TUHAN ADALAH SUMBER KEDAMAIAN DAN KESELAMATAN [RAKA HAPPY]
Bacaan: Hakim-hakim 6:24–26
Pernahkah Sahabat merasa cemas ketika menghadapi ulangan, pertandingan, atau saat orang tuamu sedang mengalami kesulitan? Rasa cemas bisa membuat hati menjadi gelisah dan sulit berkonsentrasi.
Gideon juga pernah merasa takut. Namun setelah Tuhan berbicara kepadanya, Gideon membangun mezbah dan menamainya "TUHAN itu Damai Sejahtera." Gideon percaya bahwa Tuhan sanggup memberikan ketenangan di tengah keadaan yang sulit.
Damai dari Tuhan berbeda dengan damai yang diberikan dunia. Damai Tuhan tidak bergantung pada keadaan. Walaupun masalah masih ada, hati kita dapat tetap tenang karena kita tahu Tuhan sedang menjaga kita.
Ketika kita berdoa, membaca firman Tuhan, dan percaya kepada-Nya, hati kita dipenuhi pengharapan. Kita belajar bahwa Tuhan tidak pernah terlambat menolong anak-anak-Nya. (T)
Yuk mari kita berdoa bersama papa dan mama:
"Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau adalah sumber damai sejahteraku. Saat aku merasa cemas, ajarku untuk datang kepada-Mu dan percaya kepada pertolongan-Mu. Amin."
Bacaan Alkitab Setahun : Yesaya 61
SABTU
SABTU
BERANI BERBUAT BENAR WALAUPUN BERBEDA [RAKA HAPPY]
Bacaan: Amsal 29:25–27
Di sekolah, kita mempunyai banyak teman. Berteman adalah hal yang baik. Namun tidak semua ajakan teman harus kita ikuti. Ada kalanya teman mengajak berbohong, menyontek, mengejek orang lain, atau mengambil barang yang bukan miliknya.
Kadang kita takut jika tidak mengikuti ajakan mereka. Kita khawatir diejek, tidak diajak bermain, atau dianggap tidak setia kawan.
Firman Tuhan hari ini mengajarkan bahwa orang yang takut kepada manusia akan terjebak, tetapi orang yang percaya kepada Tuhan akan aman. Artinya, kita tidak perlu takut kehilangan teman hanya karena memilih melakukan yang benar.
Tuhan lebih senang melihat anak yang jujur daripada anak yang selalu ingin diterima semua orang. Teman yang baik akan menghargai kita ketika kita berbuat benar. (T)
Yuk mari kita berdoa bersama papa dan mama:
"Tuhan Yesus, tolong aku supaya berani memilih yang benar walaupun teman-temanku memilih hal yang salah. Jadikan aku anak yang jujur dan setia kepada-Mu. Amin."
Bacaan Alkitab Setahun : Yesaya 60
JUMAT
JUMAT
BERANI MELANGKAH BERSAMA TUHAN [RAKA HAPPY]
Bacaan: Hakim-hakim 7:20–22
Tahukah Sahabat kisah Gideon? Saat itu bangsa Israel sedang ditindas oleh musuh yang jumlahnya sangat banyak. Tuhan memilih Gideon untuk memimpin bangsa Israel. Namun yang menarik, Tuhan justru mengurangi jumlah tentaranya menjadi hanya tiga ratus orang. Secara manusia, jumlah itu sangat sedikit dibandingkan pasukan musuh.
Mungkin Gideon sempat berpikir, "Bagaimana mungkin kami bisa menang?" Tetapi Gideon memilih percaya kepada Tuhan. Ia mengikuti semua petunjuk Tuhan dengan taat.
Ketika waktunya tiba, Tuhan sendiri yang bekerja. Musuh menjadi bingung dan akhirnya saling menyerang sehingga bangsa Israel memperoleh kemenangan. Gideon belajar bahwa kemenangan bukan berasal dari banyaknya tentara, tetapi dari penyertaan Tuhan.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita juga sering merasa tidak mampu. Mungkin pelajaran di sekolah terasa sulit, kita belum pandai bermain musik, atau kita takut mencoba hal yang baru. Namun Tuhan tidak meminta kita menjadi yang paling hebat. Tuhan ingin kita percaya kepada-Nya dan tetap melangkah. (T)
Yuk mari kita berdoa bersama papa dan mama:
"Tuhan Yesus, ajarku untuk percaya kepada-Mu setiap hari. Saat aku merasa tidak mampu, ingatkan aku bahwa Engkau selalu berjalan bersamaku. Amin."
