BERANI BERMIMPI BESAR BERSAMA TUHAN [RAKA JOYFUL]
Bacaan: Yosua 1:3-4
Rhema: Yosua1:3
Setiap tempat yang akan diinjak oleh telapak kakimu Kuberikan kepada kamu, seperti yang telah Kujanjikan kepada Musa.
Tahukah Sahabat bahwa di dunia yang sangat luas ini, tidak ada satu pun orang yang persis sepertimu? Sahabat diciptakan oleh Tuhan dengan sangat istimewa! Sahabat punya kombinasi keunikan dan potensi luar biasa yang Tuhan titipkan. Sayangnya, kadang kita suka membandingkan diri dengan orang lain dan berbisik, "Ah, aku kan tidak sepintar atau sejago dia."
Kisah Yosua mengajarkan hal yang berbeda. Ketika Yosua dan bangsa Israel berdiri di depan tembok Kota Yerikho yang sangat tinggi dan tebal, secara logika rasanya mustahil untuk menang. Namun, Yosua tidak minder atau kecil hati. Mengapa? Karena Yosua percaya diri! Percaya diri Yosua bukan karena sombong, melainkan karena ia tahu Tuhan memberi potensi dan rencana yang sangat besar bagi hidupnya. Yosua pun berani melangkah memercayai impian besar itu.
Tuhan juga ingin Sahabat percaya diri! Jangan pernah takut untuk menggantungkan cita-citamu setinggi langit. Apakah Sahabat ingin menjadi dokter yang menyembuhkan banyak orang, astronot, penemu teknologi, atau seniman hebat? Jangan ragu untuk mencatatnya di kertas! Jika Sahabat rajin berlatih mengasah bakatmu dan mengandalkan Tuhan, tidak ada cita-cita yang terlalu tinggi untuk bisa Sahabat capai.
Doa hari ini:
"Tuhan yang baik, terima kasih telah menciptakanku menjadi anak yang unik. Ajar aku untuk tidak kecil hati, melainkan selalu percaya diri atas potensi yang Engkau taruh dalam diriku. Berikan aku keberanian untuk bermimpi tinggi bersama-Mu. Dalam nama Yesus, Amin."
Bacaan Alkitab Setahun: Yesaya 4
Pertanyaan hari ini:
1. Apa cita-cita Sahabat yang ingin Sahabat capai dimasa depan?
2. Bakat apa yang sudah Tuhan berikan kepada Sahabat untuk dikembangkan?
3. Dari Firman hari ini, aku belajar tentang:
RABU
RABU
PEMBERANI BERSAMA TUHAN [RAKA JOYFUL]
Bacaan : 1 Timotius 4:12
Rhema: 1 Timotius 4:12
Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.
Pernahkah dadamu berdebar kencang saat harus maju mempresentasikan sesuatu di depan kelas? Atau mungkin Sahabat merasa gemetar saat harus bertanding, berada di ruangan gelap, atau mencoba tantangan baru? Rasa takut itu rasanya seperti monster kecil yang membisikkan bahwa Sahabat tidak akan pernah mampu melaluinya. Jangan berkecil hati, rasa takut adalah hal yang wajar!
Dulu, Yosua juga pernah berada di posisi yang sangat menakutkan. Ia ditunjuk untuk menggantikan Musa memimpin jutaan bangsa Israel masuk ke tanah baru. Bayangkan, Yosua harus menghadapi musuh-musuh yang bertubuh raksasa dan jalanan yang belum pernah ia lalui. Hatinya pasti sangat berdebar dan ragu akan kemampuannya.
Namun, di tengah ketakutannya, Tuhan datang dan memberikan janji yang indah dalam Yosua 1:9:
"Kuatkan dan teguhkanlah hatimu... sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke mana pun engkau pergi."
Yosua berhasil mengalahkan rasa takutnya bukan karena merasa hebat sendirian, melainkan karena yakin ada Tuhan yang Mahabesar sedang berjalan di sampingnya. Saat rasa takut datang menyapa hatimu di sekolah maupun di rumah ingatlah bahwa Sahabat tidak pernah sendirian. Tuhan yang menemani Yosua adalah Tuhan yang sama yang sedang memegang tanganmu hari ini!
