RENUNGAN MALAM KELUARGA ALLAH

14 February 2026 Tim Penulis Renungan
SABTU, 14 FEBRUARI 2026 RENUNGAN MALAM KELUARGA ALLAH (ReMAKA) KONSISTENSI IMAN KONSISTENSI DALAM MEMBERI mencerminkan KONSISTENSI IMAN kita. Lukas 16:10 "Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar.” Seorang pegawai baru diberi tugas sederhana: datang tepat waktu, merapikan arsip, dan melayani pelanggan dengan sopan. Banyak orang menganggap tugas itu sepele, tetapi ia melakukannya dengan sungguh-sungguh. Ia tidak menunda, tidak mengeluh, dan tetap jujur meski tidak diawasi. Beberapa bulan kemudian, atasannya melihat konsistensi itu dan mulai mempercayakan tanggung jawab yang lebih besar kepadanya. Tanpa ia sadari, kesetiaannya dalam hal-hal kecil membuka jalan bagi kepercayaan dan berkat yang lebih besar dalam pekerjaannya. Melalui Lukas 16:10, Yesus mengajarkan bahwa kesetiaan bukan dimulai dari hal besar, tetapi dari perkara kecil yang sering tidak diperhatikan orang. Cara kita bersikap dalam hal sederhana—waktu, tanggung jawab, kejujuran, dan pelayanan—menunjukkan karakter hati kita yang sesungguhnya. Tuhan tidak hanya melihat hasil besar, tetapi proses dan sikap hati dalam menjalani hal-hal kecil. Kesetiaan dalam perkara kecil adalah ujian awal sebelum Tuhan mempercayakan perkara yang lebih besar. Mari kita belajar setia dalam setiap hal kecil yang Tuhan percayakan hari ini, baik di rumah, di pekerjaan, maupun dalam pelayanan. Jangan menunggu kesempatan besar untuk taat, karena kesetiaan sejati dibentuk dalam hal-hal sederhana yang dilakukan dengan hati yang benar. Lakukan semuanya untuk Tuhan, bukan untuk dilihat manusia. Percayalah, ketika kita setia dalam perkara kecil, Tuhan sendiri yang akan membuka pintu untuk perkara-perkara yang lebih besar sesuai waktu-Nya. (FG) Selamat beristirahat malam dalam kasih setia Tuhan Keluarga Allah Global Cell Church |www.gbika.org Callcenter Keluarga Allah | 0899-7895-000

Baca Artikel  

RENUNGAN MALAM KELUARGA ALLAH

13 February 2026 Tim Penulis Renungan
KETIKA HATI KEMBALI PADA TUHAN Saat HATI kita KEMBALI KEPADA TUHAN, tangan-Nya TERBUKA atas hidup kita. Yeremia 17:7 “Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!” Sering kali kita merasa seolah-olah berkat Tuhan tertahan. Namun tanpa kita sadari, bukan berkat-Nya yang berubah, melainkan hati kita yang perlahan bergeser dari-Nya. Tuhan tidak pernah mengejar harta yang kita miliki; yang Ia rindukan adalah hati yang sepenuhnya bersandar dan percaya kepada-Nya. Dalam konteks keuangan, persepuluhan bukan soal jumlah atau angka, melainkan soal siapa yang kita percayai sebagai sumber hidup kita. Ketika hati kita kembali tertuju kepada Tuhan, kita sedang mengakui bahwa segala sesuatu berasal dari-Nya dan berada di bawah kendali-Nya. Firman Tuhan berkata, “Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!” (Yeremia 17:7). Berkat sejati lahir dari sikap hati yang mengandalkan Tuhan, bukan dari banyaknya kepemilikan yang kita kumpulkan. Saat hati kita tidak lagi melekat pada apaC yang kita genggam, melainkan kepada Tuhan yang memberi, maka setiap pemberian kita menjadi bentuk ibadah. Dan pada saat itulah, tangan Tuhan terbuka atas hidup kita, mencurahkan berkat sesuai dengan waktu dan kehendak-Nya yang sempurna. (ZS) Selamat beristirahat malam dalam kasih setia Tuhan Keluarga Allah Global Cell Church |www.gbika.org Callcenter Keluarga Allah | 0899-7895-000

