06 September 2026 Tim Penulis Renungan Renungan Keluarga Allah

KELUARGA YANG KOKOH DALAM TUHAN

RHEMA HARI INI
Matius 7:25 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.

Ada rumah yang dibangun dengan desain termutakhir dan banyak ornamen tambahan. Rumah itu pun mengundang banyak kekaguman. Namun, beberapa tahun kemudian, cat dindingnya mengelupas, atap rumahnya sudah ditambal beberapa kali, beberapa ornamennya copot, bahkan dindingnya retak di berbagai tempat. Ya, sebuah rumah mungkin terlihat indah ketika cuaca cerah. Namun, kekuatan sebenarnya baru terlihat ketika hujan turun, angin bertiup, dan badai datang. Begitu juga dengan keluarga. Ketika keadaan baik, mudah bagi sebuah keluarga untuk terlihat harmonis. Namun ketika menghadapi tekanan ekonomi, konflik, kegagalan, kehilangan, atau pergumulan lainnya, barulah terlihat apa yang menjadi dasar kehidupan mereka.

Dalam sebuah perumpamaan, Yesus menggambarkan sebuah rumah yang tetap berdiri kokoh saat badai datang, karena rumah itu dibangun di atas batu.
Dari perumpamaan itu, Tuhan mengajarkan bahwa dasar yang kokoh bukan sekadar mendengar perkataan-Nya, tetapi juga melakukannya. Demikian pula keluarga yang mulia bukan keluarga yang hidupnya tampak sempurna, tetapi keluarga yang menjadikan firman Tuhan sebagai dasar untuk menentukan bagaimana mereka hidup, berbicara, mengambil keputusan, dan memperlakukan satu sama lain. Ketika badai datang, mereka memilih tetap mengasihi, mengampuni, menjaga kesetiaan, dan mencari Tuhan bersama.

Karena itu, jangan ukur kemuliaan keluarga dari seberapa indah kehidupan yang terlihat dari luar. Ukurlah dari apa yang tetap dipegang ketika kehidupan tidak berjalan sesuai harapan. Keluarga terhormat adalah keluarga yang tetap memilih hidup benar ketika tidak ada yang melihat, tetap menjaga kasih ketika terluka, dan tetap menjadikan Tuhan sebagai pusat kehidupan ketika menghadapi badai. Keluarga demikianlah yang dapat menjadi Rumah Perjanjian, yang melaluinya dunia dapat melihat bahwa di tengah ketidaksempurnaan maupun segala keadaan, karakter Kristus tetap berdiri teguh dalam hidup mereka. (MV.L)

RENUNGAN
KELUARGA YANG MULIA bukanlah keluarga yang tidak pernah diterpa badai, tetapi keluarga yang TETAP BERDIRI KOKOH SETELAH BADAI BERLALU.

APLIKASI
1.Menurut Anda, apakah yang dimaksud dengan keluarga mulia?
2.Mengapa keluarga yang mulia tetap berdiri kokoh setelah badai berlalu?
3.Langkah apa yang bisa Anda ambil agar keluarga Anda menjadi keluarga mulia yang kokoh dilanda badai?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, bimbing kami agar kami bisa menjadi keluarga yang tetap berdiri kokoh meski diterpa badai. Ajar kami agar kami bisa terus memilih menjadi pelaku firman-Mu, apa pun yang terjadi di tengah keluarga kami, sehingga kami pun boleh mempermuliakan nama-Mu.
Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”

BACAAN ALKITAB SETAHUN
Imamat 1-3
Matius 24:1-28

Anda rindu mengalami pertumbuhan rohani bersama Keluarga Allah