TAAT MEMBAWA BERKAT [RAKA JOYFUL]

04 September 2026 admin
Bacaan: Efesus 6:1-3 Rhema: Efesus 6:1 Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian. Sahabat, pernahkah mama, papa Sahabat meminta melakukan sesuatu, tetapi Sahabat malah ingin bermain? Misalnya, Mama meminta membereskan mainan, mencuci tangan sebelum makan, atau belajar sebelum bermain. Kadang kita merasa malas dan ingin berkata, “Nanti saja!” Tapi tahukah Sahabat, Tuhan ingin kita belajar taat kepada orang tua. Tuhan mengajarkan anak-anak untuk menghormati dan menaati ayah serta ibu. Ketaatan bukan hanya berarti melakukan sesuatu karena takut dimarahi, tetapi karena kita mengasihi dan menghormati orang tua. Saat kita taat, kita sedang belajar menjadi anak yang bertanggung jawab. Contohnya, ketika Mama meminta kita membereskan kamar, kita segera melakukannya. Ketika Papa mengingatkan untuk belajar, kita mau mendengarkan. Walaupun terlihat seperti hal kecil, Tuhan melihat hati yang mau taat. Firman Tuhan mengajarkan bahwa menghormati orang tua adalah perintah yang disertai janji. Tuhan memberikan berkat dan kehidupan yang baik bagi anak-anak yang mau taat dan menghormati orang tuanya. Sahabat, yuk mulai hari ini belajar taat tanpa banyak mengeluh. Dengarkan nasihat orang tua, lakukan hal yang baik, dan jangan menunda-nunda. Ketaatan mungkin terasa sulit, tetapi Tuhan akan menolong kita. (AMM) Doa hari ini: Tuhan Yesus, ajari aku menjadi anak yang taat dan menghormati orang tuaku. Tolong aku supaya mau mendengarkan nasihat mereka dan melakukan yang benar dengan hati yang gembira. Terima kasih untuk berkat-Mu. Amin.   Bacaan Alkitab Setahun:  Yesaya 41   Pertanyaan hari ini: 1. Sudahkah Sahabat Fligo menjadi anak yang taat? 2. Hal apa yang membuat Sahabat Fligo susah untuk taat? 3. Dari Firman hari ini, aku belajar tentang: JUMAT      

Baca Artikel  

SIKAP HATI SAAT DINASEHATI [RAKA JOYFUL]

03 September 2026 admin

Bacaan: Amsal 12:1-2

Rhema: Amsal 12:1 Siapa mencintai didikan, mencintai pengetahuan; tetapi siapa membenci teguran, adalah dungu. Pernahkah Sahabat ditegur orang tua atau guru? Saat kesalahan kita diberitahu, refleks kita sering kali ingin langsung membantah, cemberut, atau kesal. Padahal, teguran bukan berarti mereka membenci kita, melainkan ingin menolong kita menjadi pribadi yang lebih baik. Amsal 12:1 mengajarkan bahwa orang yang menyukai didikan mencintai pengetahuan. Anak bijaksana bukanlah anak yang tidak pernah salah, melainkan yang mau belajar ketika kesalahannya diberitahu. Misalnya, Sahabat mengejek teman karena jawabannya salah, lalu guru menegur, “Jangan mengejek teman karena perkataanmu bisa membuatnya sedih.” Mungkin Sahabat  ingin membantah, “Aku kan cuma bercanda!” Namun, cobalah berhenti sejenak, dengarkan nasihat itu, lalu pikirkan, “Kalau aku yang diejek, apakah aku akan merasa sedih?” Jika Sahabat menyadari bahwa teguran itu benar, terimalah dan katakan dalam hati, “Aku perlu memperbaiki sikapku.” Kemudian, mintalah maaf dan berusaha tidak mengulanginya. Ingatlah, teguran yang baik bukan untuk menjatuhkan kita, tetapi dapat menolong kita bertumbuh. Jadi, ketika dinasehati, jangan buru-buru marah, membantah, atau cemberut. Belajarlah untuk mendengarkan, menenangkan hati, dan mencari tahu apa yang Tuhan ingin kita pelajari melalui nasihat tersebut.(CF)   Doa hari ini:Tuhan Yesus, terima kasih karena hari ini Engkau mengingatkanku untuk rendah hati dan belajar menerima teguran dengan cara yang benar. Tolong aku untuk tidak cepat marah dan membantah ketika mendapat teguran. Berikan Aku hati yang lembut untuk mau mendengarkan, menerima nasihat, dan berani memperbaiki kesalahan. Aku mau terus belajar dan bertumbuh menjadi anak Tuhan yang lebih baik.  Amin. ” Bacaan Alkitab Setahun:  Yesaya 40  Pertanyaan hari ini: 1. Apakah ada teguran dari orang tua atau gurumu yang masih Sahabat ingat sampai sekarang? Apa yang Sahabat rasakan ketika mengingat teguran tersebut ? 2. Pernahkah Sahabat  baru menyadari bahwa nasihat seseorang ternyata benar setelah beberapa waktu? Coba ceritakan. 3. Dari Firman hari ini, aku belajar tentang: KAMIS  