Baca Artikel  

RENUNGAN MALAM KELUARGA ALLAH

12 February 2026 Tim Penulis Renungan
MENGANDALKAN TUHAN TIDAK TAKUT KEKURANGAN Orang yang MENGANDALKAN TUHAN tidak takut kekurangan. Mazmur 23:1 “TUHAN adalah gembalaku, tak kan kekurangan aku.” Ketakutan akan kekurangan sering menghampiri banyak orang. Kita cemas memikirkan masa depan, kebutuhan hidup, dan berbagai hal yang belum pasti. Saat perhatian kita tertuju pada keterbatasan diri, hati pun mudah gelisah dan dipenuhi kekhawatiran. Semua itu muncul karena kita lebih mengandalkan kemampuan sendiri daripada mempercayakan hidup sepenuhnya kepada Tuhan. Firman Tuhan mengajarkan bahwa orang yang mengandalkan Tuhan tidak akan berkekurangan. Ini bukan berarti hidup tanpa masalah, tetapi hidup dengan keyakinan bahwa Tuhan setia memelihara. Dia mengetahui setiap kebutuhan kita dan menyediakan pertolongan tepat pada waktunya. Kepercayaan kepada Tuhan menghadirkan damai, bahkan di tengah keterbatasan. Karena itu, mari belajar mengandalkan Tuhan sepenuhnya. Serahkan setiap kebutuhan, rencana, dan kekhawatiran ke dalam tangan-Nya. Percayalah, Tuhan selalu mencukupi dan tidak pernah lalai menjaga hidup kita. (SZ) Selamat beristirahat malam dalam kasih setia Tuhan Keluarga Allah Global Cell Church |www.gbika.org Callcenter Keluarga Allah | 0899-7895-000

Baca Artikel  

RENUNGAN MALAM KELUARGA ALLAH

11 February 2026 Tim Penulis Renungan
IMAN SEJATI MEMBERI KARNA PERCAYA IMAN SEJATI memberi bukan karena terpaksa, tetapi karena PERCAYA. Roma 14:23 “Apa pun yang tidak berasal dari iman, adalah dosa.” David Green lahir dari keluarga yang sangat sederhana. Ayahnya adalah seorang gembala gereja di Altus, Amerika Serikat. Sejak kecil, ia dan kelima saudaranya hidup dalam keterbatasan; bahkan mereka harus bergantian tidur di dapur karena rumah mereka hanya memiliki dua kamar tidur. Namun, di tengah kesederhanaan itu, orang tuanya dengan setia menanamkan iman dan ketaatan kepada Tuhan. Dari situlah David belajar mempercayai Tuhan dalam segala hal, hingga akhirnya Tuhan mempercayakannya untuk mendirikan sebuah perusahaan ritel bernama Hobby Lobby. Salah satu nasihat ayahnya yang sangat ia pegang adalah tentang persepuluhan: “Sembilan puluh persen bersama Tuhan lebih baik daripada seratus persen tanpa Tuhan.” Walaupun ketaatan ini pada awalnya menuntut pengorbanan, David bersaksi bahwa Tuhan justru memberkati langkah imannya. Kini, Hobby Lobby bertumbuh menjadi salah satu perusahaan terbesar di Amerika dengan lebih dari seribu cabang. Melalui kisah ini, marilah kita memeriksa hati kita di hadapan Tuhan, khususnya dalam hal memberi. Percayalah, ketika kita memberi dengan sukarela bagi Tuhan, kita sedang mengakui bahwa Dialah sumber segala berkat dalam hidup kita. (ES) Selamat beristirahat malam dalam kasih setia Tuhan Keluarga Allah Global Cell Church |www.gbika.org Callcenter Keluarga Allah | 0899-7895-000

