BAHAN SHARING KELOMPOK SEL (KOMSEL) GKA Periode 2 Agustus 2026
BAHAN SHARING KELOMPOK SEL (KOMSEL) GKA
Periode 2 Agustus 2026
S1 = SEMBAH PUJI (10-15 menit)
Praise :
- Rayakan KasihMu
- Kucinta Keluarga Allah
Worship :
- Goodness of God
- KasihMu Bapa – KA Worship
S2 = SUASANA/GAMES (10 menit)
Komsel Onsite dan Online
JUDUL : “GAMBAR RUMAH SEHATI”
KONSEP : Menggambar sebuah rumah dengan mata tertutup namun diarahkan
CARA BERMAIN:
- Pemimpin memilih dua pasangan peserta.
- Dalam setiap pasangan, satu orang menjadi “tangan” dan satu orang menjadi “pemberi arahan.”
- Pemain yang menjadi “tangan” harus menggambar sambil memejamkan mata atau memakai penutup mata.
- Pemberi arahan harus membimbing pasangannya untuk menggambar sebuah rumah dengan bagian-bagian berikut:
- Atap
- Dua jendela.
- Satu pintu.
- Pohon
- Gambar keluarga di depan rumah 2 orang tua 1 anak.
- Waktu permainan hanya 60–90 detik.
- Setelah waktu habis, peserta membuka mata dan menunjukkan hasil gambarnya di depan kamera.
- Pilih gambar yang paling lengkap, paling mendekati rumah, atau paling lucu.
TUJUAN BERMAIN :
Dari permainan tadi kita melihat bahwa sebuah rumah sulit dibangun ketika arah yang diberikan tidak jelas atau ketika terlalu banyak suara yang diikuti. Demikian juga dalam keluarga, kita bisa memiliki pemikiran dan keinginan yang berbeda. Namun, ketika Kristus menjadi Batu Penjuru dan Firman Tuhan menjadi patokan, keluarga kita dapat dibangun dengan arah yang benar dan tetap kokoh. Karena membangun rumah tangga itu membutuhkan komunikasi, kepercayaan, kesatuan arah, dan patokan yang jelas.
S3 = SHARING APLIKASI FIRMAN TUHAN (50 menit).
GOAL: Petugas bukan kotbah, namun MENGINGATKAN POIN-POIN SAJA SEPERTI DIBAWAH INI (±10 menit).
COVENANT HOUSE #1 –
BATU PENJURU PERNIKAHAN
PEMBUKA
Setiap keluarga tentu ingin memiliki rumah tangga yang kuat dan bahagia. Namun, kekuatan keluarga bukan hanya ditentukan oleh materi atau keadaan yang baik, melainkan oleh dasar yang benar. Hari ini kita akan belajar menjadikan Kristus sebagai Batu Penjuru—pusat, dasar, dan patokan dalam membangun keluarga.
I. KRISTUS, SATU-SATUNYA BATU PENJURU YANG TIDAK PERNAH GAGAL
Efesus 2:19-21
Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah 20 yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan KRISTUS YESUS SEBAGAI BATU PENJURU. 21 DI DALAM DIA TUMBUH SELURUH BANGUNAN, RAPI TERSUSUN, MENJADI BAIT ALLAH YANG KUDUS, DI DALAM TUHAN.
Paulus menggambarkan umat Tuhan sebagai sebuah bangunan rohani. Bangunan itu dapat bertumbuh, tersusun rapi, dan tetap berdiri karena memiliki batu penjuru yang benar, yaitu Kristus.
Batu penjuru adalah batu pertama yang dipasang dan menjadi patokan bagi posisi batu-batu berikutnya. Banyak orang tanpa sadar membangun hidup dan rumah tangganya di atas batu penjuru yang salah, misalnya uang, kekayaan, posisi, jabatan, penampilan, harapan yang berlebihan kepada pasangan.
