KEHAUSAN YANG MENENTUKAN KAPASITAS
RHEMA HARI INI
Mazmur 63:9 Jiwaku melekat kepada-Mu, tangan kanan-Mu menopang aku.
Ada seorang ayah yang memiliki perusahaan besar. Sebagian anak-anaknya datang hanya saat membutuhkan sesuatu—uang, fasilitas, atau persetujuan. Namun, ada satu anak yang berbeda. Ia sering meluangkan waktu untuk duduk di ruang kerja ayahnya. Terkadang mereka berbincang ringan, dan kali lainnya ia hanya menemani ayahnya bekerja. Dari waktu ke waktu, ia mulai memahami apa yang disukai sang ayah, bagaimana ia mengambil keputusan, dan apa yang menjadi prioritasnya. Ketika tiba saatnya untuk menentukan siapa yang akan melanjutkan kepemimpinan perusahaan, banyak orang menduga pilihan itu akan jatuh kepada anak yang paling pintar atau paling berpengalaman. Namun ternyata, sang ayah memilih anak yang paling sering bersamanya. Ketika ditanya alasannya, ia berkata: “Yang lain tahu cara menjalankan perusahaan, tetapi anak ini mengenal hatiku.”
Apabila seorang ayah di dunia saja memilih memberikan posisi atau jabatan kepada anak yang paling dekat dengannya. Terlebih lagi, Bapa di sorga juga rindu untuk menyatakan hal besar kepada anak-anak-Nya yang bersungguh hati mencari Dia. Hal ini pun bisa kita lihat dalam kehidupan Daud. Mazmur 63:9 menggambarkan hati Daud yang “melekat” kepada Tuhan. Sebuah hubungan yang intim, bukan sekadar hubungan karena kebutuhan. Daud tidak hanya datang kepada Tuhan saat terdesak, tetapi hidup dalam kedekatan yang terus-menerus dengan-Nya. Itu sebabnya, tangan Tuhan menopang hidupnya. Daud memperoleh banyak kemenangan dan berhasil mendapatkan posisi sebagai raja bukan karena kehebatannya, tetapi karena kehausannya akan Tuhan.
Ya, kedekatan tidak dibangun dalam momen sesekali, tetapi melalui kebersamaan yang terus-menerus. Karena itu, mari kita membangun keintiman dengan Tuhan setiap hari. Melalui saat teduh pribadi dan mengikuti Pondok Daud di gereja kita. Bukan supaya kita mendapatkan sesuatu, tetapi supaya kita semakin mengenal hati-Nya. Ketika hati kita memiliki kehausan baru akan Tuhan, kita akan mengalami bagaimana tangan-Nya sendiri akan menopang, memimpin, dan mempercayakan perkara-perkara besar dalam hidup kita. (OSA)
RENUNGAN
Raja Daud berkuasa BUKAN KARENA TAKHTA, tetapi KARENA KEHAUSANNYA akan Tuhan.
APLIKASI
1. Apakah selama ini Anda sudah memiliki kehausan akan Tuhan? Mengapa?
2. Mengapa Anda perlu memiliki kelaparan dan kehausan akan Tuhan?
3. Apa yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan kehausan akan Tuhan?
DOA UNTUK HARI INI
“Bapa, terima kasih atas firman-Mu hari ini. Kami mau meningkatan kehausan dan kelaparan akan Engkau. Mampukan kami membangun hubungan yang intim dengan Engkau. Kami percaya kapasitas kami akan semakin diperbesar dari hari ke hari. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”
BACAAN ALKITAB SETAHUN
Amsal 27-29; 2 Korintus 10
Categories
Latest Posts