RENUNGAN MALAM KELUARGA ALLAH

22 September 2026 Tim Penulis Renungan
MEMELIHARA BUDAYA ILAHI DALAM KELUARGA BUDAYA ILAHI yang sudah kita bangun dalam keluarga harus DIPELIHARA DENGAN KONSISTEN. 2 Timotius 3:14 Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu. Budaya ilahi dalam keluarga tidak terbentuk dalam satu hari. Ia dibangun melalui kebiasaan sederhana yang terus dilakukan: berdoa bersama, membaca firman Tuhan, saling mengasihi, mengampuni, dan hidup dalam kebenaran. Ketika hal-hal ini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, keluarga sedang membangun dasar yang kuat bagi setiap anggotanya untuk mengenal dan mengikuti Tuhan. Paulus mengingatkan Timotius dalam 2 Timotius 3:14 untuk tetap berpegang pada kebenaran yang telah diterima dan diyakininya. Ini menunjukkan bahwa kebenaran bukan hanya untuk diketahui, tetapi harus dipertahankan dan dijalani secara konsisten. Apa yang sudah ditanamkan dalam keluarga perlu terus dijaga agar tidak hilang oleh perubahan zaman dan berbagai pengaruh di luar. Karena itu, mari kita tidak hanya membangun budaya ilahi dalam keluarga, tetapi juga memeliharanya dengan setia. Jadikan doa, firman Tuhan, kasih, pengampunan, dan keteladanan sebagai kebiasaan yang terus hidup dalam keluarga. Jangan berhenti menjadi teladan, karena apa yang kita lakukan hari ini dapat menjadi warisan iman bagi generasi berikutnya. Selamat beristirahat malam dalam kasih setia Tuhan Keluarga Allah Global Cell Church | https://mygka.org Callcenter Keluarga Allah | 0899-7895-000

Baca Artikel  

RENUNGAN MALAM KELUARGA ALLAH

21 September 2026 Tim Penulis Renungan
BUDAYA KELUARGA Jangan remehkan BUDAYA yang tanpa kita sadari TERBANGUN DALAM KELUARGA, karena dari sanalah orang-orang MENGENALI kita. Matius 7:16a Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. motenashi adalah konsep budaya Jepang yang menekankan pelayanan dengan tulus hati dan tanpa pamrih. Budaya ini berawal dari tradisi minum teh, ketika tuan rumah tidak hanya menyediakan teh, tetapi juga memperhatikan kebutuhan dan kenyamanan tamunya. Sikap inilah yang membuat Jepang dikenal dengan keramahannya. Demikian juga keluarga kita. Orang lain akan mengenal keluarga kita melalui perkataan dan tingkah laku kita. Dari sanalah mereka dapat melihat nilai-nilai yang kita hidupi. Apakah keluarga kita mencerminkan keluarga yang takut akan Tuhan, penuh kasih, dan saling memperhatikan? Atau justru sebaliknya? Mari kita periksa keluarga kita masing-masing. Sudahkah kita menanamkan budaya Keluarga Allah, yaitu rasa memiliki, kasih, dan kepedulian kepada setiap anggota keluarga? Mulailah dari hal-hal sederhana: saling menghargai, melayani dengan tulus, dan memperhatikan kebutuhan satu sama lain. Percayalah, ketika budaya Keluarga Allah terus kita bangun, rumah kita akan menjadi tempat hadirnya kasih dan anugerah Tuhan. (ES) Selamat beristirahat malam dalam kasih setia Tuhan Keluarga Allah Global Cell Church | https://mygka.org Callcenter Keluarga Allah | 0899-7895-000

