KELUARGA ROHANI YANG SEHAT
RHEMA HARI INI
Kisah Para Rasul 2:46 Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati.
Aweis adalah seorang Kristen di Mogadishu, Somalia. Tidaklah mudah untuk menjadi orang percaya di tempat yang menolak dan memburu kekristenan. Setelah memutuskan untuk percaya kepada Yesus, ia pun dikucilkan oleh keluarganya. Bahkan diperlakukan sebagai orang yang telah mempermalukan mereka. Selama tujuh tahun, ia mengikuti Kristus tanpa mengenal orang Kristen lain. Beratnya kesepian dan besarnya kerinduan untuk memiliki saudara seiman mendorongnya mengambil risiko mencari orang percaya lainnya. Ia kemudian bertemu Liban. Bersama-sama, mereka mencari orang percaya lainnya hingga komunitas mereka perlahan bertumbuh. Aweis mengatakan bahwa saat ia akhirnya menemukan persekutuan dengan saudara seiman merupakan masa paling bahagia sejak ia datang kepada Tuhan.
Kisah Aweis menunjukkan bahwa kita tidak hanya membutuhkan hubungan dengan Tuhan secara pribadi, tetapi juga keluarga rohani untuk berjalan bersama. Hal ini juga terlihat dalam kehidupan jemaat mula-mula. Kisah Para Rasul menggambarkan bagaimana dalam kehidupan sehari-hari, mereka berkumpul, berbagi kehidupan, dan menikmati persekutuan dengan gembira serta tulus hati. Mereka bukan lagi sekadar orang-orang yang beribadah di tempat yang sama, tetapi telah menjadi keluarga yang saling memiliki.
Hari ini, kita bersyukur karena Tuhan memberikan Gereja Keluarga Allah sebagai Rumah Anugerah. Di dalamnya, kita bukan hanya menerima kasih Tuhan, dipulihkan dari luka, dikuatkan dalam kelemahan, dan diubahkan untuk semakin serupa dengan Kristus, tetapi juga menemukan persekutuan dengan saudara seiman. Mari jangan hanya datang untuk menerima berkat, tetapi juga menjadi bagian dari keluarga yang saling menguatkan dan memberkati. Sebab di dalam Rumah Anugerah, kita tidak berjalan sendirian. Kita memiliki keluarga rohani untuk bertumbuh bersama. (CG)
RENUNGAN
KELUARGA ROHANI YANG SEHAT bukan hanya saling memiliki, tetapi juga memiliki KERINDUAN UNTUK BERKUMPUL.
APLIKASI
1.Seberapa besar kerinduan Anda untuk berkumpul dan bertumbuh bersama keluarga rohani?
2.Apa yang sering membuat Anda menjauh dari persekutuan, dan bagaimana Anda akan mengatasinya?
3.Kehadiran seperti apa yang dapat Anda berikan agar orang lain merasa diterima dan bersukacita ketika berkumpul bersama Anda?
DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, berikan kami kerinduan untuk selalu berkumpul dan bertumbuh bersama keluarga rohani. Satukan hati kami dalam kasih, jadikan persekutuan kami penuh sukacita dan ketulusan, serta mampukan kami menjadi berkat dan penguat bagi setiap orang yang Engkau tempatkan di sekitar kami. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”
BACAAN ALKITAB SETAHUN
Imamat 17-18
Matius 27:27-50
HIDUP DALAM RUMAH ANUGERAH
RHEMA HARI INI
Efesus 4:2-3 Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu. Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera.
Mereka semua bertujuh. Saudara kandung, tetapi harus hidup terpisah-pisah. Setiap mereka membawa luka akibat kekerasan pada anak. Selama beberapa waktu, mereka berpindah-pindah dari satu rumah ke rumah lainnya dalam program keluarga asuh. Sampai akhirnya, dua dari mereka sampai di rumah keluarga Hawthorn. Di rumah itulah, mereka menemukan kehangatan yang berbeda. Seiring waktu, pasangan Hawthorn mengetahui bahwa mereka ternyata bukan hanya tiga atau lima, tetapi tujuh bersaudara. Dan mereka merasa terpanggil untuk merawat anak-anak itu, tanpa menyisihkan seorang pun. Mereka sadar, butuh komitmen dan pengorbanan besar untuk mengasuh tujuh anak tambahan secara permanen. Pengadopsian itu pun tidak akan mudah karena anak-anak itu punya kepribadian berbeda dengan masalah perilaku masing-masing. Namun, mereka tetap memilih untuk melakukannya. Bukan karena anak-anak itu sempurna, tetapi supaya mereka bisa bersatu kembali dan memiliki keluarga yang mau merawat serta mengasihi mereka.