Semua itu dapat berubah dan mengecewakan. Kalau hidup dibangun dengan batu penjuru yang salah, rumah tangga akan mudah goyah ketika masalah datang. Namun, ketika KRISTUS MENJADI BATU PENJURU, keluarga memiliki dasar yang tidak berubah sekalipun keadaan sedang tidak baik. MENJADIKAN KRISTUS SEBAGAI BATU PENJURU BERARTI MENJADIKAN FIRMAN TUHAN SEBAGAI PATOKAN DALAM SETIAP KEPUTUSAN.
II. BATU PENJURU UNTUK RUMAH TANGGA.
1. BATU PENJURU SELALU DIPASANG PALING AWAL
Kristus harus ditempatkan paling awal dan paling utama ketika kita membangun sebuah rumah tangga.
Matius 6:33 “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”
Ketika Kristus ditempatkan sebagai yang terutama, kita sedang membawa keluarga masuk ke dalam perjanjian dengan Tuhan.
2. BATU PENJURU MENJADI PATOKAN AGAR BANGUNAN TETAP LURUS
Pada zaman dahulu, tukang akan meletakkan batu penjuru terlebih dahulu. Posisi batu-batu berikutnya harus diselaraskan dengan batu penjuru tersebut. Jika tidak, tembok akan menjadi miring. Demikian juga dalam rumah tangga. Kristus dan Firman-Nya harus menjadi patokan agar langkah keluarga tetap lurus.
Amsal 4:25–27 “Biarlah matamu memandang terus ke depan dan tatapan matamu tetap ke muka. Tempuhlah jalan yang rata dan hendaklah tetap segala jalanmu. Janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, jauhkanlah kakimu dari kejahatan.”
Jarang ada keluarga yang tiba-tiba hancur hanya karena satu keputusan besar. Keretakan biasanya dimulai dari hal-hal kecil yang terus dibiarkan. Misal:
- Cara berbicara yang kasar.
- Jarang berkomunikasi.
- Tidak mau meminta maaf.
- Kebiasaan menyembunyikan sesuatu.
- Mengabaikan kebutuhan pasangan.
- Tidak menjaga batas dengan lawan jenis.
- Tidak terbuka dalam keuangan.
- Terlalu sibuk hingga kehilangan waktu bersama.
- Mulai meninggalkan doa dan ibadah.
Hal-hal kecil yang tidak diluruskan oleh Firman dapat membawa keluarga semakin jauh dari kehendak Tuhan. Karena itu, kita perlu terus memeriksa kehidupan keluarga
3. BATU PENJURU MENJADI TITIK PERSATUAN DUA SISI BANGUNAN
Suami dan istri adalah dua pribadi yang berbeda. Mereka dapat berbeda latar belakang, cara berpikir, kebiasaan, kebutuhan, dan karakter. Perbedaan bukanlah musuh pernikahan.
Rumah tangga bukan menjadi kuat karena suami dan istri selalu sependapat. Rumah tangga menjadi kuat karena ketika mereka tidak sepakat pun, keduanya tetap bersedia tunduk kepada Kristus.
Ketika terjadi konflik, tujuan kita bukan membuktikan siapa yang menang dan siapa yang kalah. Tujuan kita adalah mencari kehendak Tuhan.
4. BATU PENJURU MUNGKIN TIDAK TERLIHAT, TETAPI MENOPANG SEMUANYA
- Ada bagian yang jauh lebih penting, yaitu hal-hal rohani yang tidak terlihat:
- Highlight 1: bangun mezbah keluarga. Investkan waktu untuk berdoa bersama.
- Highlight 2: Ibadah bersama bahkan melayani bersama-sama.
