12 May 2026 Tim Penulis Renungan Renungan Keluarga Allah

LUTUT ROHANI YANG TERLATIH

RHEMA HARI INI
Matius 7:24-25 “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.”

Horatio Spafford adalah seorang pengusaha dan pengacara sukses di Chicago. Hidupnya tampak mapan, teratur, dan diberkati. Namun dalam waktu singkat, badai datang bertubi-tubi. Anak laki-lakinya meninggal, lalu kebakaran besar Chicago tahun 1871 menghancurkan sebagian besar investasinya. Beberapa waktu kemudian, kapal yang membawa istrinya dan keempat anak perempuannya ke Eropa tenggelam setelah bertabrakan di Samudra Atlantik. Keempat anaknya meninggal, sementara istrinya yang selamat mengirimkan pesan singkat: “Saved alone.” Saat Spafford menyusul dan kapalnya melewati lokasi tragedi itu, di tengah luka yang begitu dalam, ia tidak mengutuk Tuhan atau meninggalkan iman. Justru ia menulis lagu: “It Is Well with My Soul.”

Inilah iman yang tidak dangkal. Bukan iman “pergelangan kaki,” melainkan iman yang lututnya telah dilatih hingga kuat berdiri meski dunia seakan hancur. Dalam Matius 7:24–25, Yesus berkata bahwa hujan, banjir, dan angin akan melanda, tetapi rumah yang dibangun di atas “batu”, yaitu firman Tuhan yang dilakukan, tidak akan rubuh. Spafford kehilangan banyak hal, tetapi ia tidak kehilangan imannya. Di tengah kehancuran, hatinya tetap berpegang kepada Tuhan. Sikapnya menunjukkan bahwa kekuatan iman bukan terlihat saat semuanya baik-baik saja, tetapi saat badai datang dan hati sanggup berkata, “Tuhan, jiwaku tetap tenang di dalam-Mu.”

Ya, orang yang memiliki dasar kuat tidak mudah runtuh, karena ia bukan hanya mendengar firman, tetapi melakukannya. Iman yang kokoh seperti ini dibangun melalui ketaatan sehari-hari—tetap berdoa saat tidak ingin, tetap setia saat lelah, dan tetap percaya saat belum melihat jalan. Di situlah “lutut rohani” dilatih. Itu sebabnya, Tuhan memanggil kita lebih dalam, agar di kedalaman yang baru bersama Roh Kudus, kita tetap berdiri teguh meski badai hidup melanda kita. (KK)

RENUNGAN
“LUTUT ROHANI” YANG TERLATIH membuat iman kita BERDIRI KOKOH dan SULIT DIJATUHKAN.

APLIKASI
1.Dalam hal apa saja hidup Anda saat ini sedang diuji oleh “badai”?
2.Disiplin rohani apa yang perlu Anda perkuat mulai hari ini?
3.Langkah nyata apa yang akan Anda lakukan untuk melatih “lutut rohani” Anda?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, ajar kami untuk memiliki lutut rohani yang terlatih. Bukan hanya mendengar firman-Mu, tetapi melakukannya dengan setia. Bentuk kami melalui disiplin, ajar kami untuk tunduk, dan kuatkan iman kami supaya tetap berdiri saat badai datang. Di dalam nama Yesus, kami berdoa. Amin.”

BACAAN ALKITAB SETAHUN
Yesaya 39-40
Kolose 4

Anda rindu mengalami pertumbuhan rohani bersama Keluarga Allah