Keputusan tersebut mengingatkan kita pada Efesus 4:2-3. Hidup dalam kesatuan tidak selalu berarti hidup bersama orang-orang yang mudah kita mengerti atau sukai. Dibutuhkan kerendahan hati, kelemahlembutan, kesabaran, dan kasih untuk saling membantu serta memelihara kesatuan. Kesatuan bukan terjadi karena semua orang sempurna, tetapi karena setiap orang memilih untuk tetap mengasihi.
Demikian juga dengan keluarga rohani. Keluarga Allah sebagai Rumah Anugerah bukanlah rumah yang isinya orang-orang yang sudah selesai dengan dirinya sendiri dan tidak pernah melukai satu sama lain. Rumah Anugerah adalah tempat berkumpulnya orang-orang yang masih Tuhan proses dan memilih untuk terus bertumbuh bersama dalam kasih karunia. Ya, Rumah Anugerah bukan sekadar tempat yang Tuhan berikan agar kita memiliki tempat bernaung, tetapi juga tempat di mana kita belajar menjadi rumah bagi orang lain—menjadi pribadi yang membuat mereka merasa diterima, dikasihi, dikuatkan, dan memiliki tempat untuk bernaung. (MV.L)
RENUNGAN
RUMAH ANUGERAH bukanlah tempat yang dipenuhi orang-orang sempurna, melainkan KELUARGA yang DIPERSATUKAN oleh KASIH KARUNIA TUHAN.
APLIKASI
1.Seperti apakah orang-orang yang berada dalam keluarga Anda?
2.Menurut Anda, apakah yang paling dibutuhkan dalam satu keluarga yang tak sempurna?
3.Bagaimana Anda bisa membuka diri untuk menerima orang-orang tak sempurna yang Tuhan tempatkan dalam hidup Anda?
DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, terima kasih untuk keluarga yang Engkau anugerahkan kepada kami. Kami sadar bahwa kami adalah sekumpulan orang-orang tak sempurna dengan luka dan perbedaan masing-masing. Bantu kami, agar kami bisa belajar untuk saling mengasihi, menerima, dan menopang satu sama lain. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”
BACAAN ALKITAB SETAHUN
Imamat 15-16
Matius 27:1-26
TEMPAT KASIH, KEKUATAN, DAN ARAH DITEMUKAN
RHEMA HARI INI
Roma 15:7 Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah.
Ada satu kisah yang sangat indah dalam kehidupan Mefiboset, anak Yonatan dan cucu Saul (2 Sam. 9). Setelah Yonatan meninggal, Daud mencari keturunan Yonatan yang masih hidup karena ia ingin menunjukkan kasihnya kepada keluarga sahabatnya. Ketika Mefiboset menghadap Daud, ia tidak datang dengan kebanggaan sebagai cucu raja. Sebaliknya, ia menyamakan dirinya sendiri dengan seeokor anjing mati. Perkataan itu menunjukkan bagaimana Mefiboset merasa tidak berharga dan tidak layak berada di hadapan seorang raja. Namun, Daud menenangkan dan menunjukkan kasihnya. Ia mengembalikan seluruh milik Saul kepada Mefiboset, bahkan ia boleh makan sehidangan dengan raja. Orang yang merasa tidak layak, sekarang mendapat tempat di meja raja. Inilah gambaran anugerah.
