MELANGKAH LEBIH DALAM BERSAMA ROH KUDUS

10 May 2026 Tim Penulis Renungan
RHEMA HARI INI Yakobus 4:8 Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati! Seorang penyelam berdiri di tepi laut, memandang permukaan air yang membentang tanpa batas. Di sekelilingnya, banyak orang hanya bermain di pinggir, merasakan ombak kecil yang menyapu kaki mereka. Tak berapa lama, teman menyelamnya menepuk pundaknya dan memberikan isyarat untuk segera menyelam. Perlahan mereka berjalan menuju perairan dalam dan menyelam masuk ke dalam air. Semakin jauh dan semakin dalam mereka menyelam, dunia yang sama sekali baru pun terbuka. Mereka disambut dengan warna-warni terumbu karang, berbagai jenis ikan menarik yang menari mengelilingi mereka, dan semua keindahan yang tak mungkin terlihat dari permukaan. Semua keajaiban itu bukan karena lautnya berubah, tetapi karena mereka berani masuk lebih dalam ke bawah permukaan laut. Demikian juga dalam kehidupan rohani kita. Banyak orang hanya “berada di permukaan” dalam hubungan dengan Tuhan. Sekadar tahu, sekadar hadir, tetapi belum sungguh-sungguh mendekat. Padahal dalam Yakobus 4:8 Tuhan mengundang kita untuk mendekat kepada-Nya dan Dia pun akan mendekat kepada kita. Ada janji besar di sana: ketika kita mengambil langkah mendekat, Tuhan sendiri yang akan merespons. Namun, mendekat bukan hanya soal keinginan, melainkan keputusan untuk membersihkan hati, meninggalkan dosa, dan tidak hidup mendua di hadapan Allah. Menginginkan Tuhan tetapi juga dunia. Saat kita memilih Tuhan dan meninggalkan keinginan dunia, di situlah ruang bagi Roh Kudus untuk bekerja lebih dalam. Dia akan membawa perubahan, pemulihan, dan membuka hal-hal baru yang belum pernah kita alami sebelumnya. Oleh karena itu, ambil keputusan untuk tidak berhenti di “perairan dangkal”. New wonders dimulai ketika kita melangkah lebih dalam bersama Roh Kudus. Tinggalkan yang menghambat kita, sucikan hati, dan arahkan hidup sepenuhnya kepada Tuhan. Jangan takut dengan prosesnya, karena di kedalaman itulah keajaiban Tuhan dinyatakan. Ambillah satu langkah pertama hari ini dan lihat bagaimana Tuhan mendekat, mengubahkan, dan membawa kita masuk dalam pengalaman rohani yang lebih dalam dan penuh kuasa. (MC) RENUNGAN NEW WONDERS dimulai ketika kita memutuskan MELANGKAH LEBIH DALAM bersama Roh Kudus. APLIKASI 1.Apa yang menghambat Anda untuk melangkah lebih dalam bersama Tuhan saat ini? 2.Bagian hidup mana yang perlu Anda tahirkan dan serahkan sepenuhnya kepada Tuhan? 3.Langkah nyata apa yang akan Anda ambil hari ini untuk lebih mendekat kepada Tuhan? DOA UNTUK HARI INI “Tuhan, kami datang kepada-Mu dengan kerinduan untuk melangkah lebih dalam bersama-Mu. Sucikan hati kami, jauhkan kami dari dosa, dan mampukan kami hidup tidak mendua hati. Pimpin kami semakin dekat kepada-Mu setiap hari. Nyatakanlah keajaiban-Mu dalam hidup kami. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.” BACAAN ALKITAB SETAHUN Yesaya 34-36;Kolose 2

