MENGUNDANG PENYERTAAN TUHAN ATAS KELUARGA

09 August 2026 Tim Penulis Renungan
RHEMA HARI INI 1 Samuel 16:7b Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati." Sebuah rumah dapat terlihat indah dari luar. Desain bangunannya enak dipandang, dindingnya dicat rapi, tamannya tertata, dan interiornya serba estetik. Setiap sudutnya tampak memikat. Hampir tidak ada orang yang tidak ingin memiliki rumah seperti itu. Namun, kekokohan sebuah rumah tidak ditentukan oleh apa yang terlihat. Justru bagian-bagian yang tersembunyi, seperti fondasi, rangka, dan susunan batu bata yang menopangnya. Begitu juga dengan kehidupan keluarga. Sering kalinya, yang paling penting bukan apa yang tampak di mata manusia, tetapi apa yang sedang dibangun dalam hati. Ketika Samuel hendak mengurapi raja yang baru, ia terkesan melihat penampilan Eliab, kakak Daud. Namun Tuhan mengingatkannya, "Manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati." Tuhan tidak menilai berdasarkan penampilan atau pencapaian, melainkan hati yang sungguh-sungguh mengasihi dan mengutamakan-Nya. Ya, dunia menilai dari apa yang terlihat mata. Seberapa indah rumahnya, kendaraan yang dipakai, pakaian bermerek, keluarga yang tampak harmonis, dan kesuksesan yang dicapai. Namun semua itu tak ada artinya di mata Tuhan. Rumah tangga yang kokoh bukan hanya yang tampak harmonis di hadapan orang lain, tetapi yang menjadikan Kristus sebagai Batu Penjuru dan terus memelihara kehidupan rohani di dalamnya. Hanya dari hati yang mengasihi Tuhan yang akan mengalir kasih, pengampunan, dan kesatuan yang nyata dalam keluarga. Karena itu, jangan hanya membangun apa yang terlihat. Bangunlah terlebih dahulu hati yang dekat dengan Tuhan. Peliharalah kehidupan doa, firman, dan ketaatan kepada-Nya setiap hari. Ketika bagian yang tidak terlihat dibangun di atas Kristus sebagai Batu Penjuru Pernikahan, keluarga kita akan berdiri kokoh dan menjadi rumah perjanjian tempat di mana hadirat Tuhan dinyatakan. (MV.L) RENUNGAN Yang terlihat memang mendatangkan kekaguman, tetapi yang TIDAK TERLIHATLAH yang MENGUNDANG PENYERTAAN TUHAN atas keluarga kita. APLIKASI 1.Apakah yang selama ini Anda bangun dalam rumah tangga Anda? 2.Mengapa Tuhan lebih menghendaki Anda membangun hal-hal yang tak terlihat dalam keluarga Anda? 3.Bagaimana Anda bisa mulai membangun hal-hal tak terlihat atas keluarga Anda? DOA UNTUK HARI INI “Bapa yang baik, ampuni kami apabila selama ini kami terlalu fokus membangun keluarga kami berdasarkan penilaian dunia. Tuntun kami, agar kami bisa melihat apa yang terpenting, yang Engkau kehendaki atas hidup keluarga kami. Sehingga keluarga kami bisa memuliakan nama-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.” BACAAN ALKITAB SETAHUN Kejadian 23-24 Matius 7

