DI BALIK KEHAUSAN YANG BESAR
RHEMA HARI INI
Yesaya 44:3a “Sebab Aku akan mencurahkan air ke atas tanah yang haus, dan hujan lebat ke atas tempat yang kering”
Rasa haus tidak selalu berbicara tentang minuman, tetapi bisa menjadi tanda bahwa ada kebutuhan atau kerinduan yang harus dipenuhi. Kerinduan yang besar yang membuat seseorang terus mencari, berusaha, dan tidak mudah menyerah. Thomas Alva Edison adalah contoh nyata bagaimana kehausan mendorong seseorang untuk terus berjuang tanpa henti. Ia bukan hanya cerdas, tetapi memiliki keinginan kuat untuk menemukan sesuatu yang bermanfaat bagi banyak orang. Lebih dari seribu percobaan ia lakukan sebelum menemukan lampu listrik yang praktis. Ketika orang menyebutnya gagal, Edison berkata, “Saya bukan gagal, saya justru menemukan banyak cara yang tidak berhasil.” Ia bekerja 18 sampai 20 jam setiap hari, karena baginya keberhasilan lahir dari kehausan yang diiringi kerja keras, bukan sekadar bakat. Dari hidupnya, kita belajar bahwa kehausan membuat seseorang mampu menembus batas yang tampaknya mustahil.
Dalam Yesaya 44, kita dapat melihat kerinduan Tuhan untuk menjawab kehausan manusia. “Tanah yang haus” dan “tempat yang kering” melambangkan hati manusia yang membutuhkan Tuhan. Tuhan tidak menunggu tanah itu menjadi subur dulu; justru pada tanah yang paling kering itulah, Dia menjanjikan curahan air dan hujan lebat. Artinya, ketika seseorang datang kepada Tuhan dengan hati yang haus dan terbuka, Tuhan rindu memenuhi dan memulihkan. Kehausan rohani bukanlah kelemahan—itu adalah undangan bagi Tuhan untuk bekerja. Tanah hati yang kering justru menjadi tempat mujizat terjadi saat air kehidupan dicurahkan.
Karena itu, kehausan kita akan hadirat Tuhan sangat menentukan bagaimana pertolongan dan pembelaan-Nya dinyatakan dalam hidup kita. Semakin kita lapar dan haus akan Tuhan, semakin besar kasih karunia dan pekerjaan-Nya dinyatakan atas kita. Itu sebabnya, milikilah kehausan akan Tuhan dan terus pelihara kehausan itu. Carilah Tuhan, mendekat kepada-Nya, dan buka hati selebar-lebarnya. Ketika kehausan yang baru akan Tuhan bangkit, Tuhan sendiri yang akan mencurahkan air kehidupan dan melakukan perkara-perkara besar dalam hidup kita. (CG)
RENUNGAN
Sebelum Tuhan melakukan HAL BESAR, Dia lebih dulu membangkitkan KEHAUSAN YANG BESAR di dalam hati kita.
APLIKASI
1. Seberapa besar kerinduan Anda untuk mencari Tuhan dibandingkan dengan keinginan lain dalam hidup? Mengapa demikian?
2. Mengapa Anda perlu tetap mencari Tuhan dengan sungguh-sungguh saat jawaban doa belum terlihat?
3. Langkah apa yang bisa Anda lakukan hari ini untuk membangkitkan kembali kehausan akan Tuhan?
DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, bangkitkan kembali kehausan di dalam hati kami untuk mencari Engkau. Jangan biarkan kami puas dengan keadaan rohani kami saat ini. Ajari kami untuk terus datang kepada-Mu dengan sungguh-sungguh, sampai kami melihat karya besar-Mu dinyatakan dalam hidup kami. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”
BACAAN ALKITAB SETAHUN
Amsal 16-18; 2 Korintus 6
KASIH YANG MEMBUKA PINTU
RHEMA HARI INI
1 Korintus 2:9 Tetapi seperti ada tertulis: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia."
Seorang pemuda sederhana melayani Tuhan dengan setia di gerejanya. Ia tidak memiliki jabatan besar dan pelayanannya terlihat sangat biasa. Setiap minggu ia datang lebih awal untuk menata kursi, membantu mempersiapkan ibadah, dan melayani tanpa banyak diketahui orang. Banyak orang mungkin menganggap pelayanannya kecil, tetapi pemuda itu melakukannya dengan hati yang sungguh mengasihi Tuhan. Tahun demi tahun ia tetap setia. Tanpa disangka, Tuhan membuka kesempatan yang jauh lebih besar dalam hidupnya. Ia dipakai untuk melayani lebih luas, bahkan hidupnya memberikan dampak yang positif bagi banyak orang. Semua itu terjadi bukan karena ia mengejar posisi, tetapi karena kasihnya kepada Tuhan membuat ia tetap setia dalam hal-hal yang sederhana.
