MENJADI ORANG YANG TUHAN CARI

05 July 2026 Tim Penulis Renungan
RHEMA HARI INI Yeremia 23:29 Bukankah firman-Ku seperti api, demikianlah firman TUHAN dan seperti palu yang menghancurkan bukit batu? Seorang penambang batu mulia menggali terowongan di pegunungan. Selama beberapa minggu, ia mengayunkan beliung dan juga palunya, menggali tanah serta menghancurkan bebatuan. Menurut perhitungannya, sedikit lagi ia akan menemukan batu-batu mulia itu. Semangatnya menjadi semakin menyala. Minggu-minggu pun berganti menjadi hitungan bulan. Teman-temannya menyuruhnya berhenti dan mulai menggali di tempat lain. Awalnya, ia menolak. Namun, sebulan dua bulan lagi berlalu. Usahanya tampak semakin sia-sia. Akhirnya semangatnya luruh dan ia melangkah pergi. Sekilas keputusannya tampak bijaksana. Yang tidak diketahuinya, ternyata bebatuan mulia yang ia impikan sudah begitu dekat dengannya. Ia hanya tinggal mengayunkan beliung serta palunya beberapa kali lagi. Saat kita menerima rhema Tuhan dan mendoakannya, berapa kalinya kita melakukan hal yang sama seperti penambang itu? Untuk beberapa waktu, api doa kita berkobar-kobar. Namun, setelah sekian waktu, orang-orang di sekitar kita mulai mempertanyakan yang kita doakan. Lalu keraguan mulai menyapu kita. Seperti si penambang, kita pun menyerah terlalu cepat. Padahal, kalau Tuhan yang sudah memberikan rhema, apakah mungkin hal itu tidak akan terjadi? Dalam Yeremia 23:29, Tuhan berkata bahwa perkataan-Nya seperti api dan palu yang menghancurkan bukit batu. Api dan palu sama-sama memiliki kekuatan penghancur yang besar. Hanya saja, dibutuhkan waktu untuk menghancurkan batuan penghalang dan membentuk realitas baru. Benar, ketika Tuhan memberikan visi yang besar, semua itu membutuhkan proses. Bukan Tuhan yang membutuhkannya, tetapi kita. Selama kita mendeklarasikan perkataan profetik yang sesuai dengan kehendak-Nya, Tuhan memurnikan hati, membentuk karakter, dan membuat jalan di depan kita, setapak demi setapak, sesuai dengan pertumbuhan kita. Seperti Tuhan yang sabar terhadap kita, hendaknya kita tidak menyerah untuk terus memperkatakan firman Tuhan atas situasi kita. Jangan biarkan api doa itu melemah, jadilah kuat dalam doa dan kerjakan kehendak-Nya, sampai perubahan itu terjadi. (MV.L) RENUNGAN Tuhan MENCARI orang yang terus menubuatkan dan mendeklarasikan firman-Nya SAMPAI KEADAAN BERUBAH. APLIKASI 1.Apakah yang kerap membuat Anda cepat menyerah saat berdoa ofensif? 2.Mengapa Tuhan mencari orang yang mau terus mendeklarasikan firman-Nya sampai akhir? 3.Bagaimana Anda bisa terus mengobarkan api doa Anda dan terus mendeklarasikan firman Tuhan atas hidup Anda? DOA UNTUK HARI INI “Tuhan yang baik, ampuni kami yang kurang percaya ini. Bentuk hati dan perkataan kami agar tetap selaras dengan firman-Mu. Ajar kami untuk semakin mengenal kehendak-Mu dan tidak berhenti menyatakan iman sampai Engkau mengubah keadaan. Biarlah hidup kami menjadi kesaksian bagi kemuliaan nama-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.” BACAAN ALKITAB SETAHUN Daniel 1-2 1 Yohanes 4

