MEMBANGUN KESEPADANAN
RHEMA HARI INI
Ibrani 10:24 Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik.
Bila kita memperhatikan batu-batu di sungai, awalnya permukaannya tajam dan kasar, bahkan dapat melukai ketika disentuh. Namun, aliran air yang terus mengalir dan gesekan dengan batu-batu lain selama bertahun-tahun perlahan mengikis setiap sudut yang tajam. Melalui proses panjang itulah, batu-batu tajam itu berubah menjadi halus dan indah. Demikian pula dalam pernikahan. Dua orang datang dengan latar belakang, kebiasaan, dan karakter yang berbeda. Gesekan bukan berarti salah memilih pasangan. Gesekan adalah bagian dari proses pembentukan. Yang menentukan apakah pasangan kita adalah orang yang tepat bukanlah ada atau tidaknya gesekan, tetapi bagaimana kita mengizinkan Tuhan memakai setiap proses untuk mengikis ego, kesombongan, sifat keras kepala, dan keinginan untuk selalu menang.
Penulis Ibrani berpesan agar kita saling memperhatikan dan saling mendorong dalam kasih serta dalam pekerjaan baik. Hubungan yang sepadan tidak dibangun oleh dua orang yang sempurna, tetapi oleh dua orang yang sama-sama mau terus dibentuk Tuhan. Mereka saling menguatkan untuk bertumbuh, belajar mengampuni, mengalah, menghormati, memperbaiki diri, dan semakin serupa dengan Kristus. Kesepadanan tidak dimulai dengan menuntut pasangan berubah lebih dahulu, tetapi dengan kesediaan mengizinkan Tuhan mengubah hati kita sendiri. Ketika suami dan istri saling mendorong untuk bertumbuh dalam kasih, setiap perbedaan tidak lagi menjadi penghalang, melainkan kesempatan untuk saling melengkapi.
Karena itu, jangan menyerah ketika proses terasa sulit. Bagaimanapun, pernikahan bukanlah tempat pasangan yang sudah sempurna bersatu, tetapi tempat bertumbuhnya dua orang yang sama-sama dibentuk oleh Tuhan. Melalui setiap tantangan, Tuhan membangun kita menjadi suami istri yang sepadan dan juga seimbang, sehingga kita dapat membangun Rumah Perjanjian yang sesuai kehendak-Nya. (BS)
RENUNGAN
Belajarlah MENJADI PASANGAN YANG SEPADAN, karena kesepadanan bukan hanya ditemukan, tetapi juga BISA DIBANGUN.
APLIKASI
1.Apakah Anda sedang menjadi pribadi yang membangun pasangan Anda? Mengapa demikian?
2.Mengapa pasangan yang sepadan bisa dibangun?
3.Apa komitmen Anda untuk belajar menjadi pasangan yang sepadan?
DOA UNTUK HARI INI
“Terima kasih Tuhan untuk firman-Mu hari ini. Kami percaya Engkau sedang berbicara kepada kami dan rindu untuk kami semakin bertumbuh dalam kasih, dan karakter, supaya kami semakin serupa dengan Engkau. Ampuni kami jikalau sering mengeraskan hati kami, beri kami kekuatan untuk dapat menjadi pasangan yang sepadan. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”
BACAAN ALKITAB SETAHUN
Kejadian 36-38
Matius 10:21-42
SABAR MENANTI DALAM WAKTU TUHAN
RHEMA HARI INI
Pengkhotbah 3:11 Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.
Banyak orang merasa tertinggal ketika melihat teman-teman mereka sudah menikah dan membangun keluarga yang mereka impikan. Rasa takut tertinggal tak jarang mendorong mereka buru-buru mengambil keputusan. Namun, meski menjalani masa penantian yang panjang, Christopher Price dan Cheryl McKay memilih untuk terus bertumbuh dalam iman dan setia melayani Tuhan. Ketika akhirnya Tuhan mempersatukan mereka dalam pernikahan pada usia yang tidak lagi muda, mereka menyadari satu hal. Tuhan bukan hanya sedang mempersiapkan pasangan hidup bagi mereka, tetapi juga membentuk hati mereka melalui setiap musim penantian. Pengalaman itulah yang kemudian mendorong mereka untuk melayani dan menguatkan orang-orang yang juga sedang menantikan pasangan hidup sesuai kehendak Tuhan.
