07 August 2026 Tim Penulis Renungan Renungan Keluarga Allah

WAKTU UNTUK MELETAKKAN BATU PENJURU PERNIKAHAN

RHEMA HARI INI
Yesaya 28:16 sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: “Sesungguhnya, Aku meletakkan sebagai dasar di Sion sebuah batu, batu yang teruji, sebuah batu penjuru yang mahal, suatu dasar yang teguh: Siapa yang percaya, tidak akan gelisah!

Sejak awal pernikahan, Billy dan Ruth Graham sepakat untuk menjadikan Kristus sebagai pusat kehidupan rumah tangga mereka. Komitmen itu tidak dibangun ketika masalah datang, tetapi sejak mereka memulai kehidupan bersama. Di tengah pelayanan besar yang menjangkau jutaan jiwa, pernikahan mereka tidak luput dari tekanan. Billy sering bepergian, menghadapi godaan, kritik, dan kelelahan, sementara Ruth harus mengurus rumah dan anak-anak. Namun, mereka membangun mezbah doa, menjaga komitmen kekudusan, dan terus kembali kepada Tuhan dalam setiap musim. Ketika badai datang, mereka tidak hancur. Mereka tetap memiliki arah yang sama karena fondasi rumah tangga mereka telah diletakkan dengan benar sejak awal.

Melalui Nabi Yesaya, Allah menyatakan bahwa Dia meletakkan sebuah batu penjuru yang teruji sebagai dasar yang teguh. Pada zaman Alkitab, batu penjuru dipasang pada awal pembangunan dan menjadi acuan bagi seluruh bangunan. Demikian pula dalam pernikahan. Kristus bukanlah Pribadi yang baru dicari ketika masalah datang, melainkan Batu Penjuru yang harus ditempatkan sejak awal. Ketika Dia menjadi pusat kehidupan, setiap keputusan, proses, dan tantangan akan diarahkan oleh kehendak-Nya. Bukan berarti badai tidak datang, tetapi kita memiliki dasar yang teguh, sehingga kita tidak hidup dalam kegelisahan.

Karena itu, jangan menunggu sampai rumah tangga menghadapi masalah untuk datang kepada Tuhan. Bangunlah kehidupan doa, firman, dan ketaatan setiap harinya. Saat Kristus menjadi Batu Penjuru Pernikahan, keluarga kita akan memiliki dasar yang kokoh dan hidup sebagai rumah perjanjian dengan Tuhan. Pernikahan kita bukan hanya akan berdiri kuat, tetapi menjadi kesaksian bagi banyak orang. (MC)

RENUNGAN
BATU PENJURU PERNIKAHAN tidak dipasang ketika rumah tangga sudah jadi, tetapi DILTETAKKAN PADA AWAL kita membangunnya.

APLIKASI
1.Bagian manakah dari pernikahan Anda yang Anda merasa Tuhan belum sungguh-sungguh menjadi pusatnya?
2.Bagaimana Anda dapat melibatkan Tuhan lebih dalam dalam setiap respons dan keputusan yang Anda buat dalam hidup berkeluarga?
3.Langkah nyata apa yang bisa Anda ambil untuk menjadikan atau mengembalikan Kristus sebagai Batu Penjuru Pernikahan?

DOA UNTUK HARI INI
“Kami datang kepada-Mu, Tuhan, memohon Engkau menjadi Batu Penjuru dalam pernikahan kami. Pulihkan hati kami, satukan kasih kami, dan tuntun setiap langkah kami agar berkenan kepada-Mu. Teguhkan iman kami dalam setiap musim hidup kami hari ini. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”

BACAAN ALKITAB SETAHUN
Kejadian 18-19
Matius 6:1-18

Anda rindu mengalami pertumbuhan rohani bersama Keluarga Allah