Baca Artikel  

BERDOA SAMPAI PERUBAHAN TERJADI

04 July 2026 Tim Penulis Renungan
RHEMA HARI INI Lukas 18:7 Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka? Seorang anak kecil berdiri di depan pintu rumahnya yang terkunci. Ia mengetuk sekali, tidak ada jawaban. Ia mengetuk lagi, masih belum terbuka. Namun ia tidak pergi. Ia terus mengetuk, karena ia tahu ayahnya ada di dalam dan pasti akan membukakan pintu pada waktunya. Ketekunannya bukan karena ia ragu, tetapi justru karena ia percaya. Prinsip yang sama berlaku dalam doa. Ketekunan dalam doa bukan tanda kelemahan, melainkan tanda iman yang hidup. Dalam Lukas 18, Yesus menceritakan tentang janda yang terus datang kepada hakim yang lalim. Sekalipun terus ditolak, ia tidak menyerah, tidak berhenti, dan tidak mundur. Akhirnya, karena ketekunannya, sang hakim mengabulkan permintaannya dan janda itu pun sampai mendapat keadilan. Yesus memakai kisah ini untuk mengajar bahwa kita harus selalu berdoa dan tidak menjadi jemu. Tuhan tidak sedang menunda karena tidak peduli, tetapi sering kali sedang membentuk iman kita agar tidak bergantung pada jawaban yang cepat, tetapi pada pribadi-Nya yang setia. Dia bukan hakim yang lalim seperti dalam perumpamaan, tetapi Bapa yang penuh kasih. Jika hakim yang tidak benar saja akhirnya menjawab karena ketekunan, terlebih lagi Tuhan yang setia. Karena itu, jangan berhenti memperkatakan doa ofensif hanya karena belum ada perubahan yang terlihat. Teruslah datang kepada Tuhan, tetap berseru, dan tetap berharap. Jangan biarkan kelelahan merampas iman kita. Mungkin keadaan belum berubah, tetapi percayalah Tuhan bukan hanya sanggup mengubah keadaan, tetapi Dia juga setia membentuk hati yang berdoa. Peganglah iman bahwa setiap doa tidak pernah sia-sia. Pada waktu-Nya yang sempurna, Tuhan akan menjawab, memulihkan, dan menyatakan kebaikan-Nya. Jadilah kuat dalam doa dan tetaplah mendeklarasikan perkataan profetik yang sesuai dengan kehendak-Nya, bukan sampai kita lelah, tetapi sampai kita melihat tangan Tuhan bekerja dengan nyata. (SZ) RENUNGAN JANGAN BERHENTI berdoa sebelum PERUBAHAN PENUH terjadi! APLIKASI 1.Apakah Anda masih tetap berdoa atau sudah mulai berhenti karena lelah menunggu? Mengapa demikian? 2.Mengapa Anda perlu terus berdoa sampai perubahan penuh terjadi? 3.Bagaimana Anda bisa mengambil komitmen untuk terus berdoa sampai akhir? DOA UNTUK HARI INI “Tuhan, kuatkan kami untuk tidak berhenti berdoa sampai Engkau menyatakan perubahan penuh dalam hidup kami. Ajarkan kami kesetiaan, ketekunan, dan iman yang tidak goyah. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.” BACAAN ALKITAB SETAHUN Yehezkiel 47-48 1 Yohanes 3