Baca Artikel  

RENUNGAN MALAM KELUARGA ALLAH

19 September 2026 Tim Penulis Renungan
CARILAH, TERTANAMLAH, BERTUMBUHLAH, JADILAH BERKAT DI MANA PUN Tuhan menempatkan kita, CARILAH rumah rohani, TERTANAMLAH, BERTUMBUHLAH, dan JADILAH BERKAT. Mazmur 92:14 mereka yang ditanam di bait TUHAN akan bertunas di pelataran Allah kita. Setiap orang berada di tempat yang berbeda dalam perjalanan hidupnya. Ada kalanya kita ditempatkan di lingkungan yang nyaman, tetapi ada juga saat kita harus berada di tempat yang tidak kita pilih. Namun, di mana pun Tuhan menempatkan kita, kita perlu mencari rumah rohani, yaitu tempat di mana kita dapat mengenal Tuhan, bertumbuh dalam iman, dan membangun persekutuan dengan sesama. Jangan hanya hadir, tetapi berikan hati untuk tertanam di dalam Tuhan. Mazmur 92:14 berkata, “Mereka yang ditanam di bait TUHAN akan bertunas di pelataran Allah kita.” Firman ini mengingatkan bahwa kehidupan rohani membutuhkan tempat untuk berakar. Ketika kita tertanam dalam rumah Tuhan, kita memiliki kesempatan untuk bertumbuh, belajar melayani, dan menghasilkan buah kehidupan yang memuliakan Tuhan. Pertumbuhan tidak selalu terlihat cepat, tetapi orang yang terus setia tertanam akan mengalami perubahan. Karena itu, di mana pun Tuhan menempatkan kita, jangan hidup tanpa arah dan jangan menjauh dari persekutuan. Carilah rumah rohani, tertanamlah dengan setia, bertumbuhlah dalam iman, dan jadilah berkat bagi orang-orang di sekitar kita. Biarlah kehadiran kita bukan hanya menjadi bagian dari suatu tempat, tetapi membawa kasih Tuhan dan menghasilkan buah yang dapat dirasakan oleh sesama. (SZ) Selamat beristirahat malam dalam kasih setia Tuhan Keluarga Allah Global Cell Church | https://mygka.org Callcenter Keluarga Allah | 0899-7895-000

Baca Artikel  

RENUNGAN MALAM KELUARGA ALLAH

18 September 2026 Tim Penulis Renungan
ORANG SULIT DIPAKAI LUAR BIASA Bisa saja ORANG-ORANG SULIT yang kita SAMBUT HANGAT hari ini di Rumah Anugerah akan TUHAN PAKAI LUAR BIASA di kemudian hari. 1 Timotius 1:12-13a Aku bersyukur kepada Dia, yang menguatkan aku, yaitu Kristus Yesus, Tuhan kita, karena Ia menganggap aku setia dan mempercayakan pelayanan ini kepadaku--aku yang tadinya seorang penghujat dan seorang penganiaya dan seorang ganas. Dalam 1 Timotius 1:12-13a, Paulus mengingat masa lalunya sebagai seorang penghujat, penganiaya, dan orang yang ganas. Namun, Tuhan tidak melihat Paulus hanya berdasarkan masa lalunya. Tuhan mengampuni, mengubah hidupnya, dan bahkan mempercayakan pelayanan kepadanya. Ini menunjukkan bahwa seseorang yang hari ini terlihat sulit, lemah, atau memiliki masa lalu yang tidak baik, tetap memiliki kemungkinan besar untuk dipakai Tuhan. Karena itu, jangan terlalu cepat menilai seseorang hanya dari sikap, kelemahan, atau masa lalunya. Bisa jadi, orang yang kita anggap mengganggu justru sedang Tuhan bentuk menjadi alat-Nya. Sambutan yang hangat, perhatian sederhana, dan penerimaan yang tulus dapat menjadi bagian dari proses Tuhan menjamah dan mengubahkan hidup seseorang. Mari kita belajar menyambut setiap orang di Rumah Anugerah dengan kasih, bukan dengan penghakiman. Berikan ruang bagi mereka untuk bertumbuh, karena kita tidak pernah tahu bagaimana Tuhan akan memakai mereka di masa depan. Sambutlah dengan hangat, layani dengan kasih, dan percayakan perubahan mereka kepada Tuhan. (SZ) Selamat beristirahat malam dalam kasih setia Tuhan Keluarga Allah Global Cell Church | https://mygka.org Callcenter Keluarga Allah | 0899-7895-000

