KADO TERINDAH UNTUK RAJA [RAKA HAPPY]
Bacaan: Roma 12:1-2
Abraham membangun mezbah dan mengikat Ishak. Wah, ini pasti bagian yang paling sulit bagi Abraham karena ia sangat sayang pada Ishak. Tapi Abraham ingin menunjukkan bahwa cintanya kepada Tuhan lebih besar dari segalanya.
Kadang kita punya "Ishak" versi kita sendiri, misalnya mainan baru yang tidak mau dipinjamkan, atau rasa ingin marah yang tidak mau ditahan. Hari ini, yuk kita belajar memberikan "hadiah hati" kepada Tuhan.
Cobalah lepaskan rasa egois kita. Berikan senyuman saat ingin marah, atau berikan pinjaman mainan saat kita ingin menyimpannya sendiri. Memberikan apa yang kita sayangi demi menyenangkan Tuhan adalah persembahan yang sangat wangi dan indah di hadapan-Nya.
Yuk mari kita berdoa bersama papa dan mama:
"Tuhan Yesus, hari ini aku mau memberikan hatiku sebagai kado untuk-Mu. Tolong aku agar tidak egois dan mau berbagi kebahagiaan dengan orang lain. Amin."
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 117
SABTU
SABTU
KEJUTAN DIBALIK AWAN [RAKA HAPPY]
Bacaan: Filipi 4:19-20
Di tengah jalan, Ishak bertanya, "Ayah, mana dombanya?" Abraham tidak bingung atau takut. Ia menjawab dengan penuh iman, "Tuhan yang akan menyediakan." Abraham selalu berkata-kata positif karena ia tahu Tuhan itu baik.
Sahabat Fligo, kalau kalian sedang merasa sedih atau merasa "aduh, aku tidak punya ini," ayo belajar seperti Abraham. Jangan mengeluh, tapi katakanlah, "Tuhan pasti tolong" atau "Tuhan pasti beri kecukupan."
Tuhan punya banyak kejutan indah di balik awan untuk anak-anak-Nya yang percaya. Mari kita penuhi mulut kita dengan kata-kata yang baik dan penuh harapan. Tuhan Yesus tidak pernah membiarkan anak-anak-Nya kekurangan hal-hal yang benar-benar mereka butuhkan.
Yuk mari kita berdoa bersama papa dan mama:
"Tuhan Yesus, aku percaya Engkau adalah Tuhan yang menyediakan segala kebutuhanku. Tolong aku agar selalu berkata-kata positif dan selalu berharap kepada-Mu. Amin."
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 116
KAMIS
KAMIS
TIGA HARI MENUJU PUNCAK IMAN [RAKA HAPPY]
Bacaan: Galatia 6:9-10
Perjalanan Abraham ke Gunung Moria itu jauh sekali, lho! Butuh waktu tiga hari berjalan kaki. Bayangkan kalau kakinya pegal atau haus, mungkin Abraham ingin pulang saja. Tapi, Abraham tidak menyerah di tengah jalan. Ia tetap berjalan sampai tiba di tujuan.
Kadang-kadang, taat itu butuh waktu lama. Mungkin Sahabat merasa bosan belajar membaca atau bosan harus terus bersikap baik setiap hari. Jangan menyerah ya! Tetaplah melakukan yang benar meskipun prosesnya terasa lama dan melelahkan.
Seperti Abraham yang akhirnya sampai di gunung, Sahabat juga akan mendapatkan hasil yang indah jika terus tekun dan tidak putus asa dalam berbuat baik kepada sesama.
Yuk mari kita berdoa bersama papa dan mama:
Tuhan Yesus, saat aku merasa lelah atau bosan berbuat baik, berikan aku kekuatan untuk tidak menyerah. Aku mau terus taat sampai garis finish. Amin."
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 115
KAMIS
KAMIS
TAAT ANTI MALAS [RAKA HAPPY]
Bacaan: Kolose 3:23-25
Tahukah Sahabat ? Abraham tidak hanya duduk diam saat mau taat. Ia sibuk bekerja! Ia membelah kayu sendiri, menyiapkan keledai, dan membawa perlengkapan. Abraham menunjukkan bahwa taat itu butuh usaha. Ia melakukannya dengan sungguh-sungguh, bukan asal-asalan.
Sahabat juga bisa jadi "pembantu kecil" yang hebat di rumah. Saat membantu orang tua, lakukanlah dengan penuh semangat, seperti sedang melakukannya untuk Tuhan Yesus. Meskipun membuang sampah atau merapikan meja itu terasa melelahkan, ingatlah bahwa usaha kalian itu membuat Tuhan tersenyum bangga.
Mari kita belajar rajin menyiapkan segala sesuatu dengan hati yang gembira. Kerjakan semuanya dengan kualitas terbaik yang kalian bisa berikan hari ini!
Yuk mari kita berdoa bersama papa dan mama:
Tuhan Yesus, aku mau belajar rajin seperti Abraham. Tolong aku supaya semangat saat membantu di rumah dan melakukan semua tugasku dengan sungguh-sungguh. Amin."
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 114
RABU
RABU
SI GESIT TANPA KATA NANTI [RAKA HAPPY]
Bacaan: Mazmur 119:60-64
Pernah tidak Sahabat diminta merapikan mainan, lalu menjawab "Nanti dulu ya, Ma"? Nah, Abraham tidak begitu! Begitu Tuhan memberi perintah, keesokan harinya pagi-pagi sekali ia sudah bangun dan bersiap-siap. Ia tidak bermalas-malasan di tempat tidur atau menunda-nunda perintah Tuhan.
Abraham adalah "Si Gesit" yang luar biasa. Menunda ketaatan itu sebenarnya sama saja dengan tidak taat, lho. Jadi, kalau hari ini guru atau orang tua meminta kita melakukan kebaikan, ayo langsung kita kerjakan dengan semangat!
Jadilah anak yang cekatan. Ketaatan yang cepat menunjukkan bahwa kita menghormati orang yang memerintah kita. Yuk, kita jadi anak yang rajin dan tidak menunda-nunda lagi!
Yuk mari kita berdoa bersama papa dan mama:
"Tuhan Yesus, berikan aku semangat untuk jadi anak yang gesit. Aku mau langsung melakukan perintah Mama dan Papa dengan hati gembira tanpa menunda-nunda. Amin."
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 113
SELASA
SELASA
TELINGA KELINCI UNTUK TUHAN [RAKA HAPPY]
BacAan : Mazmur 89:9-10
Halo Sahabat Fligo yang manis! Tahu tidak, ketaatan itu dimulai dari mana? Bukan dari kaki, tapi dari telinga! Saat Tuhan memanggil, "Abraham!", ia tidak sedang asyik main gadget atau pura-pura tidak dengar. Abraham langsung menjawab, "Ya, Tuhan.
" Wah, telinga Abraham sungguh tajam untuk suara Tuhan! Hari ini, yuk kita belajar punya "telinga kelinci" yang siap mendengar. Saat Mama memanggil untuk mandi, atau Papa meminta bantuan, jangan pura-pura asyik sendiri ya.
Mari kita langsung menjawab dengan sopan. Ingat, anak yang taat adalah anak yang suka mendengar nasihat yang baik. Tuhan Yesus sangat senang melihat anak-anak yang memasang telinga untuk melakukan Firman-Nya.
Yuk mari kita berdoa bersama papa dan mama:
"Tuhan Yesus, terima kasih untuk telinga yang Engkau berikan. Tolong aku supaya hari ini rajin mendengar suara Tuhan dan nasihat orang tuaku dengan baik. Amin."
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 112
SENIN
SENIN
Categories
Latest Posts