RENUNGAN MALAM KELUARGA ALLAH

10 August 2026 Tim Penulis Renungan
DIPIMPIN OLEH HIKMAT TUHAN KASIH yang SEJATI tidak berjalan sendiri, tetapi DIPIMPIN oleh HIKMAT TUHAN. Yakobus 1:5 Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, — yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit —, maka hal itu akan diberikan kepadanya. ‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬ Hikmat merupakan salah satu kebutuhan penting dalam kehidupan orang percaya. Kita memerlukan hikmat Tuhan dalam setiap aspek kehidupan, baik dalam pekerjaan, pelayanan, keluarga, maupun ketika memilih pasangan hidup. Firman Tuhan minggu ini mengingatkan kita bahwa kasih saja tidak cukup menjadi dasar dalam menentukan pasangan hidup. Kita membutuhkan tuntunan dan hikmat Tuhan agar dapat menemukan seseorang yang benar-benar sepadan menurut kehendak-Nya. Hal inilah yang dicontohkan oleh Eliezer ketika Abraham memintanya mencarikan istri bagi Ishak. Eliezer tidak mengandalkan penilaian atau pertimbangannya sendiri. Ia tidak memilih seorang perempuan hanya berdasarkan penampilan atau daya tariknya. Sebaliknya, ia terlebih dahulu datang kepada Tuhan dalam doa dan memohon tuntunan-Nya. Melalui hikmat yang Tuhan berikan, Eliezer akhirnya dipimpin untuk menemukan Ribka, perempuan yang memiliki karakter sesuai dengan rencana Tuhan. Pada malam ini, marilah kita merenungkan kembali setiap keputusan yang kita ambil. Apakah kita masih lebih mengandalkan pemikiran sendiri, atau sudah sungguh-sungguh melibatkan Tuhan dalam setiap langkah kehidupan? Marilah kita datang kepada Tuhan, memohon hikmat dan tuntunan-Nya, agar setiap keputusan yang kita ambil senantiasa selaras dengan kehendak-Nya dan membawa kita kepada rencana-Nya yang terbaik. (ES) Selamat beristirahat malam dalam kasih setia Tuhan Keluarga Allah Global Cell Church | https://mygka.org Callcenter Keluarga Allah | 0899-7895-000

Baca Artikel  

RENUNGAN MALAM KELUARGA ALLAH

08 August 2026 Tim Penulis Renungan
TUHAN SANGGUP MEMULIHKAN YANG HILANG RUMAH TANGGA yang KUAT bukanlah karena suami istri selalu sepakat, tetapi karena mereka SAMA-SAMA TUNDUK KEPADA KRISTUS. Kolose 3:15 Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah. Rumah tangga yang kuat bukanlah rumah tangga yang tidak pernah mengalami perbedaan pendapat. Setiap suami dan istri memiliki latar belakang, karakter, dan cara pandang yang berbeda. Perbedaan itu adalah hal yang wajar. Namun, kekuatan sebuah keluarga tidak ditentukan oleh seberapa sering mereka sepakat, melainkan oleh kesediaan keduanya untuk sama-sama tunduk kepada Kristus. Ketika Kristus menjadi pusat kehidupan rumah tangga, kasih-Nya mampu meredakan ego, memulihkan hubungan, dan menuntun setiap keputusan dengan hikmat. Penundukan diri kepada Kristus akan melahirkan hati yang rendah, mudah mengampuni, saling menghargai, dan mengutamakan kasih di atas kepentingan pribadi. Perbedaan tidak lagi dipandang sebagai ancaman yang memecah belah, tetapi sebagai kesempatan untuk saling memahami, saling melengkapi, dan bertumbuh bersama dalam iman. Dengan dasar seperti inilah Tuhan membangun rumah tangga yang tetap kokoh sekalipun diterpa berbagai tantangan kehidupan. Karena itu, janganlah berusaha untuk selalu memenangkan perdebatan, tetapi berjuanglah agar Kristus berkenan atas kehidupan rumah tangga kita. Biarlah setiap perkataan, keputusan, dan tindakan dipimpin oleh kehendak-Nya. Ketika suami dan istri sama-sama hidup dalam ketaatan kepada Kristus, rumah tangga akan dipenuhi damai sejahtera, kasih, dan kekuatan yang memampukan mereka menghadapi setiap musim kehidupan Bersama. (SZ) Selamat beristirahat malam dalam kasih setia Tuhan Keluarga Allah Global Cell Church | https://mygka.org Callcenter Keluarga Allah | 0899-7895-000

