TANGAN TERBUKA MENUMBUHKAN IMAN
RHEMA HARI INI
Amsal 11:25 Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum.
Ada orang-orang yang imannya tidak hanya terdengar dari kata-kata, tetapi terlihat jelas dari cara mereka memperlakukan apa yang mereka miliki. Bagi mereka, memberi bukan sekadar kewajiban rohani, melainkan respons kasih kepada Tuhan yang telah lebih dahulu memberi segalanya. Salah satu teladan seperti ini terlihat dalam perjalanan hidup seorang pendeta dan pengajar Alkitab yang dikenal dengan iman yang radikal, Francis Chan. Melalui bukunya, Crazy Love, ia menegaskan bahwa iman sejati tidak berhenti pada pengakuan, tetapi harus tampak nyata melalui kasih yang rela memberi. Chan sendiri memberikan sekitar 90% dari penghasilannya dan menyumbangkan sebagian besar royalti bukunya, yang mencapai sekitar dua juta dolar. Ia memilih hidup sederhana dan memberi dengan murah hati kepada orang miskin, pelayanan gereja, dan pekerjaan misi.
Prinsip yang sama juga nyata dalam kehidupan Daud. Saat mempersiapkan pembangunan Bait Allah, Daud tidak memberi dari sisa, melainkan dari harta pribadinya yang terbaik. Ia mempersembahkan emas, perak, batu permata, tembaga, dan besi dalam jumlah yang melampaui kewajaran. Semua itu ia berikan sebagai ungkapan hormat dan kasih kepada Tuhan. Bagi Daud, rumah Tuhan layak menerima yang terbaik, sebab hati yang mengasihi Tuhan tidak pernah memberi dengan setengah-setengah.
Firman Tuhan mengajarkan bahwa iman yang hidup selalu menghasilkan tangan yang terbuka. Kasih tanpa pemberian hanyalah perasaan. Namun iman yang dilandasi kasih selalu mendorong seseorang untuk memberi yang terbaik. Kita bisa memberi tanpa kasih, dan bahkan tidak memerlukan iman, tetapi pemberian seperti itu biasanya hanya sekadar formalitas. Sebaliknya, ketika iman kita bertumbuh, tangan kita tidak akan mengepal, melainkan terbuka untuk memberi dengan tulus dan penuh pengorbanan. Saat itulah, janji Tuhan digenapi: siapa memberi berkat, ia sendiri akan mengalami keajaiban finansial. (CG)
RENUNGAN
IMAN BERTUMBUH saat TANGAN TERBUKA untuk memberi.
APLIKASI
1. Apakah anda sungguh percaya bahwa semua yang Anda miliki berasal dari Tuhan, dan bagaimana kepercayaan itu tercermin dalam cara Anda memberi?
2. Selama ini, apakah pemberian Anda kepada Tuhan dan sesama lahir dari kasih dan iman, atau hanya sekadar kewajiban dan kebiasaan?
3. Bagian apa dari hidup Anda yang masih Anda tahan dan belum Anda serahkan sepenuhnya kepada Tuhan?
DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, ajari kami memberi dengan hati yang penuh kasih dan iman. Tolong kami menyerahkan seluruh hidup kami sebagai persembahan yang berkenan bagi-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”
BACAAN ALKITAB SETAHUN
Mazmur 31-32; Kisah Para Rasul 23:16-35
BUKTI IMAN YANG HIDUP
RHEMA HARI INI
Yakobus 2:17 Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.
“Saya melempar uang dengan sekop dan Tuhan menyekopnya kembali—tapi Tuhan memiliki sekop yang lebih besar,” ujar R.G. LeTourneau di suatu acara radio. Pembawa acara radio itu pun menimpali, “Anda telah menjadikan firman Tuhan sebagai realitas yang mulia dan praktis...seperti itulah pekerjaan iman…percaya atau tidak.” Potongan wawancara ini memiliki latar belakang yang solid. Saat itu, LeTourneau adalah seorang yang sangat diperhitungkan di dunia konstruksi Amerika Serikat. Ia bukan hanya seorang insinyur andal, atau produsen peralatan berat, tetapi ia juga dikenal sebagai penemu peralatan penggalian tanah dan penanganan material terhebat di dunia pada abad ke-20.
