yang membuat waktu doa Anda semakin berkurang di hari-hari ini? 2.Mengapa Anda perlu memberi ruang bagi Roh Kudus untuk bekerja dan memimpin hidup Anda? 3.Langkah praktis apa yang akan Anda lakukan hari ini untuk kembali mengobarkan api rohani Anda? DOA UNTUK HARI INI “Tuhan, ampuni kami setiap kali kami membiarkan api roh kami mengecil. Hari ini kami memilih untuk tidak memadamkan Roh-Mu, nyalakan kembali api dalam hidup kami, dan biarkan kuasa-Mu mengalir tanpa henti melalui doa kami. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.” BACAAN ALKITAB SETAHUN Yehezkiel 30-32 1 Petrus 4

Baca Artikel  

RAHASIA SORGA YANG TIDAK BISA DISENTUH

26 June 2026 Tim Penulis Renungan
RHEMA HARI INI 1 Yohanes 4:4b sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia. Smith Wigglesworth, seorang penginjil Pentakosta asal Inggris pada awal abad ke-20, dikenal sebagai pribadi yang sangat mengandalkan Roh Kudus dalam hidup dan pelayanannya. Ia kerap bersaksi bahwa saat menghadapi tekanan pelayanan, pergumulan berat, atau situasi yang tampaknya mustahil, ia sering menghabiskan waktu untuk berdoa dalam bahasa roh. Saat pikirannya tidak lagi menemukan kata-kata untuk berdoa, dengan berbahasa roh, ia mengalami damai sejahtera dan keyakinan baru yang memenuhi hatinya. Tidak jarang, setelah waktu doa yang istimewa itu, ia memperoleh hikmat, keberanian, dan tuntunan yang membawanya melihat jalan keluar yang sebelumnya tidak terpikirkan. Pengalaman Wigglesworth mengingatkan kita bahwa Roh Kudus adalah Pribadi yang bekerja melampaui kemampuan manusia. Dalam 1 Yohanes 4:4, Alkitab pun menegaskan bahwa Roh yang ada di dalam kita lebih besar daripada roh yang ada di dunia. Hal itu berarti, orang percaya tidak perlu hidup dalam ketakutan terhadap tekanan, kuasa kegelapan, atau keadaan yang tampak lebih besar dari dirinya. Ketika kita datang kepada Tuhan dan memberi ruang bagi Roh Kudus untuk memimpin, kita sedang terhubung dengan kuasa Allah yang tidak terbatas. Di sanalah keberanian, ketenangan, dan arah yang baru mulai muncul. Jika hari ini ada pergumulan yang membuat kita merasa lemah, bingung, atau tidak tahu harus berdoa seperti apa, jangan menyerah. Roh Kudus yang tinggal di dalam kita mengetahui kebutuhan kita bahkan sebelum kita mengucapkannya. Dunia boleh berusaha melemahkan kita, tetapi ketika kita kuat dalam doa dan berdoa melampaui batas bersama Roh Kudus, Dia akan memberikan kekuatan untuk mengatasi segala permasalahan. Sebab Roh yang ada di dalam kita jauh lebih besar daripada segala kuasa yang ada di dunia. (AO) RENUNGAN Bahasa roh adalah BAHASA RAHASIA SORGA yang TIDAK BISA DISENTUH oleh kuasa kegelapan. APLIKASI 1.Permasalahan besar apa yang sedang Anda hadapi saat ini dan kerap membuat Anda merasa kewalahan? 2.Saat menghadapi tekanan, mengapa Anda perlu mendekat kepada Tuhan daripada tenggelam dalam ketakutan? 3.Bagaimana Anda bisa membangun kebiasaan berdoa setiap hari dan memberikan ruang bagi Roh Kudus untuk memimpin Anda? DOA UNTUK HARI INI “Tuhan Yesus, terima kasih untuk Roh Kudus-Mu yang tinggal di dalam hidup kami. Sebab ketika kami lemah, Dia menguatkan kami. Ketika kami bingung, Dia menuntun kami. Ajar kami untuk semakin dekat kepada-Mu dan terus percaya bahwa kuasa-Mu jauh lebih besar daripada segala kuasa kegelapan di dunia. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.” BACAAN ALKITAB SETAHUN Yehezkiel 27-29 1 Petrus 3

Baca Artikel