RENUNGAN MALAM KELUARGA ALLAH

07 August 2026 Tim Penulis Renungan
MATA YANG TERTUJU PADA KRISTUS Dalam SETIAP KEPUTUSAN rumah tangga, pastikan mata kita terus MEMANDANG KE ARAH KRISTUS, Sang Batu Penjuru. Amsal 4:25-27 Biarlah matamu memandang terus ke depan dan tatapan matamu tetap ke muka. Tempuhlah jalan yang rata dan hendaklah tetap segala jalanmu. Janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, jauhkanlah kakimu dari kejahatan. Setiap keputusan yang diambil dalam rumah tangga akan memengaruhi arah perjalanan sebuah keluarga. Karena itu, setiap keputusan hendaknya tidak didasarkan semata-mata pada emosi, keinginan pribadi, atau tekanan keadaan. Firman Tuhan mengajarkan bahwa Kristus adalah Batu Penjuru, dasar yang kokoh bagi kehidupan setiap orang percaya. Ketika mata kita tetap tertuju kepada-Nya, Dia akan memberikan hikmat untuk mengambil keputusan yang benar dan menuntun keluarga tetap berjalan di dalam kehendak-Nya. Memandang kepada Kristus bukan berarti keluarga akan terbebas dari persoalan. Perbedaan pendapat, pergumulan, dan berbagai tantangan tetap dapat terjadi. Namun, ketika Kristus menjadi dasar kehidupan, keluarga memiliki fondasi yang tidak mudah digoncangkan. Di tengah setiap persoalan, Dia memimpin setiap langkah, mempersatukan hati, serta mengaruniakan damai sejahtera dan pengharapan untuk terus melangkah bersama. Karena itu, libatkanlah Kristus dalam setiap keputusan rumah tangga, baik yang besar maupun yang tampak sederhana. Berdoalah bersama, carilah kehendak-Nya melalui firman, dan percayalah kepada pimpinan-Nya. Ketika Kristus menjadi Batu Penjuru dalam keluarga, setiap keputusan akan diarahkan oleh hikmat-Nya, hubungan akan semakin dipersatukan, dan keluarga akan bertumbuh menjadi kesaksian yang memuliakan nama Tuhan. (SZ) Selamat beristirahat malam dalam kasih setia Tuhan Keluarga Allah Global Cell Church | https://mygka.org Callcenter Keluarga Allah | 0899-7895-000

Baca Artikel  

RENUNGAN MALAM KELUARGA ALLAH

06 August 2026 Tim Penulis Renungan
KEMBALIKAN TUHAN KE POSISI UTAMA BELUM TERLAMBAT mengembalikan Tuhan ke POSISI UTAMA dan membawa keluarga kita masuk ke dalam PERJANJIAN dengan-Nya. Yoel 2:12 "Tetapi sekarang juga," demikianlah firman TUHAN, "berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan menangis dan dengan mengaduh." Tidak ada keluarga yang sempurna. Kesibukan, berbagai persoalan hidup, dan tuntutan sehari-hari sering kali membuat Tuhan perlahan bergeser dari posisi utama dalam rumah tangga. Tanpa disadari, keluarga mulai dibangun di atas pekerjaan, kenyamanan, atau ambisi pribadi, bukan lagi di atas Kristus sebagai fondasi yang sejati. Namun, kabar baiknya, belum pernah terlambat untuk kembali kepada Tuhan. Dia selalu membuka jalan bagi setiap keluarga yang rindu menempatkan-Nya kembali sebagai yang terutama. Ketika Kristus menjadi Batu Penjuru, setiap keputusan, nilai, dan arah kehidupan akan berpusat pada kehendak-Nya. Dari situlah sebuah keluarga hidup dalam perjanjian dengan Tuhan, sehingga kasih, pengampunan, kesetiaan, dan damai sejahtera terus bertumbuh di tengah setiap musim kehidupan. Karena itu, marilah kita mulai membangun mezbah keluarga, menyediakan waktu untuk berdoa bersama, dan menjadikan Firman Tuhan sebagai dasar dalam setiap langkah. Ketika Tuhan kembali menjadi pusat keluarga, rumah tangga akan memiliki fondasi yang kokoh, mampu menghadapi setiap tantangan, dan tetap berdiri teguh karena dibangun di atas Kristus.(ZS) Selamat beristirahat malam dalam kasih setia Tuhan Keluarga Allah Global Cell Church | https://mygka.org Callcenter Keluarga Allah | 0899-7895-000

