RENUNGAN SIANG KELUARGA ALLAH
HARGA YANG HARUS DIBAYAR
PEMBERIAN BERARTI selalu mempunyai HARGA yang harus dibayar.
Roma 12:1 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu
mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada
Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.
Pemberian yang bermakna tidak pernah lahir tanpa pengorbanan. Setiap pemberian sejati selalu menuntut harga—waktu, tenaga, perhatian, bahkan kenyamanan diri. Tanpa pengorbanan, pemberian hanya menjadi tindakan biasa, bukan ungkapan kasih yang hidup dan nyata.
Tuhan telah memberi teladan melalui kasih-Nya yang terbesar. Ia memberi dengan rela berkorban, bukan sekadar dari kelimpahan, tetapi dari hati yang penuh kasih. Pemberian yang lahir dari kasih membawa dampak, menguatkan yang lemah, dan menjadi saluran berkat bagi sesama. Di sanalah letak makna sejati dari memberi.
Karena itu, mari belajar memberi dengan hati yang tulus. Jangan takut pada harga yang harus dibayar. Berikan waktu, perhatian, dan kasih bagi sesama. Saat kita memberi dengan kasih, Tuhan memakai hidup kita untuk menghadirkan berkat dan pengharapan bagi orang lain.
Selamat beraktifitas siang dalam anugerah dan penyertaan Tuhan
Keluarga Allah Global Cell Church |www.gbika.org
Callcenter Keluarga Allah | 0899-7895-000
RENUNGAN SIANG KELUARGA ALLAH
BERIKANLAH PERSEMBAHAN TERBAIK BAGI TUHAN
NILAI PERSEMBAHAN diukur dari PENGORBANAN YANG TERBAIK dari si pemberi
Markus 12:43-44 Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan. Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya."
Suatu kali, seorang pendeta bertanya kepada seorang petani yang memiliki dua ekor kuda, “Jika kamu memiliki dua sapi, maukah kamu memberikan satu untuk Tuhan?” Karena tidak memiliki dua ekor sapi, maka petani itu menjawab dengan ringan, “Tentu.” Pendeta itu bertanya lagi, “Jika kamu memiliki dua domba, maukah kamu memberikan satu untuk Tuhan?” Ia kembali menjawab, “Tentu.” Lalu pendeta bertanya, “Sekarang kamu memiliki dua kuda, maukah kamu memberikan satu untuk Tuhan?” Petani itu ragu dan berkata, “Dua kuda ini satu-satunya yang saya miliki, saya tidak bisa memberikannya.”
Sering kali kita mudah berkata siap memberi ketika yang kita bayangkan belum benar-benar kita miliki. Namun saat harus memberikan sesuatu yang nyata dan berharga, hati kita menjadi berat. Berbeda dengan janda miskin dalam Alkitab, yang memberi dari kekurangannya—bahkan seluruh nafkahnya. Pengorbanan seperti inilah yang menyentuh hati Tuhan.
Tuhan tidak melihat persembahan dari besarnya jumlah, melainkan dari ketulusan dan pengorbanan terbaik yang kita berikan. Itulah wujud kasih dan hormat kita kepada-Nya. (DNY)
Selamat beraktifitas siang dalam anugerah dan penyertaan Tuhan
Keluarga Allah Global Cell Church |www.gbika.org
Callcenter Keluarga Allah | 0899-7895-000
RENUNGAN SIANG KELUARGA ALLAH
KASIH SEJATI
KASIH SEJATI selalu INGIN MEMBERI.
Yohanes 3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
Kasih sejati tidak berpusat pada diri sendiri, melainkan pada kerinduan untuk memberi. Dunia sering mengajarkan kita untuk menerima sebanyak mungkin, tetapi kasih yang berasal dari Tuhan justru mendorong kita untuk berbagi. Kasih bukan hanya perasaan, melainkan tindakan nyata yang lahir dari hati yang tulus.
Kita melihat teladan kasih yang sempurna dalam Yesus Kristus. Ia memberi tanpa pamrih—memberi waktu, perhatian, pengampunan, bahkan menyerahkan hidup-Nya bagi kita. Kasih seperti inilah yang memulihkan, menguatkan, dan membawa terang bagi sesama. Ketika kita hidup dalam kasih Tuhan, hati kita digerakkan untuk menjadi saluran berkat bagi orang lain.
Karena itu, marilah kita belajar mengasihi dengan memberi. Berikan perhatian, pertolongan, dan kebaikan dengan tulus. Jangan menunggu sampai berlebih baru memberi. Mulailah dari hal-hal kecil hari ini, dan biarkan kasih Tuhan mengalir melalui hidup kita untuk memberkati sesama.(SZ)
Selamat beraktifitas siang dalam anugerah dan penyertaan Tuhan
Keluarga Allah Global Cell Church |www.gbika.org
Callcenter Keluarga Allah | 0899-7895-000
RENUNGAN SIANG KELUARGA ALLAH
PERSEMBAHAN YANG MENGUNDANG HADIRAT
PERSEMBAHAN LUAR BIASA mengundang HADIRAT LUAR BIASA.