Di balik semua kesuksesan itu, LeTourneau juga adalah seorang yang religius. Awalnya ia memulai komitmennya kepada Tuhan dengan memberikan persepuluhan dari penghasilannya. Namun, seiring pertumbuhan imannya, ia mengambil langkah yang tidak biasa. Ia bukan lagi memberi 10% kepada Tuhan, melainkan hidup dari 10% dan mempersembahkan 90% untuk pekerjaan Tuhan. Keputusan ini bukanlah dorongan emosi sesaat, melainkan tindakan iman yang dijalani secara konsisten. Hasilnya, Tuhan memberkati usahanya dengan pertumbuhan yang luar biasa, dan melalui pemberian terbaiknya, banyak pelayanan, misi, serta pendidikan Kristen diberkati secara nyata.
Kisah hidup R.G. LeTourneau adalah gambaran hidup bahwa iman yang hidup selalu dinyatakan melalui perbuatan. Iman kepada Tuhan tidak berhenti pada keyakinan di dalam hati, tetapi diwujudkan dalam keputusan nyata yang sering kali mengandung risiko. Ya, saat kita berani mengambil langkah iman untuk memberikan persembahan yang terbaik bagi Tuhan, Tuhan pun akan memberikan yang lebih baik lagi bagi kita. Hidup kita bukan hanya akan diberkati, tetapi Dia akan membawa kita mengalami keajaiban finansial yang tak terbayangkan. (AO)
RENUNGAN
IMAN yang HIDUP selalu terlihat dari TINDAKAN.
APLIKASI
1. Coba renungkan, apakah kapasitas iman Anda sudah terlihat dalam tindakan nyata sehari-hari? Mengapa demikian?
2. Mengapa Anda perlu memberi yang terbaik bagi Tuhan, bukan dari sisa, tetapi dari apa yang paling berharga bagi Anda?
3. Bagaimana Anda bisa mengambil langkah ketaatan hari ini sebagai bukti bahwa kita punya iman yang hidup?
DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, kami rindu memiliki iman yang hidup dan nyata melalui perbuatan kami. Tolong kami untuk taat dan berani memberi yang terbaik bagi-Mu. Pakailah hidup kami menjadi alat berkat bagi banyak orang.
Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”
BACAAN ALKITAB SETAHUN
Mazmur 29-30; Kisah Para Rasul 23:1-15
IMAN BUKAN AMAN
RHEMA HARI INI
Ibrani 11:6 Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.
Bermimpi menjadi pengusaha sukses, Blake Mycoskie mencoba berbagai usaha di sepanjang kariernya sebagai usahawan. Sampai kemudian di tahun 2006, Blake berlibur ke Argentina. Di sana, ia bertemu dengan sebuah yayasan yang membagikan sepatu bekas kepada anak-anak kurang beruntung. Namun, sepatu-sepatu itu sering tidak sesuai ukuran. Blake juga mendengar kisah memilukan tentang satu keluarga yang harus bergantian memakai sepasang sepatu karena hanya itulah yang mereka miliki. Cerita ini membangkitkan kerinduannya untuk memberi yang terbaik bagi anak-anak tersebut.
Blake kemudian memutuskan untuk menjual sepatu dengan sebuah komitmen sederhana tetapi berani: untuk setiap satu pasang sepatu yang terjual, satu pasang sepatu baru akan diberikan kepada anak-anak yang membutuhkan. Dengan strategi pemasaran yang sederhana—yakni “menjual cerita” tentang kebutuhan nyata anak-anak Argentina—Blake berhasil menggerakkan banyak orang untuk peduli. Bisnis ini dikenal sebagai TOMS Shoes. Keputusan Blake bukanlah langkah yang aman secara finansial, tetapi langkah iman yang mengutamakan dampak sosial dan kasih kepada sesama. Hanya empat tahun setelahnya, TOMS telah menjual dan mendonasikan lebih dari satu juta pasang sepatu.