Firman Tuhan dalam 1 Korintus 2:9 berkata bahwa apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga, dan tidak pernah timbul di dalam hati manusia, itulah yang disediakan Allah bagi mereka yang mengasihi Dia. Ayat ini menunjukkan bahwa Tuhan memiliki rencana yang jauh lebih besar daripada yang dapat kita bayangkan. Ketika seseorang sungguh mengasihi Tuhan, hidupnya akan dipimpin oleh Tuhan sendiri. Kasih kepada Tuhan membuat seseorang tetap setia, tetap taat, dan tetap percaya sekalipun belum melihat hasilnya. Di situlah Tuhan mulai membuka pintu-pintu yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.
Hari ini, mari kita kembali memeriksa motivasi hati kita. Jangan mengasihi Tuhan karena ingin berkat atau perkara besar semata, tetapi kasihilah Dia dengan tulus. Biarkan Tuhan memperbarui hati kita. Ketika kita memiliki hati yang baru bagi Tuhan dan kasih yang baru untuk-Nya, Tuhan sendiri yang akan membuka jalan bagi hidup kita. Tetaplah setia, tetaplah taat, dan tetaplah mengasihi Tuhan dalam setiap musim kehidupan. Percayalah, Tuhan telah menyediakan perkara-perkara besar bagi mereka yang sungguh mengasihi Dia. (MC)
RENUNGAN
KASIH KEPADA TUHAN selalu MEMBUKA pintu bagi perkara-perkara besar yang Tuhan sediakan.
APLIKASI
1. Dalam hal apa saja Anda dapat menunjukkan kasih kepada Tuhan melalui kesetiaan dan ketaatan dalam kehidupan Anda sehari-hari?
2. Apa yang selama ini menjadi motivasi utama Anda dalam melayani atau mengikut Tuhan, dan bagaimana Anda dapat meluruskan hati untuk semakin mengasihi Dia dengan tulus?
3. Langkah iman apa yang akan Anda ambil hari ini untuk tetap setia kepada Tuhan sambil mempercayai perkara besar yang telah Dia sediakan bagi Anda?
DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan yang penuh kasih, ajar kami mengasihi Engkau dengan tulus dan menempatkan Engkau sebagai yang terutama dalam hidup kami. Bentuklah hati kami agar tetap setia dan taat kepada-Mu. Pimpin langkah kami supaya kami dapat berjalan dalam rencana besar yang Engkau sediakan. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”
BACAAN ALKITAB SETAHUN
Amsal 13-15; 2 Korintus 5
KASIH YANG MELAHIRKAN PENGAMPUNAN
RHEMA HARI INI
Lukas 23:34 Yesus berkata: "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat." Dan mereka membuang undi untuk membagi pakaian-Nya.
Seorang pria pernah menyimpan luka yang sangat dalam terhadap sahabatnya. Ia merasa dikhianati dan diperlakukan tidak adil. Selama bertahun-tahun ia memelihara kepahitan itu di dalam hatinya. Setiap kali mengingat kejadian itu, hatinya kembali panas dan penuh amarah. Namun, suatu hari dalam doa, ia menyadari bahwa hatinya menjadi semakin berat karena terus menyimpan luka tersebut. Ia mulai belajar mengampuni, bukan karena sahabatnya pantas diampuni, tetapi karena ia ingin hidupnya dipulihkan. Ketika akhirnya ia melepaskan pengampunan, ia merasakan kelegaan yang luar biasa. Hatinya menjadi lebih ringan dan ia pun bisa menjalani harinya dengan damai.