2 Tawarikh 7:1 Setelah Salomo mengakhiri doanya, api pun turun dari langit memakan habis korban bakaran dan korban-korban sembelihan itu, dan kemuliaan TUHAN memenuhi rumah itu.
Persembahan bukan sekadar memberi, tetapi tentang hati yang mengasihi Tuhan. Ketika seseorang memberi dengan sungguh-sungguh, bukan karena kewajiban melainkan karena kasih, persembahan itu menjadi berharga di hadapan Tuhan. Persembahan yang lahir dari iman selalu menyentuh hati-Nya.
Alkitab menunjukkan bahwa persembahan yang tulus mengundang hadirat Tuhan. Habel memberi yang terbaik, dan Tuhan berkenan kepadanya. Persembahan janda miskin dipandang besar karena ia memberi dengan seluruh hatinya. Bukan jumlah yang Tuhan lihat, melainkan ketulusan, iman, dan kasih di balik pemberian itu.
Karena itu, marilah kita memberi dengan hati yang sungguh kepada Tuhan. Berikan yang terbaik—waktu, hidup, dan milik kita—dengan kasih dan iman. Saat persembahan kita menjadi luar biasa, hadirat Tuhan pun nyata bekerja dalam hidup kita. (SZ)
Selamat beraktifitas siang dalam anugerah dan penyertaan Tuhan
Keluarga Allah Global Cell Church |www.gbika.org
Callcenter Keluarga Allah | 0899-7895-000
RENUNGAN SIANG KELUARGA ALLAH
YANG TERBAIK MENYENTUH SORGA
PEMBERIAN yang TERBAIK selalu MENYENTUH SORGA.
2 Korintus 9:7 Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.
Sering kali kita menilai pemberian dari besar kecilnya jumlah, padahal Tuhan menilainya dari hati yang memberi. Tuhan tidak menghitung angka; Dia melihat kerelaan. Ketika kita memberi dengan sukacita, hati kita sedang diselaraskan dengan hati Allah.
Memberi bukan kewajiban yang menekan, melainkan respons kasih kepada Tuhan yang lebih dahulu memberi segalanya bagi kita. Pemberian yang lahir dari hati yang rela membawa damai, bukan penyesalan. Di dalamnya ada ketulusan, iman, dan kepercayaan bahwa Tuhan memelihara hidup kita.
Di situlah surga tersentuh. Saat tangan memberi, hati pun ikut diserahkan. Tuhan mengasihi orang yang memberi dengan sukacita, sebab sukacita adalah tanda iman dan kepercayaan kepada-Nya. Karena itu, marilah kita memberi dengan hati yang tulus, penuh sukacita, dan percaya bahwa Tuhan sanggup mencukupi segala kebutuhan kita.(PF)
Selamat beraktifitas siang dalam anugerah dan penyertaan Tuhan
Keluarga Allah Global Cell Church |www.gbika.org
Callcenter Keluarga Allah | 0899-7895-000
RENUNGAN SIANG KELUARGA ALLAH
TUHAN LAYAK MENDAPATKAN PRIORITAS
TUHAN layak mendapatkan PRIORITAS, bukan sisa.
Matius 6:33 “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya , maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”
Kita perlu menyadari bahwa hidup ini singkat. Karena itu, hidup yang singkat harus dijalani dengan menetapkan prioritas yang benar. Prioritas utama dalam hidup orang percaya adalah memprioritaskan Kerajaan Allah dalam setiap tindakan dan keputusan yang kita ambil.
Salah satu wujud nyata dari prioritas yang benar terlihat dalam sikap kita memberi persembahan, khususnya persepuluhan. Ketika kita menerima berkat, kita diajak untuk memisahkan terlebih dahulu sepuluh persen sebelum digunakan untuk kebutuhan lainnya. Dengan menyerahkan yang pertama kepada Tuhan, kita sedang menyatakan bahwa Tuhan menempati posisi utama dalam hidup kita. Saat Tuhan ditempatkan sebagai prioritas pertama, kebutuhan-kebutuhan kita akan dicukupkan. Sebaliknya, ketika Tuhan dikesampingkan, rasa kekurangan akan terus menghantui.
Karena itu, marilah kita menempatkan Tuhan sebagai prioritas utama dalam segala hal yang kita kerjakan. Percayalah, ketika Tuhan menjadi yang terutama, Dia setia mencukupkan setiap kebutuhan kita. (ABU)
Selamat beraktifitas siang dalam anugerah dan penyertaan Tuhan
Keluarga Allah Global Cell Church |www.gbika.org
Callcenter Keluarga Allah | 0899-7895-000
Categories
Latest Posts