Bahan Sharing

07 August 2026 Tim Penulis Renungan Bahan Sharing

BAHAN SHARING KELOMPOK SEL (KOMSEL) GKA Periode 9 Agustus 2026

BAHAN SHARING KELOMPOK SEL (KOMSEL) GKA
Periode 9 Agustus 2026

 

S1 = SEMBAH PUJI (10-15 menit)
Praise :
1. Bersama Yesus
2. BersamaMu – KA Worship
Worship :
1. Rasa Kasih Tuhan – KA Worship
2. You are Holy

 

S2 = SUASANA/GAMES (10 menit)
Komsel Onsite dan Online
JUDUL : “SEPADAN ATAU BEDA JALAN?”
KONSEP : Berpasangan menjawab pertanyaan.

CARA BERMAIN:
1. Peserta dibagi berpasangan.
2. Setiap pasangan diberi waktu 10 detik untuk menuliskan jawaban tanpa berdiskusi di kertas masing-masing dengan spidol/bolpen
3. Petugas akan memberikan pertanyaan cepat dan keduanya harus memperlihatkan jawaban secara bersamaan. Dari situ akan kelihatan pasangan ini sepadan atau Beda Jalan.
4. Pasangan dengan jawaban sama menjadi pemenang.

PERTANYAAN CEPAT
1. Lebih suka makan: asin atau manis?
2. Kalau liburan pilih: pantai atau gunung?
3. Kalau ada masalah langsung: bicara atau diam dulu?
4. Lebih sulit mengatakan: “Maaf” atau “Aku salah”?
5. Kalau mendapat uang Rp10 juta: ditabung atau belanja?
6. Dalam tim pilih: memimpin atau mengikuti?
7. Lebih romantis suka diberi: hadiah atau perhatian?
8. Kalau tersesat pilih: bertanya atau tetap merasa paling tahu?
9. Dalam mengambil Keputusan suka: cepat atau banyak pertimbangan?
10. Yang paling penting dalam hubungan itu: kesamaan atau saling melengkapi?

PERTANYAAN BABAK FINAL
“Sebutkan satu benda yang paling menggambarkan pasangan bermainmu!” misal : dia seperti ALARM karena sering banyak mengingatkan.

TUJUAN BERMAIN :
Dari permainan ini mengingatkan bahwa ternyata pasangan yang sepadan tidak selalu memberikan jawaban yang sama. Perbedaan bukan masalah, selama kita mau saling mengenal, berkomunikasi, dan menyatukan arah. Kesepadanan bukan berarti harus sama dalam segala hal, tetapi memiliki iman, nilai hidup, dan tujuan yang sama sambil saling melengkapi dalam perbedaan.

 

S3 = SHARING APLIKASI FIRMAN TUHAN (50 menit).
GOAL: Petugas bukan kotbah, namun MENGINGATKAN POIN-POIN SAJA SEPERTI DIBAWAH INI (±10 menit).

COVENANT HOUSE #2 –
SEPADAN DAN SEIMBANG

PEMBUKA
Setiap orang tentu menginginkan keluarga yang bahagia. Namun, keluarga yang kuat tidak dibangun hanya karena dua orang saling mencintai. Keluarga yang kuat dibangun ketika dua orang sepakat hidup dalam perjanjian dengan Tuhan, berjalan menuju arah yang sama, dan bersedia saling melengkapi.

Tuhan sedang membangun sebuah covenant house—rumah tempat perjanjian-Nya tinggal, iman diwariskan, kasih dipelihara, dan nama-Nya dimuliakan turun-temurun.

Kejadian 2:18 TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.”

Sejak awal, Tuhan tidak hanya memikirkan agar manusia memiliki pasangan. Tuhan juga memperhatikan kualitas hubungan tersebut, yaitu PASANGAN YANG DAPAT MENJADI PENOLONG DAN HIDUP DALAM KESEPADANAN.

 

I. CARILAH DAN PILIHLAH YANG SEPADAN.
Kejadian 24:2-4
“Berkatalah Abraham kepada hambanya yang paling tua dalam rumahnya, yang menjadi kuasa atas segala kepunyaannya, katanya: “Baiklah letakkan tanganmu di bawah pangkal pahaku, 3 supaya aku mengambil sumpahmu demi TUHAN, Allah yang empunya langit dan yang empunya bumi, bahwa engkau tidak akan mengambil untuk anakku seorang isteri dari antara perempuan Kanaan yang di antaranya aku diam. 4 Tetapi engkau harus pergi ke negeriku dan kepada sanak saudaraku untuk mengambil seorang isteri bagi Ishak, anakku.”

– Abraham memahami bahwa memilih pasangan hidup adalah keputusan yang terlalu besar untuk dilakukan secara sembarangan karena pasangan hidup akan menentukan arah seluruh masa depan.
– Jangan membuat keputusan seumur hidup hanya berdasarkan perasaan sesaat.
– Pasangan hidup akan sangat memengaruhi Arah kehidupan kita, Kedekatan kita dengan Tuhan, Cara kita membangun keluarga, Nilai yang diwariskan kepada anak-anak, Penggenapan rencana Tuhan dalam hidup kita.