Firman Tuhan dalam Pengkhotbah 3:11 mengingatkan bahwa Allah membuat segala sesuatu indah pada waktu-Nya. Hal ini berarti hidup dan pernikahan bukanlah perlombaan siapa yang paling cepat, melainkan bagian dari rencana Tuhan yang Dia sendiri jadwalkan pada waktu yang tepat. Kita mungkin tidak memahami mengapa Dia mengizinkan kita menunggu lebih lama, tetapi kita dapat mempercayai bahwa setiap musim memiliki tujuan dalam rencana-Nya. Masa penantian bukanlah waktu yang sia-sia, tetapi masa persiapan untuk menerima yang terbaik dari Tuhan.
Jika hari ini kita masih menantikan pasangan hidup, jangan biarkan kecemasan menguasai hati. Tetaplah bertumbuh, hiduplah dekat dengan Tuhan, dan percayakan masa depan kita ke dalam tangan-Nya. Pada waktu-Nya, Tuhan bukan hanya akan membangun rumah tangga kita, tetapi Rumah Perjanjian, sehingga keluarga kita bisa hidup dalam rencana besar-Nya. (AO)
RENUNGAN
TIDAK PERLU TERGESA-GESA memilih pasangan hidup hanya karena takut tertinggal; PERCAYALAH pada WAKTU TUHAN.
APLIKASI
1.Apa sajakah hal yang membuat Anda merasa harus buru-buru menikah?
2.Mengapa tidak baik bagi Anda untuk tergesa-gesa memilih pasangan hidup?
3.Bagaimana Anda bisa menggunakan masa penantian Anda?
DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, ajar kami untuk percaya kepada waktu-Mu yang sempurna. Jauhkan kami dari sikap tergesa-gesa karena rasa takut atau tekanan dari sekitar. Bentuklah hidup kami selama masa penantian ini, sehingga pada waktu yang Engkau tetapkan, kami siap menerima rencana-Mu yang terbaik. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”
BACAAN ALKITAB SETAHUN
Kejadian 33-35
Matius 10:1-20
YANG TERPENTING DALAM MEMILIH PASANGAN HIDUP
RHEMA HARI INI
1 Samuel 16:7 Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati."
Perawakannya tinggi. Penampilannya meyakinkan. Secara manusia, Eliab tampak sangat layak menjadi pemimpin. Tak heran ketika Samuel diutus untuk mengurapi raja Israel yang baru, ia langsung mengira Eliab adalah pilihan Tuhan. Namun, Tuhan menegurnya, "Janganlah pandang parasnya atau perawakannya yang tinggi." Tuhan mengingatkan Samuel bahwa manusia cenderung menilai dari apa yang tampak di luar, sedangkan Dia melihat hati. Melalui peristiwa itu, Tuhan mengajarkan bahwa apa yang terlihat secara kasat mata belum tentu mencerminkan kualitas seseorang yang sesungguhnya.
Prinsip yang sama perlu kita pegang ketika memilih pasangan hidup. Rupa yang menawan, penampilan yang rapi, pembawaan yang menarik, atau kepribadian yang menyenangkan memang dapat menjadi daya tarik awal dan tak ada salahnya. Namun, semua itu sebaiknya tidak dijadikan dasar utama dalam menentukan pilihan. Yang jauh lebih penting adalah hati yang mengasihi Tuhan dan karakter yang mau terus dibentuk oleh-Nya. Karakter terlihat dari bagaimana seseorang memperlakukan orang lain, menjaga perkataannya, menepati janji, bersikap rendah hati, serta tetap setia kepada Tuhan dalam kesehariannya. Ketika masa-masa sulit datang, bukan pesona luar yang akan mempertahankan sebuah pernikahan, tetapi karakter yang telah berakar di dalam Kristus.