Baca Artikel  

RENUNGAN MALAM KELUARGA ALLAH

07 August 2026 Tim Penulis Renungan
MATA YANG TERTUJU PADA KRISTUS Dalam SETIAP KEPUTUSAN rumah tangga, pastikan mata kita terus MEMANDANG KE ARAH KRISTUS, Sang Batu Penjuru. Amsal 4:25-27 Biarlah matamu memandang terus ke depan dan tatapan matamu tetap ke muka. Tempuhlah jalan yang rata dan hendaklah tetap segala jalanmu. Janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, jauhkanlah kakimu dari kejahatan. Setiap keputusan yang diambil dalam rumah tangga akan memengaruhi arah perjalanan sebuah keluarga. Karena itu, setiap keputusan hendaknya tidak didasarkan semata-mata pada emosi, keinginan pribadi, atau tekanan keadaan. Firman Tuhan mengajarkan bahwa Kristus adalah Batu Penjuru, dasar yang kokoh bagi kehidupan setiap orang percaya. Ketika mata kita tetap tertuju kepada-Nya, Dia akan memberikan hikmat untuk mengambil keputusan yang benar dan menuntun keluarga tetap berjalan di dalam kehendak-Nya. Memandang kepada Kristus bukan berarti keluarga akan terbebas dari persoalan. Perbedaan pendapat, pergumulan, dan berbagai tantangan tetap dapat terjadi. Namun, ketika Kristus menjadi dasar kehidupan, keluarga memiliki fondasi yang tidak mudah digoncangkan. Di tengah setiap persoalan, Dia memimpin setiap langkah, mempersatukan hati, serta mengaruniakan damai sejahtera dan pengharapan untuk terus melangkah bersama. Karena itu, libatkanlah Kristus dalam setiap keputusan rumah tangga, baik yang besar maupun yang tampak sederhana. Berdoalah bersama, carilah kehendak-Nya melalui firman, dan percayalah kepada pimpinan-Nya. Ketika Kristus menjadi Batu Penjuru dalam keluarga, setiap keputusan akan diarahkan oleh hikmat-Nya, hubungan akan semakin dipersatukan, dan keluarga akan bertumbuh menjadi kesaksian yang memuliakan nama Tuhan. (SZ) Selamat beristirahat malam dalam kasih setia Tuhan Keluarga Allah Global Cell Church | https://mygka.org Callcenter Keluarga Allah | 0899-7895-000

Baca Artikel  

RENUNGAN MALAM KELUARGA ALLAH

06 August 2026 Tim Penulis Renungan
KEMBALIKAN TUHAN KE POSISI UTAMA BELUM TERLAMBAT mengembalikan Tuhan ke POSISI UTAMA dan membawa keluarga kita masuk ke dalam PERJANJIAN dengan-Nya. Yoel 2:12 "Tetapi sekarang juga," demikianlah firman TUHAN, "berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan menangis dan dengan mengaduh." Tidak ada keluarga yang sempurna. Kesibukan, berbagai persoalan hidup, dan tuntutan sehari-hari sering kali membuat Tuhan perlahan bergeser dari posisi utama dalam rumah tangga. Tanpa disadari, keluarga mulai dibangun di atas pekerjaan, kenyamanan, atau ambisi pribadi, bukan lagi di atas Kristus sebagai fondasi yang sejati. Namun, kabar baiknya, belum pernah terlambat untuk kembali kepada Tuhan. Dia selalu membuka jalan bagi setiap keluarga yang rindu menempatkan-Nya kembali sebagai yang terutama. Ketika Kristus menjadi Batu Penjuru, setiap keputusan, nilai, dan arah kehidupan akan berpusat pada kehendak-Nya. Dari situlah sebuah keluarga hidup dalam perjanjian dengan Tuhan, sehingga kasih, pengampunan, kesetiaan, dan damai sejahtera terus bertumbuh di tengah setiap musim kehidupan. Karena itu, marilah kita mulai membangun mezbah keluarga, menyediakan waktu untuk berdoa bersama, dan menjadikan Firman Tuhan sebagai dasar dalam setiap langkah. Ketika Tuhan kembali menjadi pusat keluarga, rumah tangga akan memiliki fondasi yang kokoh, mampu menghadapi setiap tantangan, dan tetap berdiri teguh karena dibangun di atas Kristus.(ZS) Selamat beristirahat malam dalam kasih setia Tuhan Keluarga Allah Global Cell Church | https://mygka.org Callcenter Keluarga Allah | 0899-7895-000

