REENUNGAN SIANG KELUARGA ALLAH

28 February 2026 Tim Penulis Renungan
INGATLAH UNTUK MENGUCAP SYUKUR SUDAH DIBERKATI atau BELUM, ingatlah untuk mengucap syukur DALAM SEGALA HAL! 1 Tesalonika 5:18 Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu. Sering kali kita menunggu berkat datang terlebih dahulu, baru kemudian bersyukur kepada Tuhan. Saat keadaan baik, hati mudah memuji. Namun ketika jawaban belum terlihat, kita mulai bersungut-sungut dan kehilangan sukacita. Firman Tuhan mengajarkan kita untuk tetap bersyukur dalam segala hal, bukan hanya ketika berkat nyata terlihat. Ucapan syukur menolong kita menyadari pemeliharaan Tuhan setiap hari, menguatkan iman, dan menghadirkan damai di tengah proses kehidupan. Hati yang bersyukur percaya bahwa Tuhan tetap bekerja, baik saat berkelimpahan maupun saat masih menantikan jawaban doa. Karena itu, marilah kita belajar mengucap syukur setiap hari. Diberkati atau belum, tetaplah percaya dan memuji Tuhan. Jangan biarkan keadaan menguasai hati, tetapi naikkan syukur sebagai korban pujian. Dengan hati yang bersyukur, kita akan melihat kebaikan Tuhan dan merasakan sukacita serta kecukupan sejati dalam setiap musim kehidupan. Selamat beraktifitas siang dalam anugerah dan penyertaan Tuhan Keluarga Allah Global Cell Church |mygka.org Callcenter Keluarga Allah | 0899-7895-000

Baca Artikel  

RENUNGAN SIANG KELUARGA ALLAH

27 February 2026 Tim Penulis Renungan
HARGA YANG HARUS DIBAYAR BERKAT bukan hanya untuk DINIKMATI, tetapi untuk DIKEOLA dengan baik. Amsal 6:6-8 Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak: biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya, ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen. Sering kali berkat Tuhan dipandang hanya untuk dinikmati. Padahal, setiap berkat membawa tanggung jawab. Tuhan mempercayakan berkat bukan sekadar untuk kesenangan, melainkan agar kita mengelolanya dengan bijaksana dan setia sesuai kehendak-Nya setiap hari. Firman Tuhan mengajarkan bahwa siapa yang setia dalam perkara kecil akan dipercayakan perkara besar. Berkat tidak selalu berupa materi, tetapi juga waktu, kemampuan, kesehatan, dan kesempatan. Semua itu diberikan supaya kita memakainya bagi kemuliaan Tuhan dan menjadi saluran berkat bagi orang lain. Karena itu, mari belajar mengelola setiap berkat dengan hati yang takut Tuhan. Jangan sia-siakan apa yang sudah dipercayakan kepada kita. Gunakan waktu, talenta, dan sumber daya untuk hal yang benar. Hiduplah setia, supaya berkat Tuhan terus bertumbuh dan melalui hidup kita, banyak orang merasakan kasih serta kebaikan-Nya setiap hari. Selamat beraktifitas siang dalam anugerah dan penyertaan Tuhan Keluarga Allah Global Cell Church |mygka.org Callcenter Keluarga Allah | 0899-7895-000

Baca Artikel  

RENUNGAN SIANG KELUARGA ALLAH

26 February 2026 Tim Penulis Renungan
HIKMAT MENGELOLA BERKAT TUHAN Tuhan memberi PANEN BERKAT, manusia bertanggung jawab MENGELOLANYA Lukas 14:28 Sebab siapakah dia antara kamu yang kalau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu? Panen berlimpah yang Tuhan berikan akan berkelanjutan apabila petani bisa mengelola hasil panennya dengan bijaksana. Petani yang mengkonsumsi keseluruhan hasil panennya mengakibatkan siklus panen akan otomatis terhenti. Sedangkan petani yang mengelola hasil panennya dengan bijaksana akan memisahkan untuk investasi, menabur, tabungan, dan operasional, sehingga siklus panen akan terus berlanjut. Yusuf tidak berdoa supaya kelaparan dibatalkan, tetapi Yusuf membangun sistrm pengelolaan di masa kelimpahan. Dalam kisah Yusuf kita belajar bahwa siklus berkat hanya berlanjut jika ada benih untuk musim berikutnya, dan pengelolaanlah yang mengalokasikan benih itu. Mari belajar untuk memiliki hikmat mengelola berkat yang telah Tuhan sediakan, kelimpahan tanpa pengelolaan, akan mati pada musim berikutnya. (DNY) Selamat beraktifitas siang dalam anugerah dan penyertaan Tuhan Keluarga Allah Global Cell Church |mygka.org Callcenter Keluarga Allah | 0899-7895-000

