KEBESARAN SEJATI
RHEMA HARI INI:
Mazmur 75:7-8 Sebab bukan dari timur atau dari barat dan bukan dari padang gurun datangnya peninggian itu, tetapi Allah adalah Hakim: direndahkan-Nya yang satu dan ditinggikan-Nya yang lain.
Seorang pemuda bekerja keras membangun usahanya dari nol. Ia lembur setiap hari, mengorbankan waktu, tenaga, bahkan relasi. Ketika usahanya berhasil, ia mulai berpikir dalam hatinya, “Ini semua karena kehebatanku.” Namun suatu waktu, badai datang menerjang usahanya. Ia mengalami kerugian besar dan hampir runtuh. Dalam keputusasaan, ia kembali berseru kepada Tuhan. Perlahan, ia melihat bagaimana Tuhan membuka jalan, mempertemukannya dengan orang yang tepat, dan memulihkan bahkan memperbesar usahanya. Saat itulah ia sadar, keberhasilannya bukan karena dirinya, tetapi karena Tuhan.
Jika kita membaca Mazmur 75, kita diingatkan bahwa peninggian tidak datang dari mana pun atau siapa pun juga, tetapi dari Tuhan yang berdaulat. Dunia sering mengajarkan bahwa kesuksesan adalah hasil usaha manusia semata. Namun, firman Tuhan menegaskan bahwa Tuhanlah yang menentukan siapa yang ditinggikan dan siapa yang direndahkan. Bukan berarti usaha tidak penting, tetapi tanpa campur tangan Tuhan, semua usaha bisa berakhir sia-sia. Sejatinya, menjadi besar bukanlah tentang seberapa tinggi kita naik, tetapi tentang siapa yang mengangkat kita.
Oleh karena itu, mari kita meluruskan pikiran dan merendahkan hati kita. Jangan pernah mengambil kemuliaan yang seharusnya menjadi milik Tuhan. Dalam setiap pencapaian, sadari bahwa semua berasal dari-Nya. Jika saat ini kita sedang di bawah, jangan putus asa, sebab Tuhan sanggup mengangkat kita pada waktu-Nya. Percayalah, ketika hidup kita bersandar penuh kepada Tuhan, tangan-Nya yang tak terlihat akan berkarya memperbesar hidup kita, sehingga tidak ada apa pun yang dapat menggoncangnya. (MC)
RENUNGAN:
KEBESARAN SEJATI terjadi bukan dari tangan manusia, melainkan DARI TUHAN yang berdaulat.
APLIKASI:
1. Apakah Anda masih mengandalkan kekuatan sendiri atau sudah sepenuhnya bersandar pada Tuhan? Mengapa demikian?
2. Bagaimana sikap hati Anda ketika mengalami keberhasilan?
3. Apa yang seharusnya menjadi respons Anda saat Anda merasa “direndahkan” dalam proses hidup?
DOA UNTUK HARI INI:
“Tuhan, kami bersyukur atas kedaulatan-Mu dalam hidup kami. Ajarkan kami untuk rendah hati dalam setiap keberhasilan dan tetap percaya saat kami direndahkan. Mampukan kami bersandar sepenuhnya kepada-Mu, dan hidup memuliakan nama-Mu dalam segala keadaan. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”
BACAAN ALKITAB SETAHUN
Daniel 5-7
2 Yohanes
Categories
Latest Posts