GEREJA RUMAH ROHANI PENJAGA HATI [RAKA JOYFUL]
Bacaan: Mazmur 122:1-2
Rhema: Mazmur 122:2 Sekarang kaki kami berdiri di pintu gerbangmu, hai Yerusalem. Pernahkah kalian merasa sangat senang saat diajak pergi ke tempat favorit? Daud juga merasa sangat bersukacita ketika diajak pergi ke rumah Tuhan (Mazmur 122:1). Bagi kita, gereja adalah rumah rohani tempat untuk beribadah, berdoa, memuji Tuhan, dan belajar firman-Nya bersama teman-teman yang mengasihi Tuhan. Mengapa gereja menjadi rumah rohani yang menjaga hati kita? Setiap hari, hati kita bisa merasa sedih, marah, takut, atau iri. Amsal 4:23 mengingatkan kita untuk selalu menjaga hati. Melalui firman Tuhan di gereja, kita belajar menjadi anak yang jujur, suka menolong, mau mengampuni, dan selalu bersyukur. Saat Sahabat merasa sedih, takut, atau berbuat salah, ingatlah kata Yesus dalam Matius 11:28 bahwa Ia akan memberikan kelegaan. Sahabat tidak harus menunggu merasa senang untuk datang kepada Tuhan, karena Tuhan selalu siap mendengarkan keadaanmu apa adanya. Jadi, saat pergi ke gereja, datanglah dengan sukacita dan hati yang terbuka. Mari kita cintai rumah rohani kita dan izinkan Tuhan menjaga hati kita setiap hari! (CF) Doa hari ini: “Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau selalu mengasihiku. Terima kasih untuk gereja yang menjadi tempat aku belajar mengenal-Mu. Tolong aku agar senang datang beribadah dan mau mendengarkan firman-Mu. Jagalah hatiku agar aku dapat menjadi anak yang jujur, baik, suka mengampuni, dan mengasihi orang lain. Amin. Bacaan Alkitab Setahun: Yesaya 47 Pertanyaan hari ini: 1. Apa yang Sahabat rasakan ketika pergi kegereja? Mengapa? 2. Apa yang dapat Sahabatlakukan untuk menjaga hatimu tetap baik di hadapan Tuhan? 3. Dari Firman hari ini, aku belajar tentang:
kamis
TERLINDUNGI DITENGAH BADAI [RAKA JOYFUL]
Bacaan: Kejadian 6:8
Rhema: Kejadian 6:8
Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata Tuhan.
Shalom Sahabat Fligo! Pernahkah sahabat merasa tertekan untuk ikut-ikutan melakukan hal yang salah demi diterima teman-teman? Di tengah dunia yang rusak, Alkitab mencatat sebuah ayat yang luar biasa dalam Kejadian 6:8, "Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN." Dunia di sekitar Nuh hidup semaunya sendiri. Namun, Nuh memilih untuk hidup taat kepada Tuhan.
Ketika Tuhan memerintahkannya membangun bahtera raksasa di daratan kering, Nuh tidak protes meskipun ia pasti ditertawakan banyak orang. Nuh taat sepenuhnya karena ia percaya kepada firman Tuhan. Ketaatan Nuh membawa dampak besar. Bahtera tersebut bukan hanya menyelamatkan nyawanya sendiri, tetapi juga menjadi payung perlindungan bagi istri, anak-anak, dan menantunya dari terjangan air bah.
Sebagai anak, Sahabat juga menghadapi "air bah" modern seperti pergaulan bebas dan godaan media sosial. Ingatlah bahwa ketaatanmu kepada Tuhan bukan hanya tentang dirimu. Saat Sahabat memilih hidup benar, menjaga kekudusan, dan menolak dosa, Sahabat sedang membangun perlindungan rohani bagi keluargamu. Tuhan mencari anak muda yang berani hidup taat di tengah zaman yang tidak benar. Mari tentukan pilihan hari ini untuk taat kepada Tuhan, agar keselamatan dan perlindungan-Nya nyata atas hidup serta keluargamu. (CAN)
Doa hari ini:
Tuhan Yesus, terima kasih atas kasih karunia-Mu. Berikan kami kekuatan untuk terus taat dan setia melakukan firman-Mu setiap hari, serta jadikan hidup kami berkat yang membawa perlindungan bagi keluarga kami. Amin.
Bacaan Alkitab Setahun: Yesaya 46
Pertanyaan hari ini:
1. Tantangan apa yang paling membuatmu sulit taat?
2. Bagaimana ketaatanmu yang membawa dampak untuk melindungi keluarga?
3. Dari Firman hari ini, aku belajar tentang:
rabu
rabu
RUMAH TEMPAT PERLINDUNGAN [RAKA JOYFUL]
Bacaan : Mazmur 46:2-4
Rhema: Mazmur 46:2
Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti.
