13 February 2026 Tim Penulis Renungan Renungan Keluarga Allah

PERSEMBAHAN GRATIS DI MATA TUHAN

RHEMA HARI INI
Maleakhi 1:8 Apabila kamu membawa seekor binatang buta untuk dipersembahkan, tidakkah itu jahat? Apabila kamu membawa binatang yang timpang dan sakit, tidakkah itu jahat? Cobalah menyampaikannya kepada bupatimu, apakah ia berkenan kepadamu, apalagi menyambut engkau dengan baik? firman Tuhan semesta alam.

Di pedalaman Kalimantan Barat, jauh sebelum fasilitas kesehatan tersedia dengan layak, pelayanan medis dimulai dari pengorbanan yang sunyi. Pada tahun 1956, seorang misionaris Amerika, Pdt. John G. Bremen, membuka sebuah klinik kecil di Sungai Betung sebagai wujud kasih Kristus. Pelayanan ini kemudian dilanjutkan dan dikembangkan oleh keluarga dr. Wendell G. Geary dan bertumbuh menjadi RSU Bethesda Serukam. Rumah sakit ini tidak lahir dari investasi besar atau sokongan dana pemerintah, melainkan dari pengorbanan hidup para misionaris dan orang-orang lokal yang percaya. Mereka memberikan yang terbaik—tenaga, waktu, dan masa-masa produktif hidup mereka—untuk melayani orang sakit di wilayah terpencil, tanpa pamrih dan tanpa memandang latar belakang. RSU Bethesda Serukam berdiri karena ada orang-orang yang rela menyerahkan apa yang mahal dan berharga bagi mereka.

Prinsip yang sama ditegaskan Tuhan dalam Maleakhi 1:8. Dia menolak persembahan yang rusak, timpang, dan asal-asalan. Bukan karena Dia membutuhkan milik manusia, tetapi karena kualitas persembahan mencerminkan sikap hati. Raja Daud memahami hal ini dengan sangat jelas. Ketika Arauna menawarkan tempat dan korban secara cuma-cuma, Daud menolak, sebab ia tidak mau mempersembahkan kepada Tuhan sesuatu yang gratis atau tidak berharga. Persembahan sejati selalu melibatkan pengorbanan, dan ketika Daud membayar harga, Tuhan berkenan dan pemulihan terjadi.

Bagi sebagian orang, memberi yang terbaik berarti uang. Bagi yang lain, waktu, tenaga, keahlian, atau kenyamanan hidup. Namun prinsipnya tetap sama: apa yang gratis bagi manusia sering kali tidak bernilai di mata Tuhan, tetapi apa yang diberikan dengan iman dan kasih memiliki bobot kekal. Tuhan tidak mencari besar kecilnya persembahan, melainkan hati yang menghormati-Nya. Percayalah, saat kita datang kepada Tuhan bukan dengan sisa-sisa hidup kita, melainkan dengan yang terbaik yang kita miliki, Tuhan pun tidak akan menutup mata. Dia akan membukaan tingkap-tingkap sorga dan mencurahkan keajaiban finansial di hidup kita. (KK)

RENUNGAN
PERSEMBAHAN yang GRATIS bagi manusia, sudah tentu TIDAK BERHARGA DI MATA TUHAN.

APLIKASI
1. Apa bentuk “persembahan gratis” yang selama ini tanpa sadar Anda berikan kepada Tuhan?
2. Bagian hidup apa yang hari ini Tuhan minta Anda serahkan dengan iman dan kasih?
3. Langkah nyata apa yang bisa Anda lakukan minggu ini untuk memberi yang terbaik bagi Tuhan?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, terima kasih untuk firman-Mu hari ini.
Ampuni kami bila sering datang kepada-Mu dengan yang tersisa dan yang mudah. Ajari kami memberi bukan yang gratis,tetapi yang terbaik, yang lahir dari iman dan kasih. Terimalah hidup kami sebagai persembahan yang berkenan kepada-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa.
Amin.”

BACAAN ALKITAB SETAHUN
Mazmur 33-34; Kisah Para Rasul 24

Anda rindu mengalami pertumbuhan rohani bersama Keluarga Allah