Di kayu salib, kita melihat gambaran kasih yang paling sempurna. Ketika Yesus disalibkan, Dia mengalami penderitaan yang sangat berat. Dia dihina, dipukul, diludahi, dan dipakukan di kayu salib. Namun, di tengah penderitaan itu Yesus justru berkata, “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat” (Luk. 23:34). Kata-kata ini menunjukkan bahwa kasih sejati selalu melahirkan pengampunan. Yesus tidak membalas dengan kebencian, tetapi dengan doa pengampunan. Kasih-Nya begitu besar sehingga Dia memilih mengampuni orang-orang yang menyakiti-Nya.
Sebagai pengikut Kristus, Tuhan ingin kita meneladani-Nya untuk memiliki hati yang penuh kasih dan bisa mengampuni kesalahan orang kepada kita. Bukan hanya karena itulah hal yang benar di mata-Nya, tetapi terlebih lagi demi kebaikan kita sendiri. Sebab pengampunan adalah jalan yang membawa pemulihan bagi hati kita, sedangkan kemarahan serta kepahitan bisa menjadi penghalang antara kita dengan Tuhan. Oleh karena itu, mendekatlah kepada Tuhan dan serahkan setiap luka hati kita kepada-Nya, sehingga Dia bisa memberikan kita hati yang baru, hati yang penuh kasih dari-Nya. Seperti Tuhan Yesus, ketika kasih ilahi memenuhi hati kita, tidak bisa tidak, pengampunan akan mengalir dengan sendirinya dan pemulihan pun terjadi. (MC)
RENUNGAN
KASIH SEJATI selalu melahirkan PENGAMPUNAN.
APLIKASI
1. Luka atau kepahitan apa yang masih Anda simpan di dalam hati, dan mengapa hal itu membuat Anda sulit untuk melepaskan pengampunan?
2. Jika Anda meneladani pengampunan Yesus di kayu salib, sikap apa yang perlu Anda ubah dalam merespons orang yang pernah menyakiti Anda?
3. Langkah nyata apa yang akan Anda lakukan hari ini untuk melepaskan pengampunan dan memberi ruang bagi kasih Tuhan memulihkan hati Anda?
DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan yang penuh kasih, ajar kami memiliki hati yang mau mengampuni seperti Engkau telah mengampuni kami. Lepaskan kami dari kepahitan dan luka yang kami simpan. Penuhi hati kami dengan kasih-Mu, supaya kami mampu mengasihi dan mengampuni dengan tulus setiap hari. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”
BACAAN ALKITAB SETAHUN
Amsal 10-12; 2 Korintus 4
KASIH YANG MELAMPAUI KEGAGALAN KITA
RHEMA HARI INI
Yohanes 13:1 Sementara itu sebelum hari raya Paskah mulai, Yesus telah tahu, bahwa saat-Nya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa. Sama seperti Ia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai kepada kesudahannya.
Seorang ibu memiliki anak yang kerap mengecewakannya. Anak itu beberapa kali membuat kesalahan, bahkan pernah melukai hati ibunya dengan sikap yang tidak menghargai. Namun, setiap kali anak itu pulang, sang ibu tetap membuka pintu rumah dan menyambutnya. Ia tidak pernah berhenti mengasihi, walaupun hatinya tengah terluka. Kasih sang ibu sering kali tetap bertahan meskipun anaknya tidak selalu membalas dengan kasih yang sama. Gambaran sederhana ini menolong kita memahami sedikit tentang kasih Tuhan. Injil Yohanes mencatat bahwa Yesus mengasihi murid-murid-Nya sampai kepada kesudahannya. Bahkan ketika Dia tahu bahwa ada murid yang akan menyangkal dan ada yang akan mengkhianati-Nya, Dia tetap mengasihi mereka.
Pada malam sebelum penyaliban, Yesus melayani murid-murid-Nya dengan membasuh kaki mereka. Dia tahu hati mereka belum sempurna, bahkan Dia tahu Yudas akan mengkhianati-Nya dan Petrus akan menyangkal-Nya. Namun kasih-Nya tidak berubah. Hal itu karena Yesus tidak mengasihi murid-murid-Nya sebab mereka setia, tetapi karena kasih itu bersumber dari hati-Nya sendiri. Inilah kasih yang tidak bersyarat, kasih yang tidak berhenti ketika manusia gagal. Kasih Yesus tetap mengalir sampai Dia menyerahkan nyawa-Nya di kayu salib.