Karena itu, jangan terburu-buru menentukan pilihan hanya berdasarkan apa yang tampak di mata. Mintalah hikmat Tuhan agar Dia menolong kita melihat lebih dalam, seperti cara-Nya memandang hati manusia. Pilihlah pasangan yang bukan hanya menyenangkan untuk dikenal, tetapi juga memiliki hati yang sama-sama mau dibentuk dan bertumbuh dalam takut akan Tuhan. Sebab, hanya dua pribadi yang sepadan dan seimbang dalam Tuhanlah yang dapat bersama-sama membangun Rumah Perjanjian tempat Tuhan menyatakan hadirat-Nya. (SZ)
RENUNGAN
Saat memilih pasangan hidup, ingatlah bahwa KARAKTER LEBIH BERHARGA daripada penampilan.
APLIKASI
1.Apakah yang biasanya menjadi preferensi Anda saat memilih pasangan?
2.Mengapa penting bagi Anda untuk memilih pasangan dari karakter, bukannya penampilan?
3.Mengapa Anda perlu membangun hubungan yang semakin membawa Anda bertumbuh dalam Tuhan dan memuliakan nama-Nya?
DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, berikanlah kepada kami hati yang peka untuk melihat seperti Engkau melihat. Jauhkan kami dari pilihan yang hanya didasarkan pada penampilan, dan tuntunlah kami kepada pasangan yang memiliki karakter yang takut akan Engkau. Biarlah setiap keputusan yang kami ambil berada dalam kehendak-Mu, sehingga kami dapat membangun keluarga yang memuliakan nama-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”
BACAAN ALKITAB SETAHUN
Kejadian 31-32
Matius 9:18-38
LEBIH DARI SEKADAR CINTA
RHEMA HARI INI
Amos 3:3 Berjalankah dua orang bersama-sama, jika mereka belum berjanji?
Banyak orang mengira yang terpenting dalam pernikahan adalah cinta. Namun, seberapa banyak pasangan yang berakhir dengan pernikahan tidak bahagia, bahkan perpisahan? Dalam Alkitab, kita dapat menemukan pasangan suami istri bernama Akwila dan Priskila. Mereka bukan hanya dipersatukan oleh ikatan pernikahan, tetapi juga dengan kerinduan untuk memuliakan Tuhan. Sebagai pembuat kemah, mereka bekerja bersama, membuka rumah mereka sebagai tempat persekutuan, mendampingi Rasul Paulus, bahkan membimbing Apolos agar semakin memahami kebenaran Injil. Alkitab hampir selalu menyebut nama mereka secara berdampingan, seolah ingin menunjukkan bahwa mereka berjalan sebagai satu tim. Bukan hanya hidup bersama, tetapi juga bertumbuh dan melayani bersama. Bukan hanya berbagi rumah, tetapi juga berbagi panggilan. Inilah teladan yang indah tentang kebersamaan dalam Tuhan.
Amos 3:3 mengajarkan sebuah prinsip penting: dua orang hanya dapat berjalan bersama apabila memiliki kesepakatan. Bagaimanapun, suami dan istri adalah dua insan yang memiliki kepribadian, kebiasaan, dan cara berpikir yang berbeda. Tanpa kesatuan hati dan arah tujuan, mereka akan sulit melangkah bersama dalam perjalanan hidup. Kesepakatan bukan hanya janji yang diucapkan di altar, tetapi keputusan yang terus diperbarui setiap hari untuk menjadikan Kristus sebagai pusat kehidupan. Ketika suami dan istri memiliki tujuan yang sama, setiap tantangan justru menjadi kesempatan untuk menguatkan hubungan, bukan menjauhkan.
Karena itu, bangunlah keluarga yang tidak hanya dipersatukan oleh perasaan, tetapi juga visi dari Tuhan. Jadikan setiap keputusan, impian, dan langkah hidup selaras dengan kehendak-Nya. Ketika suami istri menjadi pasangan yang sepadan dan seimbang dalam Tuhan, rumah tangga mereka tidak hanya akan menjadi rumah tinggal, tetapi Rumah Perjanjian tempat hadirat Tuhan dinyatakan dan rencana-Nya digenapi. (AM)
RENUNGAN
Cinta mendekatkan dua orang, tetapi TUJUAN YANG SAMA membuat suami istri tetap BERJALAN BERSAMA SAMPAI AKHIR.