Doa hari ini:
"Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau selalu ada di sampingku. Saat rasa takut datang, tolong ingatkan hatiku bahwa Engkau jauh lebih besar dari semua masalahku. Berikan aku keberanian seperti Yosua untuk melangkah. Dalam nama Yesus, Amin."
Bacaan Alkitab Setahun: Yesaya 3
Pertanyaan hari ini:
1. Hal apa yang sering membuat Sahabat merasa takut saat ini?
2. Bagaimana cara Sahabat mengingat janji Tuhan ketika ketakutan itu datang?
3. Dari firman hari ini, aku belajar tentang:
SELASA
SELASA
VISI TUHAN UNTUK YOSUA SETELAH MUSA WAFAT [RAKA JOYFUL]
Bacaan: Yosua 1:1-2
Rhema: Yosua 1:2
”Hamba-Ku Musa telah mati: sebab itu bersiaplah sekarang, seberangilah sungai Yordan ini, engkau dan seluruh bangsa ini, menuju negeri yang akan Kuberikan kepada mereka, kepada orang Israel itu.
Hari ini kita akan membaca kisah perjalanan bangsa Israel yang keluar dari perbudakan di Mesir, menuju Tanah Perjanjian. Suatu hari, Musa, pemimpin bangsa Israel, meninggal dunia. Bangsa Israel tentu merasa sedih karena Musa sudah lama memimpin mereka. Lalu, siapakah yang akan memimpin mereka sekarang? Tuhan berbicara kepada Yosua. Tuhan berkata, "Hamba-Ku Musa telah mati. Maka sekarang, bersiaplah. Pimpinlah bangsa Israel menyeberangi Sungai Yordan menuju negeri yang sudah Kujanjikan." (Yosua 1:1-2).
Saat itu, Tuhan memberikan visi kepada Yosua. Apa itu visi? Visi adalah tujuan hidup yang Tuhan berikan kepada kita. Visi membuat kita tahu ke mana kita harus melangkah dan apa yang Tuhan ingin kita lakukan. Karena memiliki visi dari Tuhan, Yosua tidak bingung atau hanya mengikuti apa yang dilakukan orang lain. Ia memilih taat kepada Tuhan dan menjalankan tugas yang sudah Tuhan percayakan kepadanya.
Bagaimana dengan kita? Tuhan juga ingin setiap anak memiliki tujuan hidup yang benar. Mungkin Tuhan belum memberi kita tugas sebesar Yosua. Namun, Tuhan ingin kita hidup untuk mengasihi-Nya, berkata jujur, rajin belajar, melakukan yang baik, dan menjadi berkat bagi orang lain.(CF)
Doa hari ini:
“Bapa yang baik, terima kasih karena Engkau memiliki rencana yang indah untuk hidupku. Tolong aku agar tidak hanya ikut-ikutan teman melakukan hal yang salah. Berikan aku keberanian untuk memilih yang benar dan tuntun aku untuk menjalani Visi yang Engkau berikan. Dalam nama Tuhan Yesus, haleluya. Amin.
Bacaan Alkitab Setahun: Yesaya 2
Pertanyaan hari ini:
1. Pernahkah Sahabat merasa takut melakukan yang benar karena khawatir diejek atau tidak diterima teman?
2. Setelah membaca firman Tuhan hari ini, apa yang ingin Sahabat sampaikan kepada Tuhan agar Sahabat bisa mengerti Visi Tuhan dalam hidupmu dan hidupmu dipimpin oleh-Nya?
3.Dari Firman hari ini, aku belajar tentang:

SENIN

SENIN
SATU KELUARGA PERCAYA DAN BERSUKACITA [RAKA JOYFUL]
Bacaan: Kisah Para Rasul 16:31-34
Rhema: Kisah Para Rasul 16:31
Jawab mereka:”Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.”