Renungkan betapa besar kasih Yesus bagi hidup kita. Mungkin kita pernah gagal, jatuh, atau mengecewakan Tuhan. Namun, inilah kebenarannya, kasih-Nya tidak pernah berhenti. Apa pun yang terjadi, apa pun kesalahan dan kegagalan kita, Dia tetap memanggil kita untuk kembali mendekat kepada-Nya. Jangan menyia-nyiakan kasih yang begitu besar ini. Jangan takut untuk menyambut kasih Tuhan. Marilah kita merespons kasih Yesus dengan hati yang baru untuk Tuhan, dengan kasih yang baru untuk Tuhan. Hidup dalam ketaatan, dan tetap setia mengikuti-Nya sampai akhir hidup kita. (MC)
RENUNGAN
YESUS MENGASIHI SAMPAI KESUDAHANNYA, bahkan ketika manusia gagal mengasihi-Nya.
APLIKASI
1. Apakah Anda sudah merespons kasih Yesus dengan hidup yang semakin taat dan setia kepada-Nya? Mengapa demikian?
2. Mengapa Anda perlu menyadari bahwa Yesus tetap mengasihi Anda, bahkan ketika Anda pernah gagal atau jatuh dalam kelemahan?
3. Bagaimana Anda akan menunjukkan kasih dan kesetiaan Anda kepada Yesus dalam kehidupan Anda hari ini?
DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus yang penuh kasih, terima kasih karena Engkau tetap mengasihi kami sampai kesudahannya. Ampuni ketika kami sering gagal dan mengecewakan-Mu. Tolong kami merespons kasih-Mu dengan hidup yang taat, setia, dan sungguh-sungguh mengasihi Engkau setiap hari dalam segala hal. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”
BACAAN ALKITAB SETAHUN
Amsal 8-9; 2 Korintus 3
KEHILANGAN DAYA TARIK AKAN DUNIA
RHEMA HARI INI
Filipi 3:8 Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus,
Seorang pengusaha pernah bercerita bahwa dahulu ia begitu terobsesi mengejar uang dan kesuksesan. Hampir seluruh waktunya habis untuk bekerja, memperluas usaha, dan mengejar keuntungan. Ia merasa, semakin banyak yang dimiliki, semakin aman dan bahagia hidupnya. Namun, suatu hari, ia mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan yang mengubah cara pandangnya. Ia mulai merasakan damai yang tidak pernah ia temukan dalam kekayaan. Perlahan-lahan hatinya berubah. Hal-hal yang dulu begitu memikatnya kini tidak lagi menjadi pusat hidupnya. Ia tetap bekerja dengan baik, tetapi hatinya tidak lagi terikat pada perkara duniawi. Terlebih dari apa pun, yang paling ia rindukan justru adalah mengenal Tuhan lebih dalam.
Rasul Paulus menyampaikan pengalaman yang serupa dalam surat kepada Jemaat Filipi. Ia berkata bahwa segala sesuatu yang dulu dianggap berharga, kini ia anggap rugi dibandingkan dengan pengenalan akan Kristus. Bahkan Paulus menggunakan kata yang sangat kuat: semuanya itu ia anggap seperti sampah supaya ia memperoleh Kristus. Ini bukan berarti hal-hal duniawi tidak ada nilainya sama sekali, tetapi ketika kasih Tuhan memenuhi hati seseorang, prioritas hidupnya berubah. Yang dulu terasa sangat penting, kini tidak lagi berkuasa di hati. Pengenalan akan Kristus menjadi sesuatu yang jauh lebih mulia dan berharga.
Bagaimana dengan kita? Apakah kita masih terlalu terpikat oleh hal-hal duniawi, ataukah hati kita semakin dipenuhi oleh kasih Tuhan? Mintalah agar Tuhan memenuhi hati kita dengan kasih-Nya yang baru setiap hari. Ketika kasih Tuhan semakin besar di dalam hati kita, kita akan memiliki hati dan kasih yang baru untuk Tuhan, sehingga daya tarik dunia pun semakin memudar. Pada akhirnya, kita akan menemukan bahwa mengenal Kristus adalah harta terbesar yang tidak dapat digantikan oleh apa pun di dunia ini. (MC)
RENUNGAN
Saat kasih Tuhan MEMENUHI hati kita, maka perkara duniawi KEHILANGAN daya tariknya.