Baca Artikel  

RENUNGAN MALAM KELUARGA ALLAH

05 August 2026 Tim Penulis Renungan
PERNIKAHAN YANG KOMITMEN KEPADA KRISTUS Bangunlah pernikahan di atas KOMITMEN KEPADA KRISTUS, bukan di atas perasaan atau materi. Kolose 2:7 Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur. Pernikahan bukan sekadar penyatuan dua hati yang saling mengasihi, melainkan sebuah perjanjian kudus yang dipersatukan oleh Tuhan. Perasaan dapat berubah seiring berjalannya waktu, dan keadaan ekonomi dapat naik maupun turun. Namun, ketika Kristus menjadi dasar kehidupan rumah tangga, kasih tidak lagi bergantung pada emosi atau keadaan. Komitmen kepada Kristus menjadi kekuatan yang memampukan suami dan istri untuk tetap setia, saling mengampuni, saling mendukung, dan terus bertumbuh dalam kasih. Membangun pernikahan di atas Kristus berarti menjadikan firman Tuhan sebagai pedoman hidup, doa sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan keluarga, dan kasih sebagai tindakan nyata dalam setiap perkataan maupun perbuatan. Ketika berbagai tantangan dan badai kehidupan datang, rumah tangga yang berakar di dalam Kristus tidak mudah digoyahkan, karena berdiri di atas dasar yang kokoh, yaitu Pribadi yang tidak pernah berubah. Karena itu, bangunlah pernikahan di atas komitmen kepada Kristus, bukan di atas perasaan atau materi. Utamakan Tuhan dalam setiap keputusan, peliharalah kasih dengan kesetiaan, dan tetaplah berjalan bersama-Nya. Percayalah, Tuhan akan menguatkan, memelihara, dan memberkati setiap rumah tangga yang menjadikan Kristus sebagai pusat kehidupannya. Selamat beristirahat malam dalam kasih setia Tuhan Keluarga Allah Global Cell Church | https://mygka.org Callcenter Keluarga Allah | 0899-7895-000

Baca Artikel  

RENUNGAN MALAM KELUARGA ALLAH

04 August 2026 Tim Penulis Renungan
FONDASI YANG HARUS SEMPURNA Jangan sampai rumah tangga kita TERLIHAT KOKOH dan SEMPURNA dari luar, tetapi FONDASI serta TANAH YANG MENOPANGNYA tidak kuat. Yehezkiel 13:10-12 Oleh karena, ya sungguh karena mereka menyesatkan umat-Ku dengan mengatakan: Damai sejahtera!, padahal sama sekali tidak ada damai sejahtera--mereka itu mendirikan tembok dan lihat, mereka mengapurnya-- katakanlah kepada mereka yang mengapur tembok itu: Hujan lebat akan membanjir, rambun akan jatuh dan angin tofan akan bertiup! Kalau tembok itu sudah runtuh, apakah orang tidak akan berkata kepadamu: Di mana sekarang kapur, yang kamu oleskan itu? Sebuah rumah mungkin tampak megah, rapi, dan indah dipandang. Namun, jika fondasi dan tanah yang menopangnya rapuh, bangunan itu tidak akan mampu bertahan ketika badai menerpa. Cepat atau lambat, keretakan akan muncul dan bangunan itu dapat runtuh. Demikian pula dengan rumah tangga. Keharmonisan yang terlihat dari luar belum tentu mencerminkan kekuatan yang sesungguhnya. Tanpa fondasi iman, kasih, dan ketaatan kepada Tuhan, rumah tangga akan mudah diguncang oleh berbagai persoalan kehidupan. Tuhan tidak hanya melihat apa yang tampak di hadapan manusia, tetapi juga dasar yang menopang setiap keluarga. Rumah tangga yang dibangun di atas firman Tuhan tidak berarti bebas dari masalah, tetapi memiliki kekuatan untuk tetap bertahan ketika menghadapi tekanan, perbedaan, maupun berbagai tantangan hidup. Sebab, kekuatan sebuah keluarga tidak ditentukan oleh penampilannya, melainkan oleh fondasi rohani yang menopangnya. Karena itu, jangan hanya berusaha membangun citra rumah tangga yang baik di mata orang lain. Bangunlah fondasi yang kokoh setiap hari melalui doa, firman Tuhan, kasih, komunikasi yang penuh pengertian, dan hati yang mau saling mengampuni. Ketika Tuhan menjadi dasar kehidupan keluarga, rumah tangga akan tetap teguh berdiri, sekalipun badai kehidupan datang menerpa. (SZ) Selamat beristirahat malam dalam kasih setia Tuhan Keluarga Allah Global Cell Church | https://mygka.org Callcenter Keluarga Allah | 0899-7895-000

Baca Artikel