27 August 2026 Tim Penulis Renungan Renungan Keluarga Allah

PELAJARAN SAAT MEMBANGUN RUMAH TANGGA

RHEMA HARI INI
Filipi 2:3 dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri;

Membangun rumah tangga dapat diibaratkan seperti menyusun puzzle. Ada begitu banyak kepingan yang harus disatukan. Masing-masing memiliki bentuk, warna, dan ukuran yang berbeda. Demikian pula suami dan istri: dua pribadi dengan latar belakang, karakter, kebiasaan, cara berpikir, serta keinginan yang tidak selalu sama dipersatukan dalam satu kehidupan. Persoalannya, kita terkadang ingin pasangan mengikuti “bentuk kepingan” kita. Kita ingin ia memahami cara berpikir, mengikuti keinginan, bahkan mengakui bahwa kitalah yang paling benar. Padahal, dalam menyusun puzzle, tidak semua kepingan langsung cocok. Pasangan harus sama-sama memikirkan dan memutar kepingan puzzle, sehingga mereka bisa melihat gambar yang berbeda, sehingga kepingan itu bisa menemukan tempatnya.

Begitu pula dalam kehidupan berumah tangga. Ada saatnya kita perlu mengubah cara memandang, berbicara, dan memperlakukan pasangan. Filipi 2:3 mengajarkan kita untuk tidak mencari kepentingan sendiri, melainkan dengan rendah hati menganggap orang lain lebih utama. Kerendahan hati bukan berarti kehilangan harga diri atau selalu mengalah, tetapi bersedia membuka hati untuk mendengarkan, mengakui kesalahan, memahami pasangan, dan memilih kasih daripada keinginan untuk selalu menang. Ketika suami dan istri sama-sama bersedia melepaskan ego dan menempatkan Kristus sebagai pusat rumah tangga, kepingan-kepingan yang berbeda perlahan menemukan tempatnya. Bukan karena keduanya telah menjadi sempurna, tetapi karena anugerah Tuhan terus menyatukan dan membentuk mereka.

Karena itu, belajarlah mengalah tanpa merasa kalah, mengampuni tanpa menyimpan kepahitan, dan memahami tanpa menuntut untuk dipahami. Sebab rumah tangga yang kuat bukan dibangun oleh dua pribadi yang selalu sama, tetapi oleh dua hati yang sama-sama bersedia dibentuk Tuhan. Dengan demikian, suami istri bukan hanya membangun rumah tangga, tetapi Rumah Perjanjian tempat kasih Tuhan dinyatakan. (OSA)

RENUNGAN
Saat membangun rumah tangga, suami dan istri harus belajar MELEPASKAN EGO dan biarkan KASIH MEMIMPIN.

APLIKASI
1.Sudahkah Anda melepaskan ego dalam membangun kehidupan rumah tangga? Mengapa?
2.Mengapa Anda perlu melepaskan ego dalam membangun rumah tangga?
3.Apa yang Anda lakukan supaya kasih Kristus saja yang memimpin dalam rumah tangga?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa, terima kasih untuk kasih setia-Mu dalam kehidupan kami. Kami mau mengutamakan Engkau dalam kehidupan rumah tangga kami. Mampukan kami untuk melepaskan ego kami masing-masing, sehingga kehidupan rumah tangga kami hanya dipimpin oleh kasih-Mu saja, Bapa. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”

BACAAN ALKITAB SETAHUN
Keluaran 16-18
Matius 18:1-20

Anda rindu mengalami pertumbuhan rohani bersama Keluarga Allah