Baca Artikel  

RAHASIA DOA OFENSIF YANG BERKEMENANGAN

03 July 2026 Tim Penulis Renungan
RHEMA HARI INI Kisah Para Rasul 19:15 Tetapi roh jahat itu menjawab: “Yesus aku kenal, dan Paulus aku ketahui, tetapi kamu, siapakah kamu?” Abad ke-19, Amerika disapu Kebangunan Rohani Besar Kedua. Charles Grandison Finney, Bapak Kebangunan Modern, mempelopori kegerakan ini. Ke mana pun Tuhan mengutusnya untuk menginjil, pertobatan besar-besaran terjadi. Namun, ada rahasia di balik keberhasilannya. Sebelum berkhotbah di suatu tempat, Finney selalu mengutus Daniel Nash untuk datang lebih dahulu dan berdoa selama berhari-hari. Nash bukan pengkhotbah terkenal, tetapi ia dikenal memiliki kehidupan doa yang intim dengan Roh Kudus. Banyak saksi mata menceritakan bahwa ketika Finney tiba dan berkhotbah, hati orang-orang sudah dipersiapkan Tuhan sehingga banyak yang bertobat. Keberhasilan pelayanan itu bukan hanya karena urapan kemampuan berbicara Finney, tetapi juga karena urapan doa Nash yang lahir dari hubungan yang hidup dengan Roh Kudus. Dalam Kisah Para Rasul 19, kita dapat menemukan cerita tentang anak-anak Skewa yang mencoba mengusir roh jahat. Meskipun mereka menghardik roh jahat dengan nama Yesus, mereka tidak memiliki hubungan pribadi dengan Kristus. Mereka mungkin sudah menggunakan kata-kata yang benar, tetapi semua itu tidak ada kuasanya tanpa ada otoritas rohani yang sejati. Akibatnya, merekalah yang dirundung roh jahat. Sebaliknya, Paulus dikenal oleh dunia roh karena hidupnya yang selalu terhubung dengan Roh Kudus. Itu sebabnya, roh jahat tidak bisa melawannya. Hari ini, kita kembali diingatkan bahwa Tuhan tidak sedang mencari orang yang sekadar pandai berdoa melainkan orang yang hidup dekat dengan-Nya. Bagaimanapun, doa ofensif yang menyerang benteng-benteng kegelapan hanya memiliki kuasa jika lahir dari kehidupan yang dipenuhi Roh Kudus. Sebelum kita berbicara kepada masalah, kita harus terlebih dahulu berbicara dengan Tuhan. Sebelum kita menghadapi kuasa gelap, kita harus hidup di bawah otoritas Kristus. Ketika kita menjadi kuat dalam doa dan terhubung dengan Roh Kudus, doa kita tidak hanya menjadi kata-kata, tetapi menjadi saluran kuasa Allah yang sanggup mengubah keadaan. (AO) RENUNGAN Doa ofensif yang TIDAK TERHUBUNG dengan Roh Kudus TIDAK MEMILIKI KUASA ROHANI. APLIKASI 1.Apakah doa-doa Anda selama ini memiliki kuasa yang mengubahkan keadaan? Menurut Anda mengapa demikian? 2.Mengapa Anda perlu membangun hubungan pribadi dengan Tuhan dengan displin waktu doa minimal satu jam, sebelum meminta kuasa dari Tuhan? 3.Bagaimana Anda bisa membangun kehidupan doa Anda sehingga terhubung kuat dengan Roh Kudus? DOA UNTUK HARI INI “Tuhan Yesus, penuhi kami dengan Roh Kudus-Mu dan ajar kami hidup dalam ketaatan setiap hari. Biarlah setiap doa kami lahir dari hubungan yang intim dengan-Mu, sehingga doa kami penuh dengan kuasa kemuliaan-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.” BACAAN ALKITAB SETAHUN Yehezkiel 45-46 1 Yohanes 2

Baca Artikel  

PERKATAAN IMAN YANG BENAR

02 July 2026 Tim Penulis Renungan
RHEMA HARI INI Ibrani 4:12 Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita. Semua orang rindu menjalani hidup yang baik. Dari zaman para filsuf seperti Socrates sampai masa modern, berbagai pengajaran pengembangan diri terus bermunculan. Beberapa dekade lalu, dunia diperkenalkan dengan Law of Attraction. Kini, di era media sosial, muncul berbagai istilah seperti Law of Assumption, RAS, Afirmasi diri, hingga konsep energi dan vibrasi. Semua itu pada dasarnya mengajarkan bahwa pikiran dan perkataan manusia dapat mempengaruhi realitas sesuai keinginan. Secara psikologis, hal-hal ini ada baiknya karena melatih diri untuk selalu berpikir positif dan menjadi lebih percaya diri, sehingga kita bisa bertindak dengan lebih baik. Namun tanpa disadari, banyak dari tren ini menggeser pusat kepercayaan dari Tuhan kepada kekuatan batin manusia. Berbeda halnya dengan doa ofensif, atau perkataan profetik dan deklarasi iman yang sesuai firman Tuhan. Penulis kitab Ibrani menegaskan bahwa perkataan Tuhan penuh dengan kuasa yang hidup. Firman-Nya bahkan membedah pikiran dan hati, sehingga sanggup menyingkapkan motivasi terdalam manusia. Di sinilah perubahan terjadi. Ketika kita menyerahkan diri ke dalam kebenaran, Roh Kudus mentransformasikan hati dan pikiran kita, sehingga keinginan kita selaras dengan kehendak-Nya. Dengan demikian, perkataan yang kita ucapkan bukan lagi lahir dari ambisi pribadi, melainkan dari kebenaran firman yang hidup di dalam kita. Ya, doa ofensif bukanlah sarana untuk memastikan hasil sesuai keinginan kita, melainkan respons iman yang selaras dengan firman Tuhan. Karena itu, sebelum membuka mulut untuk menyatakan sesuatu, marilah kita terlebih dahulu berlutut, menyerahkan kedaulatan hidup ke dalam tangan-Nya. Bukalah Alkitab dan izinkan Tuhan mengarahkan kita kepada firman yang tepat atas keadaan kita. Saat kita kuat dalam doa dan manunggal dengan Roh Kudus, kita akan mengerti kehendak-Nya, sehingga perkataan profetik yang kita deklarasikan pun selaras dengan hati-Nya. Ketika itulah, kuasa ilahi yang mengubahkan keadaan mengalir atas hidup kita. (MV.L) RENUNGAN Latihlah PERKATAAN IMAN yang SELARAS dengan FIRMAN TUHAN! APLIKASI 1.Perkataan apa yang paling sering keluar dari mulut Anda saat menghadapi masalah? 2.Mengapa Anda perlu melatih perkataan iman yang selaras dengan firman Tuhan? 3.Bagaimana Anda bisa mulai melatih perkataan iman atas kehidupan Anda? DOA UNTUK HARI INI “Tuhan yang baik, selidiki hati kami dan koreksilah agar selaras dengan firman-Mu, sehingga perkataan kami selalu seirama dengan kehendak-Mu. Jauhkan kami dari perkataan yang lahir dari ketakutan atau keinginan pribadi. Ajar kami untuk beriman besar sementara kami menyerahkan semua hasil akhirnya ke dalam tangan-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.” BACAAN ALKITAB SETAHUN Yehezkiel 42-44 1 Yohanes 1

