BERANI TAAT DI HADAPAN RISIKO BESAR
RHEMA HARI INI
Daniel 6:10 Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.
Pada abad ke-2, di masa penganiayaan kekaisaran Romawi, seorang pria berdiri teguh di tengah stadion besar yang dipenuhi massa yang bersorak penuh amarah. Meski maut mengancamnya, ia tidak gentar. Ia adalah Polikarpus, uskup Smirna, yang dikenal karena kesetiaannya. Ketika maklumat Romawi memaksa setiap orang menyembah dewa-dewa kekaisaran, Polikarpus memiliki kesempatan untuk melarikan diri. Namun, ia memilih bertahan. Sikapnya mengingatkan kita kepada Daniel yang tetap membuka jendela dan berdoa kepada Tuhan, meski hukuman mati menanti. Seperti Daniel, Polikarpus menolak mengompromikan imannya demi keselamatan diri.
Saat dipaksa menyangkal Kristus, Polikarpus menjawab dengan kalimat yang menggetarkan sejarah: “Delapan puluh enam tahun aku telah melayani-Nya, dan Dia tidak pernah berbuat salah kepadaku. Bagaimana mungkin aku menghujat Rajaku yang telah menyelamatkanku?” Ketaatan Polikarpus membawanya ke tiang pembakaran, sama seperti ketaatan Daniel membawanya ke gua singa. Hanya saja, tidak seperti Daniel yang diluputkan dari mulut singa, Polikarpus tetap dilahap oleh panasnya api. Namun Tuhan melimpahkan kekuatan agar hatinya tetap teguh dan setia sampai akhir.
Melalui kisah Daniel dan Polikarpus, kita belajar bahwa ketaatan bukanlah jaminan hidup tanpa masalah, melainkan tentang memiliki hati yang baru untuk Tuhan. Ketaatan yang berani tidak mungkin lahir dari hati yang masih terikat pada ego atau ketakutan duniawi; ia hanya muncul dari hati yang telah dibaharui oleh Tuhan, yang lebih mencintai Allah Sang Pencipta daripada nyawanya sendiri. Saat kita memilih untuk melangkah dalam ketaatan yang berani meskipun ada risiko besar, kita sedang mengizinkan kuasa Tuhan bekerja dalam kita, baik melalui pertolongan nyata maupun kekuatan yang memampukan kita untuk bertahan, sehingga hidup kita pun bisa berbuah menjadi kesaksian bagi sekeliling kita. (BS)
RENUNGAN
Saat kita TETAP TAAT sekalipun diperhadapkan dengan RISIKO BESAR, kita akan melihat PERNYERTAAN TUHAN NYATA di hidup kita.
APLIKASI
1.Apa “gua singa” yang sedang membuat Anda ragu untuk taat saat ini?
2.Mengapa Anda perlu menunjukkan ketaatan, meskipun ada harga yang harus dibayar?
3.Bagaimana Anda bisa menunjukkan kesetiaan kepada Tuhan dalam kehidupan sehari-hari, meskipun ada tekanan atau godaan untuk mengikuti jalan dunia?
DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, terima kasih untuk firman-Mu hari ini dan teladan dari Daniel dan Polikarpus. Beri kami keberanian untuk tetap setia dan taat kepada-Mu dalam setiap tantangan. Kuatkan iman kami, agar kami terus melihat penyertaan-Mu yang nyata. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”
BACAAN ALKITAB SETAHUN
Yesaya 14-16; Efesus 5:1-16
Categories
Latest Posts