Baca Artikel  

SATU LANGKAH KECIL BERSAMA ROH KUDUS

09 May 2026 Tim Penulis Renungan
RHEMA HARI INI Amsal 16:9 Hati manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi TUHANlah yang menentukan arah langkahnya. Seorang anak kecil belajar berjalan untuk pertama kalinya. Ia berdiri dengan gemetar, tangannya berpegangan pada meja. Orangtuanya tidak memaksanya berlari, hanya mengulurkan tangan dan berkata, “Ayo, satu langkah saja.” Dengan ragu, ia melangkah. Jatuh. Bangkit lagi. Langkah kecil itu tampak sederhana, tetapi dari situlah perjalanan panjangnya dimulai. Hari demi hari, langkah kecil itu berubah menjadi langkah yang semakin mantap, hingga akhirnya ia mampu berlari dan menempuh perjalanan lebih jauh dari yang pernah ia bayangkan. Demikian juga perjalanan rohani kita. Banyak orang ingin mengalami perkara besar bersama Tuhan, tetapi sering kali melupakan bahwa semuanya dimulai dari langkah kecil bersama Roh Kudus. Mungkin itu adalah keputusan sederhana. Meluangkan waktu untuk berdoa, membaca firman, atau taat pada suara lembut-Nya dalam hal-hal kecil. Jangan remehkan ketaatan kecil. Justru di situlah Roh Kudus membentuk hati kita, menguatkan iman kita, dan menuntun kita lebih dalam. Setiap langkah kecil yang kita ambil dalam ketaatan adalah fondasi bagi perkara besar yang Tuhan siapkan. Hari ini, jangan tunggu sampai merasa siap atau kuat. Mulailah dengan satu langkah kecil bersama Roh Kudus. Dengarkan suara-Nya, ikuti pimpinan-Nya, dan tetap setia meskipun tampak sederhana. Ingatlah, perjalanan rohani yang besar selalu dimulai dari satu langkah kecil bersama Roh Kudus. Tuhan tidak mencari langkah yang sempurna, tetapi hati yang mau melangkah. Jadi, beranikan diri untuk mengambil langkah itu dan biarkan Roh Kudus menuntunmu menuju rencana-Nya yang besar. (MC) RENUNGAN Perjalanan rohani yang besar selalu dimulai dari SATU LANGKAH KECIL bersama Roh Kudus. APLIKASI 1.Dalam hal apa Anda sering menunda ketaatan kecil yang sebenarnya Roh Kudus sudah ingatkan? 2.Bagaimana Anda bisa lebih peka mendengar dan mengikuti suara Roh Kudus dalam keseharian Anda? 3.Apa langkah kecil yang bisa Anda mulai hari ini untuk lebih dekat dengan Roh Kudus? DOA UNTUK HARI INI “Bapa, kami datang kepada-Mu dengan hati yang rindu berjalan bersama Roh Kudus hari ini. Tolong kami setia dalam langkah kecil, peka mendengar suara-Mu, dan taat melakukan kehendak-Mu dalam hidup kami. Pimpin kami sampai tujuan-Mu digenapi. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.” BACAAN ALKITAB SETAHUN Yesaya 32-33;Kolose 1

Baca Artikel  

KEDALAMAN BARU, KEAJAIBAN BARU

08 May 2026 Tim Penulis Renungan
RHEMA HARI INI Yehezkiel 47:5 Sekali lagi ia mengukur seribu hasta lagi, sekarang air itu sudah menjadi sungai, di mana aku tidak dapat berjalan lagi, sebab air itu sudah meninggi sehingga orang dapat berenang, suatu sungai yang tidak dapat diseberangi lagi. John Newton adalah seorang pendeta Anglikan Inggris abad ke-18 yang dulunya hidup jauh dari Tuhan. Sebelumnya, ia berprofesi sebagai pelaut dan terlibat dalam perdagangan budak. Namun suatu badai besar di laut menjadi titik balik yang mengubah arah hidupnya. Ia berseru kepada Tuhan dan mulai mengalami pertobatan. Perubahan itu tidak terjadi seketika, tetapi menjadi awal perjalanan panjang bersama Tuhan. Dari waktu ke waktu, Newton terus dibawa Tuhan masuk lebih dalam dalam pengenalan akan kasih karunia-Nya. Dari seorang yang keras hati, ia diubahkan menjadi pelayan Tuhan. Rasa syukurnya yang besar pun ia ungkapkan dengan menulis sebuah lagu rohani legendaris: Amazing Grace. Yehezkiel 47:3-5 menggambarkan air yang terus bertambah dalam. Dari sekadar setinggi mata kaki, lutut, pinggang, hingga menjadi sungai yang tidak dapat diseberangi. Ini adalah ilustrasi perjalanan rohani kita bersama Roh Kudus yang tidak berhenti pada satu titik. Tuhan tidak ingin kerohanian kita berhenti di kedalaman yang lama. Seperti yang dialami John Newton, kehidupan bersama Tuhan seharusnya adalah proses yang terus bertumbuh. Dari awal pertobatan, menuju kedewasaan rohani yang semakin dalam, semakin peka, semakin bergantung, dan mengasihi Tuhan. Hari ini, Tuhan mengundang kita untuk terus melangkah masuk ke kedalaman yang baru bersama Roh Kudus. Jangan puas dengan iman yang biasa, doa yang sekadarnya, dan hubungan yang dangkal dengan-Nya. Ambillah langkah pertama dan biarkan Roh Kudus menuntun kita melangkah semakin dalam—dalam doa, ketaatan, dan kepekaan akan suara-Nya. Sebab di kedalaman yang baru bersama Roh Kudus itulah, kita akan menemukan hidup yang penuh keajaiban kuasa dan kasih-Nya. (AO) RENUNGAN Roh Kudus selalu membawa kita dari kedalaman yang lama menuju KEDALAMAN yang BARU. APLIKASI 1.Menurut Anda, bagaimanakah kedalaman Anda dengan Roh Kudus selama ini? 2.Mengapa Anda tidak seharusnya puas dengan hubungan rohani yang biasa-biasa saja dengan Roh Kudus? 3.Komitmen apa yang bisa Anda ambil untuk berjalan lebih dalam bersama Roh Kudus dan memulai langkah kecil yang akan membawa Anda semakin dalam bersama-Nya? DOA UNTUK HARI INI “Tuhan Yesus, bawa kami masuk lebih dalam lagi dalam hadirat-Mu. Jangan biarkan kami berhenti di kedalaman rohani yang lama. Pimpinlah kami dengan Roh Kudus-Mu supaya hidup kami dipenuhi mujizat baru, kuasa, dan kasih-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.” BACAAN ALKITAB SETAHUN Yesaya 30-31;Filipi 4