Pernah tidak Sahabat membayangkan bagaimana rasanya berada di dalam penjara yang gelap, lalu tiba-tiba terjadi gempa bumi yang hebat? Pasti menakutkan sekali ya! Tapi, ada sebuah cerita luar biasa tentang Paulus dan Silas yang berada di dalam situasi seperti itu.
Bukannya ketakutan, Paulus dan Silas malah berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Tuhan. Melalui iman dan teladan mereka, sebuah mukjizat besar terjadi! Kepala penjara yang awalnya ketakutan melihat pintu-pintu penjara terbuka, akhirnya membuka hati. Bukan hanya dia sendiri, tetapi seluruh isi rumahnya ikut percaya dan dibaptis malam itu juga! Dari cerita ini, kita belajar bahwa:
1. Iman Membawa Keselamatan Keluarga:
Sama seperti kepala penjara dan keluarganya, ketika kita memiliki iman yang kuat kepada Tuhan Yesus, iman itu bisa membawa dampak yang luar biasa bagi seluruh anggota keluarga kita.
2. Mengasihi dan Mendoakan Keluarga:
Sebagai anak-anak Tuhan yang hebat, yuk kita ambil waktu untuk mendoakan seluruh anggota keluarga kita agar senantiasa hidup rukun, penuh dengan sukacita, dan tidak ada pertengkaran di dalam rumah.
3. Semakin Melekat kepada Tuhan:
Keluarga yang bahagia adalah keluarga yang selalu dekat dengan Tuhan. Mari kita ajak seluruh keluarga kita untuk rajin berdoa, membaca Alkitab, dan beribadah bersama agar kita semua semakin melekat dan intim dengan Tuhan Yesus.
Yuk, jangan lupa mendoakan keluargamu hari ini ya! Bersama Tuhan Yesus, keluarga kita pasti dipenuhi dengan damai sejahtera dan sukacita yang melimpah! (EH)
Doa hari ini:
Tuhan Yesus yang baik, terima kasih atas keluarga yang Engkau berikan kepadaku. Berkatilah rumah kami agar selalu dipenuhi dengan damai sejahtera, kerukunan, dan sukacita. Jauhkanlah kami dari pertengkaran dan ajarilah kami untuk saling mengasihi. Amin.
Bacaan Alkitab Setahun: Yesaya 1
Pertanyaan hari ini:
1. Apa satu hal sederhana yang bisa Sahabatlakukan hari ini untuk membuat suasana di rumah menjadi lebih rukun dan penuh sukacita?
2. Apakah Sahabatsudah rutin mendoakan ayah, ibu, kakak, atau adikmu setiap hari?
3. Dari Firman hari ini, aku belajar tentang:
Minggu
Minggu
MENJADI CONTOH LEWAT BERSYUKUR [RAKA JOYFUL]
Bacaan: Matius 5: 14-16
Rhema: Matius 5:16
Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.
Pernahkah Sahabat bertemu dengan orang yang selalu mengeluh sepanjang hari? "Aduh, makanannya tidak enak!", "Aduh, cuacanya terlalu panas!", atau "Ih, mainannya jelek sekali!". Mendengarnya saja pasti membuat kita merasa lelah dan tidak nyaman berada di dekatnya, ya?
Nah, sekarang bayangkan Paulus dan Silas. Meskipun mereka baru saja dicambuk dan dipenjara tanpa melakukan kesalahan apa pun, mereka tidak mengomel. Mereka tetap bersyukur atas kebaikan Tuhan. Sikap luar biasa ini diperhatikan oleh kepala penjara yang menjaga mereka. Kepala penjara itu heran melihat bagaimana Paulus dan Silas bisa tetap tenang dan penuh sukacita di dalam penderitaan. Lewat teladan indahnya bersyukur, kepala penjara itu dan seluruh keluarganya akhirnya memutuskan untuk percaya dan menerima Tuhan Yesus!
Memiliki karakter yang suka bersyukur itu seperti memiliki magnet kebaikan. Saat Sahabat memilih untuk tetap tersenyum dan bersyukur, meskipun misalnya bekal makanan Sahabat sederhana atau Sahabat kalah dalam sebuah permainan, teman-teman di sekitarmu akan melihat sesuatu yang berbeda di dalam dirimu.