Baca Artikel  

RENUNGAN MALAM KELUARGA ALLAH

10 February 2026 Tim Penulis Renungan
MEMULIHKAN RRELASI Tuhan rindu MEMULIHKAN RELASI PERJANJIAN, bukan memenangkan perdebatan. Maleakhi 3:7b “Kembalilah   kepada-Ku, maka Aku akan kembali kepadamu,  firman TUHAN semesta alam.”_ Sering kali manusia terjebak dalam keinginan untuk menang dalam argumen, menang pendapat, dan menang pembenaran diri. Bahkan dalam perkara rohani, kita bisa sibuk berdebat tentang siapa yang paling benar, sementara tanpa sadar hati kita justru menjauh dari Tuhan. Padahal, Tuhan tidak pernah tertarik untuk memenangkan perdebatan. Yang Ia rindukan adalah hati yang mau kembali dan dipulihkan. Sejak semula, Tuhan membangun relasi perjanjian, bukan hubungan yang bersifat transaksional. Ketika manusia jatuh dalam dosa, Tuhan tidak datang membawa tuduhan atau dalil pembenaran, melainkan kasih dan anugerah. Yesus pun tidak sibuk membuktikan diri lewat perdebatan panjang; Ia memilih hadir, mengampuni, dan memulihkan relasi yang rusak. Fokus Tuhan selalu pada pemulihan hubungan, bukan pada kemenangan ego manusia. Karena itu, marilah kita berhenti berkeras hati dan menurunkan ego kita. Datanglah kepada Tuhan dengan hati yang terbuka, bukan dengan sikap defensif. Izinkan Tuhan memulihkan relasi perjanjian kita dengan-Nya, sebab relasi yang dipulihkan jauh lebih berharga daripada sekadar merasa benar.(SZ) Selamat beristirahat malam dalam kasih setia Tuhan Keluarga Allah Global Cell Church |www.gbika.org Callcenter Keluarga Allah | 0899-7895-000

Baca Artikel  

RENUNGAN MALAM KELUARGA ALLAH

09 February 2026 Tim Penulis Renungan
REAKSI YANG MENYINGKAPKAN KONDISI HATI REAKSI kita terhadap firman sering kali menyingkapkan KONDISI HATI kita sendiri. Ibrani 4:12 “Sebab firman Allah  hidup dan kuat  dan lebih tajam dari pada pedang   bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita” Firman Tuhan selalu membawa kebenaran dan kehidupan. Namun, setiap orang dapat memberi respons yang berbeda terhadap firman yang sama. Ada yang menerimanya dengan hati terbuka, ada pula yang menolak atau merasa tersinggung. Sering kali, reaksi tersebut bukan soal isi firman, melainkan mencerminkan kondisi hati kita sendiri. Firman yang sama dapat melembutkan hati yang rindu akan Tuhan, tetapi justru mengeraskan hati yang tertutup. Ketika firman menegur, hati yang rendah akan dibawa pada pertobatan, sementara hati yang keras cenderung mencari pembenaran diri. Melalui respons itulah Tuhan menyingkapkan keadaan batin kita yang sesungguhnya. Karena itu, marilah kita senantiasa memeriksa hati setiap kali mendengar firman Tuhan. Datanglah dengan sikap rendah hati, kesiapan untuk taat, dan doa yang tulus. Mintalah Roh Kudus melembutkan hati kita, agar firman bukan hanya didengar, tetapi juga dihidupi dan menghasilkan perubahan nyata dalam kehidupan sehari-hari. (SZ) Selamat beristirahat malam dalam kasih setia Tuhan Keluarga Allah Global Cell Church |www.gbika.org Callcenter Keluarga Allah | 0899-7895-000

Baca Artikel