KEHAUSAN ROHANI YANG SEJATI
RHEMA HARI INI
Lukas 19:4 “Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ.”
Di tengah kerumunan Yerikho yang riuh, banyak mata tertuju pada Yesus. Namun, Zakeus bukan hanya sekadar penasaran. Sebagai seorang pemungut cukai yang bertubuh pendek, ia sadar dirinya terhalang oleh banyak orang. Namun, kehausan rohani yang membara mendorongnya untuk bertindak. Ia berlari mendahului massa dan memanjat pohon ara yang tinggi demi bisa melihat Yesus. Bayangkan: Tubuh pendeknya bergelantungan di dahan pohon, baju resmi pemungut cukainya tercemar debu, dan tatapan orang-orang penuh ejekan. Malu? Pasti. Namun, kerinduannya jauh lebih besar daripada rasa gengsi atau hambatan yang ada. Ia tidak menunggu kesempatan datang, ia menciptakan kesempatan untuk bertemu dengan Tuhan.
Sering kali dalam hidup, kita memiliki semangat besar untuk mengejar hal-hal yang kita inginkan—karier, pendidikan, atau impian pribadi. Kita rela berkorban waktu, tenaga, bahkan menghadapi kegagalan demi mencapainya. Namun, kerinduan yang sama tidak selalu kita miliki dalam mencari Tuhan. Kita bisa saja berkata kita merindukan Tuhan, tetapi kita tidak bergerak. Mungkin kita terlalu sibuk, terlalu nyaman, atau terlalu memikirkan apa kata orang. Padahal, orang yang benar-benar haus akan Tuhan tidak akan mencari alasan, tetapi mencari jalan. Seperti Zakeus, ketika kita mulai mengejar Yesus dengan sungguh-sungguh, sesuatu yang luar biasa terjadi. Bukan hanya kita yang melihat-Nya, tetapi Dia juga melihat kita dan memanggil kita dengan penuh kasih secara pribadi.
Hari ini, Tuhan mengundang kita untuk memiliki kerinduan yang sama. Kehausan rohani bukan sekadar perasaan, tetapi keputusan untuk mengejar Tuhan dengan sungguh-sungguh. Itu bukan sekadar rindu, tetapi sebuah tindakan nyata yang mengubah arah hidup kita. Saat kita dengan tulus memiliki kehausan baru akan Tuhan dan mengejar-Nya, Dia tidak hanya hadir di dalam hidup kita, tetapi Dia juga melangkah lebih dekat, menyapa kita secara pribadi, serta memberi kita anugerah yang lebih besar daripada yang kita bayangkan. (BS)
RENUNGAN
Kehausan rohani yang sejati membuat seseorang RELA MELAKUKAN APA SAJA untuk bertemu dengan Yesus.
APLIKASI
1. Dalam kehidupan Anda, apa “pohon ara” yang masih harus Anda panjat untuk mengejar Yesus?
2. Mengapa Anda perlu menumbuhkan kehausan dan kerinduan akan Tuhan setiap hari?
3. Apakah komitmen yang bisa Anda ambil untuk bertemu dan mengalami Tuhan setiap hari?
DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, terima kasih untuk firman-Mu hari ini. Kami rindu Engkau memperbarui kehausan dan kelaparan untuk berjumpa secara pribadi dengan-Mu. Ajar kami untuk melawan setiap rasa malas dan kenyamanan dunia. Kami tahu itu tidak mudah, tapi kami percaya Roh Kudus-Mu akan menolong dan memampukan kami. Terima kasih Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”
BACAAN ALKITAB SETAHUN
Pengkhotbah 1-3; 2 Korintus 11:16-33
Categories
Latest Posts