Baca Artikel  

RENUNGAN MALAM KELUARGA ALLAH

17 September 2026 Tim Penulis Renungan
UNDANGAN MENEMUKAN KELUARGA ROHANI Jangan hanya menjadi tamu di rumah Tuhan, terimalah undangan untuk MENEMUKAN KELUARGA ROHANI tempat kita BERTUMBUH BERSAMA. Mazmur 133:1 Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun! Ada perbedaan antara menjadi tamu dan menjadi bagian dari keluarga. Tamu datang berkunjung, menikmati apa yang disediakan, lalu pulang. Demikian pula dalam kehidupan bergereja, kita bisa hadir dalam ibadah, mendengarkan firman, lalu pulang tanpa sungguh-sungguh mengenal dan dikenal oleh saudara seiman. Padahal, Tuhan tidak memanggil kita hanya untuk datang dan menerima, tetapi untuk hidup dalam persekutuan sebagai keluarga rohani. Menjadi keluarga rohani berarti terlibat dalam kehidupan bersama: saling mengenal, menguatkan ketika lemah, melayani dengan karunia yang Tuhan berikan, dan bertumbuh dalam iman bersama-sama. Kita bukan hanya mencari tempat untuk duduk, tetapi menemukan tempat untuk mengambil bagian. Karena itu, jangan hanya menjadi tamu di rumah Tuhan. Masuklah dan ambillah bagian sebagai keluarga—untuk melayani, menguatkan, dikuatkan, dan bertumbuh bersama dalam Kristus. (SZ) Selamat beristirahat malam dalam kasih setia Tuhan Keluarga Allah Global Cell Church | https://mygka.org Callcenter Keluarga Allah | 0899-7895-000

Baca Artikel  

RENUNGAN MALAM KELUARGA ALLAH

16 September 2026 Tim Penulis Renungan
PERTEMUAN IBADAH Jangan meremehkan pertemuan ibadah, karena di sanalah BAPA MENYAMBUT ANAK-ANAK-NYA. 2 Korintus 6:18 Dan Aku akan menjadi Bapamu, dan kamu akan menjadi anak-anak-Ku laki-laki dan anak-anak-Ku perempuan demikianlah firman Tuhan, Yang Mahakuasa. Sering kali kita menganggap pertemuan ibadah sebagai sesuatu yang biasa. Kita datang karena sudah menjadi kebiasaan, bahkan terkadang memilih untuk tidak hadir karena merasa ada hal lain yang lebih penting. Namun, kita perlu menyadari bahwa setiap pertemuan ibadah adalah kesempatan untuk datang kepada Bapa. Dalam 2 Korintus 6:18, Tuhan berkata, “Aku akan menjadi Bapamu, dan kamu akan menjadi anak-anak-Ku.” Firman ini menunjukkan bahwa kita bukan sekadar orang yang datang beribadah, tetapi anak-anak yang diterima dan dikasihi oleh Bapa. Ketika kita berkumpul dalam ibadah, Bapa menyambut kita dengan kasih-Nya. Di sana kita dapat kembali dikuatkan, dipulihkan, ditegur, dan diingatkan bahwa kita tidak berjalan sendirian. Karena itu, jangan biarkan kesibukan, rasa malas, atau berbagai alasan membuat kita kehilangan kesempatan untuk mengalami kehadiran-Nya. Mari hargai setiap pertemuan ibadah. Datanglah dengan hati yang rindu, bukan sekadar menjalankan kewajiban. Jangan meremehkan tempat di mana Bapa menyambut anak-anak-Nya. Jadikan setiap ibadah sebagai kesempatan untuk mendekat kepada-Nya, mendengar suara-Nya, dan mengalami kasih Bapa yang selalu menerima kita. (SZ) Selamat beristirahat malam dalam kasih setia Tuhan Keluarga Allah Global Cell Church | https://mygka.org Callcenter Keluarga Allah | 0899-7895-000

Baca Artikel