Baca Artikel  

RENUNGAN MALAM KELUARGA ALLAH

05 August 2026 Tim Penulis Renungan
PERNIKAHAN YANG KOMITMEN KEPADA KRISTUS Bangunlah pernikahan di atas KOMITMEN KEPADA KRISTUS, bukan di atas perasaan atau materi. Kolose 2:7 Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur. Pernikahan bukan sekadar penyatuan dua hati yang saling mengasihi, melainkan sebuah perjanjian kudus yang dipersatukan oleh Tuhan. Perasaan dapat berubah seiring berjalannya waktu, dan keadaan ekonomi dapat naik maupun turun. Namun, ketika Kristus menjadi dasar kehidupan rumah tangga, kasih tidak lagi bergantung pada emosi atau keadaan. Komitmen kepada Kristus menjadi kekuatan yang memampukan suami dan istri untuk tetap setia, saling mengampuni, saling mendukung, dan terus bertumbuh dalam kasih. Membangun pernikahan di atas Kristus berarti menjadikan firman Tuhan sebagai pedoman hidup, doa sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan keluarga, dan kasih sebagai tindakan nyata dalam setiap perkataan maupun perbuatan. Ketika berbagai tantangan dan badai kehidupan datang, rumah tangga yang berakar di dalam Kristus tidak mudah digoyahkan, karena berdiri di atas dasar yang kokoh, yaitu Pribadi yang tidak pernah berubah. Karena itu, bangunlah pernikahan di atas komitmen kepada Kristus, bukan di atas perasaan atau materi. Utamakan Tuhan dalam setiap keputusan, peliharalah kasih dengan kesetiaan, dan tetaplah berjalan bersama-Nya. Percayalah, Tuhan akan menguatkan, memelihara, dan memberkati setiap rumah tangga yang menjadikan Kristus sebagai pusat kehidupannya. Selamat beristirahat malam dalam kasih setia Tuhan Keluarga Allah Global Cell Church | https://mygka.org Callcenter Keluarga Allah | 0899-7895-000

Baca Artikel  

RENUNGAN MALAM KELUARGA ALLAH

04 August 2026 Tim Penulis Renungan
FONDASI YANG HARUS SEMPURNA Jangan sampai rumah tangga kita TERLIHAT KOKOH dan SEMPURNA dari luar, tetapi FONDASI serta TANAH YANG MENOPANGNYA tidak kuat. Yehezkiel 13:10-12 Oleh karena, ya sungguh karena mereka menyesatkan umat-Ku dengan mengatakan: Damai sejahtera!, padahal sama sekali tidak ada damai sejahtera--mereka itu mendirikan tembok dan lihat, mereka mengapurnya-- katakanlah kepada mereka yang mengapur tembok itu: Hujan lebat akan membanjir, rambun akan jatuh dan angin tofan akan bertiup! Kalau tembok itu sudah runtuh, apakah orang tidak akan berkata kepadamu: Di mana sekarang kapur, yang kamu oleskan itu? Sebuah rumah mungkin tampak megah, rapi, dan indah dipandang. Namun, jika fondasi dan tanah yang menopangnya rapuh, bangunan itu tidak akan mampu bertahan ketika badai menerpa. Cepat atau lambat, keretakan akan muncul dan bangunan itu dapat runtuh. Demikian pula dengan rumah tangga. Keharmonisan yang terlihat dari luar belum tentu mencerminkan kekuatan yang sesungguhnya. Tanpa fondasi iman, kasih, dan ketaatan kepada Tuhan, rumah tangga akan mudah diguncang oleh berbagai persoalan kehidupan. Tuhan tidak hanya melihat apa yang tampak di hadapan manusia, tetapi juga dasar yang menopang setiap keluarga. Rumah tangga yang dibangun di atas firman Tuhan tidak berarti bebas dari masalah, tetapi memiliki kekuatan untuk tetap bertahan ketika menghadapi tekanan, perbedaan, maupun berbagai tantangan hidup. Sebab, kekuatan sebuah keluarga tidak ditentukan oleh penampilannya, melainkan oleh fondasi rohani yang menopangnya. Karena itu, jangan hanya berusaha membangun citra rumah tangga yang baik di mata orang lain. Bangunlah fondasi yang kokoh setiap hari melalui doa, firman Tuhan, kasih, komunikasi yang penuh pengertian, dan hati yang mau saling mengampuni. Ketika Tuhan menjadi dasar kehidupan keluarga, rumah tangga akan tetap teguh berdiri, sekalipun badai kehidupan datang menerpa. (SZ) Selamat beristirahat malam dalam kasih setia Tuhan Keluarga Allah Global Cell Church | https://mygka.org Callcenter Keluarga Allah | 0899-7895-000