Baca Artikel  

TITIK TEMU RUMAH TANGGA YANG KOKOH

08 August 2026 Tim Penulis Renungan
RHEMA HARI INI Pengkhotbah 4:12 Dan bilamana seorang dapat dialahkan, dua orang akan dapat bertahan. Tali tiga lembar tak mudah diputuskan. Adi dan Lina adalah pasangan yang sangat berbeda. Yang satu tegas dan terstruktur, yang lain lembut tetapi spontan. Perbedaan itu sering memicu gesekan kecil hingga besar dari waktu ke waktu. Namun, setiap kalinya, Roh Kudus mengingatkan mereka akan firman Tuhan untuk saling mengasihi, mengampuni, dan mengutamakan satu sama lain. Mereka pun belajar untuk taat. Tanpa mereka sadari, perbedaan-perbedaan yang tadinya menimbulkan gesekan tidak lagi melukai hubungan mereka. Justru, perbedaan yang dahulu menjadi sumber pertengkaran perlahan berubah menjadi kesempatan untuk saling memahami, melengkapi, dan mencari jalan terbaik dalam setiap permasalahan mereka. Firman Tuhan dalam Pengkhotbah mengingatkan bahwa "tali tiga lembar tak mudah diputuskan." Sebuah tali menjadi kuat bukan karena satu helainya lebih baik daripada yang lain, melainkan karena setiap helainya terjalin menjadi satu. Dalam kehidupan pernikahan, prinsip ini menggambarkan betapa kuatnya sebuah hubungan ketika suami dan istri sama-sama berpegang kepada Tuhan. Saat Kristus menjadi Batu Penjuru yang memberi arah bagi rumah tangga, Dia jugalah yang menganyam hati setiap anggota keluarga menjadi satu. Suami dan istri tidak harus memiliki kepribadian yang sama untuk membangun rumah tangga yang kokoh. Justru di tengah berbagai perbedaanlah, mereka belajar saling melengkapi dan bertumbuh bersama dalam kasih. Karena itu, jangan hanya berjuang untuk menyelesaikan setiap perbedaan, tetapi bangunlah hubungan yang semakin dekat dengan Tuhan. Berdoalah bersama, renungkan firman-Nya, dan belajarlah mencari kehendak-Nya dalam setiap keputusan. Semakin erat hubungan kita dengan Kristus, semakin kuat pula ikatan kasih di dalam keluarga. Dengan Kristus sebagai Batu Penjuru Pernikahan yang mempersatukan, rumah tangga kita akan menjadi rumah perjanjian dengan Tuhan yang akan berdiri teguh dalam setiap musim kehidupan. (MC) RENUNGAN Suami istri boleh berbeda, tetapi jika mereka sama-sama memiliki KRISTUS sebagai SATU TITIK TEMU, RUMAH TANGGA akan menjadi KOKOH. APLIKASI 1.Dalam perbedaan yang ada antara Anda dan pasangan, apa sajakah yang sering memicu ketegangan? 2.Mengapa Anda perlu menjadikan Kristus sebagai titik temu? 3.Bagaimana Anda dapat membawa perbedaan Anda dan pasangan kepada Tuhan agar menjadi kekuatan, bukan sumber perpecahan? DOA UNTUK HARI INI “Kami datang kepada-Mu, Tuhan, memohon Engkau menjadi pusat dalam rumah tangga kami. Ajari kami mengesampingkan ego, saling mengasihi, dan hidup dalam kehendak-Mu. Satukan hati kami dalam Kristus agar kami kuat menghadapi setiap perbedaan dan tantangan hidup kami. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.” BACAAN ALKITAB SETAHUN Kejadian 20-22 Matius 6:19-34