Baca Artikel  

DOA OFENSIF YANG MENCIPTAKAN JALAN

01 July 2026 Tim Penulis Renungan
RHEMA HARI INI Keluaran 14:15–16 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Mengapakah engkau berseru-seru demikian kepada-Ku? Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka berangkat. Dan engkau, angkatlah tongkatmu dan ulurkanlah tanganmu ke atas laut dan belahlah airnya, sehingga orang Israel akan berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering. Seorang penginjil yang melayani di daerah terpencil menghadapi situasi sulit. Jembatan menuju kampung tujuan rusak akibat banjir, sementara ia telah berjanji untuk mengadakan kebaktian dan pelayanan bagi masyarakat di sana. Awalnya, ia hanya berdoa agar Tuhan membuka jalan dan mengirim pertolongan. Namun, setelah berdoa beberapa hari, ia merasa Tuhan menaruh keberanian dalam hatinya untuk mengubah metode doanya. Dari doa pasif yang hanya menunggu jawaban menjadi doa ofensif yang memperkatakan perubahan situasi. Tak lama kemudian, bala bantuan dari desa terdekat datang. Bersama beberapa warga, mereka mulai membangun jalur darurat yang sederhana. Pelayanan yang semula terancam batal akhirnya dapat terlaksana dengan baik. Pengalaman tersebut mengingatkan kita pada peristiwa ketika bangsa Israel terjepit antara Laut Teberau dan pasukan Mesir. Musa berseru kepada Tuhan, tetapi Tuhan menjawab dengan cara yang mengejutkan: "Mengapakah engkau berseru-seru demikian kepada-Ku?" Saat itu, Tuhan ingin mengajari Musa metode doa yang baru. Bukan hanya memohon pertolongan, tetapi menaklukkan situasi dalam iman. Laut tidak akan terbelah ketika mereka hanya berdiri dan menunggu dalam ketakutan, tetapi ketika iman hadir. Inilah gambaran doa ofensif: bukan sekadar meminta jalan keluar, tetapi percaya bahwa kuasa Tuhan bekerja ketika kita berani memperkatakan doa profetik dan melangkah dalam iman. Hari ini, mungkin kita sedang menghadapi "laut tak terseberangi"—persoalan keluarga, pekerjaan, pelayanan, atau masa depan yang tampak buntu. Jangan hanya berfokus pada besarnya masalah, tetapi berbicara kepada masalah tersebut. Ketahuilah, Tuhan selalu ingin anak-anak-Nya bertumbuh, termasuk dalam hal doa. Jangan hanya menunggu mujizat terjadi, tetapi mulailah berlatih doa ofensif. Ketika kita menjadi kuat dalam doa dan hidup melekat dengan Tuhan, otoritas ilahi akan menyertai perkataan profetik yang kita ucapkan. Dengan kuasa itulah, di tempat yang tidak ada jalan, jalan baru tercipta dan perkara-perkara mustahil terjadi. (AM) RENUNGAN DOA OFENSIF bukan hanya meminta jalan keluar, tetapi MENCIPTAKAN JALAN dengan KUASA TUHAN. APLIKASI 1.Hambatan apa yang saat ini sedang Anda hadapi dan membuat Anda takut untuk melangkah? 2.Mengapa Anda perlu berlatih berdoa ofensif? 3.Setelah Anda berdoa, langkah ketaatan apa yang Tuhan sedang minta agar Anda lakukan? DOA UNTUK HARI INI “Bapa di Sorga, terima kasih karena Engkau adalah Tuhan yang sanggup membuat jalan di tempat yang tidak ada jalan. Ampuni kami jika selama ini hanya berfokus pada masalah dan ketakutan. Berikan kami iman seperti Musa untuk taat dan melangkah sesuai perintah-Mu. Bantu kami melatih doa profetik dan percaya bahwa kuasa-Mu akan bekerja membuka jalan di depan. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.” BACAAN ALKITAB SETAHUN Yehezkiel 40-41 2Petrus 3

