JEMPUT DAN REBUT HAK ROHANI KITA
RHEMA HARI INI
Roma 15:13 Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan.
Banyak orang mengira damai hanyalah perasaan tenang ketika keadaan sedang baik-baik saja. Namun, kisah Daud di Alkitab menunjukkan hal yang berbeda. Di tengah ancaman dan tekanan, Daud tetap berkata bahwa Tuhan adalah gembalanya. Ia tidak menunggu suasana aman untuk merasakan damai. Ia memilih percaya. Ia tidak membiarkan pergumulan, tekanan, ketakutan, dan pikiran negatif merampas ketenangannya. Dengan iman yang seperti itu, ia menjemput dan merebut damai yang telah Tuhan sediakan. Itu sebabnya, meski hidupnya dikejar berbagai persoalan, Daud tak pernah kalah.
Ya, damai yang Tuhan berikan tidak bergantung pada situasi. Dalam suratnya kepada jemaat Roma, Rasul Paulus menguatkan mereka agar tak kehilangan pengharapan. Dari Allahlah sukacita dan damai sejahtera mengalir. Artinya, damai bukan sesuatu yang kita ciptakan sendiri, tetapi pemberian Allah yang memenuhi hati kita saat kita percaya. Masalahnya, banyak orang percaya hidup seolah-olah damai itu jauh dan sulit dijangkau. Padahal sebagai anak Tuhan, kita memiliki hak untuk hidup dalam damai-Nya.
Seperti Daud yang memilih percaya kepada janji Tuhan di tengah badai, marilah kita berjuang untuk melawan segala ketakutan dan kekhawatiran yang berusaha untuk merebut damai kita. Jika damai adalah hak rohani, maka kita dipanggil untuk mengambilnya dengan iman. Saat pikiran gelisah, ingatlah janji Tuhan. Saat hati tertekan, datanglah lebih dekat kepada-Nya. Menjemput dan merebut damai bukan berarti memaksa keadaan berubah. Damai bukan hasil dari keadaan yang sempurna, tetapi hasil dari hati yang percaya. Tuhan sudah menyediakan damai itu, bagian kita adalah menjemput dan menjaganya dengan iman yang teguh. Saat damai dari Tuhan memenuhi diri kita, hidup kita pun tak akan sama lagi. Kita tak akan lagi melihat banyak hal dengan cara yang sama, sehingga respons kita pun berbeda. Seiring dengan itu, Tuhan terus memperbarui kita sampai kita menjadi versi terbaik diri kita. (SZ)
RENUNGAN
Damai adalah HAK ROHANI, JEMPUT dan REBUT dengan iman.
APLIKASI
1. Mengapa Anda seharusnya tidak menunggu keadaan berubah sebelum percaya bahwa Tuhan memberi damai?
2. Saat kecemasan datang, apakah Anda memilih tenggelam atau datang kepada Tuhan dalam doa? Mengapa demikian?
3. Langkah iman apa yang perlu Anda ambil hari ini untuk menjaga damai di hati Anda?
DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, ajar kami menjemput damai-Mu dengan iman. Saat gelisah datang, kuatkan kami untuk tetap percaya dan bersandar kepada-Mu. Penuhi hati kami dengan damai-Mu yang sejati. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”
BACAAN ALKITAB SETAHUN
Mazmur 97-99; Roma 16
Categories
Latest Posts