Melalui kisah ini, Blake Mycoskie mengajarkan bahwa pemberian terbaik sering kali lahir dari langkah iman yang besar. Ya, dalam banyak hal, kita mungkin ragu memberikan lebih dari batas aman kita. Begitu pula saat memberikan persembahan. Secara manusia, otak manusia kita mulai mengkalkulasikan seberapa besar pemberian yang tidak akan melukai alokasi kebutuhan keseharian maupun rencana masa depan kita. Kita seakan lupa, bahwa imanlah yang menyenangkan hati Tuhan. Sebab imanlah yang membawa kita percaya bahwa Allahlah yang menjamin kehidupan kita, bukan keuangan kita. Hanya dengan imanlah, persembahan kita bisa menjadi pemberian yang berarti yang tidak bisa ditolak Tuhan, sehingga keajaiban finansial pun terjadi di hidup kita. (BS)
RENUNGAN
PEMBERIAN TERBAIK menuntut IMAN, bukan AMAN.
APLIKASI
1. Kapan Anda terakhir kali memberikan yang terbaik tanpa mempertimbangkan rasa "aman" Anda? Renungkanlah!
2. Mengapa Anda perlu berani keluar dari zona aman untuk memberikan yang terbaik untuk Tuhan dan sesama?
3. Apa komitmen Anda untuk memberikan yang terbaik kepada Tuhan?
DOA UNTUK HARI INI
“Bapa, terima kasih buat firman-Mu hari ini. Engkau memberikan kesempatan kepada kami untuk memberi yang terbaik. Tolong kami agar mampu memberikan yang terbaik dengan iman, dan kami mau percaya bahwa Engkau Allah yang akan menyediakan segala sesuatunya bagi kami. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”
BACAAN ALKITAB SETAHUN
Mazmur 26-28; Kisah Para Rasul 22
YANG TUHAN NILAI DARI PEMBERIAN KITA
RHEMA HARI INI
1 Samuel 16:7 Tetapi berfirmanlah Tuhan kepada Samuel: ”Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati.”
Di halaman Bait Allah, Yesus pernah duduk memperhatikan orang-orang yang datang memberi persembahan (Mrk. 12:41-44). Banyak di antara mereka memasukkan uang dalam jumlah besar, tetapi perhatian-Nya justru tertuju pada seorang janda miskin yang hanya memberi dua peser. Jumlahnya kecil dan nyaris tak berarti di mata manusia, tetapi Yesus menyatakan bahwa persembahannyalah yang paling besar. Janda itu tidak memberi dari kelimpahan, melainkan dari kekurangan, dengan iman dan kepercayaan penuh kepada Allah. Dari luar, pemberiannya tampak tidak berharga, tetapi dari dalam, hatinya sepenuhnya tertuju kepada Tuhan. Hati di balik pemberian itulah yang menyentuh hati Tuhan.
Prinsip yang sama ditegaskan Tuhan ketika Samuel diutus untuk mengurapi raja Israel. Anak-anak Isai yang berperawakan gagah tampak lebih layak di mata manusia, tetapi Tuhan menolak penilaian lahiriah itu. Ia mengingatkan Samuel bahwa manusia melihat apa yang tampak di depan mata, sedangkan Tuhan menilai hati. Apa yang kecil di mata manusia bisa bernilai besar di hadapan Tuhan apabila dilakukan dengan ketulusan dan motivasi yang benar. Tuhan tidak mengukur persembahan dari jumlah atau penampilan luar, melainkan dari motivasi hati di baliknya.