Baca Artikel  

MEMPERKATAKAN YANG TUHAN KATAKAN

30 June 2026 Tim Penulis Renungan
RHEMA HARI INI Roma 4:17 seperti ada tertulis: “Engkau telah Kutetapkan menjadi bapa banyak bangsa” – di hadapan Allah yang kepada-Nya ia percaya, yaitu Allah yang menghidupkan orang mati dan yang menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada. Bayangkan seorang penginjil dengan jemaat yang hanya segelintir orang berdiri dan berkata, “Afrika akan diselamatkan!” Terdengar seperti pernyataan yang terlalu besar—bahkan tidak masuk akal. Namun, dari tempat ibadah yang kecil dan sederhana itulah, sebuah deklarasi iman yang mengguncang sebuah benua lahir. Inilah kisah Reinhard Bonnke. Dengan segala keterbatasan yang ada, Tuhan menaruh sebuah visi besar dalam hatinya. Secara manusia, visi ini tampak mustahil. Namun Bonnke tidak berfokus pada apa yang ia lihat. Ia memilih untuk memperkatakan apa yang Tuhan nyatakan kepadanya. Setiap kali berkhotbah, ia mendeklarasikan hal yang sama: “Afrika akan diselamatkan!” Seiring waktu, apa yang dahulu tampak mustahil mulai digenapi. Kebaktian-kebaktian penginjilannya dihadiri oleh ratusan ribu hingga jutaan orang. Melalui pelayanannya, puluhan juta orang bertobat. Hal yang sama dialami Abraham. Ia sudah lanjut usia dan tidak memiliki anak, tetapi Allah mengatakan hal yang terdengar mustahil. Saat itu, Tuhan tidak berkata, "Mungkin suatu hari nanti engkau akan menjadi bapa banyak bangsa.” Tuhan berkata dengan pasti, "Engkau telah Kutetapkan menjadi bapa banyak bangsa.” Artinya, Tuhan memperkatakan masa depan sebelum hal itu terjadi. Abraham pun menangkap kehendak Tuhan, lalu memperkatakannya dengan iman sebelum penggenapannya terlihat. Pada akhirnya, ia bukan hanya menjadi bapa bangsa Israel, tetapi juga bangsa-bangsa lainnya. Kedua kisah ini menunjukkan bahwa doa dan perkataan yang selaras dengan kehendak Tuhan bukanlah sekadar harapan kosong, tetapi deklarasi iman yang berani melampaui keadaan. Ya, doa ofensif bukanlah usaha memaksa Tuhan mengikuti keinginan kita. Sebaliknya, doa ofensif adalah menyelaraskan perkataan kita dengan kehendak Tuhan. Karena itu, jangan hanya menceritakan masalah kita kepada Tuhan. Jadilah kuat dalam doa dan mulai memperkatakan janji-janji-Nya atas hidup kita. Percayalah, Allah yang kita sembah adalah Allah yang menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada. (KK) RENUNGAN DOA OFENSIF bukanlah kata-kata kosong, tetapi MEMPERKATAKAN KEHENDAK TUHAN sebelum hal itu terjadi. APLIKASI 1.Situasi apa dalam hidup Anda yang selama ini lebih sering Anda keluhkan daripada Anda doakan secara profetik? 2.Mengapa Anda perlu memperkatakan kehendak Tuhan atas hidup Anda? 3.Janji Tuhan apa yang dapat Anda perkatakan atas pergumulan yang sedang Anda hadapi saat ini? DOA UNTUK HARI INI "Tuhan, ajar kami untuk berdoa sesuai dengan kehendak-Mu. Penuhi hati kami dengan firman-Mu, sehingga mulut kami memperkatakan kehidupan, kemenangan, dan penggenapan janji-Mu. Kami percaya Engkau adalah Allah yang menjadikan yang tidak ada menjadi ada. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.” BACAAN ALKITAB SETAHUN Yehezkiel 37-39 2 Petrus 2

Baca Artikel