Baca Artikel  

WAKTU UNTUK MELETAKKAN BATU PENJURU PERNIKAHAN

07 August 2026 Tim Penulis Renungan
RHEMA HARI INI Yesaya 28:16 sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: "Sesungguhnya, Aku meletakkan sebagai dasar di Sion sebuah batu, batu yang teruji, sebuah batu penjuru yang mahal, suatu dasar yang teguh: Siapa yang percaya, tidak akan gelisah! Sejak awal pernikahan, Billy dan Ruth Graham sepakat untuk menjadikan Kristus sebagai pusat kehidupan rumah tangga mereka. Komitmen itu tidak dibangun ketika masalah datang, tetapi sejak mereka memulai kehidupan bersama. Di tengah pelayanan besar yang menjangkau jutaan jiwa, pernikahan mereka tidak luput dari tekanan. Billy sering bepergian, menghadapi godaan, kritik, dan kelelahan, sementara Ruth harus mengurus rumah dan anak-anak. Namun, mereka membangun mezbah doa, menjaga komitmen kekudusan, dan terus kembali kepada Tuhan dalam setiap musim. Ketika badai datang, mereka tidak hancur. Mereka tetap memiliki arah yang sama karena fondasi rumah tangga mereka telah diletakkan dengan benar sejak awal. Melalui Nabi Yesaya, Allah menyatakan bahwa Dia meletakkan sebuah batu penjuru yang teruji sebagai dasar yang teguh. Pada zaman Alkitab, batu penjuru dipasang pada awal pembangunan dan menjadi acuan bagi seluruh bangunan. Demikian pula dalam pernikahan. Kristus bukanlah Pribadi yang baru dicari ketika masalah datang, melainkan Batu Penjuru yang harus ditempatkan sejak awal. Ketika Dia menjadi pusat kehidupan, setiap keputusan, proses, dan tantangan akan diarahkan oleh kehendak-Nya. Bukan berarti badai tidak datang, tetapi kita memiliki dasar yang teguh, sehingga kita tidak hidup dalam kegelisahan. Karena itu, jangan menunggu sampai rumah tangga menghadapi masalah untuk datang kepada Tuhan. Bangunlah kehidupan doa, firman, dan ketaatan setiap harinya. Saat Kristus menjadi Batu Penjuru Pernikahan, keluarga kita akan memiliki dasar yang kokoh dan hidup sebagai rumah perjanjian dengan Tuhan. Pernikahan kita bukan hanya akan berdiri kuat, tetapi menjadi kesaksian bagi banyak orang. (MC) RENUNGAN BATU PENJURU PERNIKAHAN tidak dipasang ketika rumah tangga sudah jadi, tetapi DILTETAKKAN PADA AWAL kita membangunnya. APLIKASI 1.Bagian manakah dari pernikahan Anda yang Anda merasa Tuhan belum sungguh-sungguh menjadi pusatnya? 2.Bagaimana Anda dapat melibatkan Tuhan lebih dalam dalam setiap respons dan keputusan yang Anda buat dalam hidup berkeluarga? 3.Langkah nyata apa yang bisa Anda ambil untuk menjadikan atau mengembalikan Kristus sebagai Batu Penjuru Pernikahan? DOA UNTUK HARI INI “Kami datang kepada-Mu, Tuhan, memohon Engkau menjadi Batu Penjuru dalam pernikahan kami. Pulihkan hati kami, satukan kasih kami, dan tuntun setiap langkah kami agar berkenan kepada-Mu. Teguhkan iman kami dalam setiap musim hidup kami hari ini. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.” BACAAN ALKITAB SETAHUN Kejadian 18-19 Matius 6:1-18

Baca Artikel  

YANG UTAMA DAN TERUTAMA DALAM KELUARGA

06 August 2026 Tim Penulis Renungan
RHEMA HARI INI 1 Korintus 11:3 Tetapi aku mau, supaya kamu mengetahui hal ini, yaitu Kepala dari tiap-tiap laki-laki ialah Kristus, kepala dari perempuan ialah laki-laki dan Kepala dari Kristus ialah Allah. Dalam sebuah bangunan, batu penjuru menentukan arah seluruh pembangunan. Setiap dinding, sudut, dan bagian bangunan mengikuti titik acuan tersebut. Demikian pula dalam sebuah keluarga. Harus ada satu Pribadi yang menjadi acuan bagi setiap keputusan dan arah kehidupan. Rasul Paulus menjelaskan bahwa Kristus adalah Kepala. Artinya, Dialah yang seharusnya menjadi Batu Penjuru yang memimpin dan menentukan arah setiap keluarga. Cara kita mengambil keputusan, menetapkan nilai, dan menjalani hidup sepatutnya tunduk kepada Tuhan sebagai sumber otoritas. Prinsip inilah yang terlihat dalam kehidupan Yosua ketika ia berkata, "Aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN" (Yos. 24:15). Keputusan itu bukan sekadar pernyataan iman, tetapi komitmen untuk menempatkan Tuhan sebagai Sang Alfa, pemimpin tertinggi dalam keluarganya. Ketika Kristus menjadi Kepala, setiap keputusan tidak lagi didorong oleh ego, kenyamanan, atau ambisi pribadi, melainkan diarahkan oleh kehendak-Nya. Suami belajar memimpin dengan kasih, istri membangun kehidupan dalam keharmonisan, dan seluruh anggota keluarga bertumbuh dalam nilai-nilai Kerajaan Allah. Di situlah damai, ketertiban, dan kekuatan rohani bertumbuh dalam rumah tangga. Karena itu, marilah kita mengevaluasi kembali kehidupan keluarga kita. Apakah Kristus sungguh menjadi Batu Penjuru Pernikahan yang memimpin setiap keputusan dan langkah kita, atau Dia hanya menjadi pelengkap ketika kita menghadapi kesulitan? Ambillah keputusan seperti Yosua untuk menempatkan Tuhan di posisi yang semestinya. Mulailah dengan mengutamakan doa, firman Tuhan, dan ketaatan setiap hari. Ketika Kristus menjadi Sang Alfa, Dia akan menuntun setiap langkah kita sehingga rumah tangga kita bisa menjadi rumah perjanjian sesuai dengan kehendak dan rencana-Nya yang indah. (MC) RENUNGAN Tuhan bukan pelengkap sebuah keluarga, Dia SANG ALFA, yang paling PERTAMA dan TERUTAMA. APLIKASI 1.Dalam keseharian keluarga Anda, hal apa yang tanpa sadar Anda jadikan lebih utama daripada Tuhan? 2.Mengapa Anda perlu melibatkan Tuhan dalam setiap keputusan penting dalam keluarga? 3.Langkah konkret apa yang bisa Anda ambil untuk menempatkan Tuhan sebagai yang pertama dan terutama dalam keluarga? DOA UNTUK HARI INI “Kami datang kepada-Mu, Tuhan Yesus, dan mengakui bahwa sering kali Engkau bukan yang utama dalam keluarga kami. Ampuni kami, dan ajari kami menempatkan Engkau sebagai Kepala dalam setiap keputusan, pikiran, dan tindakan kami, agar hidup kami berkenan kepada-Mu selalu. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.” BACAAN ALKITAB SETAHUN Kejadian 16-17 Matius 5:27-48