Bukankah terkadang kita juga seperti Mefiboset? Ada saat-saat ketika kita datang kepada Tuhan membawa luka, kelemahan, kegagalan, dan kesalahan. Bahkan mungkin ada bagian dalam hidup kita yang membuat kita berkata, “Tuhan, apakah Engkau masih mau menerimaku?” Namun Tuhan tidak meminta kita menjadi sempurna terlebih dahulu untuk datang kepada-Nya. Ia menerima kita dalam anugerah-Nya. Itu sebabnya, sudah sepantasnya kita pun menerima orang lain seperti Kristus telah menerima kita. Artinya, anugerah yang kita terima dari Tuhan tidak boleh berhenti pada diri sendiri. Anugerah itu harus mengalir melalui kehidupan kita kepada orang lain.
Mari kita menjadi Rumah Anugerah bagi orang-orang di sekitar kita. Ketika mereka terluka, biarlah mereka menemukan kasih. Ketika mereka lemah, biarlah mereka menemukan kekuatan. Dan ketika mereka kehilangan arah, mengambil keputusan yang salah, atau mulai menjauh dari Tuhan, biarlah mereka menemukan jalan kembali kepada Kristus. Kiranya melalui hidup kita, orang lain bukan hanya melihat kita, tetapi menemukan Kristus melalui kita. (BS)
RENUNGAN
Jadilah RUMAH ANUGERAH tempat yang terluka menemukan KASIH, yang lemah menemukan KEKUATAN, dan yang tersesat menemukan ARAH.
APLIKASI
1.Siapa orang yang Tuhan ingin Anda terima dan kasihi hari ini, meskipun ia memiliki kelemahan atau kekurangan?
2.Mengapa Anda perlu memperhatikan orang yang sedang terluka atau lemah dan membutuhkan seseorang untuk berjalan bersamanya?
3.Bagaimana agar melalui hidup Anda, orang lain dapat melihat dan merasakan kasih Kristus?
DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau telah menerima kami dengan segala kelemahan, kekurangan, dan kegagalan kami. Ajarlah kami untuk menerima orang lain seperti Engkau telah menerima kami. Biarlah melalui perkataan, sikap, dan tindakan kami, orang lain tidak hanya melihat kami, tetapi dapat merasakan kasih Kristus. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”
BACAAN ALKITAB SETAHUN
Imamat 14
Matius 26:51-75
RUMAH ANUGERAH YANG TUHAN SEDIAKAN
RHEMA HARI INI
Keluaran 2:21-22 Musa bersedia tinggal di rumah itu, lalu diberikan Rehuellah Zipora, anaknya, kepada Musa. Perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki, maka Musa menamainya Gersom, sebab katanya: "Aku telah menjadi seorang pendatang di negeri asing."
Ada masa ketika kita merasa tidak lagi memiliki tempat di dunia ini. Kita merasa ditolak, kehilangan arah, bahkan bertanya, “Sebenarnya, di mana tempatku?” Musa pernah mengalami masa seperti itu. Setelah meninggalkan Mesir, ia berada di negeri asing dan menjalani kehidupan yang jauh berbeda dari sebelumnya. Namun, justru di tempat yang terasa asing itu, Tuhan menyediakan sebuah rumah melalui keluarga Yitro. Musa bukan sedang dibuang tanpa tujuan. Di sana, Tuhan menyediakan tempat pembentukan bagi Musa. Apa yang tampak seperti tempat keterasingan justru menjadi bagian dari proses yang mempersiapkannya sebelum akhirnya ia dipercayakan tanggung jawab yang besar.
Demikian juga dengan hidup kita. Terkadang, ketika satu tempat tertutup bagi kita, Tuhan membawa kita ke tempat lain yang sudah Dia siapkan. Tempat yang sekarang terasa seperti “padang gurun” mungkin sebenarnya dapat menjadi Rumah Anugerah, tempat Dia memulihkan dan membentuk karakter kita. Mungkin kita belum memahami mengapa Tuhan membawa kita ke tempat tersebut, tetapi kita dapat percaya bahwa Dia tetap bekerja di dalamnya.
