Bahan Sharing

17 October 2026 Tim Penulis Renungan Bahan Sharing

BAHAN SHARING KOMSEL GKA Periode  18 Oktober 2026

S1 = SEMBAH PUJI (10 menit)

Praise :

  1. Ku kan Memuji Menari – KA Worship
  2. Ajaib Kau Tuhan

Worship :

  1. Dia Sanggup
  2. Tuhan yang besar

 

S2 = SUASANA/GAMES (10 menit)

Komsel Onsite dan Online

JUDUL       :  “PUTUS RANTAINYA”

CARA BERMAIN :

  1. Petugas games mengajarkan lima gerakan:
  • “LUKA!” → pegang siku sambil berkata, “Aduh!”
  • “PAHIT!” → buat wajah seperti makan pare pahit sambil berkata, “Weeeek!”
  • “HEMPAAS!” → ayunkan tangan kanan gerakan menghempas sambil berkata, “Hempas!”
  • “PULIH!” → buat bentuk hati dengan tangan sambil berkata, “Tuhan menolong!”
  • Aba-aba khusus: “PUTUS RANTAINYA!” → silangkan tangan didepan dada dan serukan: “LUKA BERHENTI DI SAYA!”
  1. Mulai dengan aba-aba pelan. Petugas menyebut kata, lalu peserta melakukan gerakan dan jawaban yang sesuai. Setelah lancar, percepat dan acak urutannya. Contoh:
    “Luka! Pulih! Pahit! Lepas! Putus Rantainya! Pahit! Pulih!”
  2. Selipkan kata pengecoh seperti “LAPAR!”, “PAKET!”, atau “LIBUR!” Pada kata pengecoh, peserta seharusnya diam. Yang tetap bergerak kalah.

TUJUAN BERMAIN :

Dalam permainan ini tadi kita mudah mengikuti gerakan pemimpin, meskipun aba-abanya berbeda. Dalam hidup, kita juga bisa terbawa respons lama: disakiti lalu membalas, dimarahi lalu memarahi.

Namun, kita dapat belajar berhenti dan memilih respons yang baru. Dengan pertolongan Tuhan, kita bisa mengampuni dan memutus rantai luka. Luka yang kita terima tidak harus kita teruskan kepada orang lain.

 

 

S3 = SHARING APLIKASI FIRMAN TUHAN (50 menit).

GOAL: Petugas bukan kotbah, namun MENGINGATKAN POIN-POIN SAJA SEPERTI DIBAWAH INI (±10 menit).

 

 TRANSFORMED SOUL: FROM THE INSIDE OUT #3

HIDDEN WOUNDS – Luka yang Tersembunyi

 

PEMBUKA

Shalom, Bapak/Ibu. Kalau tangan kita terluka, biasanya orang lain bisa melihatnya. Tetapi ketika hati kita terluka, kita mungkin tetap tersenyum, bekerja, bahkan melayani seperti biasa. Orang lain tidak melihatnya, tetapi KITA MERASAKAN SAKITNYA.

Hari ini kita belajar bahwa kita bisa terluka, tetapi TIDAK HARUS MATI KARENA TERLUKA. Tuhan sanggup memulihkan hati kita. Seperti Yusuf, kita dapat menjadi penyintas: orang yang mengalami luka, tetapi tidak membiarkan luka itu menguasai seluruh hidupnya.

Ayat utama:

Mazmur 147:3
“Ia menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka.”

 

I. KITA BISA TERLUKA TETAPI TIDAK HARUS MATI KARENA TERLUKA.

  • LUKA DI DALAM JIWA SESEORANG.

Luka jiwa tidak terlihat, tetapi menguras sukacita, damai sejahtera, dan hubungan kita.

  • JADILAH PENYINTAS ATAU SURVIVOR LUKA.

Kisah Yusuf adalah kisah penyintas dari luka batin yang sangat parah. Ia mengalami luka, tetapi tidak membiarkan luka itu menguasai seluruh hidupnya.

 

TIGA PELAJARAN TENTANG LUKA BATIN

  1. Luka terbesar sering datang dari orang terdekat.

Semakin dekat hubungan kita dengan seseorang, semakin besar pengaruhnya untuk menguatkan atau melukai kita. Yusuf mengalami luka yang berat dari saudara-saudaranya sendiri.

Namun, PERKATAAN YANG MENYAKITKAN JANGAN KITA JADIKAN PENENTU MASA DEPAN. Jika seseorang mengatakan, “Kamu tidak berguna,” kita tidak harus menjalani hidup dengan mempercayai perkataan itu karena hidup kita ada dalam tangan Tuhan, bukan manusia.

