23 October 2026 Tim Penulis Renungan Renungan Keluarga Allah

PENGAMPUNAN YANG MEMBAWA KEMENANGAN

RHEMA HARI INI
Roma 12:19 Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan.

Seorang karyawan mengalami ketidakadilan di tempat kerjanya. Pekerjaan yang ia selesaikan dengan baik dan sungguh-sungguh justru diakui sebagai prestasi teman kerjanya. Ia merasa marah, kecewa, dan ingin membalas dengan membuka kesalahan teman kerjanya di depan banyak orang. Namun, setelah berdoa, ia memutuskan untuk menahan diri. Ia memilih menyampaikan masalah tersebut melalui jalur yang benar, tanpa mempermalukan atau menjatuhkan. Seiring waktu, kebenaran akhirnya terungkap. Orang-orang mengetahui siapa yang sebenarnya mengerjakan pekerjaan tersebut. Karyawan itu berkata, “Saya belajar bahwa saya tidak perlu menghancurkan orang lain supaya kebenaran tentang diri saya terlihat.” Ia tetap memperjuangkan keadilan, tetapi tidak membiarkan luka itu mengubah hatinya menjadi penuh kebencian.

Roma 12:19 mengajarkan kita untuk tidak menuntut pembalasan sendiri. Ini bukan berarti kita harus diam ketika diperlakukan tidak adil. Kita boleh menyampaikan kebenaran, mencari penyelesaian, dan mengambil langkah yang benar. Namun, ada perbedaan antara mencari keadilan dan mencari kepuasan melalui pembalasan. Ketika menyerahkan hak membalas kepada Tuhan, kita berkata, “Tuhan, aku akan melakukan bagian yang benar, tetapi aku tidak akan mengambil alih bagian-Mu.” Kita percaya bahwa Tuhan melihat apa yang tidak dilihat manusia dan sanggup menyatakan kebenaran pada waktu-Nya.

Mungkin hari ini kita terluka karena perkataan, perlakuan, atau ketidakadilan seseorang. Jangan biarkan luka itu membuat kita melakukan hal yang sama kepada orang lain. Ampunilah, tetapi tetaplah bijaksana. Berbuatlah benar, tetapi jangan membalas kejahatan dengan kejahatan. Kita tidak harus memenangkan perselisihan dengan membuat orang lain jatuh. Saat kita mempercayakan semuanya ke dalam tangan Tuhan, Tuhan memperhatikan luka-luka tersembunyi dalam hati kita dan akan membawa pemulihan, bukan hanya atas jiwa kita, tetapi juga hidup kita. (AO)

RENUNGAN
MENGAMPUNI bukan berarti membiarkan kejahatan terjadi, tetapi MENYERAHKAN HAK MEMBALAS KEPADA TUHAN.

APLIKASI
1. Apa yang Anda lakukan ketika mendapatkan perlakuan tidak adil?
2. Mengapa Anda perlu menyerahkan hak membalas kepada Tuhan?
3. Langkah apa yang bisa Anda ambil untuk dapat mengampuni dan menyerahkan hak membalas kepada Tuhan?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, Engkau mengetahui setiap ketidakadilan dan luka yang kami alami. Ajarlah kami untuk mengampuni tanpa menjadi lemah dan mencari keadilan tanpa dikuasai keinginan membalas. Berikan kami hikmat untuk mengambil langkah yang benar dan hati yang tetap bersih dari kepahitan. Kami menyerahkan hak pembalasan kepada-Mu, karena kami percaya Engkau adalah Hakim yang adil. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”

BACAAN ALKITAB SETAHUN
Yosua 22-24
Lukas 3

Anda rindu mengalami pertumbuhan rohani bersama Keluarga Allah