Ketika Sahabat tidak mudah bersungut-sungut, Sahabat sedang menjadi contoh yang baik dan menjadi "surat terbuka" yang menceritakan kebaikan Tuhan Yesus kepada dunia. Yuk, kita kurangi mengeluh dan jadikan ucapan syukur sebagai gaya hidup kita sehari-hari!
Doa hari ini:
"Tuhan Yesus, ubahlah hatiku agar selalu rindu untuk bersyukur dalam segala keadaan. Tolong aku agar tidak mudah mengeluh, sehingga lewat karakter bersyukurku, teman-temanku bisa melihat kasih-Mu terpancar dariku. Amin."
Bacaan Alkitab Setahun: Kidung Agung 8
Pertanyaan hari ini:
1. Sudahkah Sahabat Fligo bersyukur hari ini?
2. Apa perbedaan yang paling terasa di sekolah saat Sahabatmemilih bersyukur daripada mengeluh ketika menghadapi hal yang tidak Sahabat sukai?
3. Dari Firman hari ini, aku belajar tentang:
Sabtu
Sabtu
PEDULI KEPADA SESAMA [RAKA JOYFUL]
Bacaan: Filipi 2:3-1
Rhema: Filipi 2:3
Dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri.
Suatu malam, Paulus dan Silas sedang berada di penjara. Ketika mereka berdoa dan memuji Tuhan, tiba-tiba terjadi gempa bumi yang sangat kuat. Semua pintu penjara terbuka dan rantai para tahanan terlepas. Kepala penjara terbangun dan melihat pintu-pintu penjara sudah terbuka. Ia sangat takut. Ia mengira semua tahanan sudah melarikan diri. Ia bahkan hampir mengakhiri hidupnya karena takut dihukum berat.
Namun Paulus segera berteriak, "Jangan celakakan dirimu! Kami semua masih ada di sini!" Padahal Paulus sebenarnya bisa saja melarikan diri. Tetapi ia memilih memikirkan keselamatan kepala penjara itu. Paulus memilih tetap tinggal karena ia peduli kepada kepala penjara itu. Paulus tidak hanya memikirkan dirinya sendiri. Karena kepedulian Paulus, kepala penjara dan keluarganya akhirnya mendengar tentang Tuhan Yesus dan percaya kepada-Nya.
Paulus juga mengajarkan, "Janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga." Yesus sendiri memberi teladan dengan rela merendahkan diri dan datang ke dunia untuk menyelamatkan kita. Hari ini Tuhan mengingatkan kita untuk memiliki hati seperti Yesus peduli mau menolong, dan memikirkan kebahagiaan serta keselamatan orang lain. Saat kita peduli kepada orang lain, mereka dapat merasakan kasih Tuhan melalui sikap kita. Jadi Sahabat Fligo, yuk hari ini kita belajar tidak hanya memikirkan diri sendiri, tetapi juga memperhatikan dan menolong orang-orang di sekitar kita.(CF)
Doa hari ini:
“Bapa yang baik, terima kasih karena Engkau sudah mengasihi kami terlebih dahulu. Tolong kami supaya kami tidak hanya memikirkan diri kami sendiri. Ajari kami untuk peduli kepada keluarga, teman, sahabat, dan orang-orang yang ada di sekitar kami. Pakailah kami untuk membawa sukacita dan menyebarkan kasih Mu. Amin. ”
Bacaan Alkitab Setahun: Kidung Agung 7
Pertanyaan hari ini:
1. Menurut Sahabat, mengapa Paulus lebih memilih menyelamatkan kepala penjara daripada memikirkan dirinya sendiri?
2. Jika Tuhan Yesus mengajak Sahabat menunjukkan kasih kepada salah satu teman atau anggota keluargamu minggu ini, apa yang ingin km lakukan untuk nya?
3. Dari Firman hari ini, aku belajar tentang:
Jumat
Jumat Categories
Latest Posts