Oleh karena itu, mari kita mengoreksi sikap hati kita dalam memberi dan melayani Tuhan. Tuhan tidak menuntut besarnya jumlah yang kita berikan, tetapi Dia rindu kita memberi dengan hati yang benar. Baik itu dalam memberi persembahan, meluangkan waktu, maupun melayani sesama, marilah kita melakukannya dengan kasih dan iman. Ketika hati kita berkenan di hadapan Tuhan, hal-hal yang tampak kecil pun memiliki nilai kekal di hati-Nya. Itulah yang membuat pemberian kita tidak bisa ditolak Tuhan dan keajaiban finansial pasti terjadi atas kita. (AM)
RENUNGAN
Tuhan menilai HATI, bukan sekadar JUMLAH pemberian kita.
APLIKASI
1. Bagaimana sikap hati Anda saat memberi dan melayani Tuhan selama ini?
2. Apakah Anda memberi karena kasih atau karena ingin dilihat orang lain? Mengapa menurut Anda seperti itu?
3. Hal apa yang Tuhan minta Anda persembahkan dengan hati yang tulus hari ini?
DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, bentuklah hati kami agar selalu tulus di hadapan-Mu. Ajari kami memberi dan melayani bukan karena jumlah atau pujian manusia, tetapi karena kasih kepada-Mu. Kiranya hidup kami berkenan dan memuliakan nama-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”
BACAAN ALKITAB SETAHUN
Mazmur 23-25; Kisah Para Rasul 21:18-40
BENIH SPESIAL
RHEMA HARI INI
2 Korintus 9:8 Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan.
Seorang petani yang berpengalaman tahu bahwa tidak semua benih memiliki perlakuan yang sama. Ada benih yang ditanam seadanya, tetapi ada pula benih pilihan yang ditanam dengan penuh perhatian karena diyakini menyimpan potensi besar. Benih yang tampak kecil itu ditanam dengan harapan, meski hasilnya belum terlihat. Demikian pula dengan pemberian yang dilakukan dengan iman. Pemberian itu mungkin sederhana di mata manusia, tetapi bernilai besar di hadapan Tuhan.
Ya, tidak semua pemberian memiliki makna yang sama. Ada pemberian yang dilakukan sebagai rutinitas, tetapi ada pula pemberian yang lahir dari iman dan ketaatan. Alkitab menegaskan bahwa nilai pemberian tidak ditentukan oleh jumlahnya, melainkan oleh sikap hati di baliknya. Dengan demikian, pemberian yang berarti adalah benih istimewa yang ditabur bukan karena kelimpahan, melainkan karena percaya bahwa Tuhan sanggup bekerja melampaui apa yang terlihat mata. Setiap benih yang ditanam dengan iman pun memiliki prosesnya sendiri. Benih itu harus masuk ke dalam tanah, tersembunyi, dan menunggu waktu yang tepat. Proses itu sering kali sunyi dan tidak terlihat, tetapi justru di sanalah kehidupan baru mulai bertumbuh.
Satu hal perlu kita tanamkan dalam hati, bahwa memberi persembahan bukanlah sekadar tindakan materi, melainkan respons iman. Saat kita memberi dengan hati yang benar, kita sedang menabur ketaatan, pengharapan, dan kepercayaan kepada Tuhan. Tuhan tidak terikat oleh perhitungan manusia. Dia sanggup mengubah benih kecil menjadi karya yang besar. Keajaiban yang Tuhan hadirkan mungkin tidak selalu berbentuk materi, tetapi dapat berupa damai sejahtera, pemulihan, arah hidup yang baru, dan iman yang dikuatkan. Setiap pemberian yang berarti tidak pernah sia-sia di hadapan Tuhan, sebab Dia setia memperhatikan setiap benih yang ditabur dengan iman. Pada waktu yang ditentukan-Nya, benih itu pun akan bertumbuh dan menghasilkan keajaiban finansial di hidup kita. (MC)
RENUNGAN
PEMBERIAN YANG BERARTI adalah BENIH SPESIAL yang mendatangkan KEAJAIBAN BARU.