APLIKASI
1.Apakah Kristus sungguh menjadi tujuan utama dalam perjalanan pernikahan dan keluarga Anda?
2.Mengapa Anda dan pasangan perlu memiliki tujuan yang sama dalam Tuhan?
3.Langkah nyata apa yang dapat Anda lakukan agar Anda dan pasangan Anda semakin memiliki visi dan tujuan yang sama di dalam Tuhan?
DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, terima kasih atas keluarga yang Engkau anugerahkan kepada kami. Ajarlah kami berjalan seirama, saling menguatkan, dan tetap setia dalam setiap musim kehidupan. Biarlah setiap langkah kami selalu dipimpin oleh kehendak-Mu, hingga kami menyelesaikan panggilan yang telah Engkau tetapkan. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”
BACAAN ALKITAB SETAHUN
Kejadian 29-30
Matius 9:1-17
DEFINISI PASANGAN TERBAIK
RHEMA HARI INI
2 Korintus 6:14 Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?
Tidak semua orang yang berjalan berdampingan memiliki tujuan yang sama. Bayangkan dua orang sahabat yang mendaki sebuah gunung bersama. Mereka memulai perjalanan dari titik yang sama dan berjalan bersisian. Hanya saja, kompas yang mereka pegang menunjukkan arah yang berbeda. Pada awalnya, perbedaan itu belum terlalu terasa. Namun, semakin jauh mereka melangkah, semakin lebar pula jarak yang memisahkan mereka. Bukan karena saling membenci, tetapi karena masing-masing sedang mengejar tujuan yang berbeda.
Prinsip yang sama berlaku dalam pernikahan. Rasul Paulus mengingatkan agar orang percaya tidak menjadi pasangan yang tidak seimbang dengan orang yang tidak percaya. Artinya, kesatuan arah rohani sangat menentukan perjalanan sebuah rumah tangga. Ketika dua orang memiliki "kompas rohani" yang berbeda, suatu saat mereka akan tiba di persimpangan-persimpangan hidup dengan pilihan yang berbeda. Sebaliknya, ketika suami dan istri sama-sama menjadikan Kristus sebagai tujuan hidup, mereka mungkin tetap memiliki karakter, kepribadian, atau cara berpikir yang berbeda, tetapi mereka akan terus melangkah ke arah yang sama. Inilah makna pasangan yang sepadan dan seimbang. Bukan dua pribadi yang sama dalam segala hal, melainkan dua pribadi yang bersama-sama mengejar hati Tuhan.
Karena itu, bagi yang belum menikah, jangan hanya mencari seseorang yang terasa cocok, tetapi carilah pasangan yang memiliki arah rohani yang sama—sama-sama mengasihi Tuhan dan rindu hidup dalam kehendak-Nya. Bagi yang sudah menikah, jangan hanya berfokus memperbaiki komunikasi atau menyelesaikan konflik, tetapi pastikan bahwa kita dan pasangan terus berjalan menuju tujuan yang sama, yaitu Kristus. Sebab, pasangan terbaik bukanlah dua orang yang selalu berjalan berdampingan, melainkan dua orang yang setia berjalan bersama menuju Tuhan dan membangun Rumah Perjanjian di atas-Nya. (KK)
RENUNGAN
PASANGAN TERBAIK adalah dua orang yang SAMA-SAMA MENGEJAR TUHAN.
APLIKASI
1.Apakah Anda dan pasangan sedang berjalan menuju tujuan rohani yang sama? Mengapa demikian?
2.Mengapa Anda dan pasangan perlu memiliki arah rohani yang sama?
3.Langkah nyata apa yang dapat Anda lakukan minggu ini agar Kristus semakin menjadi pusat dalam hubungan atau keluarga Anda?