Baca Artikel  

KEBERANIAN BERKATA “TIDAK” PADA AJAKAN NAKAL. [RAKA JOYFUL]

02 September 2026 admin
Bacaan: 1 Korintus 15:33-34  Rhema: 1 Korintus 15:33 Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.   Shalom Sahabat Fligo! Pernahkah Sahabat merasa bimbang saat harus memilih antara ikut-ikutan teman atau menolak ajakan yang salah? Rasanya pasti berat. Takut dibilang kaku, takut dijauhi, atau dikucilkan dari kelompok pertemanan. Melalui ayat ini, Rasul Paulus mengingatkan Sahabat dengan tegas: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik. Tanpa disadari, lingkungan yang salah perlahan-lahan mengikis prinsip iman dan standar hidup kita. Menjaga tindakan yang benar memang tidak selalu populer. Bisa jadi sahabat dijauhi atau dicap aneh. Namun, ingatlah satu prinsip penting lebih baik kehilangan teman daripada kehilangan perkenanan Tuhan Yesus demi diterima manusia. Jangan takut kehilangan mereka yang tidak mendukung ketaatan Sahabat kepada Tuhan Yesus. Tuhan Yesus melihat setiap keberanian kecil yang Sahabat ambil setiap hari. Ketika Sahabat memilih berdiri di pihak kebenaran meskipun harus sendirian Tuhan tidak akan pernah meninggalkanmu. Ia pasti menghargai kesetiaanmu dan memelihara hidupmu. Dia juga akan menyediakan lingkungan serta teman-teman baru yang seiman dan sejalan pada waktu-Nya. Tetaplah kuat, berani, dan jangan pernah goyah dalam melakukan apa yang benar di hadapan Allah kita. (CAN)   Doa hari ini: Tuhan Yesus, berikan aku keberanian untuk selalu berkata tidak pada ajakan yang buruk dan melakukan apa yang benar di mata-Mu. Hilangkan rasa takutku akan penolakan manusia, dan kuatkan aku untuk tetap setia pada Firman-Mu, sekalipun aku harus berjalan sendirian. Amin. Bacaan Alkitab Setahun: Yesaya 39 Pertanyaan hari ini: 1. Apa yang membuat Sahabat paling berat saat harus menolak ajakan teman yang salah? 2. Langkah kecil apa yang akan Sahabat ambil Minggu ini agar tetap setia pada kebenaran Tuhan? 3. Dari Firman hari ini, aku belajar tentang: RABU

Baca Artikel  

BELAJAR RENDAH HATI SEPERTI YANG TUHAN MAU {RAKA JOYFUL]

01 September 2026 admin
Bacaan : Amsal 16:18-19 Rhema: Amsal 16:18 Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan. Rendah hati bukan berarti kita lemah atau tidak boleh bangga atas hasil kerja keras kita. Kerendahan hati tidak meninggikan diri sendiri melainkan mengakui bahwa semua keberhasilan datang dari Tuhan. Tuhan Yesus sendiri memberi teladan tentang kerendahan hati. Sekalipun Ia  adalah Tuhan Ia rela melayani orang lain bahkan membasuh kaki murid murid-Nya. Kalo Yesus sudah meneladankan kerendahan hati, maka  kita harus meneladani dan taat kepada kehendak- Nya Langkah sederhana yang bisa kalian lakukan  untuk menjadi anak yang rendah hati. Selalu mengucapkan Puji Tuhan setiap kali kalian berhasil, supaya kalian selalu ingat bahwa semua keberhasilan adalah karena kasih Tuhan . Jangan suka menyombongkan diri. Kalau kalian menang lomba atau mendapatkan nilai bagus jangan itu semua membuat kalian menjadi tinggi hati. Bantu teman yang kesulitan.  Anak yang rendah hati mau berbagi ilmu dan membantu teman belajar menghargai orang lain. Jangan merasa lebih baik dari orang lain. Semua anak berharga di mata Tuhan Sahabat, keangkuhan hanya akan membuat kita di jauhi. Tapi kerendahan hati akan membuat kita di sayangi Tuhan dan di sukai orang lain. Tuhan meninggikan anak yang mau rendah hati di hadapan-Nya.(TS) Doa hari ini: Tuhan Yesus yang baik terima kasih untuk Firman-Mu hari ini. Ajarku untuk menjadi anak yang rendah hati seperti Engkau. Tolong aku supaya tidak sombong dan selalu mengingat bahwa semua berkat itu berasal dari Engkau. Aku mau hidup memuliakan nama- Mu melalui sikap dan perkataan. Amin Bacaan Alkitab Setahun:   Yesaya 38 Pertanyaan hari ini: 1. Menurut Sahabat apa arti rendah hati? 2. Bagaimana cara Sahabat untuk menjadi anak yang rendah hati? 3. Dari firman hari ini, aku belajar tentang: SELSA