Baca Artikel  

MENGALAMI TUHAN DI MOMEN TERGELAP

07 May 2026 Tim Penulis Renungan
RHEMA HARI INI Yehezkiel 1:1 Pada tahun ketiga puluh, dalam bulan yang keempat, pada tanggal lima bulan itu, ketika aku bersama-sama dengan para buangan berada di tepi sungai Kebar, terbukalah langit dan aku melihat penglihatan-penglihatan tentang Allah. Nayla terbiasa mengatur hidupnya dengan rapi. Ia memiliki target yang jelas dan rencana masa depan yang terarah. Namun, dalam waktu yang hampir bersamaan, pekerjaannya goyah, kondisi keluarganya memburuk, dan hubungan yang ia pertahankan justru berakhir. Di tengah kelelahan dan rasa kehilangan, ia akhirnya berserah dan berkata, “Tuhan, aku sudah tidak sanggup.” Dari titik itu, ia mulai datang kepada Tuhan dengan cara yang sederhana—meluangkan waktu untuk berdoa dan membaca firman. Perlahan, ia mulai merasakan damai dan arah hidupnya kembali jelas. Ia pun menyadari bahwa di tengah kegelapan, Tuhan tidak pernah meninggalkannya. Justru di masa-masa itulah, ia menemukan kembali keintiman dengan Tuhan. Nabi Yehezkiel pun pernah mengalami masa tergelap dalam hidupnya. Saat itu ia bersama dengan bangsa Israel berada dalam pembuangan di Babel. Jauh dari tanah air, jauh dari Bait Allah, dan kehilangan harapan. Namun, di tepi sungai Kebar, langit terbuka dan Yehezkiel menerima penglihatan tentang kemuliaan Tuhan. Ini menunjukkan bahwa Tuhan tidak dibatasi oleh keadaan ataupun tempat. Bahkan di tengah keterpurukan dan di tempat yang terasa jauh dari Tuhan, Dia tetap bisa menyatakan diri-Nya secara nyata. Ya, jangan anggap masa gelap sebagai sebuah akhir. Sering kali Tuhan membuka langit justru pada masa-masa paling kelam. Oleh karena itu, jangan hanya berdiam diri dalam keterputusasaan. Ambillah satu langkah pertama untuk membangun hubungan yang intim dengan Roh Kudus. Percayalah, saat kita dekat dengan Tuhan, pada waktunya, kita akan mengalami karya Tuhan yang paling ajaib dalam momen tergelap kehidupan kita. (OSA) RENUNGAN Sering kali Tuhan MEMBUKA LANGIT justru KETIKA hidup terasa PALING GELAP. APLIKASI 1.Apa yang Anda lakukan ketika mengalami momen-momen gelap dalam kehidupan Anda? 2.Mengapa Anda perlu melekat kepada Tuhan saat melewati masa-masa kegelapan? 3.Langkah apa yang bisa Anda ambil untuk terus melekat kepada Tuhan saat melewati masa kekelaman? DOA UNTUK HARI INI “Bapa, kami bersyukur untuk setiap hal yang boleh terjadi dalam kehidupan kami. Ajar kami, untuk terus melekat kepada Engkau, bahkan di momen-momen paling gelap sekalipun. Kami percaya, Engkau memiliki rencana yang terindah untuk kami. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.” BACAAN ALKITAB SETAHUN Yesaya 28-29;Filipi 3