APLIKASI PRAKTIK SEHARI-HARI
- Dahulukan Tuhan setiap hari
Awali hari dengan doa dan merenungkan - Bangun mezbah keluarga
Tentukan satu waktu rutin setiap minggu untuk berdoa, membaca Firman, dan saling menceritakan pergumulan. - Jadikan Firman sebagai patokan keputusan
Sebelum mengambil keputusan, tanyakan: “Apakah ini benar dan berkenan kepada Tuhan?” - Belajar mendengar dan mengalahkan ego
Dengarkan pasangan atau anggota keluarga sampai selesai. Jangan hanya ingin dimengerti, tetapi belajarlah memahami. - Biasakan meminta maaf dan mengampuni
Jangan membiarkan luka kecil menumpuk. Beranilah berkata ‘MAAF’ dan jangan terus mengungkit kesalahan yang sudah diselesaikan. - Jaga perkataan di dalam rumah
Hindari bentakan, penghinaan, sindiran, dan perkataan yang menjatuhkan. Gunakan perkataan untuk menguatkan dan memberkati. - Beribadah dan melayani bersama
Jangan hanya sibuk dengan kegiatan masing-masing. Bertumbuhlah dalam Tuhan dan ambillah bagian dalam pelayanan sebagai satu keluarga.
KESIMPULAN
Keluarga yang kuat bukanlah keluarga tanpa masalah, tetapi keluarga yang tetap kokoh karena dibangun di atas Kristus. Mari jadikan Firman Tuhan sebagai patokan, Kristus sebagai titik persatuan, dan bangun mezbah keluarga melalui doa, ibadah, serta pelayanan bersama. Dengan Kristus sebagai Batu Penjuru, rumah kita akan menjadi COVENANT HOUSE yang dipenuhi hadirat Tuhan dan menjadi berkat.
PERTANYAAN SHARING
Sharingkan. Dalam hal apa keluarga kita masih lebih sering mengikuti perasaan, ego, kebiasaan, atau pendapat pribadi daripada menjadikan Kristus dan Firman-Nya sebagai patokan? Langkah kecil apa yang akan kita mulai minggu ini untuk mengembalikan Kristus sebagai Batu Penjuru keluarga?.
A. DOA PROFETIK
Bapa, dalam nama Tuhan Yesus, kami menyerahkan setiap keluarga kami ke dalam tangan-Mu. Kami mendeklarasikan bahwa Kristus adalah Batu Penjuru dan Firman-Mu menjadi patokan hidup kami semua.
Pulihkan kasih, komunikasi, dan kesatuan dalam setiap rumah kami. Kami hancurkan setiap perselisihan, kepahitan, dan perpecahan. Bangkitkan kembali mezbah doa serta penuhi rumah kami dengan hadirat dan damai sejahtera-Mu.
Kami percaya, sekalipun badai datang, keluarga kami tetap berdiri kokoh di atas Kristus. Aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada Tuhan. Dalam nama Yesus kami berdoa. Amin
B. DOA SYAFAAT : Semua jemaat dan pelayan Tuhan mengalami keajaiban demi keajaiban yang baru.
- Pembangunan Pusat Kegerakan Roh Kudus “HEI” bisa dilanjutkan lagi dan pembelaan Tuhan akan turun dengan perijinan yang dilancarkan.
- Terjadi lawatan Tuhan dan tuaian jiwa-jiwa yang dahsyat.
- Bangsa dan negara ada dalam pemeliharaan serta pimpinan Tuhan.
- Setiap gereja lokal GKA bertumbuh dengan pesat dan kuat.
- Terjadi kegerakan cellgroup movement atau kegerakan kelompok sel yang membawa tuaian raya jiwa-jiwa.
- Doa permohonan dari Anggota Komsel (jika ada).
Mari ambil bagian dalam kegerakan iman ini dan alami tahun 2026 sebagai Tahun Keajaiban Baru!
S4 = SASARAN DAN RENCANA
- Evaluasi Komsel hari ini.
- Pengumuman Kegerakan di gereja Global
- KKS Cek SPR Anggota Komsel dan mendorong melengkapinya, memperjuangkan menjadi KKS (Cek Baptis, SOM, jadi KKS, RE, ESBC).
- Ajakan selamatkan jiwa dengan mengajak teman/saudara gabung Komsel dan ibadah
- KKS menjadwalkan TURBA, mengunjungi Anggota Komsel yang pasif atau undur (sebagai Langkah PENGGEMBALAAN).
- Merencanakan pertemuan Komsel minggu depan dan membagi tugas Komsel.
SELAMAT MELAYANI!
Categories
Latest Posts