Shalom sahabat Fligo! Hari ini kita akan belajar tentang tempat perlindungan yang tidak tergoyahkan, yaitu Tuhan. Dalam Mazmur 46:2–4, dikatakan bahwa Tuhan adalah tempat perlindungan, sumber kekuatan, dan penolong kita dalam kesesakan. Tuhan sebagai tempat perlindungan itu ibarat sebuah rumah, tempat kita dapat bernaung dan merasa tenang dari segala marabahaya, ketakutan, maupun kekhawatiran.
Tuhan juga merupakan sumber kekuatan yang memberikan daya saat kita merasa lemah atau tidak berdaya. Selain itu, Ia adalah penolong yang sejati. Seseorang yang selalu hadir tepat pada saat kita membutuhkan pertolongan.
Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita kembali bahwa Tuhan adalah tempat perlindungan yang sejati. Saat hatimu dipenuhi masalah, Tuhan adalah tempat aman yang bisa Sahabat datangi. Sahabat tidak pernah sendirian karena Tuhan selalu siap menolong dan menguatkanmu.
Sahabat, jika hatimu sedang sedih, takut, atau bingung, datanglah kepada Tuhan dalam doa dan ceritakanlah semuanya kepada-Nya. Tuhan akan memberikan ketenangan, kekuatan, serta rasa aman di hatimu. Dialah tempat perlindungan yang sejati, mari kita percaya penuh kepada-Nya! (TS)
Doa hari ini:
Tuhan Yesus yang baik , terima kasih karena Engkau adalah tempat perlindunganku. Tolong aku untuk hidup benar dan taat kepada-Mu setiap hari. Ajar aku untuk selalu datang dan bersandar kepada-Mu setiap hari. Aku percaya bersama-Mu aku aman. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.
Bacaan Alkitab Setahun: Yesaya 45
Pertanyaan hari ini:
1. Menurut Sahabat apa artinya Tuhan sebagai tempat perlindungan?
2. Apakah Sahabat sudah menjadikan Tuhan sebagai tempat perlindungan yang tidak tergoyahkan?Renungkan!
3. Dari firman hari ini, aku belajar tentang:
selasa
selasa
HOME SWEET HOME [RAKA JOYFUL]
Bacaan: 1 Tesalonika 5:16-18
Rhema: 1 Tesalonika 5:18
Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.
Suatu hari, burung berdiam di sarangnya di atas pohon. Burung kemudian melihat rumah Kelinci. “Sarangku kecil sekali. Aku ingin punya rumah seperti Kelinci yang lebih luas” pikirnya. Namun ternyata Kelinci juga sedang mengeluh. “Aku ingin tinggal di kolam seperti Ikan. Rumah Ikan pasti menyenangkan karena ikan bisa berenang ke mana-mana” katanya. Tetapi Ikan ternyata juga merasa kurang suka dengan rumahnya di kolam. Ia melihat ke atas pohon dan berkata, “Aku ingin seperti Burung. Rumahnya berada di atas pohon. Dari atas sana pasti bisa melihat pemandangan yang indah. ”
Akhirnya, ikan justru iri kepada burung, sementara burung iri kepada kelinci, dan kelinci iri kepada ikan. Mereka semua sibuk melihat apa yang dimiliki orang lain sampai lupa bersyukur atas rumah mereka sendiri. Pernahkah Sahabat melakukan hal yang sama? Melihat rumah teman yang lebih besar atau lebih bagus, lalu berpikir, “Aku ingin rumah seperti dia”?
Padahal Tuhan memberikan rumah kepada setiap keluarga dengan kasih dan tujuan-Nya. Tuhan ingin kita belajar bersyukur, bukan terus membandingkan diri dengan orang lain. Rumah kita mungkin sederhana, tetapi di sanalah kita bisa berkumpul, bermain, belajar, dan merasakan kasih keluarga. Yuk, berhenti membandingkan dan mulai bersyukur atas rumah yang Tuhan sediakan bagi keluarga kita. (LK)
Doa hari ini:
Tuhan Yesus, terima kasih untuk rumah yang Engkau berikan kepada keluargaku. Ampuni aku kalau aku pernah membandingkan rumahku dengan rumah orang lain dan merasa kurang. Ajarku untuk melihat dan menghargai setiap kebaikan-Mu. Terima kasih karena di rumah aku bisa merasakan kasih dan perhatian dari keluargaku. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.
Bacaan Alkitab Setahun: Yesaya 44
Pertanyaan hari ini:
senin
- Apa yang membuat Burung, Kelinci, dan Ikan terus merasa kurang dengan rumah mereka?