Baca Artikel  

RENUNGAN SIANG KELUARGA ALLAH

25 February 2026 Tim Penulis Renungan
BERKAT KARNA KETAATAN TUHAN MEMBERKATI*l bukan karena musimnya baik, tetapi karena KETAATAN kita. Habakuk 3:17-18 Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku. Sering kali kita mengira berkat Tuhan datang hanya ketika keadaan baik dan hidup terasa mudah. Namun, firman Tuhan mengajarkan bahwa berkat tidak ditentukan oleh musim kehidupan. Bahkan di tengah kesulitan, Tuhan tetap bekerja bagi mereka yang percaya dan setia berjalan bersama-Nya. Ketaatan membuka jalan bagi penggenapan janji Tuhan. Saat kita taat, kita menunjukkan iman yang nyata, bukan sekadar kata. Abraham diberkati bukan karena situasinya sempurna, tetapi karena ia taat melangkah mengikuti perintah Tuhan. Tuhan melihat hati yang tunduk dan hidup yang siap melakukan kehendak-Nya. Karena itu, tetaplah taat apa pun musim hidupmu hari ini. Lakukan firman Tuhan, setialah dalam perkara kecil, dan jangan menyerah. Percayalah, Tuhan sanggup memberkati bahkan di masa sulit. Mari terus berjalan dalam ketaatan, sebab di sanalah berkat Tuhan dinyatakan dalam hidup kita.(SZ) Selamat beraktifitas siang dalam anugerah dan penyertaan Tuhan Keluarga Allah Global Cell Church |mygka.org Callcenter Keluarga Allah | 0899-7895-000

Baca Artikel  

RENUNGAN SIANG KELUARGA ALLAH

24 February 2026 Tim Penulis Renungan
KETAATAN YANG KONSISTEN Siklus berkat lahir dari KETAATAN yang KONSISTEN, bukan dari AKSI SESAAT. Lukas 16:10 "Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. Seorang petani tidak menunggu ladangnya penuh hasil sebelum ia bekerja. Setiap hari ia tetap menabur, menyiram, dan membersihkan rumput liar, meski belum melihat tanda-tanda panen. Ia mengerti bahwa musim menuai bukan lahir dari satu tindakan besar, melainkan dari pekerjaan kecil yang dilakukan terus-menerus. Seperti Yusuf yang setia menyimpan hasil kelimpahan sedikit demi sedikit, sehingga saat masa kelaparan datang, siklus berkat tidak terputus. Yesus mengajarkan bahwa kesetiaan dalam perkara kecil menentukan kepercayaan yang lebih besar. Kerajaan Allah tidak dibangun oleh semangat sesaat, tetapi oleh ketaatan yang konsisten. Banyak orang tergerak sekali, namun berhenti di tengah jalan. Padahal siklus rohani lahir dari irama yang dijaga, bukan dari aksi yang meledak lalu redup. Karena itu, jangan mengandalkan semangat yang menyala sesaat. Siklus berkat tidak lahir dari satu tindakan besar, melainkan dari ketaatan yang diulang setiap hari. Saat kita terus setia dalam perkara kecil tanpa menyerah, Tuhan membentuk alur berkat yang berkesinambungan dalam hidup kita. (Des) Selamat beraktifitas siang dalam anugerah dan penyertaan Tuhan Keluarga Allah Global Cell Church |mygka.org Callcenter Keluarga Allah | 0899-7895-000

Baca Artikel  

RENUNGAN SIANG KELUARGA ALLAH

21 February 2026 Tim Penulis Renungan
PERSEMBAHAN DAN IMAN YANG DIPERTARUHKAN PERSEMBAHAN KHUSUS tidak diukur dari ANGKA, tetapi dari seberapa banyak IMAN yang dipertaruhkan. Lukas 21:4 Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya.” Kisah persembahan janda miskin, seperti yang disampaikan dalam Firman Tuhan, menggambarkan seseorang yang memberi dari kekurangannya, bukan dari kelimpahannya. Karena itu, secara iman ia memberi lebih besar dibandingkan orang kaya yang memberi dari kelebihannya. Pemberian janda itu bukan diukur dari jumlah, melainkan dari hati yang percaya dan rela berkorban. Mungkin ada saat ketika Roh Kudus menanyakan kepada kita apakah kita bersedia mempersembahkan sesuatu yang benar-benar berarti. Bisa jadi kita diminta memberi dari tabungan yang selama ini kita pegang erat, menunda membeli sesuatu yang sudah lama direncanakan, atau belajar mengalahkan ego finansial. Ketika kita memberi sesuatu yang berharga, iman dan ketaatan kita akan semakin bertumbuh. Karena itu, mari kita mempersembahkan yang terbaik dari apa yang kita miliki. Berilah dengan hati yang tulus dan penuh iman, sebab melalui pemberian itulah iman kita diuji, dimurnikan, dan dipakai Tuhan menjadi berkat. (ABU) Selamat beraktifitas siang dalam anugerah dan penyertaan Tuhan Keluarga Allah Global Cell Church |www.gbika.org Callcenter Keluarga Allah | 0899-7895-000

Baca Artikel