Baca Artikel  

MENJAGA ALIRAN AIR HIDUP

06 May 2026 Tim Penulis Renungan
RHEMA HARI INI Yohanes 7:38 Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup." Elia tinggal di sebuah desa kecil yang dikelilingi perbukitan. Ia dikenal rajin beribadah. Setiap hari ia berdoa, membaca Alkitab, bahkan melayani di gereja. Namun entah kenapa ia merasa kerohaniannya semakin kering. Suatu hari, sungai di desa tempat tinggal Elia mulai mengering. Sungai yang biasanya mengalir deras kini hanya menyisakan aliran kecil yang hampir tidak bergerak. Di tengah kegelisahannya, Elia bertemu dengan seorang pria tua yang sedang duduk di tepi sungai. Pria itu tersenyum dan bertanya, “Bagaimana kelihatannya sungai ini?” Elia menjawab, “Airnya hampir habis… tidak seperti dulu.” Pria itu mengangguk, lalu berkata pelan, “Sungai ini berhenti mengalir bukan karena sumbernya hilang, tetapi karena jalurnya tersumbat.” Seperti sungai yang aliran airnya tersumbat, sering kalinya hidup rohani kita mengering karena sesuatu yang mengganjal di hati kita. Sadar atau tidak, ada begitu banyak hal yang mungkin ingin kita abaikan tetapi ternyata tetap tinggal di sudut hati kita. Mungkin itu kelelahan, kekecewaan, kemarahan, atau bahkan kesombongan kecil. Seiring waktu, semua hal yang menumpuk di hati kita itu pun menghambat aliran kuasa Roh Kudus untuk bekerja di dalam diri kita. Namun, ketika kita membuka diri kepada Tuhan dan menyerahkan semua hal yang membebani hati kita kepada-Nya, Roh Kudus akan kembali memenuhi hati kita dengan kasih serta damai sejahtera-Nya. Ya, Roh Kudus bukan sesuatu yang statis. Bukan sekadar pengalaman sekali jadi. Dia seperti sungai kehidupan yang terus mengalir. Ketika hati terbuka, dan ketika jalur tidak lagi tersumbat, maka dari dalam diri akan keluar aliran yang memberi kehidupan. Bukan hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi orang lain. Oleh karena itu, jangan lagi mencari pengalaman rohani sesaat, tetapi mari mengambil satu langkah pertama dengan Roh Kudus, dan Dia pun akan membawa kita ke level kedalaman yang baru dalam hidup bersama-Nya. (AM) RENUNGAN Roh Kudus bukan sesuatu yang statis; Dia adalah sungai kehidupan yang TERUS MENGALIR. APLIKASI 1.Apa saja “sumbatan” dalam hidup Anda saat ini yang mungkin menghambat aliran Roh Kudus? 2.Apakah selama ini Anda menjalani kehidupan rohani hanya sebagai kewajiban, atau sungguh-sungguh memiliki hubungan yang hidup dengan Tuhan? Mengapa demikian? 3.Langkah konkret apa yang bisa Anda lakukan hari ini untuk membuka hati agar aliran “air hidup” itu semakin nyata dalam hidup Anda dan berdampak bagi orang lain? DOA UNTUK HARI INI “Tuhan Yesus, terima kasih karena Roh Kudus-Mu terus bekerja dalam hidup kami. Ampuni kami jika hati kami sering tertutup dan menghambat aliran-Mu. Hari ini kami membuka hati kami sepenuhnya, biarlah Roh Kudus mengalir dengan bebas, memulihkan, menyegarkan, dan memakai hidup kami menjadi berkat. Ajar kami untuk hidup dalam iman dan ketaatan setiap hari. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.” BACAAN ALKITAB SETAHUN Yesaya 26-27;Filipi 2