Baca Artikel  

BERTANGGUNG JAWAB ATAS KEBEBASAN [RAKA JOYFUL]

31 August 2026 admin
Bacaan: Galatia 5:13-15 Rhema: Galatia 5:13 Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih. Suatu sore, Riko selesai mengerjakan PR. Mama berkata, "Riko boleh main HP selama 30 menit ya. Setelah itu dimatikan dan bantu Mama merapikan meja makan." Riko sangat senang sekali, akhirnya dia bebas menggunakan HP nya. Namun saat bermain HP, ia merasa permainannya semakin seru. Ketika Mama mengingatkan, Riko berkata, "Sebentar lagi, Ma!" Satu permainan menjadi dua, lalu tiga. Tanpa terasa, dua jam telah berlalu. Akibatnya, Riko tidak membantu Mama. Riko bahkan lupa belajar untuk ulangan besok, dan tidur lebih malam. Keesokan harinya, Riko mengantuk di sekolah dan nilai ulangannya tidak maksimal. Ia baru sadar bahwa kebebasan memakai HP bukan berarti boleh bermain sesuka hati. Kebebasan harus disertai tanggung jawab. Sahabat Fligo, Tuhan memang memberi kita kebebasan untuk memilih. Kita boleh bermain, menonton, atau memakai HP. Tetapi Tuhan ingin kita menggunakan kebebasan itu dengan bijaksana. Jangan sampai kesenangan karena kebebasan itu membuat kita lupa waktu, melupakan tugas, tidak menaati orang tua, atau mengabaikan perintah Tuhan.  Anak Tuhan memakai kebebasannya untuk melakukan hal yang baik, bukan hanya hal yang menyenangkan. Kebebasan adalah hadiah dari Tuhan. Gunakanlah hadiah itu dengan benar agar hidup kita menyenangkan hati Tuhan dan menjadi berkat bagi keluarga serta teman-teman. (LK)   Doa hari ini: Tuhan Yesus, tolong aku supaya tidak memakai kebebasan untuk berbuat dosa atau menyakiti orang lain. Ajarku selalu memilih yang benar, taat kepada-Mu dan kepada orang tuaku. Amin. Bacaan Alkitab Setahun:   Yesaya 37 Pertanyaan hari ini: 1. Berikanlah contoh tindakan memakai kebebasan untuk hal yang salah? 2. Berikanlah contoh tindakan memakai kebebasan dengan bertanggung jawab? 3. Dari Firman hari ini, aku belajar tentang:   SENIN  

Baca Artikel  

BENTENG SUPER KUATKU [RAKA JOYFUL]

30 August 2026 admin
Bacaan: Amsal 18:10-12 Rhema: Amsal 18: 10 Nama Tuhan adalah menara yang kuat, ke sanalah orang benar berlari dan ia menjadi selamat. Pernahkah Sahabat bermain game dan membangun benteng paling kuat untuk berlindung dari serangan musuh? Saat benteng itu berdiri kokoh, Sahabat pasti merasa aman dan tidak takut lagi, bukan? Dalam kehidupan nyata, kita juga sering menghadapi "musuh". Musuh itu bisa berupa rasa takut saat ujian, cemas ketika dibenci teman, atau bingung saat menghadapi masalah sulit. Ketika hal itu terjadi, ke mana Sahabat biasanya berlari? Ada yang mengandalkan kepintaran sendiri, kekayaan orang tua, atau bantuan teman. Tetapi ingatlah, semua itu bisa gagal. Hanya Yesus satu-satunya Benteng Pertahanan yang tidak akan pernah hancur! Saat Sahabat  berdoa dan bercerita kepada-Nya, Sahabat sedang masuk ke dalam benteng yang aman. Yesus selalu siap melindungi, memberikan kedamaian, dan memberimu keberanian. Apapun yang terjadi hari ini, jadikan Yesus sebagai pelindung utamamu, bukan pilihan terakhir.    Doa hari ini: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau adalah benteng pertahananku yang sangat kuat. Ajar aku untuk selalu percaya dan mengandalkan-Mu terlebih dahulu setiap kali aku merasa takut atau menghadapi masalah. Amin. Bacaan Alkitab Setahun:   Yesaya 36  Pertanyaan hari ini: 1. Saat takut apa sedih siapa yang Sahabat cari terlebih dahulu? 2. Sudahkah Sahabat datang pada Yesus kietika sedang sedih? 3. Dari Firman hari ini, aku belajar tentang: minggu          

Baca Artikel