KESEPADANAN LEBIH DARIPADA SEKADAR KESAMAAN
Kesamaan memang mempermudah kita memulai hubungan, tetapi belum tentu membuat kita mampu mempertahankan hubungan. Sama-sama suka jalan-jalan, sama-sama suka makanan tertentu, atau memiliki hobi yang sama tentu menyenangkan. Namun, semuanya tidak cukup untuk menopang pernikahan ketika menghadapi tekanan ekonomi, masalah kesehatan, konflik keluarga, dan perbedaan pendapat.

Tuhan juga tidak selalu memberikan pasangan yang sama dengan kita. Sering kali Tuhan memberikan pasangan yang berbeda untuk menyeimbangkan dan mendewasakan kita.

SEPADAN TIDAK BERARTI HARUS SELEVEL
Kesepadanan bukan hanya berbicara mengenai kesamaan pendidikan, penghasilan, jabatan, status sosial, atau penampilan.
Karena itu: “Jangan biarkan cinta mengalahkan hikmat. Jangan juga biarkan hikmat mematikan kasih. Biarlah kasih dan hikmat bersama-sama membawa kita menemukan kehendak Tuhan.”

 

II. 3 AREA YANG SANGAT MENENTUKAN KESEPADANAN.

1. SEPADAN DALAM IMAN.
2 Korintus 6:14 “Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?”

Kesepadanan yang paling mendasar adalah kesepadanan dalam iman. Iman akan menentukan siapa yang menjadi pusat keluarga, bagaimana pasangan mengambil keputusan, menghadapi masalah, mendidik anak, dan menentukan prioritas hidup.

BELAJAR DARI DAUD DAN MIKHAL
2 Samuel 6:16 “Ketika tabut TUHAN itu masuk ke kota Daud, maka Mikhal, anak perempuan Saul, menjenguk dari jendela, lalu melihat raja Daud meloncat-loncat serta menari-nari di hadapan TUHAN. Sebab itu ia memandang rendah Daud dalam hatinya.”

Mikhal ini mencintai Daud. Tetapi ternyata… Mikhal tidak mencintai yang Daud cintai, yaitu Tuhan. Daud memuji-muji Tuhan dan menari-nari dengan sekuat tenaga, namun Mikhal memandang rendah hal itu karena dia lebih mementingkan kehormatan, citra, martabat, penampilan seorang Raja. Masalah mereka bukan karena kehilangan cinta. Masalah mereka karena memiliki pusat cinta yang berbeda.

Sebelum bertanya, “Apakah dia mencintaiku?” tanyakan terlebih dahulu, “Apakah dia sungguh-sungguh mencintai Tuhan?”

Jangan puas hanya menjadi pasangan yang sama-sama datang ke gereja. Jadilah pasangan yang sama-sama:
– Mengejar hadirat Tuhan.
– Mencintai firman Tuhan.
– Bertumbuh secara rohani.
– Melayani Tuhan.
– Membawa keluarganya semakin dekat kepada Tuhan.

2. SEPADAN DALAM ARAH DAN NILAI HIDUP.
Amos 3:3 “Berjalankah dua orang bersama-sama, jika mereka belum berjanji?”

Dua orang dapat berjalan bersama jika mereka sepakat mengenai arah yang hendak dituju.
Arah hidup jauh lebih penting daripada sekadar kesamaan hobi. Nilai hidup adalah kompas yang menuntun keputusan kita sehari-hari, misalnya:
– Apakah keluarga mengutamakan Tuhan?
– Bagaimana mengelola keuangan?
– Bagaimana memperlakukan orang tua dan keluarga besar?
– Bagaimana mendidik anak?
– Bagaimana menyelesaikan konflik?
– Apakah bersedia hidup jujur, setia, dan bertanggung jawab?
– Apakah keluarga mau dipakai untuk melayani Tuhan?
Kesamaan nilai hidup membuat pasangan mampu mengambil keputusan bersama dan berjalan sampai akhir.

3. SEPADAN DALAM KEDEWASAAN KARAKTER.
Matius 7:20 “Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.”

Penampilan dapat menarik perhatian, tetapi karakterlah yang menopang sebuah hubungan. Karakter seseorang paling jelas terlihat melalui responsnya, terutama ketika keinginannya tidak terpenuhi.
Perhatikan bagaimana seseorang merespons ketika:
– Kecewa atau marah.
– Menghadapi tekanan.
– Menerima teguran.
– Melakukan kesalahan.
– Berhadapan dengan orang yang dianggap lebih rendah.
– Harus meminta maaf dan mengampuni.
– Tidak mendapatkan apa yang diinginkan.
Jangan hanya terpikat oleh penampilannya. Perhatikan buah kehidupannya.