  1. Luka memengaruhi respons kita.

Luka yang belum dipulihkan bisa membuat kita mudah marah, curiga, tersinggung, atau melukai orang lain. Kita belum bisa jadi versi terbaik jika masih ada luka.

Tuhan ingin memulihkan hati kita supaya kita dapat merespons dengan lebih sehat dan bertumbuh menjadi pribadi sesuai kehendak-Nya.

  1. Waktu dan kesuksesan tidak otomatis menyembuhkan luka.

Kejadian yang menyakitkan mungkin sudah berlalu bertahun-tahun. Namun, rasa sakitnya bisa tetap tersimpan. Karena itu, LUKA PERLU DIAKUI DAN DIBAWA KEPADA TUHAN, bukan hanya ditunggu sampai terlupakan.

 

BAGAIMANA BISA SEMBUH DAN MENJADI PENYINTAS LUKA BATIN SEPERTI YUSUF?

  1. Lepaskan kepahitan.

Ibrani 12:15 “Jagalah supaya jangan ada seorang pun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.”

Kepahitan seperti akar yang tersembunyi, tetapi buahnya terlihat melalui perkataan, sikap, dan hubungan kita. Luka yang kita alami jangan diteruskan kepada keluarga, rekan kerja, atau orang yang kita layani.

Jadilah pemutus rantai luka: rasa sakit yang kita terima tidak harus menjadi rasa sakit yang kita berikan ke orang lain.

  1. Pilihlah mengampuni.

Yusuf berkata kepada saudara-saudaranya:

Kejadian 50:20
“Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar.”

Yusuf mengakui bahwa kejahatan itu benar-benar terjadi. Namun, ia juga melihat bahwa Tuhan tetap bekerja melalui hidupnya.

MENGAMPUNI BERARTI MENYERAHKAN HAK UNTUK MEMBALAS KEPADA TUHAN DAN MENOLAK MEMBIARKAN ORANG YANG MELUKAI KITA TERUS MENGUASAI BATIN KITA.

Langkah praktis agar bisa mengampuni:

  • Reveal it — Akui lukanya dan jujurlah kepada Tuhan.
  • Release it — Lepaskan hak untuk membalas kepada Tuhan.

Namun, Mengampuni itu bukan berarti langsung lupa.  Ketika ingatan itu muncul kembali, kita mungkin perlu meneguhkan keputusan untuk tetap mengampuni sambil mengizinkan Tuhan memulihkan hati kita lapis demi lapis.

PENGAMPUNAN DAN REKONSILIASI BERBEDA. Mengampuni tidak otomatis berarti hubungan harus kembali seperti dahulu. Untuk membangun kembali hubungan, kita butuh HIKMAT TUHAN, PERUBAHAN SIKAP, SERTA KEPERCAYAAN YANG DIBANGUN KEMBALI.

  1. Izinkan kasih Tuhan menyembuhkan dan menulis cerita baru.

Mazmur 147:3 “Ia menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka”

Kita tidak harus menghadapi kelemahan kita sendirian.

Datanglah kepada Tuhan dan izinkan Roh Kudus menolong kita. Tuhan sanggup mengubah lukamu menjadi kesaksian.

 

HIGHLIGHT KEGERAKAN: Beranilah bersaksi kebaikan Tuhan atas pemulihan jiwa yang dialami.

 

APLIKASI PRAKTIK FIRMAN SEHARI-HARI:

  1. Kenali luka yang memengaruhi sikap kita.

Saat mudah tersinggung atau marah, berhentilah sejenak dan tanyakan: “Apakah saya sedang merespons kejadian tadi, atau masih membawa luka lama?”

  1. Bawa kepada Tuhan dengan jujur.

Ambil waktu beberapa menit untuk berdoa. Tidak perlu berpura-pura kuat. Sebutkan perasaan kita kepada Tuhan dan mintalah pertolongan-Nya.

  1. Hentikan respons yang meneruskan luka.

Ketika kecewa di tempat kerja, jangan lampiaskan kepada keluarga. Saat emosi naik, tenangkan diri terlebih dahulu sebelum berbicara.

  1. Latih keputusan untuk mengampuni.

Ketika teringat orang yang menyakiti kita, berdoalah: “Tuhan, saya kembali menyerahkan rasa sakit ini kepada-Mu. Saya memilih tidak membalas dan mengampuninya.”

