JENIS PELAKU FIRMAN YANG TUHAN KEHENDAKI
RHEMA HARI INI
Yakobus 1:22 Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.
Adoniram Judson adalah contoh nyata ketaatan yang tidak mudah. Pada usia 25 tahun, ia meninggalkan Amerika untuk pergi ke Burma. Negara yang sekarang dikenal sebagai Myanmar itu merupakan tempat sangat tertutup bagi Injil saat itu. Judson juga harus belajar bahasa yang sulit, beradaptasi dengan budaya yang asing, dan melayani tanpa dukungan yang memadai. Selama sekitar enam hingga tujuh tahun pertama dalam pelayanannya, belum ada satu pun orang yang bertobat. Penderitaan pun datang silih berganti. Ia dipenjara di Ava. Kakinya dirantai, tubuhnya diperlakukan dengan kasar, dan ia hampir mati. Istrinya, Ann Judson berjuang sendirian membawa makanan dan merawatnya dari luar penjara. Tidak lama kemudian, istrinya meninggal dunia, disusul anaknya. Dalam masa-masa tergelap, Judson sempat mengalami keputusasaan yang mendalam. Namun ia tidak meninggalkan panggilan Tuhan. Ia tetap setia melayani, menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa Burma, dan terus memberitakan Injil. Akhirnya, jiwa-jiwa mulai datang kepada Tuhan, dan pelayanannya menjadi dasar pertumbuhan kekristenan di Myanmar hingga hari ini.
Sekarang ini, banyak orang senang datang ibadah, mendengar kotbah, dan berkata “amin”. Namun Yakobus 1:22 mengingatkan bahwa iman sejati tidak berhenti pada mendengar firman, tetapi diwujudkan dalam ketaatan. Menjadi pelaku firman berarti merespons Tuhan dengan segera, bukan menunda atau menimbang-nimbang berdasarkan kenyamanan diri. Ketaatan yang berani seperti ini lahir dari keyakinan bahwa setiap perintah Tuhan selalu membawa kebaikan, sekalipun tidak selalu mudah atau masuk akal.
Dalam hidup ini, ada kalanya kita diperhadapkan pada situasi yang menuntut ketaatan. Bisa jadi hal itu tidak nyaman, tidak mudah, bahkan penuh risiko. Namun, seperti Judson, ketaatan yang tetap dilakukan di tengah kesulitan akan menghasilkan buah pada waktunya. Jangan berhenti percaya dan jangan menunda untuk taat. Saat kita melangkah dalam ketaatan yang berani, di situlah Tuhan bekerja dan mendatangkan keajaiban baru dalam hidup kita. (KK)
RENUNGAN
Tuhan menghendaki kita menjadi PELAKU FIRMAN dengan KETAATAN YANG BERANI.
APLIKASI
1.Firman apa yang Tuhan sudah sampaikan kepada Anda, tetapi sampai hari ini belum Anda lakukan?
2.Bagaimana respons Anda saat ketaatan tidak langsung menghasilkan sesuatu?
3.Komitmen apa yang bisa Anda ambil untuk melangkah dalam ketaatan walau situasi tidak nyaman dan tidak masuk akal?
DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, ajar kami bukan hanya menjadi pendengar firman, tetapi pelaku firman-Mu. Berikan kami keberanian untuk taat, walau tidak mudah dan belum melihat hasilnya. Kuatkan hati kami untuk tetap setia sampai akhir,
percaya bahwa setiap ketaatan tidak pernah sia-sia di hadapan-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”
BACAAN ALKITAB SETAHUN
Yesaya 5-6; Efesus 1
Categories
Latest Posts