Karena itu, jangan buru-buru menyimpulkan bahwa kehilangan tempat berarti kehilangan masa depan. Jika hari ini Tuhan membawa kita ke tempat yang terasa asing, belajarlah percaya bahwa Dia tetap bekerja. Jangan hanya bertanya, “Mengapa aku berada di sini?” tetapi tanyakan juga, “Tuhan, apa yang sedang Engkau bentuk dalam diriku melalui tempat ini?” Tetaplah bertumbuh, belajar, dan membuka hati terhadap proses-Nya. Percayalah, tempat yang hari ini terasa seperti keterasingan pun dapat dipakai Tuhan sebagai bagian dari proses-Nya untuk mempersiapkan kita menjalani panggilan yang ingin dipercayakan-Nya kepada kita. (SZ)
RENUNGAN
Ketika kita merasa KEHILANGAN TEMPAT di dunia ini, Tuhan menyediakan RUMAH ANUGERAH, tempat Dia MEMULIHKAN dan MEMPERSIAPKAN kita.
APLIKASI
1.Apakah Anda tengah merasa kehilangan tempat? Di manakah Tuhan menempatkan Anda saat ini?
2.Mengapa tempat yang Tuhan sediakan bisa jadi adalah tempat pemulihan dan pembentukan bagi Anda?
3.Bagaimana Anda bisa mulai mempercayai Tuhan dan membiarkan-Nya membentuk Anda di mana pun Dia menempatkan Anda?
DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, kami percaya tidak ada tempat yang sia-sia dalam tangan-Mu. Kami percaya setiap musim kehilangan akan berubah menjadi musim pemulihan, dan setiap tempat asing menjadi tempat pembentukan. Kami percaya Engkau sedang mempersiapkan kami untuk tujuan yang lebih besar. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”
BACAAN ALKITAB SETAHUN
Imamat 13
Matius 26:26-50
MENJADI BAGIAN DARI KELUARGA ALLAH
RHEMA HARI INI
Efesus 2:19 Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah.
Suatu hari, ada seorang remaja yang datang sendirian ke sebuah tempat ibadah. Dari luar, ia mungkin terlihat baik-baik saja. Namun sebenarnya, ia adalah seorang yang pemalu dan menyimpan banyak cerita, kesedihan, serta hal-hal yang ingin ia bagikan kepada seseorang. Awalnya, ia hanya berniat datang untuk beribadah. Duduk, mendengarkan, lalu pulang. Namun ternyata, ia tidak hanya menemukan tempat untuk beribadah. Ia menemukan orang-orang yang menyambutnya dengan hangat, mau mengenalnya, dan mendengarkan tanpa menghakimi. Minggu demi minggu, ia mulai datang kembali. Perlahan, hidupnya yang sebelumnya terasa sepi menjadi lebih berwarna. Ia menemukan orang-orang yang bersedia bersukacita bersamanya ketika ia bahagia dan menemaninya ketika ia sedang sedih. Ia akhirnya menyadari bahwa ia tidak harus menghadapi semuanya sendirian. Ada keluarga rohani yang Tuhan tempatkan di sekelilingnya.
Hal yang sama juga Tuhan kerjakan dalam kehidupan kita. Efesus 2:19 berkata bahwa kita bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah. Ketika kita percaya kepada Kristus, kita tidak hanya menerima keselamatan secara pribadi, tetapi juga ditempatkan dalam sebuah keluarga rohani. Kita memiliki saudara-saudara seiman yang dapat berjalan bersama, saling menguatkan, dan bertumbuh dalam Tuhan.
Karena itu, jangan menjalani kehidupan ini seorang diri. Tuhan telah menyediakan Rumah Anugerah, tempat hati kita menemukan tempat yang bisa kita sebut sebagai rumah. Bukalah hati untuk mengenal dan menerima keluarga rohani yang Tuhan sediakan di sekeliling kita. Mari ajak keluarga, teman, dan orang-orang yang kita kenal untuk mengenal Tuhan lebih dalam serta menjadi bagian dari keluarga rohani, sehingga kita dapat saling mendukung dan bertumbuh bersama dalam Kristus. (OSA)
RENUNGAN
Tuhan tidak menciptakan ORANG PERCAYA untuk menjadi anak tunggal, tetapi menjadi bagian dari anggota KELUARGA ALLAH.
APLIKASI
1.Apakah Anda sudah tergabung dalam keluarga rohani? Mengapa?
2.Mengapa Anda perlu tergabung dalam keluarga rohani?