Baca Artikel  

ARTI KRISTUS SEBAGAI BATU PENJURU PERNIKAHAN

05 August 2026 Tim Penulis Renungan
RHEMA HARI INI Matius 7:24-25 "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. Dalam perumpamaan tentang dua jenis rumah, Tuhan Yesus tidak mengatakan bahwa rumah yang dibangun di atas batu tidak akan pernah diterpa badai. Hujan tetap turun, banjir tetap datang, dan angin tetap melanda. Perbedaannya terletak pada dasar bangunannya. Rumah yang dibangun di atas batu tetap berdiri teguh karena memiliki dasar yang kokoh. Sama halnya dengan pernikahan. Badai kehidupan mungkin tidak dapat dihindari, tetapi pasangan yang membangun rumah tangganya di atas Kristus tidak akan mudah dirobohkan oleh setiap persoalan yang datang. Menjadikan Kristus sebagai Batu Penjuru Pernikahan berarti menjadikan firman-Nya sebagai dasar dalam setiap keputusan dan langkah kehidupan. Firman Tuhan bukan hanya untuk diketahui, tetapi untuk dilakukan. Ketika suami dan istri memilih mentaati firman-Nya, mereka belajar untuk tidak lagi berjalan menurut perasaan semata, tetapi menurut kehendak Tuhan. Mereka belajar mengampuni ketika terluka, tetap mengasihi ketika ego muncul, bersyukur di tengah kekurangan, dan beriman saat menghadapi tekanan. Ketaatan kepada firman inilah yang membuat pernikahan tetap kokoh sekalipun badai kehidupan datang silih berganti. Karena itu, marilah kita mengevaluasi kembali kehidupan pernikahan kita. Apakah firman Tuhan sudah menjadi dasar dalam setiap keputusan yang kita ambil? Jangan hanya menjadi pendengar firman, tetapi jadilah pelaku firman. Mulailah dari hal-hal sederhana: berdoa bersama, saling menguatkan dengan firman Tuhan, serta membangun kebiasaan untuk mencari kehendak-Nya dalam setiap persoalan. Ketika Kristus menjadi Batu Penjuru Pernikahan dan firman-Nya menjadi pedoman hidup, pernikahan kita bukan hanya menjadi kesaksian tentang kasih serta kesetiaan Tuhan, tetapi juga menjadi rumah perjanjian dengan Tuhan. (MC) RENUNGAN Menjadikan KRISTUS sebagai BATU PENJURU PERNIKAHAN berarti menjadikan FIRMAN TUHAN sebagai PATOKAN dalam setiap keputusan. APLIKASI 1.Situasi apa dalam pernikahan Anda saat ini yang paling membutuhkan ketaatan pada firman Tuhan, dan mengapa? 2.Mengapa Anda perlu menjadikan firman Tuhan sebagai patokan dalam setiap keputusan Anda dan keluarga? 3.Langkah nyata apa yang bisa Anda lakukan mulai hari ini agar firman Tuhan benar-benar menjadi dasar dalam hubungan Anda dengan pasangan? DOA UNTUK HARI INI “Kami bersyukur Tuhan Yesus atas pernikahan yang Engkau percayakan. Ajari kami menjadikan firman-Mu sebagai dasar setiap keputusan, melembutkan hati kami untuk taat, menguatkan kasih kami dalam setiap musim, dan menuntun langkah kami agar tetap setia berjalan dalam kehendak-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.” BACAAN ALKITAB SETAHUN Kejadian 13-15 Matius 5:1-26