APLIKASI
1. Dalam hal apa Anda masih terlalu terpikat oleh hal-hal duniawi sehingga menggeser posisi Tuhan dalam hati Anda?
2. Mengapa pengenalan akan Kristus seharusnya menjadi hal yang paling berharga dalam hidup Anda?
3. Apa yang perlu Anda lepaskan hari ini supaya hati Anda semakin dipenuhi oleh kasih Tuhan?
DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan yang penuh kasih, penuhi hati kami dengan kasih-Mu yang sejati. Tolong kami agar tidak terikat oleh perkara dunia yang sementara. Ajarlah kami menempatkan Engkau sebagai yang terutama dalam hidup kami dan semakin rindu mengenal Engkau lebih dalam setiap hari. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”
BACAAN ALKITAB SETAHUN
Amsal 6-7;2 Korintus 2
KASIH YANG MELAHIRKAN KERINDUAN KEPADA TUHAN
RHEMA HARI INI
Mazmur 63:2 Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau, jiwaku haus kepada-Mu, tubuhku rindu kepada-Mu, seperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair.
Nina memiliki satu kebiasaan ketika pulang dari sekolah. Begitu sampai di rumah, hal pertama yang ia lakukan bukanlah bermain atau menonton, tetapi mencari ibunya. Ia merasa tenang ketika bisa duduk dekat, berbicara, atau sekadar berada di samping ibunya. Kerinduan itu lahir bukan karena kewajiban, tetapi karena kasih yang memenuhi hatinya. Demikian juga dengan hubungan kita dengan Tuhan. Ketika seseorang sungguh mengasihi Tuhan, akan muncul kerinduan yang dalam untuk selalu dekat dengan-Nya.
Suatu kali, Daud berada di padang gurun, tempat yang kering dan sulit. Namun, di tengah keadaan itu, yang paling ia rindukan bukanlah kenyamanan, tetapi justru hadirat Tuhan. Ia pun menulis Mazmur yang menggambarkan jiwanya seperti tanah kering yang sangat membutuhkan air. Seperti itulah hati yang mengasihi Tuhan. Ia tidak merasa cukup hanya dengan aktivitas rohani, tetapi haus akan persekutuan pribadi dengan Tuhan. Kasih kepada Tuhan membuat seseorang mencari Tuhan dalam doa, menikmati firman-Nya, dan merindukan hadirat-Nya setiap hari.
Hari ini, mari kita mencoba memeriksa hati kita, apakah masih ada kerinduan yang dalam untuk mencari Tuhan? Ataukah hati kita mulai menjadi kering oleh kesibukan dan rutinitas? Satu hal yang perlu kita sadari, kasih kepada Tuhan harus terus dipelihara agar kerinduan itu tetap hidup. Luangkan waktu untuk datang kepada Tuhan, mencari wajah-Nya, dan menikmati hadirat-Nya. Ketika kita terus mendekat kepada Tuhan, kita akan semakin mengenal kasih-Nya dan hati kita pun diperbarui dengan kasih yang baru kepada Tuhan, sehingga kedekatan kita dengan Tuhan menjadi hal yang paling alamiah setiap harinya. (MC)
RENUNGAN
Kasih kepada Tuhan akan melahirkan KERINDUAN untuk selalu dekat dengan-Nya.
APLIKASI
1. Bagaimana kesibukan hidup membuat Anda mulai menjauh dari waktu pribadi bersama Tuhan?
2. Mengapa Anda perlu memiliki kerinduan yang sungguh-sungguh untuk mencari Tuhan setiap hari?
3. Apa langkah nyata yang bisa Anda lakukan hari ini untuk semakin mendekat dan menikmati hadirat Tuhan?
DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan yang kami kasihi, tanamkan dalam hati kami kerinduan yang semakin dalam untuk mencari dan mendekat kepada-Mu. Jangan biarkan hati kami menjadi kering oleh kesibukan hidup. Penuhi jiwa kami dengan hadirat-Mu dan tuntun kami hidup setia setiap hari. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”
BACAAN ALKITAB SETAHUN
Amsal 3-5; 2 Korintus 1
Categories
Latest Posts