Bagi yang sudah menikah, jangan hanya menuntut pasangan menjadi lebih dewasa. Mintalah Tuhan terlebih dahulu mengubahkan karakter kita. Kesepadanan dalam pernikahan bukan hanya sesuatu yang ditemukan, tetapi juga sesuatu yang terus dibangun.

APLIKASI PRAKTIK SEHARI-HARI
BAGI YANG BELUM MENIKAH:
– Libatkan Tuhan dalam memilih pasangan.
– Jangan mengabaikan tanda bahaya hanya karena sedang jatuh cinta.
– Perhatikan iman, nilai hidup, dan karakter, bukan hanya penampilan.
– Dengarkan nasihat pemimpin rohani dan orang-orang yang dewasa.

BAGI YANG SUDAH MENIKAH:
– Bangun kebiasaan berdoa dan beribadah bersama dalam mezbah keluarga.
– Ibadah bersama dan melayani di gereja bersama.
– Belajar menerima perbedaan sebagai kesempatan untuk saling melengkapi.
– Berhenti hanya menuntut perubahan pasangan; mulailah dari diri sendiri.
– Selesaikan konflik dengan kasih, kejujuran, dan kerendahan hati.

 

KESIMPULAN
Sepadan tidak berarti sama dalam segala hal. Sepadan berarti memiliki dasar iman yang sama, berjalan menuju arah yang sama, memegang nilai hidup yang selaras, serta bersedia bertumbuh dalam karakter.

Jangan hanya mencari pasangan yang menyenangkan hati. Carilah dan jadilah pasangan yang membawa keluarga semakin dekat kepada Tuhan.

Bagi yang sudah menikah, mungkin saat ini ada banyak perbedaan. Jangan cepat menyimpulkan bahwa Saudara salah memilih pasangan. Izinkan Tuhan memakai perbedaan itu untuk saling melengkapi, membentuk karakter, dan memperkuat perjanjian pernikahan.
Covenant house tidak dibangun oleh dua orang yang sempurna, tetapi oleh dua orang yang terus bersedia dibentuk dan berjalan bersama Tuhan.

 

PERTANYAAN SHARING :
Sharingkan. Dalam kehidupanmu atau pernikahanmu saat ini, area manakah yang paling perlu dibangun agar semakin sepadan: iman, arah dan nilai hidup, atau kedewasaan karakter? Apa satu langkah nyata yang akan Saudara lakukan?

 

A. DOA PROFETIK
Tuhan Yesus, kami menyerahkan setiap pribadi di Komsel ini dan keluarga kami masing-masing ke dalam tangan-Mu. Bangunlah rumah kami menjadi covenant house yang dipenuhi hadirat, kasih, dan kebenaran-Mu. Kami berdoa agar pasangan dan keluarga kami menjadi penolong kami yang membuat keluarga kami masuk dalam perjanjian ilahi dengan-Mu. Terjadi dalam nama Yesus. Satukan iman, arah hidup, dan hati kami. Pulihkan setiap hubungan yang renggang dan dewasakan karakter kami. Kami percaya keluarga kami akan berdiri teguh, menjadi berkat, dan memuliakan nama-Mu turun-temurun. Dalam nama Tuhan Yesus. Amin

 

B. DOA SYAFAAT :

Semua jemaat dan pelayan Tuhan mengalami keajaiban demi keajaiban yang baru.
1. Pembangunan Pusat Kegerakan Roh Kudus “HEI” bisa dilanjutkan lagi dan pembelaan Tuhan akan turun dengan perijinan yang dilancarkan.
2. Terjadi lawatan Tuhan dan tuaian jiwa-jiwa yang dahsyat.
3. Bangsa dan negara ada dalam pemeliharaan serta pimpinan Tuhan.
4. Setiap gereja lokal GKA bertumbuh dengan pesat dan kuat.
5. Terjadi kegerakan cellgroup movement atau kegerakan kelompok sel yang membawa tuaian raya jiwa-jiwa.
6. Doa permohonan dari Anggota Komsel (jika ada).
Mari ambil bagian dalam kegerakan iman ini dan alami tahun 2026 sebagai Tahun Keajaiban Baru!

 

S4 = SASARAN DAN RENCANA
1. Evaluasi Komsel hari ini.
2. Pengumuman Kegerakan di gereja Global
3. KKS Cek SPR Anggota Komsel dan mendorong melengkapinya, memperjuangkan menjadi KKS (Cek Baptis, SOM, jadi KKS, RE, ESBC).
4. Ajakan selamatkan jiwa dengan mengajak teman/saudara gabung Komsel dan ibadah
5. KKS menjadwalkan TURBA, mengunjungi Anggota Komsel yang pasif atau undur (sebagai Langkah PENGGEMBALAAN).
6. Merencanakan pertemuan Komsel minggu depan dan membagi tugas Komsel.

 

HAPPY GOLDEN WEDDING ANNIVERSARY
UNTUK PS OBAJA DAN IBU