- MenurutSahabat, apa saja hal yang bisa Sahabat syukuri dari rumahmu?
- Dari Firman hari ini, aku belajar tentang:
senin
SUARA SIAPA ITU? [RAKA JOYFUL]
Bacaan: Yohanes 10:27-30
Rhema: Yohanes 10:27
Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku.
Tok..tok..tok.. Sahabat fligo, Hmm..sudah siap belum nih buat baca RAKA? Harus dong yaa...
Arka, adik Aditya saat ini sedang belajar berbicara, dan mama sebagai gurunya. Arka selalu mengikuti setiap kata/kalimat yang mama katakan kepadanya. Jika mama berkata, "makan" maka Arka akan berusaha mengatakan "makan", begitu juga jika mama berkata, "berdiri" maka Arka pun berkata "berdiri"
Nah seperti Arka, kitapun seperti itu, kita mengikuti ajakan dari mana saja, seperti orangtua, teman, guru bahkan media sosial. Nah sebaliknya, kita tidak boleh langsung mengikuti semua ajakan yang kita dengarkan ya. Kita harus mengerti apakah itu baik dan benar untuk kita atau itu akan menyesatkan dan membuat kita salah.
Sahabat, ayo kita lebih menguasai diri kita untuk belajar mendengarkan ajakan mana yang tepat bagi kita. Berhati-hati dan minta hikmat Tuhan untuk memilih ajakan mana yang harus kita ikuti dan ajakan mana yang harus kita hindari.
Semakin kita belajar lebih dalam akan firman Tuhan, maka kita akan semakin peka atas penyertaan Tuhan dan hikmat untuk kita menjadi anak yang bijak dan dapat memilih yang baik sesuai dengan kehendak Tuhan. Siap Sahabat?(E)
Doa hari ini:
Tuhan Yesus, terima kasih atas penyertaan Tuhan atas hikmat bagi kami. Bantu kami ya Tuhan agar bisa memilih ajakan teman mana yang baik/tidak baik. Amin
Bacaan Alkitab Setahun: Yesaya 43
Pertanyaan hari ini:
1. Bagaimana sikap kita menghadapi ajakan temen?
2. Sebutkan ajakan temen yang baik buat kita?
3. Dari Firman hari ini, aku belajar tentang:
MINGGU
MINGGU
HADIAH TERBAIK DARI TUHAN [RAKA JOYFUL]
Bacaan: Amsal 1:8-9
Rhema: Amsal 1:8
Hai anakku, dengarkanlah didikan ayahmu, dan jangan menyia-nyiakan ajaran ibumu.
Di sebuah pohon rindang, hiduplah Kiko, seekor anak burung pipit, bersama Papa dan Mamanya. Sayap Kiko mulai tumbuh, dan ia merasa sudah sangat hebat. Suatu sore, Papa dan Mama Pipit berpesan, "Kiko, jangan terbang melintasi semak berduri di ujung hutan saat angin kencang bertiup, itu sangat berbahaya."
Namun, Kiko merasa penasaran dan berpikir orang tuanya terlalu mengekangnya. Tanpa izin, ia terbang melintasi semak berduri itu. Tiba-tiba angin kencang datang, menghempaskan Kiko hingga sayapnya tersangkut duri tajam! Ia panik dan tidak bisa melepaskan diri. Dari kejauhan, bayangan seekor kucing liar mulai mendekat. Kiko ketakutan dan menangis. Tiba-tiba, Papa dan Mama Pipit menukik tajam ke arah kucing, membuat suara gaduh dan mengalihkan perhatian kucing tersebut hingga lari menjauh.
Papa Pipit kemudian dengan hati-hati membebaskan sayap Kiko dari duri, sementara Mama Pipit mendekapnya erat. Sambil menangis lega, Kiko menyadari bahwa nasihat orang tuanya bukan untuk melarangnya bersenang-senang, melainkan menjadi perisai yang menjaga nyawanya. Kiko memeluk Papa dan Mamanya dengan penuh rasa syukur. (EH)
Doa hari ini:
Tuhan Yesus, aku bersyukur Papa & Mama yang sudah Tuhan berikan dalam hidupku. Ajar aku Tuhan untuk selalu taat dan menghormati Papa & Mama. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.
Bacaan Alkitab Setahun: Yesaya 42
Pertanyaan hari ini:
1. Pernahkah Sahabat merasa nasihat orang tua atau orang terdekat terlalu mengekang, padahal tujuannya untuk melindungimu?
2. Bagaimana sikapSahabat saat ini ketika menerima larangan atau peringatan dari orang-orang yang menyayangimu?
3. Dari Firman hari ini, aku belajar tentang:
SABTU
SABTU
Categories
Latest Posts