Baca Artikel  

KUASA YANG MELAHIRKAN NEW WONDERS

05 May 2026 Tim Penulis Renungan
RHEMA HARI INI Roma 15:18-19 Sebab aku tidak akan berani berkata-kata tentang sesuatu yang lain, kecuali tentang apa yang telah dikerjakan Kristus olehku, yaitu untuk memimpin bangsa-bangsa lain kepada ketaatan, oleh perkataan dan perbuatan, oleh kuasa tanda-tanda dan mujizat-mujizat dan oleh kuasa Roh. Demikianlah dalam perjalanan keliling dari Yerusalem sampai ke Ilirikum aku telah memberitakan sepenuhnya Injil Kristus.‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬ Brother Yun lahir di desa miskin di Tiongkok. Keluarganya sering kekurangan makanan dan sejak kecil ia tidak mengenal Tuhan. Titik balik hidupnya terjadi ketika ibunya yang sakit keras mengalami kesembuhan setelah berdoa. Peristiwa itu membuat Yun mulai percaya bahwa Tuhan itu nyata. Ia kemudian memiliki kerinduan besar akan firman Tuhan, tetapi Alkitab sangatlah langka di masa itu. Ia pun berdoa agar Tuhan memberinya Alkitab. Setelah berhari-hari berdoa dan berpuasa, seseorang datang membawakan Alkitab. Sejak itu, ia mulai memberitakan Injil. Meski mengalami penangkapan, pemukulan, dan pemenjaraan, ia tidak pernah berhenti. Bahkan di dalam penjara, ia terus berdoa, memuji Tuhan, dan memberitakan Injil, sehingga banyak tahanan mengalami Tuhan. Dalam kesaksiannya, ia juga menceritakan bagaimana Tuhan menolongnya berjalan keluar dari penjara dan secara ajaib lolos tanpa dihentikan. Apa yang dialami Brother Yun sejalan dengan apa yang dituliskan Rasul Paulus dalam Roma 15:18-19. Meski ia memiliki latar belakang kuat dan pendidikan tinggi, ia sadar bahwa dirinya hanyalah alat. Paulus menegaskan bahwa pelayanannya bukan karena kemampuannya sendiri, melainkan karena apa yang Kristus kerjakan melalui dia—melalui perkataan, perbuatan, dan kuasa Roh Kudus. Ini menunjukkan bahwa kuasa Tuhan dinyatakan ketika seseorang melangkah dalam ketaatan. Bukan saat kita merasa siap atau sempurna, tetapi saat kita memiliki hubungan yang dalam dengan Roh Kudus. Karena itu, mulailah dengan mengambil satu langkah pertama bersama Roh Kudus: berdoa dengan sungguh-sungguh, taat dalam hal kecil, dan peka terhadap suara Roh Kudus. Saat kita melangkah masuk ke level kedalaman yang baru dalam hidup bersama Roh Kudus, kuasa Tuhan mulai bekerja. Kita akan mengalami perubahan nyata—yang lemah dikuatkan, yang terbatas dipakai, dan yang mustahil menjadi mungkin. Semua ini terjadi bukan karena kemampuan kita, tetapi karena kuasa Roh Kudus yang bekerja di dalam kita. (KK) RENUNGAN NEW WONDERS tidak lahir dari kemampuan manusia, tetapi dari KUASA ROH KUDUS. APLIKASI 1.Apakah Anda masih mengandalkan kemampuan sendiri, atau sungguh-sungguh bergantung pada Roh Kudus dalam setiap keputusan dan langkah hidup Anda? Mengapa demikian? 2.Langkah ketaatan apa yang Tuhan sudah taruh di hati Anda, tetapi masih Anda tunda karena merasa belum siap atau takut? 3.Bagaimana Anda bisa memberi ruang bagi Roh Kudus di hidup Anda setiap harinya? DOA UNTUK HARI INI “Tuhan, tanpa Roh-Mu, kami tidak mampu. Ampuni kami yang sering mengandalkan diri sendiri. Ajar kami melangkah dalam iman dan memberi ruang bagi Roh Kudus untuk bekerja. Pakai hidup kami untuk menyatakan kuasa-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.” BACAAN ALKITAB SETAHUN Yesaya 23-25;Filipi 1

Baca Artikel