APLIKASI
1. Apakah pemberian Anda selama ini lahir dari iman atau sekadar kebiasaan? Mengapa Anda merasa seperti itu?
2. Mengapa Anda perlu percaya Tuhan sanggup mendatangkan keajaiban baru dari benih yang Anda tanam?
3. Benih apa yang Tuhan minta Anda taburkan hari ini, meski tampak kecil?
DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, ajari kami untuk memberi dengan iman dan hati yang tulus. Terimalah setiap benih yang kami taburkan, dan nyatakan kehendak-Mu melalui keajaiban yang Engkau sediakan. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”
BACAAN ALKITAB SETAHUN
Mazmur 37-39; Kisah Para Rasul 26
ARTI PERSEMBAHAN KHUSUS
RHEMA HARI INI
Keluaran 35:5 Ambillah bagi TUHAN persembahan khusus dari barang kepunyaanmu; setiap orang yang terdorong hatinya harus membawanya sebagai persembahan khusus kepada TUHAN
Pernah ada momen ketika seseorang memberi bukan karena diminta, tetapi karena hatinya tak tenang sebelum melakukannya. Tidak ada dorongan dari luar, tidak ada tekanan, hanya bisikan lembut di dalam hati yang berkata, “Lakukan ini bagi Tuhan.” Pada saat seperti itulah, memberi berubah dari kewajiban menjadi respons kasih. Apa yang lahir dari dorongan hati selalu memiliki bobot rohani yang berbeda, karena ia lahir dari relasi, bukan dari tekanan, aturan, ataupun rutinitas rohani.
Persembahan khusus bekerja dengan prinsip yang sama. Dalam Keluaran 35:5, Tuhan tidak memerintahkan dengan paksaan, tetapi menyiratkan bahwa persembahan khusus bersifat sukarela dan pribadi. Tuhan mengundang setiap orang yang hatinya tergerak untuk membawa persembahan kepada-Nya. Ini menunjukkan bahwa Tuhan menghargai dorongan batin yang lahir dari kasih dan iman, bukan dari paksaan. Persembahan khusus akan selaras dengan kehendak Tuhan ketika dilakukan dengan hati yang rela dan taat.
Hari ini Tuhan mengajak kita melangkah lebih dalam ke dimensi pemberian yang menyentuh hati-Nya. Persembahan khusus adalah benih istimewa yang Tuhan pakai untuk memperluas kapasitas iman dan membuka jalan bagi terobosan ilahi. Ketika kita taat pada tuntunan-Nya, pemberian kita menjadi altar yang hidup di hadapan Tuhan. Di sanalah keajaiban finansial mulai bekerja, karena Tuhan melihat hati yang rindu untuk memberi yang terbaik bagi-Nya. Mari merespons panggilan ini dengan iman dan percaya bahwa benih yang bernilai akan menghasilkan keajaiban pada waktu Tuhan yang sempurna. (LEW)
RENUNGAN
PERSEMBAHAN KHUSUS lahir dari TUNTUNAN TUHAN, bukan kewajiban.
APLIKASI
1. Dengan sikap hati bagaimanakah Anda selama ini memberi kepada Tuhan? Sebagai kewajiban, atau karena tuntunan dan dorongan dari hati yang taat?
2. Jika Tuhan menggerakkan Anda untuk memberi persembahan khusus, apa hal yang paling menantang iman Anda saat ini?
3. Langkah ketaatan apa yang Anda ambil agar persembahan Anda menjadi benih yang berarti dan berkenan kepada Tuhan?
DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, kami mengucap syukur untuk berkat-berkat yang Kau berikan. Hari ini, kami mau taat, memberikan persembahan yang terbaik untuk Engkau. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”
BACAAN ALKITAB SETAHUN
Mazmur 35-36; Kisah Para Rasul 25
Categories
Latest Posts