DOA UNTUK HARI INI
“Bapa di sorga, terima kasih karena Engkau menghendaki setiap keluarga dibangun di atas dasar yang kokoh. Ajarlah kami untuk menjadikan Engkau sebagai tujuan utama hidup kami. Bagi yang sedang menantikan pasangan, tuntunlah kepada seseorang yang memiliki arah hidup yang sama, yaitu mengasihi dan mengejar Engkau. Bagi yang telah menikah, satukan kembali langkah kami agar selalu berjalan searah dengan kehendak-Mu. Jadikan rumah kami sebuah Rumah Perjanjian yang memuliakan nama-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”
BACAAN ALKITAB SETAHUN
Kejadian 27-28
Matius 8:18-34
PASANGAN HIDUP YANG TUHAN KEHENDAKI
RHEMA HARI INI
Kejadian 2:18 TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia."
Semakin bertambah usia, semakin besar pula rasa takut akan kesendirian dan juga desakan dari lingkungan. Hal tersebut sering kali membuat seseorang tergoda untuk memilih siapa saja yang mudah didapat sebagai pasangan. Namun, berbeda halnya dengan George Müller. Ia memahami bahwa pernikahan bukan sekadar menemukan seseorang untuk menjalani hidup bersama, tetapi menemukan rekan yang dapat berjalan searah dalam panggilan Tuhan. Karena itu, ia tidak terburu-buru mengambil keputusan. Ia berdoa dan mencari kehendak Tuhan, hingga akhirnya dipertemukan dengan Mary Groves, seorang wanita yang memiliki iman, kerelaan berkorban, dan kerinduan yang sama untuk melayani Tuhan. Bersama-sama, mereka mengabdikan hidup bagi ribuan anak yatim dan menyaksikan pemeliharaan Tuhan yang luar biasa. Kesatuan hati mereka dalam mengikut Tuhan menjadi dasar yang menguatkan pelayanan sepanjang hidup mereka.
Prinsip yang sama telah Tuhan nyatakan sejak awal penciptaan. Allah tidak menciptakan Hawa hanya untuk menemani Adam, tetapi sebagai "penolong yang sepadan." Sepadan bukan berarti memiliki kepribadian, hobi, atau latar belakang yang sama, melainkan seseorang yang dapat saling melengkapi dan bersama-sama menggenapi tujuan Tuhan. Karena itu, memilih pasangan hidup bukanlah tentang mencari yang paling mudah ditemukan atau paling menyenangkan menurut ukuran manusia, tetapi memilih seseorang yang dengannya kita dapat sama-sama mengarahkan hidup pada kehendak Tuhan untuk menggenapi rencana-Nya.
Ya, pernikahan bukanlah sekadar menemukan seseorang yang membuat kita bahagia untuk sementara. Berdoalah dan berserah dalam pimpinan Tuhan. Percayalah, Tuhan lebih mengetahui siapa yang benar-benar dapat berjalan bersama kita dalam menggenapi rencana-Nya. Pasangan yang sepadan dan seimbang bukanlah yang paling cepat hadir, tetapi yang bersamanya kita dapat membangun Rumah Perjanjian sesuai dengan kehendak Tuhan. (CG)
RENUNGAN
PILIHLAH PASANGAN HIDUP yang paling SESUAI dengan KEHENDAK TUHAN, bukan yang paling mudah ditemukan.
APLIKASI
1.Apakah Anda sudah melibatkan Tuhan dalam memilih pasangan hidup?
2.Mengapa Anda perlu memilih pasangan hidup yang sesuai dengan kehendak Tuhan?
3.Bagaimana Anda dapat memilih pasangan yang sesuai dengan kehendak Tuhan?
DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, tuntun setiap langkah dan keputusan kami dalam mencari pasangan hidup agar kami dapat membangun Rumah Perjanjian yang melaluinya rencana-Mu digenapi. Tolong kami untuk selalu mencari kehendak-Mu dan percaya pada waktu-Mu yang terbaik. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”
BACAAN ALKITAB SETAHUN
Kejadian 25-26
Matius 8:1-17
Categories
Latest Posts