MELATIH KEPEKAAN TELINGA ROHANI
RHEMA HARI INI
1 Samuel 3:10 Lalu datanglah TUHAN, berdiri di sana dan memanggil seperti yang sudah-sudah: “Samuel! Samuel!” Dan Samuel menjawab: “Berbicaralah, sebab hamba-Mu ini mendengar.”
Daniel adalah seorang Kristen yang rajin ke gereja dan aktif melayani. Namun seiring waktu, tanpa ia sadari, kehidupan rohaninya berjalan seperti autopilot. Ia tetap berdoa dan membaca firman, tetapi hanya sebatas formalitas biasa. Ketika ia menghadapi keputusan besar, ia mencari jawaban ke sana kemari, dan malah semakin bingung. Sampai akhirnya, ia mengambil waktu untuk berhenti dan berdiam diri di hadapan Tuhan. Setiap hari, ia belajar duduk tenang, membaca firman dengan perlahan dan merenungkannya, kemudian menyembah Tuhan. Awalnya terasa kaku. Pikirannya ke mana-mana. Namun perlahan, ia mulai merasakan damai dan kejelasan. Dari situ ia menyadari bahwa selama ini bukan Tuhan yang diam, melainkan dirinya yang belum benar-benar belajar mendengar.
Pengalaman ini selaras dengan kisah Samuel dalam 1 Samuel 3. Tuhan sebenarnya sudah memanggil Samuel berulang kali, tetapi ia belum mengenali suara-Nya. Baru ketika hatinya siap dan ia merespons dengan, “Berbicaralah, sebab hamba-Mu ini mendengar,” ia mulai memahami kehendak Tuhan. Ayat ini menunjukkan bahwa mendengar suara Tuhan bukan soal seberapa sering Tuhan berbicara, tetapi seberapa peka hati kita untuk mendengar. Kedekatan dengan Tuhan melatih kepekaan rohani kita, sehingga kita mampu membedakan suara-Nya di tengah banyaknya “suara” dalam hidup kita. Bagaimanapun, Tuhan tidak akan berteriak untuk bersaing dengan kebisingan hidup kita. Dia berbicara kepada mereka yang mau mendekat, yang menyisihkan waktu, dan yang melatih hati untuk peka.
Karena itu, jika hari ini kita merasa Tuhan jauh atau diam saja, mungkin kita perlu belajar untuk mendekat kepada-Nya. Kurangi kebisingan, tenangkan hati, dan latih diri untuk peka terhadap firman-Nya. Sediakan waktu bersama Roh Kudus dan tenggelam di kedalaman baru bersama-Nya. Semakin kita dekat dengan Tuhan, semakin jelas suara-Nya dalam hidup kita. Di sanalah telinga rohani kita mulai bertumbuh. Keputusan-keputusan yang tadinya terasa gelap pun mulai menjadi terang. (AM)
RENUNGAN:
Kedekatan dengan Tuhan membuat TELINGA ROHANI kita semakin PEKA.
APLIKASI
1.Apakah selama ini Anda hanya berbicara kepada Tuhan dalam doa, atau Anda juga menyediakan waktu untuk diam dan mendengarkan suara-Nya? Renungkan!
2.Apa saja “kebisingan” dalam hidup Anda saat ini (kesibukan, kekhawatiran, pendapat orang lain, atau keinginan pribadi) yang membuat Anda sulit peka mendengar Tuhan?
3.Langkah praktis apa yang bisa Anda lakukan mulai hari ini untuk lebih mendekat kepada Tuhan dan melatih telinga rohani Anda agar peka terhadap suara-Nya?
DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, ajar kami untuk tidak hanya datang kepada-Mu dengan banyak kata, tetapi juga belajar diam dan mendengarkan suara-Mu. Tolong kami menyingkirkan setiap kebisingan yang menghalangi hati kami untuk peka kepada-Mu. Dekatkan kami kepada-Mu, supaya telinga rohani kami semakin terlatih untuk mengenali suara-Mu dan berjalan dalam kehendak-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”
BACAAN ALKITAB SETAHUN
Yeremia 30-31
Filemon
Categories
Latest Posts