22 April 2026 Tim Penulis Renungan Renungan Keluarga Allah

IMAN SEJATI YANG MEMINDAHKAN GUNUNG

RHEMA HARI INI
Ibrani 11:8 Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui.

Melakukan sesuatu tanpa mengetahui dengan pasti apa yang akan dicapai sering dianggap tidak masuk akal, bahkan terlihat konyol. Tanpa disadari, cara berpikir seperti ini terbentuk dari sistem pendidikan yang kita jalani sejak dini. Kita dibiasakan menilai segala sesuatu berdasarkan logika: apa yang masuk akal dianggap benar, sementara yang tidak sesuai nalar sering dianggap keliru. Akibatnya, kita menjadi sangat bergantung pada kepastian, perhitungan, dan kontrol. Kita merasa aman ketika semuanya jelas, tetapi menjadi ragu saat harus melangkah dalam ketidakpastian. Padahal, dalam perjalanan iman, tidak semua hal dapat dijelaskan oleh logika manusia.

Kisah Abraham—yang awalnya bernama Abram—menunjukkan jalan yang berbeda dari logika pada umumnya. Ia dipanggil Tuhan untuk meninggalkan zona nyamannya, keluar dari tanah kelahirannya, dan berjalan menuju tempat yang belum ia ketahui. Secara manusiawi, keputusan ini tampak tidak bijaksana. Ur Kasdim adalah tempat yang strategis dan menjanjikan kehidupan yang stabil. Namun Abram memilih taat. Ia meninggalkan keluarganya, hartanya, dan masa depan yang tampak pasti, hanya berpegang pada janji Tuhan. Dalam perjalanannya, ia menghadapi berbagai tantangan, termasuk konflik dengan Lot, keponakannya. Meski demikian, Tuhan tetap menuntunnya langkah demi langkah, membawanya kepada rencana yang lebih besar daripada yang bisa ia pahami.

Hari ini, mungkin kita juga sedang merasakan dorongan Tuhan yang belum sepenuhnya jelas. Ada panggilan, ada arah, tetapi belum ada kepastian. Di titik inilah iman bekerja. Tuhan tidak selalu memberikan gambaran lengkap di awal, tetapi Dia meminta iman yang melampaui segala akal untuk melangkah. Jangan menunggu semuanya menjadi jelas baru percaya. Ketika Tuhan sudah berbicara, respons yang tepat adalah taat. Saat kita berani melangkah dalam iman yang baru, di situlah penyertaan Tuhan dinyatakan. Percayalah, Dia tidak hanya memanggil, tetapi juga menuntun, memelihara, dan menggenapi setiap rencana-Nya dalam hidup kita. (AM)

RENUNGAN
IMAN SEJATI yang memindahkan gunung TIDAK DIAM di tempat, tetapi SELALU MELANGKAH dengan penuh percaya kepada Tuhan.

APLIKASI
1. Bagian hidup apa yang Tuhan sedang minta Anda melangkah, tetapi Anda masih ragu karena belum jelas?
2. Dalam mengambil keputusan, apakah Anda lebih mengandalkan logika atau iman kepada Tuhan?
3. Langkah iman apa yang bisa Anda ambil hari ini sebagai bentuk ketaatan?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan yang setia, ajari kami untuk peka mendengar suara-Mu dan berani melangkah, sekalipun kami belum melihat dengan jelas arah yang akan kami tuju. Kuatkan hati kami untuk taat seperti Abraham, dan percaya bahwa Engkau akan selalu menyertai setiap langkah kami. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”

BACAAN ALKITAB SETAHUN
Kidung Agung 1-3; Galatia 2

Anda rindu mengalami pertumbuhan rohani bersama Keluarga Allah