3.Langkah apa yang bisa Anda ambil untuk tergabung dalam keluarga rohani?
DOA UNTUK HARI INI
“Bapa, kami bersyukur atas keluarga rohani yang boleh kami miliki. Melalui keluarga rohani ini, kami boleh dikuatkan dan diteguhkan senantiasa. Terima kasih untuk tidak membiarkan kami sendirian dalam perjalanan iman kami. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”
BACAAN ALKITAB SETAHUN
Imamat 11-12
Matius 26:1-25
PEMULIHAN RUMAH YANG HANCUR
RHEMA HARI INI
Yoel 2:25 Aku akan memulihkan kepadamu tahun-tahun yang hasilnya dimakan habis oleh belalang pindahan, belalang pelompat, belalang pelahap dan belalang pengerip, tentara-Ku yang besar yang Kukirim ke antara kamu.
Nelson Mandela menghabiskan sekitar 27 tahun hidupnya di penjara karena perjuangannya melawan apartheid. Namun, setelah bebas dan menjadi presiden Afrika Selatan, ia tidak menjadikan luka masa lalu sebagai alasan untuk terus hidup dalam kebencian. Ia memilih jalan rekonsiliasi dan turut mendorong bangsanya untuk menghadapi luka masa lalu. Hidupnya kemudian menjadi simbol perjuangan dan rekonsiliasi. Demikian juga dengan keluarga kita. Mungkin ada luka, pertengkaran, kekecewaan, atau hubungan yang perlahan menjauh. Namun, jangan buru-buru menyimpulkan bahwa keadaan hari ini adalah akhir dari segalanya. Kita mungkin tidak dapat mengubah apa yang telah terjadi, tetapi kita dapat menyerahkannya kepada Tuhan dan mengambil langkah menuju pemulihan.
Benar, masa lalu tidak harus menentukan masa depan. Dalam Yoel 2:25. Tuhan berjanji untuk memulihkan “tahun-tahun yang hasilnya dimakan habis.” Pemulihan berarti Tuhan sanggup mengerjakan sesuatu yang baru, bahkan setelah kita mengalami kehilangan, kehancuran, atau tahun-tahun yang terasa hilang. Apa yang kita anggap tidak mungkin lagi diperbaiki, bukan saja sanggup dikembalikannya seperti sedia kala, tetapi diperbarui menjadi lebih indah dan kuat dibandingkan sebelumnya.
Karena itu, jangan menyerah terhadap keluarga kita, baik itu keluarga jasmani maupun keluarga rohani, hanya karena keadaan hari ini tak sesuai harapan dan terlihat berantakan. Jangan berhenti berdoa hanya karena perubahan belum terlihat. Mulailah dari hal sederhana: belajar mengampuni, membuka komunikasi, meminta maaf, dan kembali membangun kasih. Percayalah, Tuhan masih sanggup memulihkan apa yang terasa telah hilang. Rumah yang tadinya penuh luka dapat diubahkan-Nya menjadi Rumah Anugerah, tempat kasih, pengampunan, dan pemulihan Tuhan dinyatakan. (SZ)
RENUNGAN
Apa yang bagi manusia terlihat seperti RUMAH YANG HANCUR, di tangan Tuhan dapat menjadi TEMPAT LAHIRNYA PEMULIHAN.
APLIKASI
1.Apa luka dalam keluarga Anda yang selama ini belum berani Anda hadapi?
2.Mengapa Anda perlu mempercayai Tuhan dapat memulihkan keluarga Anda?
3.Langkah kecil apa yang dapat Anda lakukan hari ini untuk mengizinkan Tuhan membawa pemulihan dalam keluarga Anda?
DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, kami percaya tidak ada kehancuran yang terlalu besar bagi tangan-Mu. Kami percaya rumah kami akan dipulihkan, hubungan yang retak akan diperdamaikan, dan air mata akan berubah menjadi kesaksian. Kami percaya keluarga kami akan menjadi tempat hadirnya kasih, pengampunan, dan pemulihan-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”
BACAAN ALKITAB SETAHUN
Imamat 8-10
Matius 25:31-46
Categories
Latest Posts