Bacaan Alkitab Setahun : Yesaya 59
KAMIS
KAMIS
TUHAN MEMBERIKAN KEBERANIAN [RAKA HAPPY]
Bacaan: Yesaya 41:10–11
Apakah Sahabat pernah melihat seorang anak yang berani mengikuti lomba? Mungkin banyak orang mengira anak itu tidak pernah takut. Padahal sebenarnya hampir semua orang pernah merasa takut. Bedanya, orang yang berani tetap mau melangkah meskipun masih ada rasa takut.
Dalam bacaan hari ini, Tuhan berkata kepada umat-Nya, "Jangan takut, sebab Aku menyertai engkau." Tuhan tahu bahwa manusia sering merasa khawatir. Karena itulah Tuhan memberikan janji bahwa Dia akan menguatkan, menolong, dan menopang kita dengan tangan-Nya yang penuh kasih.
Bayangkan ketika Sahabat sedang belajar naik sepeda. Pada awalnya Sahabat mungkin takut terjatuh. Tetapi ketika ayah atau ibu memegang sepedamu, Sahabat menjadi lebih berani untuk mengayuh. Kehadiran mereka membuatmu merasa aman. Demikian juga Tuhan. Walaupun kita tidak dapat melihat-Nya dengan mata, Tuhan selalu berada di dekat kita dan tidak pernah meninggalkan kita. (T)
Yuk mari kita berdoa bersama papa dan mama:
"Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau selalu menguatkanku. Saat aku merasa takut atau lemah, tolong aku untuk mengingat janji-Mu. Berikan aku keberanian untuk menjalani hari ini dengan iman percaya kepada-Mu. Amin."
Bacaan Alkitab Setahun : Yesaya 58
RABU
RABU
TUHAN MAU KITA JUJUR SAAT TAKUT [RAKA HAPPY]
Bacaan: 1 Petrus 5:7–11
Kadang-kadang kita berpikir bahwa kita harus selalu terlihat kuat. Padahal Tuhan tidak pernah meminta kita menyemDatanglah kepada Tuhan setiap hari. Ceritakan semuanya kepada-Nya, sama seperti Sahabbunyikan perasaan kita. Tuhan ingin kita datang kepada-Nya dengan hati yang jujur.
Petrus menulis bahwa kita boleh menyerahkan semua kekhawatiran kepada Tuhan karena Tuhan peduli kepada kita. Artinya, Tuhan mau mendengarkan semua isi hati kita. Tidak ada ketakutan yang terlalu kecil atau terlalu besar bagi Tuhan.
Mungkin Sahabat takut nilai ulanganmu jelek. Mungkin Sahabat takut ditinggal teman bermain, takut gelap, atau takut ketika orang tua sedang sakit. Semua itu boleh Sahabat ceritakan kepada Tuhan dalam doa.
Saat kita berdoa, mungkin masalah kita belum langsung hilang. Namun Tuhan memberikan damai di hati kita sehingga kita tahu bahwa kita tidak menghadapi semuanya sendirian. Tuhan selalu menjaga anak-anak-Nya.
Karena itu, jangan menyimpan rasa takut sendirian. at bercerita kepada Sahabat kalian (T)
Yuk mari kita berdoa bersama papa dan mama:
"Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau selalu mendengarkan doaku. Aku menyerahkan semua ketakutanku kepada-Mu. Berikan aku hati yang tenang dan penuh percaya kepada-Mu. Amin."
Bacaan Alkitab Setahun : Yesaya 57
SELASA
SELASA
TUHAN MELIHAT KITA SEBAGAI ANAK YANG BERANI [RAKA HAPPY]
Bacaan: Yeremia 1:8–9
Yeremia adalah seorang pemuda ketika Tuhan memanggilnya menjadi nabi. Saat itu Yeremia merasa dirinya masih terlalu muda dan belum mampu berbicara kepada banyak orang. Ia khawatir orang-orang tidak mau mendengarkan perkataannya. Tetapi Tuhan berkata kepadanya, "Jangan takut, sebab Aku menyertai engkau."
Perhatikan ya, Tuhan tidak berkata bahwa Yeremia akan menjalani hidup yang mudah. Tuhan juga tidak menghilangkan semua masalahnya. Tetapi Tuhan berjanji akan selalu menyertainya. Itulah yang membuat Yeremia menjadi berani.
Begitu juga dengan kita. Mungkin kita tidak selalu merasa berani. Namun Tuhan melihat kita sebagai anak-anak-Nya yang dapat melakukan hal yang benar karena Dia selalu berjalan bersama kita. Saat kita mengingat bahwa Tuhan ada di samping kita, hati kita menjadi lebih tenang. (T)
Yuk mari kita berdoa bersama papa dan mama:
"Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau selalu menyertaiku. Ketika aku merasa takut, ingatkan aku bahwa Engkau ada bersamaku. Tolong aku untuk menjadi anak yang berani melakukan kehendak-Mu setiap hari. Amin."
Bacaan Alkitab Setahun : Yesaya 56
SENIN
SENIN Categories
Latest Posts