MEMPERKATAKAN YANG TUHAN KATAKAN
RHEMA HARI INI
Roma 4:17 seperti ada tertulis: “Engkau telah Kutetapkan menjadi bapa banyak bangsa” – di hadapan Allah yang kepada-Nya ia percaya, yaitu Allah yang menghidupkan orang mati dan yang menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada.
Bayangkan seorang penginjil dengan jemaat yang hanya segelintir orang berdiri dan berkata, “Afrika akan diselamatkan!” Terdengar seperti pernyataan yang terlalu besar—bahkan tidak masuk akal. Namun, dari tempat ibadah yang kecil dan sederhana itulah, sebuah deklarasi iman yang mengguncang sebuah benua lahir. Inilah kisah Reinhard Bonnke. Dengan segala keterbatasan yang ada, Tuhan menaruh sebuah visi besar dalam hatinya. Secara manusia, visi ini tampak mustahil. Namun Bonnke tidak berfokus pada apa yang ia lihat. Ia memilih untuk memperkatakan apa yang Tuhan nyatakan kepadanya. Setiap kali berkhotbah, ia mendeklarasikan hal yang sama: “Afrika akan diselamatkan!” Seiring waktu, apa yang dahulu tampak mustahil mulai digenapi. Kebaktian-kebaktian penginjilannya dihadiri oleh ratusan ribu hingga jutaan orang. Melalui pelayanannya, puluhan juta orang bertobat.
Hal yang sama dialami Abraham. Ia sudah lanjut usia dan tidak memiliki anak, tetapi Allah mengatakan hal yang terdengar mustahil. Saat itu, Tuhan tidak berkata, “Mungkin suatu hari nanti engkau akan menjadi bapa banyak bangsa.” Tuhan berkata dengan pasti, “Engkau telah Kutetapkan menjadi bapa banyak bangsa.” Artinya, Tuhan memperkatakan masa depan sebelum hal itu terjadi. Abraham pun menangkap kehendak Tuhan, lalu memperkatakannya dengan iman sebelum penggenapannya terlihat. Pada akhirnya, ia bukan hanya menjadi bapa bangsa Israel, tetapi juga bangsa-bangsa lainnya. Kedua kisah ini menunjukkan bahwa doa dan perkataan yang selaras dengan kehendak Tuhan bukanlah sekadar harapan kosong, tetapi deklarasi iman yang berani melampaui keadaan.
Ya, doa ofensif bukanlah usaha memaksa Tuhan mengikuti keinginan kita. Sebaliknya, doa ofensif adalah menyelaraskan perkataan kita dengan kehendak Tuhan. Karena itu, jangan hanya menceritakan masalah kita kepada Tuhan. Jadilah kuat dalam doa dan mulai memperkatakan janji-janji-Nya atas hidup kita. Percayalah, Allah yang kita sembah adalah Allah yang menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada. (KK)
RENUNGAN
DOA OFENSIF bukanlah kata-kata kosong, tetapi MEMPERKATAKAN KEHENDAK TUHAN sebelum hal itu terjadi.
APLIKASI
1.Situasi apa dalam hidup Anda yang selama ini lebih sering Anda keluhkan daripada Anda doakan secara profetik?
2.Mengapa Anda perlu memperkatakan kehendak Tuhan atas hidup Anda?
3.Janji Tuhan apa yang dapat Anda perkatakan atas pergumulan yang sedang Anda hadapi saat ini?
DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, ajar kami untuk berdoa sesuai dengan kehendak-Mu. Penuhi hati kami dengan firman-Mu, sehingga mulut kami memperkatakan kehidupan, kemenangan, dan penggenapan janji-Mu. Kami percaya Engkau adalah Allah yang menjadikan yang tidak ada menjadi ada. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”
BACAAN ALKITAB SETAHUN
Yehezkiel 37-39
2 Petrus 2
Categories
Latest Posts