  1. Bangun hubungan dengan hikmat.

Tetaplah mengasihi, sambil menetapkan batas yang sehat bila diperlukan.

  1. Ceritakan kebaikan Tuhan.

Jika sudah siap, bagikan bagaimana Tuhan menolong dan memulihkan kita. FOKUSKAN KESAKSIAN PADA KEBAIKAN TUHAN, tanpa mempermalukan orang yang pernah melukai kita.

 

Tantangan minggu ini: Pilih satu respons yang ingin diubah—misalnya minggu ini STOP berkata-kata kasar kepada siapapun, ambil waktu untuk berdoa, atau tidak melampiaskan kekesalan kepada keluarga atau karyawan.

 

KESIMPULAN

Luka batin bisa tersembunyi, tetapi pengaruhnya nyata. Waktu dan kesuksesan tidak otomatis memulihkannya. Kita perlu mengakui luka, melepaskan kepahitan, memilih mengampuni, dan menerima kasih Tuhan.

Kita pernah terluka, tetapi LUKA BUKAN AKHIR CERITA KITA. Tuhan sanggup memulihkan dan mengubahnya menjadi kesaksian.

 

PERTANYAAN SHARING :

Dari tiga langkah ini—mengakui luka, melepaskan kepahitan, dan mengizinkan Tuhan memulihkan—mana yang sedang Saudara alami dan ingin dipraktikkan minggu ini?

 

A. DOA PROFETIK

Bapa yang penuh kasih, kami datang membawa hati kami kepada-Mu. apa yang penuh kasih, kami datang membawa hati kami kepada-Mu. Sesuai firman-Mu dalam Mazmur 147:3, Engkau menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka.

Kami percaya kasih-Mu menjangkau bagian hati yang selama ini kami sembunyikan. Tolong kami mengakui luka dengan jujur, melepaskan kepahitan, dan menyerahkan hak untuk membalas kepada-Mu.

Roh Kudus, bantulah kami dalam kelemahan kami. Ketika ingatan yang menyakitkan muncul kembali, kuatkan kami untuk terus memilih pengampunan. Berikan hikmat untuk membangun hubungan dan menetapkan batas yang sehat.

Dalam nama Yesus, kami menyatakan bahwa luka bukan penentu masa depan kami. Kami percaya Engkau sedang memulihkan hati kami, memperbarui respons kami, dan menolong kami menjadi pemutus rantai luka.

Biarlah rumah, pekerjaan, dan pelayanan kami menerima buah dari hati yang dipulihkan. Pakailah perjalanan pemulihan kami menjadi kesaksian tentang kebaikan-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus, amin.

 

B. DOA SYAFAAT : 

  1. Bangsa dan negara Indonesia ada dalam pemeliharaan serta pimpinan Tuhan. Revival terjadi di negara Indonesia.
  2. Sinode Gereja Keluarga Allah: VISI NATION jadi berkat bangsa-bangsa terjadi.
  3. Pembangunan Pusat Kegerakan Roh Kudus “HEI” bisa dilanjutkan lagi dan pembelaan Tuhan akan turun dengan perijinan yang dilancarkan.
  4. Terjadi lawatan Tuhan dan tuaian jiwa-jiwa yang dahsyat di kota kami.
  5. Setiap gereja lokal GKA bertumbuh dengan pesat dan kuat.
  6. Terjadi kegerakan cellgroup movement atau kegerakan kelompok sel yang membawa tuaian raya jiwa-jiwa.
  7. Mendukung doa pelayanan Ps. Obaja dan Ps. Jonatan di Asia Leaders Summit (ALS) Korea supaya bisa menjadi berkat dan revival terjadi.
  8. Doa permohonan dari Anggota Komsel (jika ada).

 

 

S4 = SASARAN DAN RENCANA

  1. Evaluasi Komsel hari ini.
  2. Pengumuman Kegerakan di gereja Global (Ikuti Gebyar Komsel)
  3. KKS Cek SPR Anggota Komsel dan mendorong melengkapinya, memperjuangkan menjadi KKS (Cek Baptis, SOM, jadi KKS, RE, ESBC).
  4. Ajakan selamatkan jiwa dengan mengajak teman/saudara gabung Komsel dan ibadah
  5. KKS menjadwalkan TURBA, mengunjungi Anggota Komsel yang pasif atau undur (sebagai Langkah PENGGEMBALAAN).
  6. Merencanakan pertemuan Komsel minggu depan dan membagi tugas Komsel.

 

 

SELAMAT MELAYANI