Baca Artikel  

BATU PENJURU YANG TEPAT BAGI KELUARGA

04 August 2026 Tim Penulis Renungan
RHEMA HARI INI Lukas 6:49 Akan tetapi barangsiapa mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah di atas tanah tanpa dasar. Ketika banjir melandanya, rumah itu segera rubuh dan hebatlah kerusakannya." Dalam salah satu khotbahnya, Tuhan Yesus memberikan perumpamaan tentang orang yang mendengar firman tetapi tidak melakukannya. Ia berkata orang itu seperti orang yang membangun rumah di atas tanah tanpa dasar. Selama cuaca baik, rumah itu tampak kokoh dan tidak ada yang menyangka bahwa bangunan tersebut menyimpan kelemahan yang fatal. Lalu, ketika banjir datang, rumah itu tidak mampu bertahan dan akhirnya runtuh. Demikian pula sebuah keluarga. Dari luar mungkin terlihat harmonis, tetapi tanpa ketaatan kepada firman Tuhan, keluarga itu akan mudah goyah ketika menghadapi badai kehidupan. Seberapa sering kita merasa sudah "mendengar" firman, tetapi nyatanya belum sungguh-sungguh melakukannya? Kita tahu pentingnya kasih, pengampunan, kerendahan hati, dan doa, tetapi dalam kehidupan sehari-hari, kita masih mengandalkan ego, emosi, atau cara dunia dalam menyelesaikan persoalan. Padahal, keluarga yang dibangun di atas Kristus sebagai Batu Penjuru ditandai oleh ketaatan kepada firman-Nya. Ketika firman menjadi dasar setiap keputusan dan sikap, rumah tangga akan memiliki kekuatan untuk tetap berdiri teguh sekalipun diterpa berbagai persoalan. Karena itu, marilah mengevaluasi kembali dasar kehidupan keluarga kita. Apakah Kristus benar-benar menjadi Batu Penjuru Pernikahan yang mengarahkan setiap keputusan, atau kita masih membangun rumah tangga menurut cara kita sendiri? Jangan hanya menjadi pendengar firman, tetapi jadilah pelaku firman. Percayalah, ketika Kristus menjadi pusat kehidupan keluarga dan firman-Nya ditaati, Tuhan akan membawa hidup kita masuk ke dalam perjanjian, sehingga rumah tangga kita akan memiliki fondasi yang kokoh dan tetap teguh berdiri di tengah badai kehidupan. (MC) RENUNGAN Kalau kita membangun keluarga dengan BATU PENJURU yang salah, rumah tangga kita akan menjadi RAPUH dan bisa ROBOH sewaktu-waktu. APLIKASI 1.Dalam hal apa keluarga Anda terasa rapuh, dan menurut Anda, apa penyebabnya? 2.Firman Tuhan apa yang sudah Anda dengar tetapi belum Anda lakukan dalam kehidupan keluarga sehari-hari? 3.Jika Anda ingin membangun ulang fondasi keluarga Anda mulai hari ini, langkah konkret apa yang akan Anda ambil? DOA UNTUK HARI INI “Tuhan Yesus, kami datang kepada-Mu, memohon ampun jika kami membangun keluarga kami di atas dasar yang salah. Ajari kami untuk taat pada firman-Mu. Bantu kami untuk memperbaiki setiap bagian retak dalam keluarga kami, dan kuatkan fondasi iman kami setiap harinya dengan penuh kasih. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.” BACAAN ALKITAB SETAHUN Kejadian 10-12 Matius 4

Baca Artikel