Baca Artikel  

RENUNGAN MALAM KELUARGA ALLAH

03 August 2026 Tim Penulis Renungan
BUKAN KARNA SEMPURNA Gereja Tuhan TIDAK RUNTUH DIMAKAN ZAMAN bukanlah karena kesempurnaan, tetapi karena dibangun di atas BATU PENJURU YANG BENAR. Matius 16:18b Dan di atas alas batu inilah Aku akan membangun gereja-Ku, yang tidak dapat dikalahkan; sekalipun oleh maut! (BIS) Bayangkan Anda sedang menyaksikan sebuah pertunjukan orkestra. Di dalamnya terdapat berbagai alat musik, seperti biola, piano, dan cello. Masing-masing memiliki karakter dan suara yang berbeda, tetapi semuanya memainkan nada yang selaras karena mengikuti arahan seorang dirigen. Hasilnya, terciptalah sebuah harmoni yang indah. Perbedaan tidak menjadi penghalang, justru menghasilkan keindahan ketika setiap alat musik tunduk pada satu pemimpin. Demikian pula dengan kehidupan kita. Siapakah yang menjadi pusat dalam hidup kita? Apakah dalam keluarga, studi, pekerjaan, maupun pelayanan, kita sungguh-sungguh menjadikan Tuhan sebagai Pemimpin? Gereja mula-mula memberikan teladan yang luar biasa. Mereka selalu menempatkan Yesus sebagai pusat kehidupan dan pelayanan. Karena itu, sekalipun menghadapi penganiayaan, tantangan, dan berbagai kesulitan, mereka tetap teguh. Pelayanan mereka tidak berhenti, melainkan terus bertumbuh dan bermultiplikasi hingga menjangkau banyak bangsa. Menjadikan Tuhan sebagai Batu Penjuru bukan berarti hidup kita akan terbebas dari badai. Justru di tengah badai itulah kita mengalami penyertaan-Nya. Ketika Kristus menjadi dasar kehidupan, kita memiliki kekuatan untuk tetap berdiri teguh, pengharapan untuk terus melangkah, dan damai sejahtera yang memampukan kita menghadapi setiap persoalan. Selama hidup kita berpusat kepada-Nya, tidak ada badai yang mampu menggoyahkan fondasi yang telah Tuhan bangun. (ES) Selamat beristirahat malam dalam kasih setia Tuhan Keluarga Allah Global Cell Church | https://mygka.org Callcenter Keluarga Allah | 0899-7895-000

Baca Artikel  

RENUNGAN MALAM KELUARGA ALLAH

01 August 2026 Tim Penulis Renungan
TUHAN SANGGUP MEMULIHKAN YANG HILANG SERAHKAN LELAH kita pada Tuhan, karena Dia sanggup MEMULIHKAN LEBIH DARI YANG HILANG. Matius 11:28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Setiap orang pernah merasa lelah. Tekanan hidup, kegagalan, kehilangan, dan penantian yang panjang sering menguras kekuatan hati. Namun, Tuhan tidak pernah meminta kita memikul semuanya sendirian. Dia mengundang kita datang kepada-Nya, sebab kasih-Nya sanggup mengangkat beban yang tidak lagi mampu kita tanggung. Saat kita menyerahkan kelelahan kepada Tuhan, Dia bekerja memulihkan hati, menguatkan iman, dan memberikan pengharapan yang baru. Pemulihan dari Tuhan tidak sekadar mengembalikan apa yang hilang. Dia sanggup memberikan damai, sukacita, dan kekuatan yang melampaui keadaan. Bahkan melalui masa-masa sulit, Tuhan sedang membentuk karakter dan mempersiapkan berkat yang lebih besar daripada yang pernah kita bayangkan. Karena itu, jangan terus memikul beban seorang diri. Serahkan setiap lelah kepada Tuhan dalam doa dan tetaplah percaya kepada-Nya. Dia setia memulihkan, menguatkan, dan menyediakan masa depan yang penuh pengharapan bagi setiap orang yang berharap kepada-Nya. (SZ) Selamat beristirahat malam dalam kasih setia Tuhan Keluarga Allah Global Cell Church | https://mygka.org Callcenter Keluarga Allah | 0899-7895-000

Baca Artikel